Indonesia Akan Miliki Stok Vaksin 261 Juta Dosis Sampai Desember – Nasional – lagikepo.com – LAGIKEPO



LAGIKEPO |

 

Indonesia terus menambah pasokan vaksin  Covid-19  untuk menggenjot  program vaksinasi sebanyak 2 juta dosis per hari. Juru Bicara Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito mengatakan Indonesia akan memiliki sebanyak 261 juta dosis vaksin COVID-19 hingga Desember 2021 sebagai bagian dari upaya percepatan vaksinasi.

 

“Sampai dengan Desember 2021 mendatang akan ada sebanyak 261 juta dosis,” tutur Wiku dalam konferensi pers virtual, Selasa (17/8).

Wiku memastikan jumlah pasokan vaksin akan terus bertambah mengingat pemerintah masih berupaya meningkatkan pasokan vaksin melalui perjanjian multilateral ataupun bilateral.

Pemerintah berharap bisa memberikan vaksinasi kepada 100 juta orang hingga akhir Agustus. Hingga Selasa (17/8), sebanyak 54,98 juta orang sudah mendapatkan vaksinasi dosis pertama dan 29,16 juta sudah memperoleh suntikan dosis kedua. Total target sasaran vaksinasi mencapai 208, 27 juta orang.

Pada Senin (16/8), Indonesia kembali kedatangan vaksin Covid-19 merek Sinovac sebanyak 5 juta dosis. Dengan adanya tambahan pasokan vaksin tersebut maka secara keseluruhan Indonesia telah mengamankan 190 juta dosis vaksin baik berupa bulk maupun jadi.

Pasokan vaksin di Indonesia didominasi Sinovac dengan rincian 144,7 juta dalam bentuk bahan baku atau bulk dan 13 juta dosis dalam bentuk vaksin jadi. Selain Sinovac, Indonesia juga sudah mendatangkan vaksin AstraZeneca sebanyak 16,12 juta  (jadi), Sinopharm sekitar 8,25 juta (jadi), Moderna sebanyak sebanyak 8 juta (jadi).

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin pada Senin (2/8) mengatakan, hingga akhir tahun, Indonesia akan kedatangan 258,6 juta dosis vaksin corona. Rinciannya adalah sebanyak, 72,5 juta akan tiba bulan Agustus, 70,8 juta dosis pada September,  40,68 juta dosis, pada Oktober, November 35,8 juta dosis, dan Desember 38,6 juta dosis. 

Selain diperoleh dengan cara membeli, Indonesia mendapatkan bantuan vaksin dari sejumlah negara seperti dari Amerika Serikat, Inggris,  dan Australia. Amerika Serikat mengirim vaksin Moderna sebanyak 3,5 juta dosis. Inggris akan menyumbang 600 ribu dosis vaksin Oxford-AstraZeneca kepada Indonesia. Sementara itu, Australia menyumbang 2,5 juta dosis vaksin AstraZeneca.

Sebagai bagian dari upaya untuk mempercepat pembentukan herd immunity, pemerintah juga memperluas sasaran vaksinasi termasuk kepada kalangan usia 12-17 tahun dan ibu menyusui. Pemerintah juga akan mempercepat vaksinasi kepada komunitas disabilitas.

Hingga akhir Juli 2021, sebanyak 20 ribu difabel, dari total 38 juta  populasi kaum difabel di Indonesia, telah divaksinasi. Pemerintah terus menggenjot laju vaksinasi dan telah memasang target sebanyak 564 ribu difabel untuk divaksinasi hingga akhir tahun ini.

 Pemerintah juga menggunakan persyaratan kartu vaksin bagi mereka yang ingin berbelanja ke mal, masuk ke tempat pariwisata,  makan di restoran, melakukan perjalanan, dan ke tempat publik lainnya. Langkah ini diharapkan semakin meningkatkan animo masyarakat untuk menyukseskan program vaksinasi.

2021-08-17 12:25:00

Source link

Indonesia Akan Kantongi 261 Juta Dosis Vaksin Covid-19 hingga Desember – Nasional – lagikepo.com – LAGIKEPO



LAGIKEPO |

Indonesia terus menambah pasokan vaksin  Covid-19  untuk menggenjot  program vaksinasi sebanyak 2 juta dosis per hari. Juru Bicara Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito mengatakan Indonesia akan memiliki sebanyak 261 juta dosis vaksin COVID-19 hingga Desember 2021 sebagai bagian dari upaya percepatan vaksinasi.

 

“Sampai dengan Desember 2021 mendatang akan ada sebanyak 261 juta dosis,” tutur Wiku dalam konferensi pers virtual, Selasa (17/8).

 

Wiku memastikan jumlah pasokan vaksin akan terus bertambah mengingat pemerintah masih berupaya meningkatkan pasokan vaksin melalui perjanjian multilateral ataupun bilateral.

 

Pemerintah berharap bisa memberikan vaksinasi kepada 100 juta orang hingga akhir Agustus. Hingga Selasa (17/8), sebanyak 54,98 juta orang sudah mendapatkan vaksinasi dosis pertama dan 29,16 juta sudah memperoleh suntikan dosis kedua. Total target sasaran vaksinasi mencapai 208, 27 juta orang.

Pada Senin (16/8), Indonesia kembali kedatangan vaksin Covid-19 merek Sinovac sebanyak 5 juta dosis. Dengan adanya tambahan pasokan vaksin tersebut maka secara keseluruhan Indonesia telah mengamankan 190 juta dosis vaksin baik berupa bulk maupun jadi.

Pasokan vaksin di Indonesia didominasi Sinovac dengan rincian 144,7 juta dalam bentuk bahan baku atau bulk dan 13 juta dosis dalam bentuk vaksin jadi. Selain Sinovac, Indonesia juga sudah mendatangkan vaksin AstraZeneca sebanyak 16,12 juta  (jadi), Sinopharm sekitar 8,25 juta (jadi), Moderna sebanyak sebanyak 8 juta (jadi).

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin pada Senin (2/8) mengatakan, hingga akhir tahun, Indonesia akan kedatangan 258,6 juta dosis vaksin corona. Rinciannya adalah sebanyak, 72,5 juta akan tiba bulan Agustus, 70,8 juta dosis pada September,  40,68 juta dosis, pada Oktober, November 35,8 juta dosis, dan Desember 38,6 juta dosis. 

Selain diperoleh dengan cara membeli, Indonesia mendapatkan bantuan vaksin dari sejumlah negara seperti dari Amerika Serikat, Inggris,  dan Australia. Amerika Serikat mengirim vaksin Moderna sebanyak 3,5 juta dosis. Inggris akan menyumbang 600 ribu dosis vaksin Oxford-AstraZeneca kepada Indonesia. Sementara itu, Australia menyumbang 2,5 juta dosis vaksin AstraZeneca.

Sebagai bagian dari upaya untuk mempercepat pembentukan herd immunity, pemerintah juga memperluas sasaran vaksinasi termasuk kepada kalangan usia 12-17 tahun dan ibu menyusui. Pemerintah juga akan mempercepat vaksinasi kepada komunitas disabilitas.

Hingga akhir Juli 2021, sebanyak 20 ribu difabel, dari total 38 juta  populasi kaum difabel di Indonesia, telah divaksinasi. Pemerintah terus menggenjot laju vaksinasi dan telah memasang target sebanyak 564 ribu difabel untuk divaksinasi hingga akhir tahun ini.

 Pemerintah juga menggunakan persyaratan kartu vaksin bagi mereka yang ingin berbelanja ke mal, masuk ke tempat pariwisata,  makan di restoran, melakukan perjalanan, dan ke tempat publik lainnya. Langkah ini diharapkan semakin meningkatkan animo masyarakat untuk menyukseskan program vaksinasi.

2021-08-17 12:25:00

Source link

Kasus Meledak, Australia Borong Vaksin Pfizer dari Polandia – LAGIKEPO



LAGIKEPO |

Jakarta, CNBC Indonesia – Australia dikabarkan telah membeli sekitar 1 juta dosis vaksin Covid-19 Pfizer dari Polandia, dalam rangka menambah jumlah vaksinasi di Sydney.

Seperti diketahui, kota terbesar di Australia, Sydney di New South Wales mengumumkan pemberlakuan pembatasan kegiatan yang lebih ketat atau lockdown dengan denda yang lebih berat pada hari Sabtu.

Keputusan tersebut dilakukan ketika Australia sedang berjuang menekan wabah varian Delta dan menghadapi situasi yang dinilai sebagai ‘pandemi yang paling mengkhawatirkan’ sejauh ini.

Perdana Menteri Scott Morrison mengatakan pada hari Minggu bahwa vaksin tambahan akan segera tiba dan lebih dari setengahnya akan diarahkan ke anak berusia 20 hingga 39 tahun di New South Wales, ketika negara bagian itu melaporkan peningkatan terbesar kedua dalam infeksi penularan kasus.

Pembelian vaksin Pfizer dari Polandia tersebut, kata Morrison karena hanya 24% warga Australia yang berusia di atas 16 tahun yang sudah divaksinasi penuh. Sementara pasokan vaksin Pfizer kini telah kekurangan stock.

“Kami telah melihat jumlah kasus itu meningkat di Sydney dan New South Wales setiap hari dan itu sangat mengkhawatirkan,” jelas Morrison dalam konferensi pers di Canberra, dikutip Reuters, Minggu (15/8/2021).

“Kami harus menurunkan angka-angka (penularan) itu. […] Membutuhkan lebih banyak vaksin dan lebih banyak vaksin sedang dalam perjalanan. Mereka akan ada di sana mingu ini, jadi saya membutuhkan warga Sydney untuk tinggal di rumah, sehingga kami dapat mengalahkan hal ini,” kata Morrison melanjutkan.

Sebagai gambaran, di New South Wales terdapat 415 kasus Covid-19 terbaru yang didapat secara lokal pada hari Minggu, peningkatan terbesar kedua setelah rekor pada hari sebelumnya yang sebanyak 466.

Dari dosis baru, 530.000 akan diprioritaskan untuk 12 wilayah pemerintah daerah Sydney. Sisanya 470.340 dosis akan didistribusikan kepada negara bagian dan teritori lain untuk mempercepat vaksinasi kelompok usia yang lebih muda.

Dengan infeksi yang melonjak, tampaknya semakin tidak mungkin Sydney akan keluar dari lockdown selama sembilan minggu, atau hingga 28 Agustus seperti yang direncanakan.

“Western New South Wales tetap menjadi perhatian, terutama dalam kaitannya dengan warga kami yang rentan, dan mendapatkan vaksin untuk mereka sangat penting pada saat ini,” kata Perdana Menteri negara bagian Gladys Berejiklian kepada wartawan di Sydney.

Pada hari Minggu, para pejabat mengatakan empat orang lagi telah meninggal, menjadikan jumlah kematian dalam wabah terbaru di negara bagian itu menjadi 46. Dari kasus positif baru, setidaknya 66 adalah orang yang menghabiskan waktu di lingkungan yang menular dengan cepat, kata Berejiklian.

Di negara bagian tetangga, Victoria, 25 kasus baru virus yang didapat secara lokal dilaporkan, naik dari 21 kasus sehari sebelumnya, sementara Melbourne, ibu kota negara bagian, tetap berada di minggu kedua lockdown yang diperpanjang.

Di ibu kota Australia, Canberra, yang sudah memasuki lockdown selama satu minggu pada hari Kamis, dan terdapat dua infeksi Covid-19 baru yang dilaporkan.

Pemerintah federal dan negara bagian telah berkomitmen untuk mengakhiri pengetatan wilayah atau lockdown ketika 70% dari hampir 26 juta penduduk negara itu sudah divaksinasi.

Polandia, yang telah sepenuhnya memvaksinasi lebih dari sepertiga dari 38 juta penduduknya, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa keputusan untuk menawarkan vaksin ke Australia diambil sehubungan dengan wabah varian Delta saat ini.

[Gambas:Video CNBC]

(dob/dob)



2021-08-15 14:00:30

Source link

Banyak Warga Enggan Vaksinasi, Pemerintah Diminta Benahi Komunikasi – Nasional – lagikepo.com – LAGIKEPO



LAGIKEPO |

Ahli wabah meminta pemerintah menggencarkan promosi vaksin Covid-19 serta lebih transparan dalam komunikasi. Tujuannya untuk menjaga kepercayaan publik terhadap keberhasilan program vaksinasi.

Sebelumya Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti mengatakan masih ada tiga juta warga Ibu Kota enggan menjalani vaksinasi Covid-19. Oleh sebab itu, epidemiolog  dari Griffith University Dicky Budiman berharap pemerintah bisa memberikan komunikasi yang tepat agar warga mau menerima suntikan kekebalan. 

“Sangat bergantung pada kemampuan pemerintah untuk mengomunikasikan manfaat vaksinasi, dan memberikan vaksin dengan aman dan efektif” kata Dicky kepada – lagikepo.com, Minggu (15/8).

Dicky mengatakan hingga saat ini masih ada pandangan anti-vaksin di tengah masyarakat.  Meski jumlahnya tak banyak, di banyak negara kelompok ini mampu menciptakan keraguan dan akan mempengaruhi keberhasilan vaksinasi.

Oleh sebab itu selain membenahi komunikasi, pemerintah perlu menjaga kepercayaan masyarakat. Beberapa yang bisa menjadi perbaikan antara lain kebijakan terkait pengadaan, distribusi, serta kemudahan dalam administrasi vaksin.

Tak hanya itu, kerja sama pemerintah pusat dan daerah penting untuk menjaga kepercayaan publik.  Terakhir itu, pemerintah harus mengajak masyarakat  aktif ikut serta dalam kampanye vaksinasi.

Berdasarkan data corona.jakarta.go.id, penerima vaksin dosis pertama dengan KTP Jakarta mencapai 5,3 juta orang. Ini berarti diperkirakan masih terdapat 2,6 juta orang yang belum di vaksin.

“Dari 9 juta warga yang sudah kami suntik, ternyata yang berdomisili atau ber-KTP DKI Jakarta baru sekitar 5 juta, masih ada (hampir) 3 juta warga DKI yang belum berkenan dilakukan vaksinasi,” kata Widyastuti dalam webinar yang disiarkan di YouTube LRT Jakarta, Jumat (13/8).

Pihaknya akan berupaya meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap vaksin yang diberikan. “Kami titipkan, kami mohon kepada Bapak-Ibu sekalian melalui berbagai media, berbagai komunikasi, mohon titip untuk bisa mengajak (warga), ”ujarnya.

Dari data Kementerian Kesehatan hingga Minggu (15/8), sudah ada 53.688.122 penduduk RI yang mendapatkan vaksin Covid-19 dosis pertama. Sedangkan 28.112.285 telah mendapatkan vaksin dosis pertama. 

 Penyumbang bahan: Dhia Al Fajr (magang)

2021-08-15 14:00:00

Source link

Belum Dapat Sertifikat Meski Telah Divaksin, Lapor Lewat Email Ini – Nasional – lagikepo.com – LAGIKEPO



LAGIKEPO |

Pemerintah mulai menjadikan sertifikat vaksinasi Covid-19 sebagai salah satu syarat pembukaan aktivitas. Meski demikian, masih ada kendala di tengah masyarakat seperti salah data hingga belum mendapatkan bukti telah telah menerima vaksin.

Oleh sebab itu, Kementerian Kesehatan mengatakan bahwa masyarakat bisa menyampaikan masalahnya lewat surat elektronik di alamat [email protected] Mereka dapat mengirimkan email dengan format: Nama lengkap, NIK KTP, tempat tanggal lahir, dan nomor ponsel. Masyarakat juga perlu melampirkan foto dan kartu vaksin dalam pengaduannya.

“Proses perbaikan dapat dilakukan dengan mudah melalui email [email protected],” katanya di Jakarta,” kata Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kemenkes drg Widyawati dalam keterangan tertulis, Sabtu (14/8).

 

Dia menyampaikan, agar aduan bisa cepat diproses, pengadu bisa langsung menyampaikan biodata lengkap, swafoto dengan memegang KTP, serta menjelaskan keluhannya dalam membuat sertifikat vaksin.

Sebelumnya syarat vaksinasi ini berlaku bagi masyarakat yang ingin naik transportasi umum hingga ke pasar tradisional dan mal. Kementerian Perdagangan mengatakan kebijakan wajib sertifikat ke mal dibuat untuk menekan potensi penularan Covid-19 di ruang tertutup.

“Hasil tes antigen atau PCR juga harus dilengkapi dengan kode quick response (QR) yang dapat diverifikasi secara digital untuk mempermudah pengecekan,” kata Oke dalam konferensi pers virtual, Rabu (11/8).

Uji coba pembukaan pusat perbelanjaan dan mal dilakukan Pemerintah bekerja sama dengan Asosiasi Pengelola Pusat Perbelanjaan Indonesia (APPBI). Uji coba ini diterapkan di 138 pusat perbelanjaan dan mal di empat kota di Indonesia, yaitu DKI Jakarta sebanyak 85 mal, Bandung 23 mal, Semarang enam mal, dan Surabaya 24 mal.

Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja menegaskan, selain persyaratan wajib vaksin, pengunjung pusat perbelanjaan dan mal juga tetap harus melaksanakan protokol kesehatan dasar yang telah diterapkan sebelumnya selama masa pandemi, yaitu bersuhu badan di bawah 37 derajat celcius, memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.

“Bagi pengunjung mal yang sudah divaksin tetapi tidak lolos pemeriksaan dan tidak mematuhi protokol kesehatan dasar tetap tidak akan diperbolehkan masuk ke dalam mal. Ini tentunya untuk meminimalisasi penularan,” kata Alphonzus.

Namun tak semua pihak sepakat dengan ketentuan sertifikat vaksin. Kebijakan tersebut dinilai tidak efektif dan membuat pedagang pasar semakin kehilangan pendapatan.

“Akses vaksinasi masih minim dan kurang menyeluruh di pasar tradisional yang ada di DKI Jakarta,” kata Kepala Bidang Infokom DPP Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) Muhammad Ainun Najib dalam keterangan tertulis yang diterima – lagikepo.com, Selasa (10/8).

 

2021-08-15 05:01:00

Source link

Gak Susah! Begini Tahapan Download Sertifikat Vaksin Covid-19 – LAGIKEPO



LAGIKEPO |

Jakarta, CNBC Indonesia – Vaksinasi Covid-19 kini menjadi penting. Sertifikat ini bukan hanya bukti yang menunjukkan seseorang sudah divaksin tapi juga berguna untuk memudahkan aktivitas dan perjalanan warga.

Di Jakarta misalnya, mereka yang sudah divaksin bisa masuk ke pusat perbelanjaan. Ini tertuang Keputusan Gubernur (Kepgub) Nomor 966 Tahun 2021 tentang PPKM Level 4 Covid-19 mengatur hal di atas. Kepgub ditandatangani oleh Anies pada 3 Agustus 2021.

Sertifikat vaksin Covid-19 yang diberikan pemerintah diberikan dalam bentuk digital. Untuk mengeceknya bisa dilakukan melalui situs Pedulilindungi.id atau melalui aplikasi Pedulilindungi yang tersedia bagi smartphone Android dan iOS iPhone.

Bagi Anda yang sudah melakukan vaksinasi, bagaimana cara mengunggah sertifikat resminya?

Berikut cara mendownload sertifikat vaksin Covid-19 melalui situs Peduli Lindungi :

  • Buka situs pedulilindungi.id, akan tersedia Login/Register di bagian kanan atas layar.
  • Masyarakat yang belum memiliki akun harus membuatnya terlebih dulu. Namun bagi yang sudah bisa memilih menu Login Sekarang.
  • Masukkan nomor ponsel dan tekan Login Sekarang. Selanjutnya kan dibawa masuk ke akun yang terdaftar.
  • Klik nama akun, terdapat sejumlah pilihan menu dan pilih Sertifikat. Di sana bisa mengecek dan mendownload sertifikat pilih Sertifikat Vaksin.
  • Akan ada sertifikat sesuai dengan jumlah suntikan yang diterima.
  • Klik sertifikat yang diinginkan, pilih Unduh Sertifikat untuk download.

Sementara itu, cerikut cara mendownload sertifikat vaksin Covid-19 melalui aplikasi Peduli Lindungi :

  • Pastikan Anda sudah memiliki aplikasi Peduli Lindungi. Jika belum pasang dulu aplikasi yang ada di App Store dan Play Store.
  • Masuk ke dalam aplikasi. Bila telah ada akun klik Login dan jika belum pilih Register.
  • Akan diminta masukan informasi yaitu Nama Lengkap, NIK dan Nomor Ponsel. Masukkan One Time Password atau OTP yang masuk dalam SMS.
  • Pilih klik Paspor Digital. Pilih nama untuk memunculkan sertifikat vaksin dan klik Unduh agar dapat mendownload dan menyimpan Sertifikat Vaksin.
  • Sertifikat telah ter-download. Anda bisa juga logout dari akun Peduli Lindungi.

[Gambas:Video CNBC]

(cha/cha)



2021-08-15 03:00:00

Source link

Anies Targetkan dalam 10 Hari 2 Juta Warga Terima Vaksin Covid-19 – Nasional – lagikepo.com – LAGIKEPO



LAGIKEPO |

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menargetkan dalam 10 hari dapat mencapai dua juta warga mendapatkan vaksin virus corona. Dalam sehari, patokannya adalah 260 ribu vaksinasi.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengajak warga Ibu Kota untuk menjalani program vaksin agar dapat menekan risiko berat infeksi Covid-19. “Gerakan vaksinasi ini sekarang masif dan mudah-mudahan segera tuntas,” katanya di Pusat pelatihan Olahraga Pelajar (PPOP), Jakarta, Sabtu (14/8).

Saat ini pemberian vaksin dosis pertama di Jakarta sudah mencapai 8,86 juta atau 99,1% dari total sasaran 8,94 juta warga. Namun, sekitar 40% penerima bukan warga dengan kartu tanda penduduk atau KTP DKI Jakarta. Untuk dosis kedua sudah mencapai 4 juta orang atau 44,8%.

Berdasarkan data corona.jakarta.go.id, penerima vaksin dosis pertama dengan KTP Jakarta mencapai 5,3 juta orang. Dengan demikian, jumlah sasaran warga yang belum mendapat vaksinasi diperkirakan mencapai 2,6 juta orang.

Pemprov DKI Jakarta menaikkan sasaran vaksinasi menjadi 11 juta orang dari sebelumnya 8,94 juta. Penambahan sasaran vaksinasi itu mengingat warga yang beraktivitas di Jakarta juga berasal dari beberapa kota dan provinsi yang bersebelahan dengannya. 

Infografik_Wajib kartu vaksin di fasilitas publik (Katadata)

Parameter untuk Tetapkan Level PPKM

Pada kesempatan yang sama, Anies menginginkan parameter objektif untuk menentukan level pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Ibu Kota. Saat ini Jakarta sudah bebas dari zona merah COVID-19.

Dalam parameter yang sudah ada, menurut dia, ada sejumlah kriteria untuk menentukan tingkat atau level PPKM di suatu daerah. Termasuk di dalamnya tingkat keterisian tempat tidur rumah sakit, jumlah kasus positif, dan mobilitas masyarakat.

Dengan begitu, turun atau naiknya level PPKM tidak berkaitan dengan ada atau tidaknya usulan atau permintaan suatu daerah kepada pemerintah pusat. “Kriteria itu dipakai sehingga bisa menjadi rujukan bagi semua daerah untuk menentukan level PPKM,” katanya.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria di Balai Kota Jakarta kemarin mengatakan, tingkat keterisian tempat tidur atau BOR di rumah sakit rujukan Covid-19 kembali menurun. Keterisian tempat tidur pasien sebesar 33% dan keterisian ruang di unit perawatan intensif (ICU) mencapai 59%.

Dari total 10.028 tempat tempat tidur isolasi yang disediakan, sekitar 3 ribu terisi. Untuk tempat tidur ICU telah terpakai 917 dari total 1.562 ranjang.

Berdasarkan data Pemprov DKI Jakarta per 13 Agustus 2021, jumlah kasus aktif menurun 428 kasus sehingga jumlah kasus aktif menjadi 9.453 orang. Sedangkan jumlah kasus konfirmasi positif bertambah sebanyak 1.210 kasus sehingga secara total mencapai 837.897 kasus.

Dari jumlah total kasus positif itu, total orang dinyatakan telah sembuh sebanyak 815.468. Tingkat kesembuhannya mencapai 97,3% dan total 12.976 orang meninggal dunia dengan tingkat kematian 1,5%.

Untuk persentase kasus positif sepekan terakhir mencapai 9,9% dan persentase kasus positif secara total sebesar 15,1%. Angka tersebut terbilang tinggi. Badan Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan standar persentase kasus positif tidak lebih dari 5%.

2021-08-14 09:00:00

Source link

Uni Eropa Pelajari Temuan Radang Ginjal Efek Vaksin Pfizer dan Moderna – Internasional – lagikepo.com – LAGIKEPO



LAGIKEPO |

Regulator obat Uni Eropa atau EMA sedang mempelajari efek samping suntikan vaksin virus corona merek Pfizer dan Moderna. Sebanyak tiga kondisi baru dilaporkan sejumlah kecil orang usai menerima vaksin-vaksin tersebut.

Kejadian ikutan pasca imunisasi atau KIPI yang muncul adalah eritema multiforma, glomerulonefritis, dan sindrom nefrotik. Melansir Reuters, Kamis (12/8), gejala pertama adalah suatu bentuk reaksi alergi pada kulit. Lalu, glomerulenfritis adalah radang ginjal. Dan terakhir, merupakan gangguan ginjal yang ditandai dengan kehilangan protein urine. 

Pfizer merupakan pemasok terbesar vaksin Covid-19 ke Uni Eropa. EMA mencatat ada lebih dari 330 juta dosisi vaksin Pfizer yang dikembangkan BioNTech, Jerman. Lalu, lebih dari 43,5 juta dosisi vaksin Moderna telah diberikan ke wilayah ekonomi Benua Biru per 29 Juli. 

Pada bulan lalu, EMA menemukan kemungkinan hubungan antara peradangan jantung yang sangat langka dan vaksin mRNA. Teknologi ini yang dipakai oleh kedua vaksin tersebut, yaitu dengan memakai versi sintetis molekul virus SARS-CoV-2 alias Covid-19 yang disebut messenger RNA atau mRNA.

Di tengah kabar tersebut, regulator Eropa dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tetap menekankan manfaat vaksin masih jauh lebih besar daripada risikonya. EMA tidak memberikan rincian berapa banyak kasus dengan KIPI terbaru tersebut. Namun, regulator telah meminta lebih banyak data dari perusahaan. 

EMA juga tidak merekomendasikan perubahan pada pelabelan vaksin. Regulator ini juga berencana menambahkan gangguan menstruasi sebagai kondisi yang sedang dipelajari untuk vaksin, termasuk merek AstraZeneca dan Johnson & Johnson.

Pfizer mengatakan sedang menangani kejadian buruk yang berpotensi terkait dengan vaksin buatannya. “Kami memantau dengan cermat semua peristiwa semacam itu dan mengumpulkan informasi yang relevan untuk dibagikan dengan otoritas pengatur global,” kata pernyataan perusahaan, dikutip dari Fiercepharma.com, pada Rabu lalu. 

Sedangkan Moderna belum memberikan pernyataan resminya. Sejak vaksin mRNA mendapat otorisasi pada Desember 2020, secara umum programnya terus berjalan. Pada Juli 2021, otoritas obat Amerika Serikat atau FDA telah mewajibkan Pfizer dan Moderna untuk memberikan peringatan tentang kasus peradangan jantung yang jarang terjadi pada label vaksinnya.

Lalu,  di bulan yang sama, EMA juga mempelajari kemungkinan yang sama. Kedua pengawas masih menyimpulkan manfaat vaksin jauh lebih besar daripada risikonya.

Vaksin Moderna Ungguli Pfizer

Sejumlah penelitian membeberkan sebuah hasil baru terkait efektivitas vaksin Covid-19. Temuan tersebut menilai kinerja vaksin Moderna lebih efektif dibandingkan vaksin Pfizer dalam melawan Covid-19 varian Delta.

Terdapat dua laporan yang dipublikasikan oleh medRxiv, pada Minggu lalu yang menunjukkan keunggulan Moderna dibandingkan Pfizer. Berdasarkan penelitian pertama yang dilakukan pada 50 Ribu  pasien di Mayo Clinic Health System, ditemukan kedua vaksin ini mengalami penurunan efektivitas.

Namun, kedua vaksin tetap efektif untuk mencegah rawat inap Covid. “Suntikan booster Moderna mungkin diperlukan bagi siapa saja yang mendapatkan vaksin Pfizer atau Moderna pada awal tahun ini,” kata pemimpin studi penelitian Mayo Clinic, Dr Venky Soundararajan seperti dikutip Reuters.

Pada penelitian tersebut, tingkat efektivitas kedua vaksin diukur menggunakan periode yang sama, yakni dari awal tahun hinggaJuli 2021. Dari riset tersebut, vaksin Moderna memiliki kadar efektivitas setinggi 76% pada Juli lalu, atau terjadi penurunan efektivitas sebesar 10% dibandingkan pada awal tahun 2021 yang mencapai 86%. Sedangkan untuk efektivitas vaksin Pfizer hanya mencapai 42% saja. Angka efektivitas ini juga menurun 34% pada periode yang sama.

Studi kedua, yang dilakukan terhadap penghuni panti jompo di Ontario, Kanada, menunjukkan respons kekebalan yang lebih kuat setelah menerima vaksin Moderna dibandingkan Pfizer. Pemimpin penelitian Ontario dari Lunenfeld-Tanenbaum Research Institute, Anne-Claude Gingras mengatakan orang tua mungkin memerlukan dosis vaksin yang lebih tinggi atau booster serta pencegahan lainnya.

2021-08-14 05:30:00

Source link

Wajib Kartu Vaksin Covid-19 di Fasilitas Publik – Infografik – lagikepo.com – LAGIKEPO



LAGIKEPO |

Pemerintah mulai mewajibkan sertifikat vaksin Covid-19 bagi pekerja dan masyarakat yang ingin mengakses fasilitas publik. Misalnya, di DKI Jakarta yang memberlakukan aturan ini di transportasi umum, pasar tradisional dan supermarket, restoran dan tempat makan, mal dan pusat belanja, serta hotel.

Kemudian, pemerintah DI Yogyakarta juga akan menerapkan kewajiban sertifikat vaksin di kawasan Malioboro. Aturan ini selanjutnya akan diterapkan di kawasan wisata lain di provinsi tersebut. (Baca: Hewan-hewan yang Turut Tertular Corona)

Masyarakat dapat mengunduh sertifikat vaksin Covid-19 di aplikasi PeduliLindungi yang diluncurkan Kementerian Komunikasi dan Informatika. Penduduk Ibu Kota juga bisa mengunduh sertifikat itu di aplikasi Jakarta Kini (JAKI).

Meski begitu, aturan sertifikat vaksin perlu diimbangi dengan akses terhadap vaksin yang lebih memadai. Pemerintah harus menjamin ketersediaan dan distribusi vaksin sehingga masyarakat pun semakin mudah menjangkaunya. Misalnya, secara on the spot di fasilitas publik atau di semua layanan kesehatan. (baca: Rapor Kepatuhan Protokol Kesehatan saat PPKM)

Selain itu, sosialisasi dan edukasi protokol kesehatan tetap harus dilakukan. Memakai masker, menjaga jarak dan menghindari kerumunan, serta mencuci tangan dengan sabun (3M) efektif mencegah penularan virus corona. 

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

2021-08-14 05:01:00

Source link

Jangan Coba Pamer Sertifikat Vaksin di Sosmed! Ini Sebabnya – LAGIKEPO



LAGIKEPO |

Jakarta, CNBC Indonesia – Dalam program vaksinasi Covid-19, masyarakat yang sudah divaksin akan mendapatkan Sertifikat. Beberapa dari mereka ada yang meng-upload-nya ke media sosial, bolehkah melakukannya?

Pengamat Keamanan Siber dan CEO Digital Forensic Indonesia, Ruby Alamsyah menjelaskan dalam sertifikat itu terdapat sejumlah data yang sensitif. Dimulai dari nama lengkap, tanggal lahir hingga NIK.



2021-08-13 13:18:26

Source link