Tulisan Asing Di Waduk Bajul Mati Banyuwangi Yang Menciptakan Penasaran

Diposting pada
Tulisan  Aneh di Waduk Bajul Mati Banyuwangi yang Membuat Penasaran
Gambar ini saya sanggup dari akun facebook adik angkatan kuliah. Adik angkatan yang cukup jauh selisihnya, 3 tahun. Saya angkatan 2019 beliau angkatan 2019. Tetapi kenal cukup erat alasannya yaitu menjadi motor di organisasi mahasiswa prodi, IMABINA alias Ikatan Mahasiswa Bahasa Indonesia.
Namanya yaitu Fajri, Nur Fajri As-Shodiqi meskipun saya jarang-jarang saja percaya pada anak ini. Shodiq yang kurang dipercaya. Agejek lek.
Dia mengunggah foto jalan-jalan ke Waduk Gajah Mati. Waduk Gajah Mati ada di Kabupaten Banyuwangi bab utara. Artikel ini tidak membahas wacana Waduk Bajul Mati apalagi Fajri yang sedang jalan-jalan ke sana.
Artikel ini membahas wacana goresan pena peringatan yang terdapat pada salah satu bab bangunan yang menjadi aneh. Jika dilihat secara dekat, menyerupai pada foto di atas maka akan galau itu apa kok Dilarang Berdiri + Duduk Disini!!! Salah satu pengguna facebook menanyakan itu apa kok dihentikan duduk dan berdiri di situ.
Sebelum menjelaskan itu foto apa,  perlu diperjelas bahwa ini yaitu blog bahasa dan sastra, maka yang akan dibahas di sini mengenai kebahasaannya. Dari segi kesastraan goresan pena Dilarang Berdiri + Duduk Disini!!! Memiliki nilai estetika tersendiri. Yaitu adanya aliterasi. Aliterasi yaitu perulangan suara vokal. Vokal yang diulang-ulang dalam goresan pena kalimat tersebut yaitu vokal D. Dilarang Berdiri + Duduk Disini.

Coba rasakan sendiri. Baca berulang-ulang dan tekankan pada masing-masing abjad D, Dilarang Berdiri + Duduk Disini. Dari segi kesastraan goresan pena tersebut sanggup disebut keren.
Dari segi tata bahasa baku, goresan pena tersebut keluar dari pakem penulisan Bahasa Indonesia yang benar. Kesalahan terletak pada goresan pena Disini. Penulisan disini seharusnya dipisah. Di pada kata disini merupakan kada depan, bukan imbuhan di-. Sama halnya dengan di rumah, di sekolah, di waduk.  Maka penulisan yang benar yaitu Di sini!!!
Sementara sumbangan tanda baca seru (!) sudah tepat. Karena itu merupakan kalimat larangan berarti juga kalimat perintah. Kalimat perintah yang tegas harus diakhiri tanda seru.
Selanjutnya dibahas dari segi semantik. Dari segi makna kalimat yang disusun dari makna-makna kata. Dilarang Berdiri + Duduk Di Sini!!! (saya gunakan penulisan yang benar, di (spasi) sini). Penggunaan tanda β€˜+’ mewakili kata  β€˜dan’. Kaprikornus sanggup dibaca Dilarang Berdiri dan Duduk Di Sini!.
Kata dan adalah penyerta. Digunakan di antara dua hal yang tidak sanggup dilepaskan satu dan yang lainnya. Misalnya dalam kalimat Dia ke Waduk Bajul Mati membawa makanan dan minuman. Kata dan dalam kalimat tersebut mengatakan bahwa dia membawa keduanya. Beda dengan kata atau  yang mengatakan pemilihan. Contoh dalam kalimat Karena tasnya penuh, beliau harus menentukan membawa roti atau nasi. Kata atau dalam kalimat tersebut membuktikan bahwa dia tidak sanggup membawa keduanya, harus menentukan salah satunya.
Bagaimana dengan Dilarang Berdiri dan Duduk Di Sini! Jika dimaknai secara sintaksis, yang tidak boleh dilakukan di daerah itu yaitu Duduk dan Berdiri. Jadi, kalau hanya berdiri boleh. Hanya duduk juga boleh.  Tetapi mustahil juga, duduk di daerah itu sekaligus berdiri di daerah tersebut. Bagaimana caranya orang duduk sekaligus berdiri. Tentu tidak bisa.
Tetapi, sebuah bacaan atau goresan pena kalau sudah diujarkan (ditulis) dan diterima (dibaca) oleh lawan tutur, pemaknaanya tidak hanya sebatas pada kata per kata dalam kalimat. Kalimat Dilarang Berdiri dan Duduk Di sini yang ada di Waduk Bajul Mati yaitu sebuah wacana. Karena sudah menjadi wacana maka harus dihubungkan dengan konteksnya. Konteks situasi wacana tersebut diproduksi.
Tulisan Dilarang Berdiri dan Duduk Di Sini  merupakan peringatan bagi pengunjung Waduk Bajul Mati di Banyuwangi ini. Jika duduk, apalagi berdiri di tugu rendah tersebut sanggup berisiko jatuh ke waduk. Berbahaya. Maka dari itu, diberi peringatan melalui cak semprot. Penggunaan lebih dari satu tanda seru (!) untuk menegaskan bahwa kalau duduk atau berdiri di daerah itu sanggup terjatuh dan kehilangan nyawa.
Meskipun secara tata bahasa  dan pemilihan simbol terjadi kesalahan. Tulisan aneh yang ada di waduk Gajah Mati sanggup dipahami oleh pembaca. Asalkan pembaca yang terlibat eksklusif dalam konteks wacana. Jika hanya melihat satu foto, sanggup salah paham.
Tulisan yang benar (menurut saya juga baik) yaitu sebagai berikut: Jangan Duduk atau Berdiri Di Sini, Berbahaya! Jadi, tidak boleh berdiri di situ, juga tidak boleh duduk di situ. Terlalu rawan.  Kalau mau duduk sambil berdiri silahkan dicoba sendiri.

Jika masih ada yang galau itu goresan pena apa, saya jawab: Yang Jelas, itu yaitu foto  tepi pagar di Waduk Bajul Mati.