Harga Baru Tes PCR: Jawa Bali Rp 495 Ribu, Luar Jawa Bali Rp 525 Ribu – Nasional – lagikepo.com – LAGIKEPO



LAGIKEPO |

Presiden Joko Widodo telah meminta agar biaya tes Polymerase Chain Reaction (PCR) bisa ditekan hingga maksimal Rp 525 ribu. Kementerian Kesehatan langsung merespons dengan menetapkan harga tes Covid-19 tersebut melalui dengan maksimal Rp 495 ribu untuk Jawa Bali dan Rp 525 ribu untuk luar Jawa Bali.

Aturan yang mulai berlaku pada Selasa (17/8) itu termaktub dalam Surat Edaran Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Nomor JP.02.03/I/2841/2021. Sebelumnya Kemenkes menetapkan batas atas harga PCR sebesar Rp 900 ribu melalui Surat Edaran nomor HK. 02.02/I/3713/2020 pada Oktober 2020.  mengatakan bahwa ketentuan harga PCR itu akan berlaku pada Selasa (17/8).

“Kami turunkan kurang lebih 45% dari (harga) tahap awal,” kata Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan, Prof Abdul Kadir dalam konferensi pers virtual, Senin (16/8).

 Evaluasi harga dilakukan Kemenkes bersama-sama dengan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Mereka telah menghitung struktur biaya pengambilan, jasa pelayanan, biaya administrasi, dan komponen lainnya sebelum memangkas batas atas PCR.

Salah satu contohnya, penurunan mengacu harga reagen yang saat ini juga telah turun. Namun dia memastikan penetapan tarif baru ini sudah mempertimbangkan margin keuntungan swasta selaku penjual.

“Kami hitung hingga mendapatkan unit cost, kemudian ditambahkan margin profit untuk swasta sekitar 15%-20%,” katanya.

Adapun perbedaan harga PCR antara Jawa Bali dan luar pulau tersebut karena faktor biaya logistik yang berbeda-beda. Dia mengatakan ongkos pengiriman di Kalimantan, Sumatera, dan Papua relatif lebih besar.

“Variabel biaya transportasi ini kami tempatkan sehingga didapat dan selisihnya menjadi Rp 525 ribu,” kata Kadir.

Dia juga meminta Dinas Kesehatan Provinsi, Kabupaten, dan Kotamadya memantau implementasi penetapan harga baru PCR ini. Sedangkan Kemenkes menyerahkan sanksi kepada daerah masing-masing.

Selain mengevaluasi harga acuan tertinggi, Kemenkes juga mengatur  durasi hasil tes PCR yakni 1×24 jam. Ia berharap  semua fasilitas kesehatan seperti rumah sakit, laboratorium dan fasilitas pemeriksaan lainnya bisa memenuhi ketentuan ini.

Sebelumnya Jokowi memerintahkan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin untuk menurunkan biaya tes PCR. Presiden berharap,  dengan harga yang murah, maka tes dapat dilakukan lebih banyak untuk membongkar kasus positif Covid-19.

“Saya minta agar biaya PCR di antara Rp 450 ribu sampai Rp 550 ribu,” kata Jokowi dalam keterangan pers virtual, Minggu (15/8).

 Penyumbang bahan: Mela syaharani (magang)

 

 

 

2021-08-16 12:16:00

Source link

Nasib Pemulihan Ekonomi Jika Virus Covid-19 Bertahan Tahunan – Telaah – lagikepo.com – LAGIKEPO



LAGIKEPO |

  • Pemerintah menyiapkan peta jalan untuk menghadapi skenario jika virus corona bertahan tahunan. 
  • Pa membentuk kurva W. 
  • Pengendalian kasus yang antara lain bergantung pada kecepatan vaksinasi menentukan pemulihan ekonomi suatu negara.

Harapan pemerintah bahwa pemulihan ekonomi dari pandemi Covid-19 akan sepenuhnya terjadi pada tahun ini mulai samar. Meski ekonomi tumbuh melesat 7,07% secara tahunan pada kuartal II,  ekonomi domestik dihadapkan pada ancaman virus Covid-19 yang kemungkinan tak hilang dalam hitungan tahun.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin pada pekan lalu mengatakan, tak yakin pandemi Covid-19 akan cepat berlalu.  Untuk itu, pemerintah tengah menyiapkan peta jalan atau roadmap hingga menghadapi skenario jika virus ini bertahan hingga tahunan. 

“Bapak presiden memberikan arahan bahwa kemungkinan besar virus ini akan hidup cukup lama bersama kita. Jadi, arahan presiden, harus ada roadmap,” ujar Budi. 

Budi mengatakan, pemerintah akan sagera melaksanakan pilot project yang mengatur penerapan protokol kesehatan di enam aktivitas utama sebagai bagian dari peta jalan ini. 

Enam aktivitas tersebut, meliputi perdagangan modern seperti mal, pusat perbelanjaan dan perdagangan tradisonal seperti pasar basah atau toko kelontong. Kemudian, kantor dan kawasan industri serta transportasi darat, laut, dan udara. Selanjutnya, peta jalan untuk lokasi pariwisata seperti hotel, restoran, dan event; aktivitas keagamaan; dan pendidikan juga akan disusun.

Nantinya, pengunjung akan dilakukan pemindaian untuk mengetahui apakah sudah divaksinasi Covid-19. Jika sudah divaksin, pengunjung bisa melonggarkan protokol kesehatan.

Budi mencontohkan, pengunjung restoran yang sudah divaksin bisa duduk berempat di satu meja hingga bisa membuka masker. Sementara, pengunjung yang belum divaksin akan ditempatkan di ruang terbuka dengan kapasitas dua orang di satu meja. 

Selain itu, pemerintah akan menggunakan aplikasi Peduli Lindungi untuk menerapkan roadmap protokol kesehatan hingga memantau status vaksinasi pengunjung. Pemerintah pun berharap, protokol kesehatan ini bisa mendampingi kehidupan masyarakat sehari-hari. 

Langkah untuk hidup berdampingan dengan Covid-19 sudah lebih dulu ditempuh banyak negara, salah satunya Singapura. Pemerintah Singapura bahkan meyakini Covid-19 kemungkinan tidak akan pernah hilang dari dunia. Namun, manusia bisa hidup berdampingan dengan virus ini. 

Pemerintah Singapura pun sejak akhir Juni telah mempersiapkan penduduknya agar dapat menghadapi Covid-19 sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. Mereka merancang sebuah roadmap berisi panduan mengenai cara-cara hidup dengan kenormalan baru. Dalam roadmap tersebut, dijelaskan bahwa Singapura akan menangani Covid-19 seperti penyakit endemik lainnya, yakni flu biasa, atau penyakit tangan, kaki dan mulut.

Meski masih sesuai dengan rencana untuk hidup berdampingan dengan Covid-19, kasus baru di Negeri Jiran ini juga masih naik turun. Pemerintah Singapura bakan menerapkan karantina wilayah atau lockdown partial kedua tahun ini sejak 22 Juli hingga 18 Agustus. 

 

Bisa Pulih Meski Masih Ada Pandemi

Direktur Riset CORE Indonesia Piter Abdullah menjelaskan, ekonomi masih berpotensi terus membaik meski virus Covid-19 akan bertahan lama di Indonesia. Ia optimistis pandemi akan mereda dan bahkan berakhir dengan tercapainya herd immunity. 

“Kejadian covid mungkin akan biasa saja, seperti halnya flu, tidak berbahaya. Jadi meskipun virus masih akan ada bertahun-tahun lagi, aktivitas ekonomi tidak akan terbatasi,” ujar Piter kepada – lagikepo.com. 

Untuk itu, menurut dia, pemerintah harus mempersiapkan peta jalan menuju normal baru. Ekonomi berpotensi tumbuh positif jika pandemi terkendali, bahkan meski belum sepenuhnya berakhir. Hal ini terlihat pada kinerja ekonomi kuartal II yang sudah tumbuh positif mencapai 7,07% secara tahunan.

“Apalagi jika roadmap siap dan penyesuaian benar-benar dipersiapkan dengan baik, perekonomian akan bisa pulih dan bangkit kembali,” katanya. 

Ekonom CSIS Fajar Hirawan mengatakan pertumbuhan ekonomi 7% pada kuartal II 2021 menjadi modal pemerintah pada tahun ini. Namun, ekonomi memang akan melambat pada kuartal ketiga dengan adanya pembatasan. 

“Dengan perkembangan Covid-19 yang seperti ini, memang kita harus siap dengan kemungkinan pembatasan mobilitas yang selalu terjadi dalam kurun waktu tertentu,” katanya. 

Kondisi tersebut menyebabkan kondisi ekonomi juga naik turun. Ekonom Chatib Basri memperkirakan, pemulihan ekonomi Indonesia akan menyerupai kurva W, sebagaimana banyak negara berkembang. 

“Dalam kasus Indonesia, kita keluar dari resesi pada kuartal II tapi harus diantisipasi penurunan pertumbuhan ekonomi pada kuartal III karena penerapan pembatasan,” kata Chatib dalam Webinar Dari Pademi Menuju Smart Nation pada Minggu (15/8). 

Chatib menjelaskan, pemulihan ekonomi di negara maju dan berkembang memiliki perbedaan. Ini terutama disebabkan oleh akses vaksin dan penerapan protokol kesehatan yang ketat. Pemulihan ekonomi di sebagian besar negara maju, menurut dia, membentuk kurva V. Artinya, ekonomi jatuh atau terkontraksi cukup dalam akibat covid-19 tetapi pulih dengan sangat cepat ke level sebelum pandemi. 

Sementara di sebagian besar negara berkembang yang memiliki masalah keterbatasan vaksin dan protokol kesehatan yang lebih longgar, pemulihan ekonominya membentuk kurva seperti huruf L, membentuk logo Nike, atau huruf W. 

“Negara yang punya masalah pada akses vaksin, pemulihan ekonomi seperti huruf L yakni ekonomi turun lalu stagnan atau seperti logo nike yakni ekonomi turun lalu naik tetapi sangat lambat, atau huruf W yakni ekonomi turun, naik sedikit lalu turun lagi,” katanya.

Hal ini menunjukkan, pemulihan ekonomi sangat bergantung pada penanganan pandemi Covid-19. Salah satu yang paling krusial dilakukan, menurut dia, adalah mempercepat vaksinasi. 

“Untuk mengendalikan pandemi ini dibutuhkan pembatasan yang harus diiringi dengan bantuan sosial. Selain itu, jika ingin fokus pada pengendalian pandemi, biaya seperti test PCR juga harus terjangkau,” ujarnya. 

Mantan Menteri Keuangan era Presiden SBY ini mengusulkan pembatasan yang ketat untuk mengendalikan kasus. Namun, bantuan sosial seharusnya diberikan bukan hanya kepada orang miskin tetapi juga rentan miskin yang mencakup 160 juta orang atau 40 keluarga. Selain itu, pemerintah juga harus memberikan bantuan kepada UMKM. 

“Masing-masing keluarga diberikan Rp 1 juta hingga Rp 1,5 juta sehingga dibutuhkan anggaran Rp 40 triliun hingga Rp 60 triliun dalam satu bulan atau paling banyak Rp 180 triliun dalam 3 bulan,” katanya. 

Jika pandemi telah benar-benar terkendali, menurut Chatib, pemerintah perlu memberikan dukungan pada industri yang potensial berkembang seperti teknologi seiring perubahan prilaku masyarakat.  “Kemudian bagaimana membuat green recovery,” ujarnya. 

Ia mengusulkan pemerintah untuk membuat kebijakan cukai bahan bakar mineral (BBM) yang sebagian besar dikonsumsi kalangan menengah atas. Dana cukai ini dapat digunakan untuk pembiayaan kesehatan yang membutuhkan alokasi anggaran besar untuk penanganan pandemi Covid-19. 

“Cukai BBM ini juga bagus untuk lingkungan dan dapat menghasilan pendapatan lebih untuk membiayai kebutuhan penanganan Covid-19,” ujarnya. 

 

Ekonom INDEF Faisal Basri juga menekankan pentingnya penanganan kesehatan untuk memulihkan ekonomi. Selain ini, menurut dia, pemerintah terlalu menganggap remeh pandemi Covid-19. Hal ini terlihat dari alokasi anggaran APBN 2021 yang awalnya memangkas anggaran kesehatan tetapi menaikkan anggaran kesehatan. Pemerintah mengasumsikan Covid-19 tak lagi menjadi masalah besar pada tahun ini. 

“Di APBN 2021 itu awalnya anggaran untuk infrastruktur naik tajam, sedangkan kesehatan turun. Namun, akhirnya diubah kembali oleh pemerintah karena lonjakan kasus,” ujarnya.

Ia juga menilai pemulihan ekonomi di Indonesia relatif lambat dibandingkan negara-negara lain.  Dampaknya, ekonomi Indonesia yang sudah sempat naik kelas pada 2019 ke dalam kelompok negara pendapatan menengah atas, kembali turun kelas. 

Faisal pun menilai sulit bagi Indonesia untuk kembali naik kelas jika tak mampu mengendalikan Covid-19. Selain vaksinasi, pemerintah perlu memperbaiki tingkat pengetesan yang masih rendah dan tertinggal jauh dari banyak negara. 

Bappenas  sebelumnya bahkan memperingatkan ekonomi Indonesia berpotensi disalip Filipina dan Vietnam dalam beberapa tahun ke depan. Ini bahkan akan terjadi jika rata-rata pertumbuhan ekonomi mencapai 5%. 

“Tanpa ada redesign transformasi ekonomi, pendapatan perkapita Indonesia akan disalip oleh Filipina pada 2037 dan Vietnam pada 2043,” kata Deputi bidang Ekonomi Bappenas Amalia Adininggar awal bulan ini.

Ia menekankan, Indonesia akan sulit keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah atau middle income trap dengan rata-rata pertumbuhan 5%. Padahal, Indonesia menargetkan dapat menjadi negara maju pada 2045.

Ia memperkirakan, Indonesia perlu mencapai rata-rata pertumbuhan ekonomi 6% untuk menjadi negara maju usia kemerdekaan genap 100 tahun. Pertumbuhan yang lebih agresif 7% bahkan bisa membantu Indonesia mencapai predikat negara pendapatan tinggi atau high income country sebelum 2040.

Untuk mencapainya, menurut dia, perlu melalui transformasi ekonomi pasca Covid-19. Ada dua langkah yang bisa dilakukan. Pertama, mengubah struktur perekonomian dari perekonomian dengan produktivitas rendah menjadi perekonomian yang produktivitasnya tinggi. Kedua, meningkatkan produktivitas di dalam sektor yang sudah ada saat ini.

 

 

2021-08-16 00:00:00

Source link

Tes Semakin Merosot, Kasus Covid-19 RI Bertambah 20.813 Orang – Nasional – lagikepo.com – LAGIKEPO



LAGIKEPO |

Pemerintah mengumumkan adanya lonjakan kasus baru Covid-19 sebanyak 20.813 orang. Angka kasus positif ini didapatkan dari jumlah tes yang semakin merosot.

Jumlah kasus baru yang dilaporkan hari ini didapatkan dari pemeriksaan terhadap 89.768 orang atau terendah sejak 4 Juli lalu yakni 86 ribu orang. Adapun rasio positif hari ini mencapai 23,1% dan 40,9% jika mengacu NAAT (RT-PCR dan Tes Cepat Molekuler).

 

Adapun Jawa Tengah masih menjadi wilayah dengan kenaikan angka penularan dan kematian paling tinggi di Indonesia. Dari data Kementerian Kesehatan, Jawa Tengah menyumbang 4.144 kasus baru dan 309 pasien meninggal hari ini. Di bawahnya adalah Jawa Timur dengan 1.725 kasus baru dan kematian sebanyak 230 orang.

Sedangkan lonjakan kasus positif juga terlihat di Sumatera Utara yakni 1.246 kasus, Bali sebanyak 1.076 kasus, dan Riau dengn 936 kasus. Pemerintah juga melaporkan tambahan angka kesembuhan sebesar 30.361 orang hari ini. Jateng menyumbang pasien sembuh terbanyak yakni 4.125 orang.

Secara total, 3,8 juta orang di Indonesia telah terinfeksi corona, dari angka tersebut sebanyak 3,3 juta orang telah pulih.  Namun penyakit ini juga telah merenggut nyawa 117.588 orang.  

Adapun pada hari ini jumlah kasus aktif Covid-19 menurun jadi 384.807 orang. Sedangkan 300.912 orang dinyatakan sebagai suspek corona.

Sedangkan Presiden Joko Widodo memerintahkan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin untuk menurunkan biaya PCR demi memudahkan deteksi Covid-19.  Jokowi mengatakan dengan harga yang murah, maka tes dapat dilakukan lebih banyak untuk membongkar kasus positif corona.

“Saya minta agar biaya PCR di antara Rp 450 ribu sampai Rp 550 ribu,” kata Jokowi dalam keterangan pers virtual, Minggu (15/8).

 

2021-08-15 10:48:00

Source link

Belum Dapat Sertifikat Meski Telah Divaksin, Lapor Lewat Email Ini – Nasional – lagikepo.com – LAGIKEPO



LAGIKEPO |

Pemerintah mulai menjadikan sertifikat vaksinasi Covid-19 sebagai salah satu syarat pembukaan aktivitas. Meski demikian, masih ada kendala di tengah masyarakat seperti salah data hingga belum mendapatkan bukti telah telah menerima vaksin.

Oleh sebab itu, Kementerian Kesehatan mengatakan bahwa masyarakat bisa menyampaikan masalahnya lewat surat elektronik di alamat [email protected] Mereka dapat mengirimkan email dengan format: Nama lengkap, NIK KTP, tempat tanggal lahir, dan nomor ponsel. Masyarakat juga perlu melampirkan foto dan kartu vaksin dalam pengaduannya.

“Proses perbaikan dapat dilakukan dengan mudah melalui email [email protected],” katanya di Jakarta,” kata Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kemenkes drg Widyawati dalam keterangan tertulis, Sabtu (14/8).

 

Dia menyampaikan, agar aduan bisa cepat diproses, pengadu bisa langsung menyampaikan biodata lengkap, swafoto dengan memegang KTP, serta menjelaskan keluhannya dalam membuat sertifikat vaksin.

Sebelumnya syarat vaksinasi ini berlaku bagi masyarakat yang ingin naik transportasi umum hingga ke pasar tradisional dan mal. Kementerian Perdagangan mengatakan kebijakan wajib sertifikat ke mal dibuat untuk menekan potensi penularan Covid-19 di ruang tertutup.

“Hasil tes antigen atau PCR juga harus dilengkapi dengan kode quick response (QR) yang dapat diverifikasi secara digital untuk mempermudah pengecekan,” kata Oke dalam konferensi pers virtual, Rabu (11/8).

Uji coba pembukaan pusat perbelanjaan dan mal dilakukan Pemerintah bekerja sama dengan Asosiasi Pengelola Pusat Perbelanjaan Indonesia (APPBI). Uji coba ini diterapkan di 138 pusat perbelanjaan dan mal di empat kota di Indonesia, yaitu DKI Jakarta sebanyak 85 mal, Bandung 23 mal, Semarang enam mal, dan Surabaya 24 mal.

Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja menegaskan, selain persyaratan wajib vaksin, pengunjung pusat perbelanjaan dan mal juga tetap harus melaksanakan protokol kesehatan dasar yang telah diterapkan sebelumnya selama masa pandemi, yaitu bersuhu badan di bawah 37 derajat celcius, memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.

“Bagi pengunjung mal yang sudah divaksin tetapi tidak lolos pemeriksaan dan tidak mematuhi protokol kesehatan dasar tetap tidak akan diperbolehkan masuk ke dalam mal. Ini tentunya untuk meminimalisasi penularan,” kata Alphonzus.

Namun tak semua pihak sepakat dengan ketentuan sertifikat vaksin. Kebijakan tersebut dinilai tidak efektif dan membuat pedagang pasar semakin kehilangan pendapatan.

“Akses vaksinasi masih minim dan kurang menyeluruh di pasar tradisional yang ada di DKI Jakarta,” kata Kepala Bidang Infokom DPP Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) Muhammad Ainun Najib dalam keterangan tertulis yang diterima – lagikepo.com, Selasa (10/8).

 

2021-08-15 05:01:00

Source link

Studi di Inggris: Mayoritas Pasien Anak Tak Alami Long Covid-19 – Internasional – lagikepo.com – LAGIKEPO



LAGIKEPO |

Sebagian besar anak-anak pulih dari virus corona dalam sepekan dan tak mengalami sakit long Covid-19. Hasil studi dari The Lancet Child and Adolescent Health, Inggris, juga menemukan hanya sekitar 4,4% dari 1.734 anak yang mengalami gejala lebih dari empat minggu.

Gejala yang paling sering terjadi adalah kelelahan, sakit kepala, dan kehilangan kemampuan indra penciuman. Kesimpulan ini berdasarkan penelitian terhadap 250 ribu anak di Inggris berusia lima sampai 17 tahun.

Waktu penelitiannya adalah pada September 2020 hingga 22 Februari lalu. “Data ini meyakinkan keluarga, orang tua, guru, dan anak-anak yang terkena Covid-19,” kata profesor endokrinologi klinis dari King’s College London dan penulis utama studi, Emma Duncan, Sabtu (14/8).

Temuan itu muncul di tengah perdebatan tentang seberapa luas jangkauan vaksinasi remaja. Sejauh ini, pihak berwenang Negeri Ratu Elizabeth hanya menargetkan anak-anak berusia 12 sampai 17 tahun.

Namun, penelitian ini dilakukan sebelum varian Delta yang menyebar cepat menjadi dominan di Inggris. Tim peneliti mengatakan, data berkaitan dengan varian tersebut pada anak-anak sejauh ini cocok dengan varian sebelumnya.

Kasus Covid-19 pada Anak Naik Tinggi di AS

Data Akademi Pediatri (Ilmu Kesehatan Anak-Anak) Amerika Serikat melaporkan terjadi peningkatan tujuh kali lipat infeksi Covid-19 pada anak dalam satu bulan. Hal ini terjadi di tengah dominasi infeksi varian Delta di negara tersebut.

Pada pekan pertama Juli, ada 12 ribu kasus secara nasional. Angkanya pada minggu pertama Agustus naik menjadi 96 ribu kasus dan mewakili sekitar 15% dari kasus infeksi baru. 

Washington Post menuliskan, per Kamis lalu ada 1.785 anak dengan dugaan atau terkonfirmasi positif virus corona dirawat di rumah sakit. Negara bagian Florida mencatat angka tertinggi dengan 247 anak.

Para dokter mengatakan, hampir semua pasien anak tersebut tidak divaksinasi. Mereka berusia di bawah 12 tahun dan belum memenuhi syarat untuk mendapatkan suntikan atau remaja yang menunda vaksin.

Kekhawatiran semakin tinggi karena adanya bukti infeksi ringan atau tanpa gejala pada anak dapat menyebabkan penyakit jangka panjang. Hal ini pun terjadi pada orang dewasa. Organisasi dokter anak AS mendesak otoritas federal untuk menyetujui suntikan untuk anak-anak yang lebih muda sesegera mungkin.

Para dokter dan perawat di garis depan melaporkan, anak-anak yang terinfeksi tampak lebih sakit daripada sebelumnya di masa pandemi. Beberapa penelitian menunjukkan, varian baru Covid-19 menggandakan risiko rawat inap terlepas dari usia pasien.

Rick Barr, kepala petugas klinis di Rumah Sakit Anak Arkansas, mengatakan sebagian besar anak pulih setelah diobati dengan obat antivirus remdesivir, steroid, alat bantu pernapasan, dan pengencer darah. Protokol serupa juga berlaku untuk orang dewasa.

2021-08-14 10:00:00

Source link

Yunias Setiawati : Covid-19 Berdampak Buruk pada Mental Tenaga Kesehatan, Apa Solusinya? – Opini – lagikepo.com – LAGIKEPO



LAGIKEPO |

Hingga Juli, lebih dari 1.300 tenaga kesehatan Indonesia telah meninggal karena Covid-19. Mayoritas dari mereka adalah dokter (545), perawat (445), bidan (223), dan lalu lainnya dokter gigi (43), apoteker (42) dan ahli teknologi lab medis (25).

Di tengah ledakan kasus Covid-19 harian yang mencapai angka di atas 40 ribu dalam dua bulan terakhir, rumah sakit makin kewalahan dan para tenaga kesehatan juga mengalami beban kerja dan tekanan yang berat. Makin banyak pasien membutuhkan perawatan, sementara tenaga kesehatan tidak bertambah signifikan.

Pandemi corona tidak hanya mempengaruhi kesehatan fisik, tapi juga kesehatan mental para tenaga kesehatan. Terbatasnya fasilitas untuk tenaga kesehatan di Indonesia mendorong tingginya angka kecemasan.

Riset terbaru kami yang mencakup 227 tenaga kesehatan di Indonesia menunjukkan bahwa 56% (128) responden menderita kecemasan, dengan 33% (75) di antaranya cemas tingkat tinggi, dan 23% cemas level sedang.

Hal ini berbeda dengan penelitian di Singapura yang memiliki fasilitas layanan kesehatan yang lebih baik dan peningkatan kasus virus corona yang lebih terkendali. Di sana, hanya 15,7% tenaga kesehatan yang mengalami kecemasan.

Karena itu, tenaga kesehatan Indonesia perlu menjaga kesehatan mental agar lebih tangguh menghadapi tekanan Covid-19. Tenaga kesehatan Indonesia perlu meningkatkan ketahanan pribadi mereka agar mampu beradaptasi dan mengatasi kesulitan yang dihadapi.

Kasus Covid-19 melonjak, IGD RSUD Cengkareng sibuk. (Muhammad Zaenuddin|Katadata)

Dampak kecemasan dan ketahanan pribadi

Tingginya angka kecemasan di kalangan tenaga kesehatan pada penelitian kami juga dipengaruhi pada situasi di Jawa Timur. Per 28 Januari 2021, Jawa Timur adalah provinsi dengan kematian tenaga kesehatan tertinggi di Indonesia, 188 orang. Jumlah ini, per 23 Juli, naik menjadi 426 tenaga kesehatan, dan juga masih tertinggi.

Kecemasan di kalangan tenaga kesehatan bisa berpotensi melahirkan akibat fatal. Kecemasan bisa meningkatkan risiko terjadinya kecelakaan kerja, malpraktik, dan kecelakaan lalu lintas hingga 63%.

Hal ini akan membahayakan tenaga kesehatan itu sendiri dan berdampak buruk hingga fatal pada pasien. Hal ini semakin besar potensinya terjadi saat pandemi Covid-19.

Ketahanan pribadi dapat mencegah terjadinya gangguan jiwa seperti depresi atau kecemasan. Semakin seseorang memiliki ketahanan pribadi, semakin baik kesehatan mentalnya.

Penelitian kami menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat kecemasan yang diderita, semakin rendah ketahanan diri orang tersebut. Kesimpulan yang sama juga didapatkan pada riset di kota-kota besar negara Iran.

Seseorang yang memiliki ketahanan pribadi yang baik, bukan berarti tidak akan mengalami kesulitan hidup sama sekali. Namun, apa pun kesulitan yang dialami, mereka akan lebih mudah mampu untuk bangkit kembali dan memiliki kekuatan untuk menyelesaikan masalahnya.

Orang yang berketahanan pribadi tinggi, memiliki ciri-ciri berikut optimis, mudah beradaptasi, percaya diri, memiliki citra diri yang baik, berempati, dan bertoleransi.

Ketahanan diri bukan kepribadian bawaan, namun merupakan perilaku dan cara berpikir yang dapat dipelajari oleh semua orang, termasuk tenaga kesehatan.

Seperti melatih otot, meningkatkan ketahanan pribadi juga memerlukan waktu dan niat. Kita, apa pun profesinya, perlu berfokus pada empat komponen utamanya – koneksi, kesehatan fisik, berpikir sehat, dan mencari makna hidup. Hal ini dapat membantu meningkatkan kapasitas ketahanan diri.

Tenaga kesehatan melakukan tes cepat antigen. (ANTARA FOTO/Yusuf Nugroho/hp.)

Strategi naikkan ketahanan diri

Asosiasi Psikolog Amerika Serikat memberikan strategi dan panduan untuk meningkatkan ketahanan diri:

Prioritaskan hubungan yang baik, buang hubungan yang merusak. Bangun hubungan dengan orang-orang yang berempati dan bisa memahami keadaan yang sedang dialami, mengingatkan bahwa kita tak sendirian dalam kesusahan ini.

Berfokuslah mencari beberapa orang yang bisa dipercaya, dibandingkan dengan memiliki amat banyak teman tapi semuanya tak bisa dipercaya.

Jaga kesehatan fisik. Makan dan minum yang cukup, istirahat yang cukup, dan olahraga teratur dapat memperkuat tubuh untuk beradaptasi terhadap stres dan mengurangi kerentanan terhadap kecemasan atau depresi.

Hal ini penting bagi tenaga kesehatan yang bekerja menangani Covid-19 dengan memakai APD yang menutup seluruh tubuh. APD dapat membuat rasa panas sehingga tubuh lebih rentan terhadap dehidrasi.

Latih pola pikir positif dengan menerima keadaan yang tidak bisa kita kontrol. Kita fokuskan pada hal-hal yang bisa kita perbaiki, belajar dari masa lalu tentang bagaimana diri kita yang dulu berhasil menghadapi stres, dan menjaga optimisme dengan memvisualisasikan apa yang kita inginkan dan bukan mengkhawatirkan mengenai apa yang kita takutkan.

Temukan makna dalam hidup. Dengan menolong orang lain atau pasien, kita bisa menyadari bahwa kita bermakna sambil menjalin koneksi dengan orang lain. Hal-hal tersebut dapat meningkatkan ketahanan pribadi.

Selain itu, menciptakan target-target yang realistis setiap harinya dan meraihnya dapat membuat kita merasa telah mencapai sesuatu setiap hari.

Minta pertolongan. Bila Anda masih kesulitan untuk meningkatkan ketahanan pribadi atau kecemasan yang dialami tak kunjung membaik, ada baiknya meminta bantuan pada tenaga kesehatan seperti psikolog atau psikiater.

Tanggung jawab tempat kerja

Fasilitas layanan kesehatan adalah tempat kerja yang penuh tantangan, sehingga ketahanan pribadi menjadi sangat diperlukan oleh tenaga kesehatan, terutama dalam keadaan mendesak saat pandemi seperti sekarang.

Setiap fasilitas kesehatan pusat penanganan Covid-19 sebaiknya memiliki program khusus untuk menjaga kesehatan mental para tenaganya, seperti penilaian kesehatan mental bulanan, pelatihan mengenai cara meningkatkan ketahanan diri, dan konsultasi kesehatan mental gratis bagi tiap tenaga kesehatan.

Menjaga kesehatan mental di kalangan pekerja kesehatan tidak cukup digantungkan hanya pada tenaga kesehatan sendiri. Rumah sakit, keluarga, dan rekan kerja, juga dinas kesehatan, punya peran untuk menjaga kesehatan mental tenaga kesehatan.

Bagaimana pun, penyakit dan gangguan pada fisik maupun mental tenaga kesehatan akan sangat berpengaruh bagi keberhasilan penanggulangan Covid-19.

 

2021-08-14 04:00:00

Source link