PPKM Level 4 Buat Keterisian RS Covid-19 Nasional Turun di Level 44% – Nasional – lagikepo.com – LAGIKEPO



LAGIKEPO |

Tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy ratio (BOR) di rumah sakit Covid-19 di Indonesia mengalami penurunan. Penurunan BOR sebagai dampak dari kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat yang kemudian berganti istilah menjadi PPKM Level 4.

Per 18 Agustus 2021, rata-rata tingkat keterisian tempat tidur isolasi di rumah sakit rujukan Covid-19 secara nasional sebesar 44,05%. “Per hari ini pukul 09.00 tadi, sudah tidak ada yang tingkat keterisian tempat tidur isolasinya di atas 80%, sudah tidak ada yang kritikal,” kata Ketua Bidang Data Dan Teknologi Informasi Satgas Penanganan Covid-19, Dewi Nur Aisyah, dalam diskusi virtual, Rabu (18/8).

Meskipun tidak ada yang di atas 80%, BOR di empat provinsi masih di atas 60%. Adapun empat provinsi tersebut yakni Bali dengan tingkat keterisian ruang isolasi sebesar 75,55%, Kalimantan Timur sebesar 64,40%, Sulawesi Tengah sebesar 63,57% dan tingkat keterisian ruang isolasi di Kalimantan Selatan sebesar 63,44%.

“Jadi semuanya tidak ada lagi yang berwarna merah, sekarang hanya ada warna orange. Ini artinya hati-hati karena sudah di atas 60%,” kata dia.

Adapun jumlah BOR di bawah 60% sebanyak 30 provinsi. Bahkan, tujuh provinsi di antaranya memiliki angka keterisian ruang isolasi di bawah 30% dan tiga di antaranya ada di Pulau Jawa, yakni Jawa Barat dengan tingkat keterisian ruang isolasi sebesar 27,83%, Banten 27,64% dan DKI Jakarta dengan tingkat keterisian ruang isolasi sebesar 25,55%.

Penurunan BOR sebagai dampak dari PPKM Level 4. “Beberapa waktu lalu ya deg-degan ini BOR sudah di atas 80%, bahkan ada yang sampai 90%. Jadi kita bisa lihat kemajuan yang signifikan terjadi dalam beberapa pekan terakhir,” ujar dia.

Di sisi lain, tingkat keterisian ruang ICU di dua provinsi yakni Bangka Belitung dan Kalimantan Tiimur masih berada di atas 80%. Tingkat keterisian ruang ICU di Bangka Belitung per 18 Agustus mencapai 95,48% dan Kalimantan Timur sebesar 83,54%. “Kalau bisa ini segera ditekan, yang sakit segera sembuh dan yang sehat jangan sampai sakit,” katanya.

Pada awal Juli, tingkat keterisian tempat tidur rumah sakit rujukan pasien corona di 6 provinsi di Pulau Jawa melebihi 80% sedangkan di 14 provinsi di luar Jawa dan Bali BOR sberada di angka sekitar 50-80%.

2021-08-18 09:32:00

Source link

Berkurang Empat, Ini 67 Daerah Masuk Kategori Level 4 di Jawa-Bali – Nasional – lagikepo.com – LAGIKEPO



LAGIKEPO |

Pemerintah memutuskan memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 di Jawa dan Bali hingga 23 Agustus mendatang.  Setidaknya ada 67 kabupaten/kota di wilayah Jawa dan Bali yang akan menerapkan PPKM Level 4 untuk periode 16-23 Agustus.

Merujuk Instruksi Menteri Dalam Negeri  Nomor 34 Tahun 2021 , jumlah kabupaten/kota yang masuk kategori PPKM Level 4 pada periode 16-23 Agustus lebih sedikit dibandingkan pada periode 9-16 Agustus yakni 71.

Ada lima kabupaten/kota yang keluar dari  kategori PPKM Level yakni Kota Cilegon (Banten), Kabupaten Lumajang (Jawa Timur), dan tiga wilayah di Jawa Tengah yakni  Kabupaten Semarang,  Kota Semarang, dan Kabupaten Demak. 

Namun,  Kabupaten Wonogiri justru masuk ke kategori wilayah yang harus menerapkan PPKM Level 4 mulai 16 Agustus. Keluarnya Kabupaten Demak dari daftar wilayah PPKM Level 4 merupakan hal positif mengingat wilayah tersebut pernah menjadi episentrum penyebaran Covid pada Juni lalu.

Instruksi Menteri Dalam Negeri  tersebut juga menyebutkan ada tiga provinsi yang semua wilayahnya masuk kategori PPKM Level 4 yakni DKI Jakarta (6), Bali (9), dan DI Yogyakarta (5). Jumlah wilayah dari Provinsi Banten yang masuk dalam kategori wilayah PPKM Level 4 berjumlah tiga, Jawa Barat (12), Jawa Timur (17), dan Jawa Tengah (15).

Berikut 67 kabupaten/kota yang masuk kategori PPKM Level 4:

 

DKI Jakarta

Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu, Kota Administrasi Jakarta Barat, Kota Administrasi Jakarta Timur, Kota Administrasi Jakarta Selatan, Kota Administrasi Jakarta Utara, dan Kota Administrasi Jakarta Pusat.

Banten

Kota Tangerang Selatan, Kabupaten Tangerang, dan Kota Tangerang

Jawa Barat

Kabupaten Bekasi, Kota Sukabumi, Kota Depok, Kota Cirebon, Kota Cimahi, Kota Bogor, Kota Bekasi, Kota Bandung, Kabupaten Sumedang, Kabupaten Bogor, Kabupaten Bandung Barat, dan Kabupaten Bandung

Jawa Tengah

Kabupaten Boyolali, Kabupaten Temanggung, Kabupaten Purbalingga, Kabupaten Wonogiri, Kabupaten Sukoharjo, Kabupaten Klaten, Kabupaten Kebumen, Kabupaten Banyumas, Kota Tegal, Kota Surakarta, Kota Salatiga, Kota Magelang, Kabupaten Sragen, Kabupaten Karanganyar dan Kabupaten Blora

Daerah Istimewa Yogyakarta

Kabupaten Sleman, Kabupaten Bantul, Kota Yogyakarta, Kabupaten Kulonprogo, dan Kabupaten Gunungkidul

Jawa Timur

Kabupaten Tulungagung, Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Madiun, Kabupaten Gresik, Kota Surabaya, Kota Mojokerto, Kota Malang, Kota Madiun, Kota Kediri, Kota Blitar, Kota Batu, Kabupaten Trenggalek, Kabupaten Malang, Kabupaten Lumajang, Kabupaten Bangkalan, Kabupaten Lamongan, dan Kabupaten Mojokerto

Bali

Kabupaten Jembrana, Kabupaten Bangli, Kabupaten Karangasem, Kabupaten Badung, Kabupaten Gianyar, Kabupaten Klungkung, Kabupaten Tabanan, Kabupaten Buleleng, dan Kota Denpasar. 

 Sesuai Instruksi Menteri Dalam Negeri, perpanjangan PPKM Level 4 untuk Jawa dan Bali diperpanjang dengan sejumah pelonggaran. 

Pelonggaran tersebut di antaranya restoran/rumah makan, kafe dengan area pelayanan di ruang terbuka dijinkan buka dengan protokol kesehatan yang ketat sampai dengan Pukul 20.00 waktu setempat dengan kapasitas maksimal 25%, satu meja maksimal dua orang, dan waktu makan maksimal 30 menit. Sebelumnya, waktu makan hanya diijinkan 20 menit.
Pemerintah juga mengijinkan restoran/rumah makan, kafe di dalam pusat perbelanjaan/mall/pusat perdagangan dapat menerima makan di tempat (dine in) dengan kapasitas maksimal 25%, satu meja maksimal dua orang.

Pemerintah masih melarang pusat perbelanjaan/mall/pusat perdagangan untuk membuka layanannya. Namun, pelonggaran diberikan untuk Provinsi DKI Jakarta, Kota Bandung, Kota Semarang, Kota Surabaya, Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang Selatan, Kota Bekasi, Kota Depok, Kota Cimahi, Kabupaten Bogor, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Bandung, Kabupaten Sumedang, Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Mojokerto, Kabupaten Lamongan, Kabupaten Gresik, dan Kabupaten Bangkalan.

Pada wilayah tersebut, kegiatan pada pusat perbelanjaan/mall/pusat perdagangan diijinkan beroperasi 50% pada Pukul 10.00 WIB hingga 20.00 WIB dengan protokol kesehatan.
Pelonggaran lainnya adalah dengan mengijinkan tempat ibadah (Masjid, Musholla, Gereja, Pura, Vihara, dan Klenteng serta tempat lainnya yang difungsikan sebagai tempat ibadah), dengan maksimal 50% kapasitas atau 50 orang dengan menerapkan protokol kesehatan secara lebih ketat.

 

2021-08-17 06:06:00

Source link

Perpanjangan PPKM, Perusahaan Orientasi Ekspor Uji Coba Operasi 100% – Nasional – lagikepo.com – LAGIKEPO



LAGIKEPO |

Pemerintah terus melonggarkan kegiatan dalam perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 Jawa Bali hingga 23 Agustus mendatang. Salah satunya adalah akan ada uji coba perusahaan orientasi ekspor dan domestik beroperasi 100% dengan sif 2 kali. 

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan daftar perusahaan tersebut akan ditentukan oleh Kementerian Perindustrian. Sedangkan total karyawan yang mengikuti uji coba ini mencapai 390 ribu orang.

“Perusahaan tersebut wajib menggunakan aplikasi Pedulilindungi untuk screening terhadap karyawan dan non karyawan yang masuk lokasi pabrik,” kata Luhut dalam konferensi pers virtual, Senin (16/8).

 Dalam aturan PPKM sebelumnya, perusahaan orientasi ekspor masuk dalam sektor esensial. Ini artinya mereka bisa beroperasi dengan bukti Pemberitahuan Ekspor Barang dan dibatasi 50% staf pada pelayanan serta 25% untuk pendukung administrasi perkantoran

Selain itu mal di wilayah PPKM Level 3 dan 4 bisa beroperasi hingga 50%. Pada PPKM pekan lalu, kapasitas mal di wilayah Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Semarang direlaksasi menjadi 25 % pada pekan lalu.

“Dine in kapasitasnya 25% atau dua orang per meja pada pusat perbelanjaan di wilayah Level 3 dan 4,” kata Luhut.

Tak hanya pusat perbelanjaan, pemerintah meningkatkan kapasitas tempat peribadatan menjadi 50% hingga pekan depan. Mereka juga membolehkan olahraga outdooor dengan protokol kesehatan yang ketat. “Evaluasi kami lakukan tiap minggu,” katanya.

Sebelumnya ahli wabah dari Universitas Indonesia dr. Iwan Ariawan mengatakan salah satu usulan yang dibawa dalam rapat perpanjangan PPKM adalah kemungkinan adanya relaksasi terutama industri non esensial dan kritikal di beberapa lokasi.

Iwan yang mengikuti rapat pembahasan PPKM Jawa Bali ini mengatakan usulan tersebut sebenarnya telah diangkat sejak dua pekan lalu, namun baru akan dibahas saat ini. “Baru mau dibahas (rapat) siang ini karena sebelumnya harus uji coba (relaksasi) mal dulu,” kata Iwan kepada – lagikepo.com, Senin (16/8).

Sektor industri esensial meliputi keuangan,  pasar modal, teknologi informasi, perhotelan non karantina, serta orientasi ekspor dengan bukti Pemberitahuan Ekspor Barang. Adapun sektor kritikal antara lain kesehatan, energi, penanganan bencana, logistik, pupuk, semen, konstruksi, hingga utilitas dasar seperti air, listrik, dan sampah.

Sektor esensial bisa beroperasi 50% staf pada pelayanan dan 25% untuk pendukung administrasi perkantoran. Sedangkan sektor kritikal bisa beroperasi penuh dan hanya 25% untuk mereka yang mendukung administrasi kegiatan kantor.

 

2021-08-16 14:29:00

Source link