Un 2019 Dihapus | Kelemahan Dan Kelebihannya

Diposting pada
pustamun.blogspot.com – Ujian Nasional pada 2019 akan dihapus oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjiir. Sebenarnya ihwal pembatalan UN sudah digulirkan semenjak lama. Bahkan para pakar pendidikan semenjak awal mula sudah menolak pelaksnaan UN. Ketika awal kuliah pun, pada 2019 saya sudah diajak untuk menolak pelaksaan UN oleh dosen pengampu mata kuliah Pengantar Teori Pendidikan.

Pada waktu itu, Dr. Sulthon, (sekarang sudah Prof. Sulthon), pengampu mata kuliah di FKIP Universitas Jember menjelaskan panjang lebar alasan mengapa UN tidak layak dilaksanakan. Mulai dari alasan ketidak-adilan, ketidak-merataaan, kecurangan, dan yang paling penting ialah ‘TIDAK MENDIDIK’.

Pelaksanaan UN tidak adil alasannya ialah standar yang diberikan sama antara sekolah satu dengan sekolah lain padahal standar mutu pendidikannya tidak sama. Jangankan membandingkan sekolah di Jawa dan Luar Jawa, membandingakan sekolah yang ada di kota yang sama bisa sangat berbeda.

Alasan yang paling penting, alasan tidak mendidik karena, pelajar hanya berlatih untuk mengerjakan soal. Latihan soal tidak mengakibatkan seorang pelajar menjadi pintar, insan itu dididik, bukan dilatih. Yang bisa dilatih dan paham hanya hewan, melalui pembiasaan-pembiasaan. Jika insan hanya dilatih untuk mengerjakan soal dengan trik dan tips, mungkin beliau bisa mengerjakan soal dengan nilai maksimal (lulus) tetapi belum memahami esensi pembelajaran yang gotong royong sangat penting.

Selama ini, pelaksanaan UN yang hanya menekankan pada nilai semata-mata hanya dipakai untuk membusungkan dada. Ini lho nilaiku bagus. Atau justru menciptakan penerima didik menjaddi depresi alasannya ialah nilainya jelek. Pelaksanaan UN pada 2019 yang sudah tidak dipakai sebagai contoh kelulusanmendapat apresiasi dari banyak pihak. Bagaimana jika dihapus?

Salah satu alasan pembatalan UN, alasannya ialah pemetaan tidak harus dilakukan setiap tahun. Memang, hasil UN tahun 2019 seharusnya sudah bisa dijadikan alat untuk memetakan kondisi pendidikan di Indonesia. Wilayah mna yang perlu ditingkatkan, wilayaha mana yang perlu dibantu, dan wilayah mana yang sudah dirasa cukup berdikari dan sudah berkualitas.

Kosekuensi dihapusnya UN pada 2019 memiliki dampak domino. Konsekuensi pertama, biaya pendidikan dalam hal biaya operasinal pelaksaan UN bisa diminimalkan.