Upacara Dalam Pasukan Penggalang

Diposting pada

Pengantar

  • Di dalam sistem pendidikan kepramukaan, upacara merupakan salah satu alat pendidikan yang sangat strategis. Melalui upacara sanggup ditanamkan nilai-nilai kedisiplinan, kerapihan, kerjasama dan tanggungjawab. 
  • Di samping itu upacara dalam Gerakan Pramuka juga dipakai sebagau alat pendidikan untuk nenanamkan jiwa nasionalisme, patriotisme, cinta tanah air dan pendidikan tabiat kebangsaan lainnya. Upacara dalam Gerakan Pramuka juga sebagai alat pendidikan untuk menunjukkan penghargaan atas sebuah upaya dan prestasi baik yang dilakukan oleh seorang anggota, regu, pasukan atau bahkan gugusdepan Gerakan Pramuka.

Peran Pembina

Pembina Pramuka Penggalang harus mengusai tatacara banyak sekali macam upacara dalam pasukan penggalang, memahami makna dan silosofinya serta sanggup memanfaatkan upacara sebagai alat pendidikan yang efektif, khidmat, menyenangkan, membanggakan dan menunjukkan pengalaman yang mendalam dalam sunabari para Pramuka Penggalang.

Jenis-jens Upacara dalam Pasukan Penggalang

  1. Upacara Pembukaan Latihan
  2. Upacara Penutupan Latihan
  3. Upacara Pelantikan
  4. Upacara Kenaikan Tingkat
  5. Upacara Pemberian Tanda Kecakapan Khusus
  6. Upacara Pindah ke Golongan Penegak
  7. Upacara Penerimaan Anggota Baru (dari Siaga atau pindahan)
  8. Upacara Pelantikan Pemimpin/Wakil Pemimpin Regu, danPenyerahan Bendera Regu
  9. Upacara Penyematan Tanda Regu bagi Anggota Regu
  10. Upacara Pemberian Bintang Tahunan
  11. Upacara Pemberian Penghargaan Prestasi Perorangan atau Regu
  12. Upacara Penghargaan Pramuka Penggalang Garuda

Upacara Pembukaan Latihan Pasukan Penggalang

  1. Pemeriksaan kebersihan dan kerapihan anggota oleh Pratama.
  2. Regu petugas menyiapkan perlengkapan upacara
  3. Pratama mengumpulkan anggotanya untuk membentuk angkare di hadapan tiang bendera.
  4. Pratama mencek petugas-petugas upacara, setelah beres kemudian menjemput Pembina Penggalang.
  5. Pembina Upacara (Pembina Penggalang) mengambil daerah di hadapan pasukan, para  Pembantu  Pembina berada di belakang Pembina Upacara (Pembina Penggalang) dalam bentuk bersaf.
  6. Sesudah memimpin penghormatan, Pratama menyerahkan pasukan kepada Pembina Upacara
  7. (Pembina Penggalang) kemudian kembali ke regunya.
  8. Pengibaran Sang Merah Putih oleh petugas.
  9. Pembina Upacara (Pembina Penggalang) membaca Pancasila ditirukan oleh anggota pasukan.
  10. Pembacaan Dasa darma.
  11. Kata pengantar Pembina Upacara (Pembina Penggalang) wacana tema latihan dan sebagainya.
  12. Pembina Upacara (Pembina Penggalang) memimpin doa berdasarkan agama dan kepercayaan       masing-masing.
  13. Pasukan diserahkan kepada Pratama untuk melanjutkan acara.
  14. Pratama memimpin penghormatan pasukan kepada Pembina Upacara (Pembina Penggalang).
  15. Pembina Upacara (Pembina Penggalang) mengucapkan terimakasih kepada para pmbantunya terus siap melakukan latihan. 
  16. Pratama membubarkan barisan, terus siap mengikuti kegiatan latihan.

Upacara Penutupan Latihan Pasukan Penggalang

  1. Kerapihan setiap anggota.
  2. Pratama memanggil anggota pasukan untuk membentuk gugusan angkare menghadap bendera.
  3. Pembina Penggalang dijemput Pratama kemudian mengambil daerah di hadapan pasukan diikuti oleh para Pembantu Pembina.
  4. Sesudah mempimpin penghormatan Pratama menyerahkan pasukan kepada Pembina Upacara,   kemudian kembali ke regunya.
  5. Petugas bendera menurunkan Sang Merah Putih untuk disimpan, Pembina Upacara memimpin  penghormatannya.
  6. Pengumuman wacana regu petugas upacara untuk latihan yang akan datang, dilanjutkan dengan penyerahan pasukan kepada Pratama.
  7. Pembina Upacara memimpin berdoa.
  8. Pratama maju satu langkah kemudian memimpin penghormatan kepada Pembina Upacara kemudian membubarkan barisan.
  9. Pembina Penggalang mengucapkan terimakasih kepada para pembantunya terus bubar.

Upacara Pelantikan Calon Penggalang menjadi Penggalang Ramu

  1. Setelah program berdoa Calon Penggalang yang akan dilantik diantar oleh Pemimpin Regunya ke hadapan Pembina Penggalang kemudian pengantar kembali ke regunya.
  2. Penggalang yang sudah dilantik maju satu langkah.
  3. Tanya jawab wacana Syarat Kecakapan Umum Penggalang Ramu antara Pembina Penggalang  dan calon yang akan dilantik.
  4. Calon yang akan dilantik berdoa diikuti anggota pasukan dipimpin oleh Pembina Penggalang.
  5. Sang Merah Putih dibawa petugas ke sebelah kanan depan dari Pembina Penggalang. Waktu Sang Merah Putih masuk ke daerah upacara anggota pasukan menghormat dipimpin oleh    Praatama. (a)   Calon secara sukarela mengucapkan kesepakatan Trisatya dengan tangan kanannya         memegang ujung Sang Merah Putih ditempelkan di dada kiri sempurna dengan jantungnya. (b)    Pada waktu ucapan kesepakatan anggota pasukan menghormat dipimpin oleh Pratama.
  6. Penyematan gejala disertai nasehat dari Pembina Penggalang.
  7. Pratama maju satu langkah kemudian memimpin penghormatan kepada Penggalang yang baru  dilantik, diteruskan dukungan ucapan selamat dari anggota pasukan.
  8. Pemimpin regu menjemput anggotanya yang gres dilantik.
  9. Pembina menyerahkan pasukan kepada Pratama untuk meneruskan program latihan.
  10. Pratama memimpin penghormatan pasukan kepada Pembina Penggalang, kemudian membubarkan barisan.

Upacara Kenaikan Tingkat dari Penggalang Ramu ke Penggalang Rakit atau dari 
Penggalang Rakit ke Penggalang Terap

  1. Dilakukan serangkai dengan Upacara Pembukaan Latihan.
  2. Penggalang yang akan naik tingkat mengambil daerah berhadapan dengan Pembina Penggalang.
  3. Penggalang Rakit dan atau Penggalang Terap maju selangkah.
  4. Tanya jawab wacana syarat kecakapan umum yang telah diselesaikan, antara Pembina dan Penggalang yang akan naik tingkat.
  5. Petugas bendera membawa Sang Merah Putih ke sebelah kanan depan dari Pembina Penggalang. 
  6. Waktu Sang Merah Putih memasuki daerah upacara anggota pasukan menghormat dipimpin     Pratama atau petugas : (a)  Penggalang yang akan naik tingkat mengulang ucapan kesepakatan Trisatya dituntun Pembina. Penggalang dengan tangan kanannya  memegang ujung Sang Merah Putih ditempelkan di dada kiri sempurna dengan jantungnya. (b) Pada waktu Trisatya diucapkan, anggota pasukan memberi hormat dipimpin oleh Pratama atau petugas.
  7. Pelepasan tanda kecakapan umum usang dan penyematan tanda kecakapan umum baru,  diiringi nasehat pembina.
  8. Penghormatan pasukan kepada Penggalang yang gres naik tingkat dipimpin Pratama atau petugas, dilanjutkan dukungan selamat dari anggota pasukan, kemudian kembali ke daerah masing-masing termasuk Penggalang yang naik tingkat.
  9. Pembina Penggalang memimpin berdoa sesuai denganagama dan kepercayaan masing-masing.
  10. Pembina Upacara (Pembina Penggalang) menyerahkan pasukan kepada Pratama untuk meneruskan program latihan.
  11. Pratama maju satu langkah kemudian memimpin penghormatan pasukan kepada Pembina Upacara      (Pembina Penggalang) kemudian membubarkan barisan.
  12. Pembina Penggalang mengucapklan terimakasih kepada para pembantunya diteruskan dengan program latihan.

Upacara Pemberian Tanda Kecakapan Khusus kepada Pramuka Penggalang

  1. Penggalang yang akan mendapatkan tanda kecakapan khusus mengambil daerah berhadapan dengan Pembina Upacara (Pembina Penggalang).
  2. Para Penggalang yang telah mempunyai anda kecakapan khusus maju satu langkah.
  3. Tanya jawab wacana syarat kecakapan khusus antara Pembina Penggalang dengan Penggalang yang akan mendapatkan tanda itu.
  4. Penyematan tanda kecakapan khusus oleh Pembina Upacara (Pembina Penggalang) disertai nasehat seperlunya dan dukungan surat keterangan.
  5. Pratama atau petugas memimpin penghormatan kepada Penggalang yang mendapatkan tanda kecakapan khusus, dilanjutkan dengan dukungan selamat oleh anggota pasukan, kemudian semua kembali ketempat.
  6. Pembina Upacara (Pembina Penggalang) menyerahkan Pasukan kepada Pratama untuk meneruskan acara.
  7. Pratama maju satu langkah kemudian memimpin penghormatan kepada Pembina Upacara.
  8. Pembina Penggalang mengucapkan terimakasih kepada para pembantunya dilanjutkan dengan program latihan.
  9. Pratama membubarkan barisan.
Upacara Pindah ke Golongan Penggalang
Bagi Pramuka Penggalang yang telah berumur 16 tahun dan harus dipindahkan ke golongan Pramuka Penegak dengan tata cara sebagai berikut :
  1. Di laksanakan dalam rangkaian Upacara Pembukaan Latihan Pasukan Penggalang dan Upacara Pembukaan Latihan Ambalan Penegak.
  2. Penggalang yang akan pindah golongan mengambil daerah berhadapan dengan Pembina Upacara (Pembina Penggalang).
  3. Nasehat dan klarifikasi Pembina Upacara (Pembina Penggalang) bahwa kepindahannya bukan sebab kecakapannya, melainkan sebab usia dan perkembangan jiwanya
  4. Penggalang yang akan pindah golongan minta diri kepada anggota pasukannya.
  5. Pembina Upacara (Pembina Penggalang) mengantar Penggalang yang bersangkutan ke Ambalan Penegak.
  6. Serah terima anggota antara Pembina Penggalang dan Pembina Penegak.
  7. Pembina Penggalang kembali ke pasukan untuk melanjutkan program latihannya.
  8. Acara penerimaan anggota di ambalan diubahsuaikan dengan akhlak yang berlaku di ambalan itu.
  9. Anggota gres diserahkan kepada sangga yang akan menerimanya.
  10. Pembina Penegak menyerahkan kembali ambalan kepada Pradana untuk meneruskan acara  latihannya.

Lihat Entri/Topik terkait :
Upacara Sebagai Media Pendidikan Dalam Gerakan Pramuka

Sumber :
Keputusan Kwarnas Gerakan Pramuka No : 178 tahun 1979
Tentang Petunjuk Penyelenggaraan Upacara dalam Gerakan Pramuka

 upacara merupakan salah satu alat pendidikan yang sangat strategis Upacara  Dalam  Pasukan Penggalang Print this page