Tipe-Tipe Sosialisasi Politik

Diposting pada
 Tipe sosialisasi yang dimaksud yaitu bagaimana cara atau prosedur sosialisasi politik b Tipe-Tipe Sosialisasi Politik
Ilustrasi : pedagos.wordpress.com
Tipe-Tipe Sosialisasi Politik | Tipe sosialisasi yang dimaksud yaitu bagaimana cara atau prosedur sosialisasi politik berlangsung. Ada dua tipe sosialisasi politik, yakni sebagai berikut.

a. Sosialisasi Politik Tidak Langsung
Sosialisasi politik tidak eksklusif pada mulanya berorientasi pada hal-hal yang bukan politik, kemudian warga dipengaruhi untuk mempunyai orientasi politik. Sosialisasi politik tidak eksklusif sanggup dilakukan melalui cara sebagai berikut.

  1. Magang. Magang merupakan bentuk acara sebagai sarana belajar. Magang di tempat-tempat tertentu atau organisasi nonpolitik sanggup memengaruhi orang saat bekerjasama dengan politik.
  2. Pengalihan hubungan antarindividu. Hubungan antarindividu yang pada mulanya tidak berkaitan dengan politik, jadinya individu akan terpengaruh saat bekerjasama atau berorientasi dengan kehidupan politik. Contohnya, hubungan anak dengan orang renta nantinya akan membentuk orientasi anak saat ia bertemu atau bekerjasama dengan pihak luar.
  3. Generalisasi. Menurut tipe generalisasi, kepercayaan dan nilai-nilai yang diyakini yang bekerjsama tidak berkaitan dengan politik sanggup memengaruhi orang untuk berorientasi pada objek politik tertentu.

b. Sosialisasi Politik Langsung
Pada tipe ini, sosialisasi politik berlangsung dalam satu tahap saja, yaitu bahwa hal-hal yang diorientasikan dan ditransmisikan yaitu hal-hal yang bersifat politik. Sosialisasi politik eksklusif sanggup dilakukan melalui beberapa cara, yakni sebagai berikut.

  1. Pengalaman politik. Pengalaman politik yaitu berguru eksklusif dalam kegiatan-kegiatan politik atau kegiatan yang sifatnya publik. Contohnya, yaitu keterlibatan eksklusif seseorang dalam kegiatan partai politik.
  2. Pendidikan politik. Sosialisasi politik melalui pendidikan politik yaitu upaya yang secara sadar dan sengaja serta direncanakan untuk menyampaikan, menanamkan, dan membelajarkan anak untuk mempunyai orientasi-orientasi politik tertentu. Pendidikan politik sanggup dilakukan melalui diskusi politik, kegiatan partai politik, dan pendidikan di sekolah.
  3. Peniruan perilaku. Proses menyerap atau mendapat orientasi politik dengan cara menggandakan orang lain. Contohnya, seorang siswa akan mendukung calon presiden tertentu alasannya kakaknya juga mendukung calon presiden tersebut.
  4. Sosialisasi antisipatori. Sosialisasi politik dengan cara berguru bersikap dan berperilaku ibarat tokoh politik yang diidealkan. Misalnya, seorang anak berguru bersikap dan cara berbicara ibarat presiden alasannya ia memang mengidealkan tugas itu.

Sumber referensi : Rini Setyani, Dyah Hartati. 2019. Pendidikan Kewarganegaraan. Jakarta : Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Kementerian Pendidikan Nasional.