banner 728x250

Teladan Perkara Pelanggaran Undang-Undang Ite No 11 Tahun 2008

  • Share
banner 468x60

Akhir-selesai ini Kasus Pelanggaran Undang-Undang ITE baik yang terjadi dalam bermasyarakat, dunia Pendidikan, juga berhubungan politik sudah kerap terjadi, tanpa sadar telah melanggar UU ITE (Informasi dan Transaksi Elektronik) No 11 Tahun 2008.

Banyak perkara di tengah masyarakat mirip penyebaran video p0rn0 dengan pelaku artis, pelaku siswa, pelaku pejabat, lewat media umum, group whatsApp, BBM, situs web. Kita juga sering menerima sms atau telpon dari nomor yang tidak dimengerti, yang berisi kabar menerima kado, padahal tujuanya yaitu akan mendustai seseorang. Mendekati PILPRES (Pemilihan Presiden) ini juga akan sungguh aneka macam penyebaran info-berita yang mau menjadikan kebencian kepada seseorang, kalangan tertentu, suku tertentu, agama tertentu.

banner 336x280
Keluarnya UU ITE No 11 tahun 2008 ini tidak lepas dari aneka macam pertimbangan diantaranya adalah globalisasi gosip telah menempatkan Indonesia sebagai bagian dari masyarakat isu dunia sehingga mengharuskan dibentuknya pengaturan tentang pengelolaan Informasi dan Transaksi Elektronik di tingkat nasional sehingga pembangunan Teknologi Informasi mampu dikerjakan secara maksimal, merata, dan menyebar ke seluruh lapisan penduduk guna mencerdaskan kehidupan bangsa.

Berikut Contoh Kasus Pelanggaran Undang-Undang ITE yang sering terjadi di tengah penduduk dan perlu diamati:

  1. Menyebarkan dengan sengaja video p0rn0 melalui media internet, baik yang diperankan sendiri maupun yang diperankan orang lain, bisa lewat group whatsApp, facebook, twitter, blog,  dll. Untuk kasus ini akan terkena pasal 27 ayat 1 UU ITE tahun 2008 yang berbunyi:

    setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau menciptakan dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan.

  2. Menjadi bandar judi online, membuat situs yang berisi perjudian, untuk kasus menjadi bandar judi online ini akan terkena pasal 27 ayat 2 UU ITE tahun 2008 yang berbunyi:

    Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau menciptakan mampu diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan perjudian.

  3. Menghina dan mencemarkan nama baik seseorang, instansi, atau perusahaan lewat media umum seperti whatsApp, telegram, facebook, twitter, blog,  dll, dengan kata-kata garang dan kalimat yang menyinggung orang lain, hal ini akan terkena pasal dalam UU ITE no 11 tahun 2008, ialah tepatnya pada pasal 27 ayat 3 yang berbunyi:

    Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau menciptakan dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang mempunyai muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik.

  4. Sengaja membobol akun media sosial atau email orang lain untuk menerima informasi-berita pribadi, lalu mengancam terhadap pemilik akun akan mengembangkan data-data pribadinya jikalau tidak membayar dengan nominal uang tertentu. Hal ini akan terkena pasal dalam UU ITE no 11 tahun 2008, adalah tepatnya pada pasal 27 ayat 4 yang berbunyi:

    Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau menciptakan dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang mempunyai muatan pemerasan dan/atau pengancaman.

  5. Membuat situs web toko online, menciptakan status facebook, memperlihatkan produk dan jasa dengan bahasa yang bisa meyakinkan pembeli, sesudah konsumen mengeluarkan uang, produknya tidak dikirimkan ke konsumen, alasannya memang produknya tidak tersedia, umumnya pelaku kejahatan ini akan menutup akun media sosialnya, dan secepatnya mengubah dengan nama lain.

    Contoh yang lain, mengirimkan sms atau email berhadiah palsu terhadap seseorang, korban akan diarahkan untuk mentransfer sejumah duit tertentu selaku jaminan atau pembayaran pajak hadiah, padahal sms atau email tersebut hanyalah bohong belaka.

    Hal ini akan terkena pasal dalam UU ITE no 11 tahun 2008, yaitu tepatnya pada pasal 28 ayat 1 yang berbunyi:

    Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak berbagi informasi bohong dan menyesatkan yang menjadikan kerugian konsumen dalam Transaksi Elektronik.

  6. Membuat dan membuatkan informasi yang bisa menyebabkan kebencian dan permusuhan antar pemeluk agama, antar suku, melalui media umum seperti whatsApp, telegram, facebook, twitter, blog,  dll, dengan tujuan agar penduduk terhasut dan akan melakukan langkah-langkah anarki terhadap kelompok tertentu. Hal ini akan terkena pasal dalam UU ITE no 11 tahun 2008, yakni tepatnya pada pasal 28 ayat 2 yang berbunyi:

    Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak berbagi gosip yang ditujukan untuk mengakibatkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kalangan masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

  7. Membuat video dengan memegang senjata, menunjukkan bahaya akan membunuh, kemudian mengirimkannya ke orang lain dengan tujuan biar korban merasa cemas dan stress berat. Hal ini akan terkena pasal dalam UU ITE no 11 tahun 2008, yaitu tepatnya pada pasal 29 ayat 1 yang berbunyi:

    Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mengirimkan Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang berisi bahaya kekerasan atau menakut-nakuti yang ditujukan secara eksklusif.

  8. Menggunakan kemampuan menghack akun email, akun media umum orang lain, menghack website seseorang, instansi, atau website perusahaan, kemudian mengambil data-data dan merusak tata cara website orang lain, hal ini akan terkena Pasal dalam UU ITE no 11 tahun 2008, tepatnya pada pasal 30 ayat (1) yang berbunyi:

    Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan aturan mengakses Komputer dan/atau Sistem Elektronik milik Orang lain dengan cara apa pun. lalu ayat (2) Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum mengakses Komputer dan/atau Sistem Elektronik dengan cara apa pun dengan tujuan untuk mendapatkan Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik. juga terdapat pada ayat (3) Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan aturan mengakses Komputer dan/atau Sistem Elektronik dengan cara apa pun dengan melanggar, menerobos, melebihi, atau menjebol tata cara pengawalan. juga terdapat pada Pasal 31 ayat 1 yang berbunyi: Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum melaksanakan intersepsi atau penyadapan atas Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik dalam suatu Komputer dan/atau Sistem Elektronik tertentu milik Orang lain.

Bagaimana dengan Pidananya?

Pasal 45 (1) Setiap Orang yang menyanggupi komponen sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat (1), ayat (2), ayat (3), atau ayat (4) dipidana dengan pidana penjara paling usang 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah).
(2) Setiap Orang yang menyanggupi unsur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 ayat (1) atau ayat (2) dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah). 
(3) Setiap Orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 29 dipidana dengan pidana penjara paling usang 12 (dua belas) tahun dan/atau denda paling banyak Rp2.000.000.000,00 (dua miliar rupiah). 
Pasal 46 (1) Setiap Orang yang menyanggupi komponen sebagaimana dimaksud dalam Pasal 30 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp600.000.000,00 (enam ratus juta rupiah). 
(2) Setiap Orang yang menyanggupi bagian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 30 ayat (2) dipidana dengan pidana penjara paling usang 7 (tujuh) tahun dan/atau denda paling banyak Rp700.000.000,00 (tujuh ratus juta rupiah). 
(3) Setiap Orang yang menyanggupi komponen sebagaimana dimaksud dalam Pasal 30 ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling usang 8 (delapan) tahun dan/atau denda paling banyak Rp800.000.000,00 (delapan ratus juta rupiah). 
Pasal 47 Setiap Orang yang memenuhi komponen sebagaimana dimaksud dalam Pasal 31 ayat (1) atau ayat (2) dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan/atau denda paling banyak Rp800.000.000,00 (delapan ratus juta rupiah).
Lebih lengkapnya wacana Undang-undang ITE no 11 tahun 2008 bisa Anda download di bawah ini:
banner 336x280
Baca juga:  Cara Menghapus Akun Telegram Lewat Web Dan Android
banner 120x600
  • Share