Tingkatkan Mutu Produk Dan Layanan Dengan Perbaikan Berkelanjutan

Diposting pada

Proses Peningkatan Mutu (QI) – Quality improvement yakni pendekatan sistematis dan formal terhadap analisis kinerja praktik dan upaya untuk meningkatkan kinerja dengan tujuan mengidentifikasi, memonitor, mengukur indikator mutu dalam layanan maupun produk yang mengarah kepada hasil (outcome) semoga kualitasnya meningkatkan dan memuaskan pelanggan.

Produk yang memuaskan yakni produk (barang/jasa) yang bisa melakukan/memberikan sesuatu yang dicari oleh konsumen sampai pada tingkatan cukup. Untuk mencapai semua itu dibutuhkan taktik pemasaran yang merupakan serangkaian tindakan terpadu menuju keunggulan kompetitif yang berkelanjutan.

Berbagai pendekatan atau model Quality Improvement sanggup dipakai untuk membantu Anda mengumpulkan dan menganalisis data dan menguji perubahan. Penting bagi Anda untuk menentukan model peningkatan kualitas yang mempunyai reputasi baik untuk memandu perusahaan, dan menggunakannya proses dan melaksanakan Quality Improvement dengan tepat.

Faktor yang Mempengaruhi Kepuasan

Rambat Lupiyoadi (2001) dalam Manajemen Pemasaran Jasa (Teori dan Praktek) menyatakan bahwa dalam menentukan tingkat kepuasan, terdapat lima faktor utama yang harus diperhatikan oleh perusahaan, yaitu:

  1. Kualitas produk. Pelanggan akan merasa puas bila hasil penilaian mereka memperlihatkan bahwa produk yang mereka gunakan berkualitas.
  2. Kualitas pelayanan. Terutama untuk industri jasa, pelanggan akan merasa puas bila mereka mendapat pelayanan yang baik atau yang sesuai dengan yang diharapkan.
  3. Emosional. Pelanggan akan merasa besar hati dan mendapat keyakinan bahwa orang lain akan kagum terhadap ia bila memakai produk dengan merek tertentu yang cenderung mempunyai tingkat kepuasan lebih tinggi. Kepuasan yang diperoleh bukan alasannya kualitas dari produk tetapi nilai sosial atau self esteem yang membuat pelanggan menjadi puas terhadap merek tertentu.
  4. Harga. Produk yang mempunyai kualitas sama tetapi menetapkan harga yang relatif murah akan memperlihatkan nilai yang lebih tinggi kepada pelanggannya.
  5. Biaya. Pelanggan tidak perlu mengeluarkan biaya aksesori atau tidak perlu membuang waktu untuk mendapat suatu produk atau jasa cenderung puas terhadap produk atau jasa itu.

Dasar-dasar Quality Improvement

Proses peningkatan kualitas didasarkan pada konsep dasar berikut:

1. Tetapkan budaya kualitas.

Untuk membuat kebuyaan kualitas/mutu dalam organisasi, proses, dan mekanisme harus didukung dan diintegrasikan semua pihak karyawan. Budaya peduli dengan mutu produk ataupun layanan/jasa ini terlihat berbeda untuk setiap penerapannya, olehkarena itu penting bagi perusahaan untuk membentuk tim quality improvement yang berdedikasi, mengadakan pertemuan perbaikan mutu secara reguler, dan atau membuat kebijakan seputar sasaran dari peningkatan kualitas di perusahaan.

2. Tentukan dan prioritaskan area potensial untuk perbaikan.

Tim qualitas improvement ataupun perusahaan perlu mengidentifikasi dan memahami fokus kualitas yang akan ditingkatkan. Contoh, pada penerapan lean healthcare (Lean Rumah sakit) Anda maupun tim harus mengidentifikasi kendala terhadap perawatan, kondisi kronis yang sering didiagnosis, atau kelompok pasien berisiko tinggi. Dari sinilah Anda akan sanggup melihat dimanakah prioritas utama yang akan dilakukan perbaikan secara bekelanjutan melalui kaizen.

3. Kumpulkan dan analisis data.

Pengumpulan dan analisis data merupakan jantung dari peningkatan kualitas. Data yang didapat akan membantu tim ataupun perusahaan memahami seberapa baik sistem perusahaan bekerja. Dengan adanya data yang dikumpulkan akan memudahkan dalam mengidentifikasi bidang potensial untuk perbaikan, menetapkan sasaran yang terukur, dan memantau keefektifan perubahan.

Penting untuk mengumpulkan data dasar sebelum memulai proyek quality improvement, berkomitmen untuk mengumpulkan data secara teratur, menganalisis jadinya dengan saksama di simpulan proyek, dan membuat keputusan menurut analisis . Disinilah pentingnya metode PDCA Cycle, dan Penerapannya silahkan baca pada Pelaksanaan Lingkaran PDCA.

4. Komunikasikan hasilnya.

Peningkatan kualitas tidak akan menjadi sebuah kebudayaan apabila upaya quality improvement yang dilakukan tidak mempengaruhi anggota staf dan pasien/pelnggan. Oleh alasannya itu dikala merancang dan menerapkan Quality Improvemen, terlebih dahulu komunikasikan kebutuhan, prioritas, tindakan, dan penting juga untuk share hasil dari proyek peningkatan mutu ke keseluruhan anggota perusahaan, termasuk pasien/pelanggan. Bila sebuah proyek berhasil, rayakan dan akui kesuksesan itu.

Hal ini bisa diterapkan dalam sebuah proyek perbaikan mutu produk ataupun layanan/jasa dengan melaksanakan salah satu kegiatan menyerupai kaizen evant. Untuk acara kaizen event itu sendiri Ada sanggup membaca di Pengertian Kaizen Event Serta Penerapannya Di Perusahaan.

5. Berkomitmen untuk terus melaksanakan evaluasi.

Peningkatan kualitas yakni proses yang berkelanjutan. Makara dalam penerapan dan pelaksanaan quality improvement baik itu di manufacturing maupun rumah sakit harus mempunyai fungsi tertinggi  yaitu perjuangan dalam meningkatkan kinerja, meninjau kembali efektivitas intervensi, dan secara teratur meminta masukan dari semua pihak termasuk karyawan maupun pelanggan ataupun pasien.

Evaluasi sangat dibutuhkan semoga terciptanya kebudayaan continuous improvement (lean) dengan akad dari perusahaan dan peningkatan kualitas tersebut sanggup dijadikan sebagai salah satu hoshin kanri (policy deployment) di perusahaan.

Model Quality Improvement

Model peningkatan kualitas dalam kerangka kerja formal yang sistematis untuk menetapkan proses quality improvemen, pada umumnya model tersebut berupa:

1. Model untuk Perbaikan PDCA Cycle

Plan-Do-Study-Act atau PDSAcycles dan umum dikenal dengan PDCA Cycle merupakan model perbaikan untuk peningkatan layanan/produk dengan menggabungkan dua model quality improvemen yang populer, seperti:

Hasilnya yakni kerangka kerja yang memakai siklus PDSA atau PDCA untuk menguji intervensi dalam skala kecil.

2. Lean Six Sigma

Lean Six Sigma menggabungkan dua model quality improvement yang terkenal adalah

Hasilnya yakni kerangka kerja yang menyediakan sarana untuk menilai nilai perjuangan quality improvement potensial dan pendekatan untuk melaksanakan proyek nya, yang disebut DMAIC, atau Define, Measure, Analyze, Improve, and Control.

Sedangkan alat atau tools dalam peningkatan kualitas yakni taktik atau proses sanggup bangun diatas kaki sendiri yang sanggup membantu perusahaan lebih memahami, menganalisis, atau mengkomunikasikan perjuangan praktek quality improvement. Contoh alat quality improvement mencakup process mapping, control chart dan diagram tulang ikan atau fishbone diagram dan sebagainya.

Demikian goresan pena kami perihal Apa Itu Yamazumi, Apa Tujuan Serta Bagaimana Cara Membuatnya. Semoga dengan goresan pena ini sanggup bermanfaat bagi anda yang sedang mencari rujukan perihal lean terutama bagi pengunjung setia blogcoretangw.blogspot.com.
Kami ucapkan terimakasih telah menyediakan waktu untuk berkunjung serta membaca goresan pena yang terdapat pada , kalau ada pembahasan yang terlewatkan dari goresan pena kami ataupun ada inspirasi maupun masukkan yang terkait dengan goresan pena kali ini, silahkan anda tulis pada kolom komentar yang terdapat pada blog ini.