Berita Terbaru: Ini Alasan Hacker Rampok Rp 8,7 T Uang Kripto – LAGIKEPO



LAGIKEPO |

Jakarta, CNBC Indonesia – Seorang hacker mengklaim sebagai aktor di balik pencurian uang kripto terbesar sepanjang masa. Ia melakukan aksi tersebut “untuk bersenang-senang”.

Sepekan terakhir dunia kripto dihebohkan oleh aksi pencurian US$600 juta lebih atau setara Rp 8,7 triliun (asumsi Rp 14.500/US$) uang kripto dari platform keuangan terdesentralisasi (DeFi) Poly Network. Ini merupakan perampokan digital terbesar sepanjang sejarah.

DeFi bertumbuh sangat cepat dalam industri uang kripto bertujuan untuk mereproduksi produk keuangan tradisional seperti pinjaman dan perdagangan tanpa keterlibatan perantara.

Poly Network sendiri adalah platform untuk menghubungkan blockchain yang berbeda sehingga mereka dapat bekerja sama. Blockchain merupakan buku besar transaksi digital yaang dikelola jaringan komputer terdistribusi, tidak dikendalikan otoritas.

Pada Selasa lalu, seorang hacker mengeksploitasi cacat dalam kode Poly Network untuk mencuri data. Menurut peneliti keamanan blockchain SlowMist, Polu Network dirampok lebih daru US$610 juta dalam serangan tersebut.

Poly Network kemudian memohon kepada peretas untuk mengembalikan uang itu dan, tentu saja, dan hampir seluruh dana tersebut sudah dikembalikan menurut Poly Network.

Dalam tanya jawab yang disematkan dalam transaksi mata uang digital pada Rabu lalu, seseorang yang mengaku sebagai peretas anonim menjelaskan alasan di balik peretasan , aksi itu untuk “untuk bersenang-senang.”

“Ketika melihat serangga itu, saya memiliki perasaan campur aduk,” kata hacker itu seperti dikutip dari CNBC International, Senin (16/8/2021). “Tanyakan pada diri sendiri apa yang harus dilakukan jika Anda menghadapi begitu banyak keberuntungan. Meminta tim proyek dengan sopan agar mereka bisa memperbaikinya? Siapa pun bisa menjadi pengkhianat yang diberi satu miliar!”

“Aku tidak bisa mempercayai siapa pun!” ujar hacker tersebut. “Satu-satunya solusi yang bisa saya temukan adalah menyimpannya di akun _trusted_ sambil menjaga diri saya anonymous dan aman.”

Orang tersebut juga memberikan alasan untuk mengembalikan dana tersebut, dengan mengklaim: “hal Itu selalu rencananya! Saya tidak tertarik dengan uang! Saya tahu itu menyakitkan ketika orang diserang, tetapi bukankah mereka seharusnya belajar sesuatu dari peretasan itu? “

Tom Robinson, kepala ilmuwan di perusahaan analitik blockchain Elliptic, mengatakan orang yang menulis tanya jawab itu”pasti” peretas di balik serangan Poly Network.

“Pesan-pesan tersebut disematkan dalam transaksi yang dikirim dari akun peretas,” kata Robinson. “Hanya pemegang aset curian yang bisa mengirimnya.”

[Gambas:Video CNBC]

(roy/roy)



2021-08-16 07:15:00

Source link

Dogecoin Disebut Uang Kripto Terkuat Pesaing Dolar Cs – LAGIKEPO



LAGIKEPO |

Jakarta, CNBC Indonesia – Meskipun dogecoin dibuat sebagai lelucon dan penciptanya tidak pernah bermaksud untuk menganggapnya serius, pengusaha miliarder asal Amerika Serikat (AS) Mark Cuban mengatakan bahwa ia memiliki kasus penggunaan (use cased) yang unik dibandingkan cryptocurrency lainnya.

“Ini adalah media yang dapat digunakan untuk memperoleh barang dan jasa,” kata Cuban, dikutip dari CNBC International. “Komunitas untuk doge adalah yang terkuat dalam hal menggunakannya sebagai alat tukar.”

Sejak Maret, Cuban bahkan mulai menerima dogecoin sebagai pembayaran untuk barang dagangan team basket Dallas Mavericks. Sejak saat itu, Cuban melihat penjualan substansial yang dibuat dengan cryptocurrency yang terinspirasi meme tersebut.

Ia bahkan mengumumkan bahwa organisasi tersebut akan menawarkan “harga khusus” bagi mereka yang membayar dengan dogecoin selama penjualan musim panas Mavericks.

Sementara pada April lalu, Cuban men-tweet bahwa dogecoin adalah “satu koin” yang benar-benar digunakan orang untuk transaksi, meskipun dia sebelumnya mengatakan bahwa ethereum juga digunakan sebagai mata uang digital.

“Ethereum adalah versi digital dari sebuah mata uang,” kata Cuban kepada Ellen DeGeneres. “Dan kemudian Anda mendapatkan dogecoin, yang sangat menyenangkan. Tetapi bagian yang aneh tentang itu (adalah) itu berubah dari lelucon cryptocurrency menjadi sesuatu yang menjadi mata uang digital.”

Cuban melihat bitcoin, cryptocurrency terbesar berdasarkan nilai pasar, lebih sebagai “versi digital emas” daripada mata uang. Itu karena bitcoiner biasanya memegang saham mereka dalam jangka panjang dan melihatnya sebagai aset berharga.

Di masa lalu, Cuban sempat mengakui bahwa dogecoin bukanlah investasi terbaik, terlepas dari pandangannya yang bullish. Meskipun demikian, Cuban memiliki dogecoin dengan putranya Jake yang berusia 11 tahun, bersama dengan bitcoin dan altcoin seperti ethereum.

Namun, para ahli keuangan sangat skeptis terhadap cryptocurrency secara keseluruhan karena sifatnya yang spekulatif. Mereka juga memperingatkan bahwa orang hanya boleh menginvestasikan apa yang mereka mampu untuk kehilangan.

Beberapa ahli mengatakan untuk sangat berhati-hati ketika berinvestasi di dogecoin karena tidak memiliki kelangkaan dan perkembangan teknologi yang dimiliki bitcoin.

[Gambas:Video CNBC]

(roy/roy)



2021-08-14 05:20:00

Source link