coretanakhirsekolah

Teori Sosialisasi Dalam Kehidupan Masyarakat

Diposting pada
Teori Sosialisasi dalam Kehidupan Masyarakat | Sejak pagi hari ketika bangkit tidur, bertemu dengan keluarga, berangkat sekolah, dan mencar ilmu bersama di sekolah, banyak sekali acara sosial yang kau lakukan. Untuk sanggup melaksanakan acara sosial di lingkunganmu, kau harus mengenal dan diterima sebagai pecahan dari lingkunganmu. Tentu saja kau harus mengenal mereka dan juga dikenal. Nah, proses mengenal itulah yang disebut sosialisasi. Sosialisasi yang pertama kali kau lakukan ialah dengan keluargamu. Pada ketika ayah dan ibu mengajarkan sesuatu, maka sosialisasi telah terjadi.
A. PENGERTIAN SOSIALISASI

Secara sederhana, sosialisasi diartikan sebagai proses sosial. Sosialisasi ialah proses sosial yang terjadi pada seseorang untuk mempelajari dan mengikuti keadaan terhadap norma, nilai, perilaku, tabiat istiadat, dan semua persyaratan lainnya yang dibutuhkan semoga sanggup berperan dan berfungsi dalam kelompoknya.
Apabila kita memerhatikan konsep sosialisasi tersebut, maka sanggup dikatakan bahwa sosialisasi merupakan proses yang aktif, dalam arti bahwa sosialisasi berperan bagi individu untuk sanggup bergabung dengan kelompoknya. Dalam sosialisasi terdapat tiga kegiatan utama yang semuanya saling bekerjasama yaitu belajar, pembiasaan diri, dan pengalaman psikologis.
Sosialisasi dimulai semenjak seorang bayi dilahirkan dan berlangsung seumur hidup. Sosialisasi tidak hanya berlangsung pada masa kanak-kanak saja, yaitu di dalam keluarga, tetapi juga berlangsung di kelompok sobat permainan, sekolah, tempat kerja, lingkungan sekitar tempat tinggal, dan lingkungan negara bahkan antarnegara. Apabila seseorang tidak sanggup mengikuti keadaan dengan perubahan-perubahan yang terjadi, baik perubahan lingkungan sosial atau fisik, maka ia akan tertinggal. Oleh lantaran itu, sosialisasi dalam menghadapi perubahan senantiasa terus dilakukan.
Manusia merupakan makhluk yang senantiasa bersosialisasi dan membutuhkan orang lain untuk menunjang kehidupannya. Maka akan sangat absurd apabila ada seseorang yang tidak mau bersosialisasi. Sekarang pertanyaannya, mengapa insan perlu bersosialisasi? Ada beberapa alasan yang sanggup kita kemukakan sebagai jawabannya, yaitu sebagai berikut.
  1. Manusia tidak sanggup hidup sendiri dalam kehidupannya.
  2. Manusia mempunyai perbedaan baik dalam sifat, budaya, dan tabiat istiadat.
  3. Dengan mempelajari nilai, norma, dan peran; seseorang akan sanggup hidup dengan baik dalam lingkungannya atau masyarakat tempat tinggalnya.
B. TUJUAN SOSIALISASI
Berdasarkan uraian yang telah kau simak di atas, maka sanggup disimpulkan tujuan individu melaksanakan sosialisasi, yaitu sebagai berikut.
  1. Sosialisasi membantu individu untuk meraih identitas dirinya secara fisik dan mental.
  2. Sosialisasi memungkinkan setiap individu maupun kelompok untuk berbagi potensi humanistiknya, dan mencar ilmu bagaimana hidup dalam kehidupan sosial.
  3. Sosialisasi merupakan kebutuhan dasar insan untuk bertahan dalam kehidupan masyarakat.
  4. Sosialisasi sanggup membantu seseorang atau kelompok untuk memalsukan kebudayaannya.
C. PROSES SOSIALISASI
Manusia berinteraksi dengan sesamanya melalui sosialisasi. Sosialisasi sanggup dilakukan dengan dua cara, yaitu mencobacoba dan kondisi atau keadaan.
  1. Mencoba-coba. Sosialisasi ini akan menghasilkan dua kemungkinan, yaitu berhasil atau gagal. Keberhasilan dalam menggunakan proses ini disebabkan oleh sifat pribadi seseorang yang supel (mudah bergaul) dan mempunyai keunggulan-keunggulan lain, contohnya prestasi. Sementara itu, kegagalan lebih banyak disebabkan adanya perbedaan antara masing-masing individu yang tidak mau saling mengalah.
  2. Kondisi atau keadaan. Proses ini merupakan kelanjutan dari mencoba-coba, di mana sosialisasi diajarkan terlebih dulu menurut pengalaman yang menyenangkan atau tidak menyenangkan.
D. MEDIA SOSIALISASI
Keluarga, sekolah, sobat sebaya, dan media massa merupakan media sosialisasi. Media sosialisasi yaitu orang, kelompok, atau forum yang mengajarkan kepada kita perihal apa yang harus diketahui mengenai semua hal yang dibutuhkan untuk sanggup hidup dalam masyarakat.
a. Keluarga
Keluarga ialah distributor (wahana) sosialisasi yang pertama dan utama, di mana anak akan diajarkan cara bekerjasama dengan orang tua, saudara-saudara, serta mungkin sanak kerabatnya. Melalui pendidikan keluarga, anak akan mengenal dunia di sekitarnya dan pola-pola pergaulan sehari-hari. Layaknya sebuah keluarga yang harmonis, orang renta akan mencurahkan perhatian dan mendidik anak-anaknya semoga mempunyai dasar-dasar pergaulan hidup yang benar melalui penanaman nilai-nilai moral dan kebajikan. Umumnya perlakuan orang renta yang sanggup menunjang sosialisasi ialah sebagai berikut.
  1. Mengusahakan semoga anak-anaknya selalu erat dengan orang tuanya.
  2. Memberikan pengawasan dan pengendalian sikap anak secara wajar.
  3. Mendidik anak untuk sanggup membedakan sikap yang benar dan salah.
  4. Memberikan pola sikap yang baik.
  5. Memberikan perlindungan, baik secara fisik maupun mental.
b. Sekolah
Agen sosialisasi ini merupakan sistem pendidikan formal. Di sekolah, pada umumnya seorang murid mempelajari halhal yang belum dipelajari sebelumnya dalam keluarga ataupun dalam grup sobat sebaya yang menjadi sobat bermainnya. Sekolah mempersiapkan seorang anak untuk menguasai banyak sekali peranan untuk hidupnya di masa depan, semoga kelak anak tersebut tidak lagi bergantung pada orang tuanya.
Sekolah sebagai forum pendidikan mengandung banyak sekali unsur nilai yang mengatur tata kehidupan dalam masyarakat pendidikan. Aturan-aturan tersebut dibentuk sebagai patokan bagi siswa, guru, pegawai tata usaha, pesuruh sekolah, penjaga sekolah untuk mengatur semua tata kehidupan sekolah semoga sesuai dengan hukum yang berlaku. Apabila ada salah satu unsur yang salah, contohnya kau terlambat tiba ke sekolah lantaran kesiangan, maka kau akan diberi peringatan oleh guru untuk tidak mengulanginya lagi.
Norma-norma dan nilai-nilai yang ada di sekolah bagi sebagian di antara kau mungkin dirasakan sangat ketat. Namun sebagian lain tidak, lantaran sudah terbiasa dengan hukum yang diberlakukan dalam keluarga dan sobat sepermainan. Aturan yang ada di sekolah bukan untuk ditakuti, tetapi untuk ditaati. Dengan hukum tersebut, suasana mencar ilmu dan berkawan akan semakin nyaman lantaran masing-masing mengetahui batas-batasnya tersendiri.
c. Kelompok (Teman Sebaya)
Apakah kau termasuk salah satu anggota tim sepak bola, bola voli, atau jenis olah ragalainnya? Atau mungkin kau anggota grup menggambar, grup bahasa, atau grup pecinta lingkungan?
Kelompok atau grup merupakan distributor sosialisasi lainnya selain yang telah disebutkan di atas. Dalam kelompok, kau akan mencar ilmu memahami tugas dan kedudukan orang lain. Pada masa kanak-kanak, seorang anak akan bergaul dengan sobat sepermainannya. Pada masa ini, efek kelompok tidak akan begitu tampak, walaupun pada masa itu seorang anak sudah mempunyai sobat di luar keluarganya. Sahabatnya mungkin anak tetangga, sobat satu kompleks, sobat satu desa, atau sobat satu kelas. Bentuk sosialisasinya mungkin hanya menurut pada kesamaan minat serta kesukaan yang sama-sama dimiliki oleh setiap anggota.
Sosialisasi dalam kelompok sangat berbeda dengan sosialisasi dalam keluarga. Dalam keluarga, sosialisasi berlangsung tidak sederajat. Dalam arti kau sanggup bersosialisasi dengan semua anggota keluarga contohnya ayah, ibu, adik, nenek, kakek, paman, dan bibi. Tetapi dalam kelompok, sosialisasi berlangsung dalam kelas sederajat, lantaran kau mempunyai usia yang sama.
d. Media Massa
Salah satu distributor sosialisasi yang mempunyai efek yang sangat besar pada anak dan orang cukup umur ialah media massa. Jenis media massa terdiri dari media cetak (surat kabar dan majalah) dan media elektronik (televisi, radio, compact disc, film, dan kaset). Jenis-jenis media ini merupakan alat penyebar informasi yang sangat cepat dan efektif, lantaran sanggup menjangkau masyarakat luas pada banyak sekali kalangan dari kota hingga ke pelosok daerah.
Media massa menyajikan banyak sekali info dan dongeng yang secara eksklusif diidentifikasi dan akan besar lengan berkuasa pada sikap kehidupan masyarakat. Salah satu jenis media massa yang paling banyak dikonsumsi oleh masyarakat ialah televisi. Acara apa yang biasanya kau tonton? Apakah kau mempunyai impian untuk memalsukan tokoh dalam program tersebut?
Salah satu program yang mungkin banyak kau tonton ialah film kartun, contohnya Dragon Ball, Detective Conan, atau TinTin. Disadari atau tidak, ketiga film kartun tersebut akan memengaruhi perilakumu. Contohnya, kau akan mengoleksi semua pernak-pernik yang bekerjasama dengan tokoh-tokoh yang ada dalam film kartun tersebut, atau bahkan menggunakan kostum ibarat tokoh idolamu.
Acara-acara yang disuguhkan oleh stasiun televisi sudah sangat beragam; dari program pendidikan, hiburan, hingga pada program tindak kriminal, yang keseluruhannya akan besar lengan berkuasa pada tindakan masyarakat.
Untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, beberapa stasiun televisi menyarankan semoga anak selalu didampingi oleh orang renta dalam menonton program televisi. Hal ini untuk menawarkan pengertian kepada anak mengenai program yang disajikan, supaya anak sanggup mengerti maksud isi program tersebut.
Demikian pembahasan mengenai Teori Sosialisasi dalam Kehidupan Masyarakat, semoga sanggup bermanfaat.
[Sumber referensi : Suprihartoyo, Djuminah, Esti Dwi Wardayati. 2019. Ilmu Pengetahuan Sosial 1 : untuk Sekolah Menengah Pertama dan MTs Kelas VII. Jakarta : Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional.
bse.kemdikbud.go.id]