Walikota Bandung Luncurkan Aplikasi Tombol Panik Untuk Warganya

Diposting pada
Aplikasi Tombol Panik untuk warga Bandung

Wali Kota Bandung Ridwan Kamil benar-benar ingin mewujudkan kota Bandung sebagai Smart City. Setelah meresmikan pintu tol eksklusif ke Gede Bage bersama bersama Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan yang nantinya Gede Bage dijadikan Silicon Valley-nya Indonesia. Dimana ditempat tersebut akan dibentuk sebuah kota berbasis teknologi terbesar di Indonesia. 

Kemarin (Jumat 10 Juli 2019), kembali Walikota Bandung meluncurkan aplikasi terbaru untuk warganya. Aplikasi yang diberinama X-igent Panic Button di Bandung Command Centre, Balai Kota Bandung Jalan Wastukencana, Aplikasi ini merupakan hibah dari PT. Telkom Indonesia yang diberikan kepada pemkot Bandung dan sudah sanggup diunduh di ponsel berakal berbasis Android melalui Playstore. 

Dengan aplikasi panic button ini nantinya pengguna aplikasi ini tidak usah kebingungan untuk melaporkan suatu tindakan kejahatan yang dialaminya, hanya dengan eksklusif pijat tiga kali tombol yang ada di aplikasi dan pertolongan dari pihak kepolisian akan segera datang, demikian diungkap Ridwan Kamil. 
Untuk mengetahui cara kerja panic button ini, sehabis pengguna mengunduh dan menginstallnya di ponsel pintar, pengguna perlu terlebih dahulu mengisi data pribadi yang akurat termasuk nomor handphonenya disertai dengan nomor telepon orang terdekat yang sanggup dihubungi. “Tinggal memencet tombol tiga kali maka pertolongan akan tiba secepat mungkin. Sehingga warga sanggup pelayanan prima,” ujar Ridwan Kamil. 
Pemohon pertolongan yang memencet tiga kali tombol panik di layar smartphone akan terlacak eksklusif di Bandung Command Centre. Petugas kepolisian yang mendapatkan aduan eksklusif menghubungi petugas lapangan terdekat supaya menghampiri pemohon bantuan. Kurang dari 3 menit, petugas akan eksklusif datang. 
Selain memencet tombol ‘SOS‘ sebanyak tiga kali dari layar ponsel, ke depan PT. Telkom Indonesia juga menyediakan tombol khusus yang berfungsi sama. Tombol tersebut cukup dipasang di lubang audio. Tombol suplemen ini rencananya dilempar ke pasaran dengan harga jual sekitar Rp 50 ribu. 
Kepala Bagian Operasi Polrestabes Bandung Ajun Kombes Dhaffi mengatakan, dengan tombol panik ini polisi sanggup lebih cepat merespons adanya gangguan atau tindak kriminal kepada masyarakat Kota Bandung. “Semua petugas harus menanggapi apa pun keluhannya. Setelah ada panggilan kita akan menghubungi petugas patroli terdekat”. 
Jika sinyal yang dikirim ternyata hanya tindakan orang iseng, beliau menyampaikan tidak masalah. Apa pun bentuknya, kata dia, setiap ajakan pertolongan harus sesegera mungkin ditanggapi. “Itu sudah risiko petugas,” katanya. 
Sementara itu, aplikasi tombol panik ini gres sanggup dimanfaatkan oleh warga Kota Bandung. Bila ada ajakan pertolongan lebih dari radius lima kilometer dari perbatasan, maka panggilan tersebut tidak sanggup dilayani. 
Tapi Ridwan Kamil menyampaikan bahwa aplikasi ini bekerjsama sanggup diterapkan oleh kawasan lain, asal kepala wilayahnya menghubungi beliau dan semua perangkatnya sudah siap dengan aplikasi ini, menyerupai mempunyai command center, polisinya juga dilatih terlebih dahulu supaya tidak gaptek sehingga mereka siap bila ada permasalahan menyerupai ini. Nah bagi Anda warga Bandung yang ingin tau dengan aplikasi ini silakan download di sini