8 Sayuran untuk Ibu Hamil dan Cara Mengolahnya – Lifestyle – lagikepo.com – LAGIKEPO



LAGIKEPO |

Sayur-sayuran memiliki banyak nutrisi dan vitamin yang baik untuk menjaga kesehatan tubuh. Khusus ibu hamil, sayuran ini berperan dalam memenuhi kebutuhan nutrisi harian dan membantu dalam perkembangan serta pertumbuhan bayi di dalam kandungan.

Sayuran Sehat untuk Ibu Hamil

Di pasaran, ada banyak sekali jenis sayur. Meskipun semua sayuran baik untuk kesehatan namun ada beberapa sayuran yang paling direkomendasikan untuk konsumsi harian ibu hamil. Berikut ini beberapa jenis sayuran untuk ibu hamil.

1. Tomat

Tomat memiliki asam folat yang baik untuk ibu hamil. Kandungan nutrisi di dalam tomat juga bisa membantu pertumbuhan jaringan dan sel pada janin.

2. Selada

Selada menjadi pilihan sayuran untuk ibu hamil berikutnya karena memiliki kandungan asam folat. Kandungan asam folat inilah yang bisa mencegah risiko cacat tabung saraf pada bayi.

3. Bayam

Bayam memiliki kandungan vitamin, serat, asam folat, dan kalsium. Kandungan tersebut bermanfaat untuk membantu pertumbuhan jaringan dan sel pada bayi serta mencegah cacat lahir pada bayi.

4. Brokoli

Sayuran untuk ibu hamil selanjutnya yaitu brokoli. Sayur ini kandungan vitamin C, vitamin K, vitamin K, serat, kalium zat besi, kalsium, dan asam folat. Nutrisi di dalam brokoli ini yang bisa mencegah sembelit dan mencegah berat badan bayi terlalu rendah saat dilahirkan.

5. Kale

Kale memiliki kandungan vitamin A dan vitamin C yang meningkatkan daya tahan tubuh. Selain itu, kale juga memiliki kandungan vitamin K yang beperan penting dalam pembekuan darah saat bayi lahir.

6. Ubu Jalar

Sayuran untuk ibu hamil ini mengandungan vitamin A , vitamin C, dan vitamin B6. Kandungan vitamin A baik dalam pembentukan dan pertumbuhan tulang, paru-paru, mata, dan kulit pada bayi. Sementara itu, kandungan vitamin B6 bisa mengatasi morning sickness.

7. Kacang-kacangan

Ada berbagai jenis kacang yang baik unutk kesehatan ibu hamil seperti kacang tanah, kacang polong, dan kacang hijau. Dalam kacang-kacangan umumnya memiliki kandungan asam folat, kalium, magensium, zat besi, dan serat yang bisa mencegaj sembelit serta wasir pada ibu hamil.

8. Bit

Sayur untuk ibu hamil berikutnya yaitu bit. Sayuran dengan warna merah keunguan ini ternyata memiliki berbagai kandungan nutrisi seperti vitamin C, asam folat, serta zat besi yang baik untuk melancarkan pencernaan ibu hamil.

Cara Mengolah Sayuran untuk Ibu Hamil

Meskipun kaya akan nutrisi dan vitamin, namun jika diolah tidak benar bisa menyebabkan kandungan baik tersebut akan hilang. Sayuran untuk ibu hamil harus diolah terlebih dahulu dengan dikukus, direbus, panggang, atau tumis. Jangan konsumsi sayuran dalam keadaan mentah karena bisa menyebabkan gangguan kesehatan pada ibu hamil.

Untuk mengolah sayuran khusus ibu hamil, ada beberapa cara yang harus dilakukan. Berikut penjelasannya:

  1. Pastikan sayuran sudah dicuci bersih. Cuci sayuran dibawah air mengalir dan bersihkan hingga ke sela-sela agar tanah yang menempel benar-benar hilang.
  2. Jangan cuci menggunakan sabun atau sejenisnya.
  3. Sebelum mengolah sayuran, pastikan sudah cuci tangan dan seluruh perlengkapan yang hendak digunakan juga sudah dalam keadaan bersih.
  4. Untuk memotong sayur, pastikan menggunakan telenan dan pisau yang berbeda dari talenen dan pisau yang telah digunakan untuk memotong daging. Hal ini dilakukan untuk menghindari konstaminasi bakteri.

Demikian beberapa pilihan sayuran untuk ibu hamil beserta cara mengolahnya. Selain sayur diatas, ibu hamil juga harus mendapatkan nutrisi dari sumber makanan lainnya. Pastikan nutrisi dan vitamin terpenuhi agar ibu hamil dan bayinya tetap sehat.

2021-08-17 11:20:00

Source link

23 Manfaat Jeruk untuk Kesehatan, Diet, dan Wajah – Lifestyle – lagikepo.com – LAGIKEPO



LAGIKEPO |

Jeruk merupakan buah yang sangat populer di Indonesia, serta memiliki beragam jenis. Selain itu, manfaat jeruk juga bisa dirasakan hanya dengan mengonsumsinya, karena mengandung banyak vitamin dan mineral yang diperlukan tubuh.

Kandungan Jeruk

Ada beberapa nutrisi, vitamin, dan mineral pada jeruk yang berperan penting menjaga kesehatan tubuh. Beberapa kandungan tersebut seperti energi, protein, lemak, karbohidrat, serat, vitamin C, vitamin B1, vitamin B2, niasin, kalsium, fosfor, kalium, besi, tembaga, seng, dan karoten. Kandungan yang lengkap tersebut membuat buah ini sering diincar untuk menjaga kesehatan. Jeruk juga kerap dikonsumsi saat seseorang sedang sakit, karena kandungan gizi di dalamnya bisa meningkatkan daya tahan tubuh.

Manfaat Jeruk yang Asam

Buah yang identik dengan rasa manis cenderung masam ini ternyata memiliki banyak manfaat. Bahkan jeruk masam yang tak semua orang suka, ternyata memiliki banyak manfaat. Berikut daftar manfaat jeruk dengan rasa asam.

1. Sebagai obat hemostatik

Jeruk memiliki manfaat menghentikan pendarahan. Mengaplikasikan jeruk nipis yang rasanya masam pada bagian tubuh yang memiliki luka, bisa mempercepat penyembuhan luka melalui penghentian peradangan.

2. Menurunkan tekanan darah

Manfaat jeruk lainnya yakni, bisa membantu menurunkan tekanan darah. Hipertensi atau darah tinggi seringkali menjadi masalah kesehatan banyak orang. Dengan mengonsumsi jeruk, ternyata bisa membantu menurunkan tekanan darah, bahkan bisa mengatasi penyumbatan pada arteri. Vitamin C dalam buah ini ampuh mengatasi hipertensi.

3. Melancarkan pencernaan

Untuk menjaga kesehatan pencernaan dibutuhkan kandungan air yang cukup. Jeruk merupakan salah satu buah dengan banyak kandungan air. Bahkan dalam jeruk berukuran kecil saja memiliki kandungan air sebanyak 87 gram. Selain itu, jeruk juga memiliki kandungan serat yang mudah larut sehingga membantu usus dalam menyerap cairan. Serat ini juga yang membantu melancarkan organ pencernaan.

4. Menurunkan risiko penyakit diabetes

Manfaat jeruk selanjutnya yaitu menurunkan risiko diabetes. Kandungan serat di dalam jeruk ternyata memiliki peran besar untuk mengurangi risiko penyakit ini. Serat pada jeruk juga membantu tubuh meningkatkan sensitivitas terhadap insulin. Apabila kandungan insulin dalam tubuh kurang, maka bisa menjadi penyebab diabetes tipe dua.

5. Mencegah risiko anemia

Anemia atau kekurangan darah bisa dicegah dengan berbagai cara, salah satunya dengan rutin mengonsumsi jeruk. Buah ini menjadi salah satu sumber zat besi alami yang dibutuhkan untuk meningkatkan sel darah merah dalam tubuh. Selain itu, kandungan vitamin C dan asam sitrat yang cukup tinggi pada jeruk, bisa membantu proses penyerapan zat besi di saluran pencernaan. Jika zat besi diserap tubuh banyak, maka risiko anemia bisa dihindari.

6. Memelihara kesehatan jantung

Jeruk memiliki kandungan flavonoid yang baik untuk kesehatan jantung. Senyawa ini juga memiliki peran untuk melindungi jantung. Selain itu, manfaat jeruk bisa menurunkan kolesterol jahat yang berpotensi menyebabkan sakit jantung.

7. Mencegah batu ginjal

Manfaat jeruk yang asam selanjutnya yakni bisa mencegah penyakit batu ginjal. Kandungan asam sitrat yang ada di dalam jeruk berperan untuk mencegah pembentukan batu ginjal pada saluran urin. Selain itu, kalium sitrat dalam jeruk bisa mengetasi penyakit batu ginjal.

8. Menghilangkan ketombe

Ketombe merupakan salah satu masalah yang muncul di kulit kepala. Untuk mengatasi hal tersebut bisa dilakukan dengan menggunakan produk perawatan rambut. Buah jeruk memiliki kandungan asam sitrat yang efektif menghilangkan ketombe. Anda bisa menggunakan air jeruk nipis kemudian menggosokkan langsung pada rambut, lakukan secara rutin untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

9. Memanjangkan rambut

Selain bisa menghilangkan ketombe, jeruk juga bisa merangsang pertumbuhan rambut. Dengan kata lain, buah yang kaya akan vitamin C ini juga bisa digunakan untuk memanjangkan rambut secara alami. Tidak hanya itu, jeruk juga memiliki kemampuan untuk mencegah kerontokan pada rambut. Dengan demikian anda bisa mendapatkan rambut panjang dan sehat secara alami.

10 Meningkatkan daya tahan tubuh

Manfaat jeruk selanjutnya bisa meningkatkan imunitas atau daya tahan tubuh. Kandungan mineral dan vitamin yang ada di dalam jeruk dipercaya bisa menjaga tubuh agar tidak mudah sakit. Buah yang satu ini bisa dikonsumsi secara langsung atau diolah menjadi minuman yang segar dan sehat.

Manfaat Jeruk untuk Diet

Siapa sangka jika buah berwarna orange ini juga bermanfaat untuk menurunkan berat badan secara alami. Jeruk memiliki banyak kandungan nutrisi yang bisa membantu Anda mendapatkan berat badan ideal. Berikut ini manfaat jeruk untuk diet yang perlu Anda ketahui.

1. Meningkatkan metabolisme di dalam tubuh

Salah satu penyebab berat badan tidak terkontrol karena metabolisme dalam tubuh yang kurang baik. Kandungan antioksidan yang ada di dalam buah jeruk, bisa meningkatkan metabolisme tubuh. Rasa asam yang biasanya ada pada jeruk juga bisa mempengaruhi metabolisme terutama membantu usus agar bisa mencerna makanan.

2. Mempercepat pembakaran lemak

Manfaat jeruk selanjutnya yakni meningkatkan pembakaran lemak menjadi energi. Jika lemak-lemak dapat terbakar dengan sempurna, maka berat badan bisa lebih terjaga. Selain dengan mengonsumsi buah jeruk, proses pembakaran lemak juga bisa dilakukan dengan rutin berolahraga.

3. Makanan rendah kalori

Kadar kalori yang pada jeruk sangat rendah, sehingga cocok untuk menurunkan berat badan dengan cepat. Kalori yang terlalu banyak bisa menyebabkan kenaikan berat badan. Untuk menjaga berat badan tetap ideal, salah satunya dengan mengurangi konsumsi makanan berkalori tinggi. Buah jeruk bisa menjadi pilihan makanan atau camilan saat diet, karena kalorinya yang rendah. Meskipun demikian, Anda juga harus tetap mengkonsumsi makanan jenis lainnya agar nutrisi dalam tubuh tetap seimbang.

4. Menunda rasa lapar

Manfaat jeruk selanjutnya bisa membantu menurunkan berat badan dengan cepat, karena jenis buah yang satu ini bisa menunda rasa lapar lebih lama. Jenis jeruk tersebut yaitu jeruk purut. Buah jeruk purut juga tidak sulit untuk dijumpai, Anda bisa membelinya di pusat perbelanjaan.

Manfaat Jeruk untuk Wajah

Beralih ke wajah, jeruk juga memiliki manfaat untuk kecantikan. Beberapa manfaat jeruk untuk wajah, sebagai berikut:

1. Mengatasi masalah jerawat

Jerawat menjadi masalah yang sering muncul di wajah. Untuk mengatasi gangguan kulit ini, bisa dilakukan dengan berbagai cara salah satunya mengonsumsi buah jeruk. Buah ini memiliki kandungan asam amino yang cukup tinggi dan efektif mengatasi permasalahan jerawat. Anda bisa menggunakan buah ini sebagai masker yang akan membuat jerawat lebih cepat kering.

2. Mengecilkan pori wajah

Manfaat jeruk untuk wajah selanjutnya yaitu bisa membantu mengecilkan pori secara alami. Anda juga bisa menggunakan jeruk sebagai masker untuk mendapatkan hasil pori-pori wajah mengecil, serta tterlihat lebih halus dan sehat.

3. Membuat kulit lebih cerah

Kulit cerah bisa didapatkan dengan mengonsumsi makanan sehat. Buah jeruk bisa menjadi salah satu pilihannya. Untuk mencerahkan kulit menggunakan jeruk, bisa menjadikannya sebagai masker atau peeling. Anda bisa menggunakan cara ini dua kali dalam seminggu, jika rutin maka wajah cerah akan Anda peroleh secara alami.

4. Memberikan nutrisi pada kulit wajah

Kandungan vitamin C yang ada dalam buah jeruk bisa memberikan nutrisi tersendiri untuk kulit wajah. Jika kulit ternutrisi dengan baik, maka tekstur kulit akan lebih kenyal dan lembab.

5. Menunda penuaan dini

Manfaat jeruk lainnya bisa untuk menunda penuaan dini. Kandungan vitamin C yang ada di dalam buah ini ternyata memiliki sifat anti aging. Maka dari itu, tanda-tanda penuaan dini seperti kerutan dan bintik hitam bisa tersamarkan. Banyak juga yang menjadikan buah ini sebagai bahan produk kecantikan karena memiliki efek yang bagus untuk kulit.

6. Mengangkat sel kulit mati

Sel kulit mati bisa menyebabkan masalah pada kulit wajah. Kehadiran sel kulit mati pada wajah membuat perawatan kulit yang dilakukan tidak mampu memberikan efek optimal. Kandungan asam sitrat pada jeruk bisa membantu mengatasi sel-sel kulit mati di wajah. Biasanya kulit jeruk nipis yang sering digunakan untuk perawatan ini.

7. Menghilangkan komedo

Selain jerawat, komedo juga menjadi masalah tersendiri yang sering muncul di wajah. Masker dari kulit jeruk ternyata bisa membantu mengatasi masalah tersebut. Anda bisa menggunakan masker ini dengan menambahkan bahan alami lainnya seperti bubuk kunyit atau yoghurt. Oleskan pada sleuruh wajah dan biarkan kurang lebih 15 menit, kemudian bilas dengan air hangat. Lakukan secara rutin untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

8. Melawan radikal bebas

Polusi udara bisa menjadi salah satu penyebab radikal bebas. Hal tersebut ternyata sangat merugikan untuk kulit. Radikal bebas bisa dilawan dengan mengonsumsi bahan alami, salah satunya jeruk. Manfaat jeruk bisa menangkis radikal bebas berkat kandungan vitamin C yang tinggi, sehingga wajah bebas dari ancaman kesehatan kulit.

9. Mengatasi masalah kulit kering

Jeruk memiliki kandungan vitamin C yang tinggi, sehingga kulit lebih ternutrisi. Oleh sebab itu, kulit kering lebih bisa teratasi. Anda bisa menggunakan jeruk sebagai masker untuk mengatasi masalah kulit yang kering.

Itulah beberapa manfaat jeruk bagi kesehatan tubuh dan kecantikan. Seimbangi juga konsumsi nutrisi dari bahan makanan sehat lainnya agar tubuh mendapatkan gizi yang lengkap dan seimbang.

2021-08-16 16:59:00

Source link

Bergizi, Ini 11 Manfaat Susu Kambing untuk Kesehatan Tubuh – Lifestyle – lagikepo.com – LAGIKEPO



LAGIKEPO |

Susu kambing adalah susu yang dihasilkan oleh kambing domestik. Setelah melahirkan, kambing akan menghasilkan susu selama kurang lebih 10 bulan dengan rata-rata total volume susu yang dihasilkan mencapai 2-3 liter per hari. 

Menurut data dari Badan Pangan Dunia atau Food and Agriculture Organization (FAO), kambing menghasilkan sekitar 2% dari total pasokan susu tahunan di dunia. Beberapa kambing secara khusus dibiakkan untuk menghasilkan susu.

Susu kambing secara alami memiliki butiran lemak kecil yang teremulsi dengan baik sehingga kandungan krim di dalamnya akan bertahan dalam suspensi untuk jangka waktu yang lebih lama daripada susu sapi.

Susu kambing dan produk olahannya berperan penting dalam ekonomi dunia, terutama di negara-negara berkembang. Berbagai produk manufaktur dapat dihasilkan dari susu kambing, antara lain produk cair seperti susu, produk fermentasi seperti keju, yogurt atau buttermilk, produk beku seperti es krim atau yogurt beku, mentega, dan produk susu kental dan bubuk.

Selama beberapa tahun terakhir, produk perawatan kulit berbasis susu kambing, terutama sabun buatan tangan, menjadi populer. Hal tersebut terjadi karena kandungan susu kambing yang memiliki banyak nutrisi dan vitamin.

Dari data Departemen Pertanian Amerika Serikat (United States Department of Agriculture), dalam 100 gram porsi susu kambing mengandung beberapa vitamin dan mineral meliputi:

  • Kalori: 69
  • Lemak total: 4.1 g
  • Sodium: 50 mg
  • Kalium: 204 mg
  • Jumlah Karbohidrat: 4,5 gram
  • Protein: 3,6 g
  • Vitamin A: 3%
  • Kalsium: 0.13
  • Vitamin D: 0.12
  • Vitamin C: 2%
  • Magnesium: 3%

Manfaat Susu Kambing untuk Kesehatan

1. Baik untuk kesehatan tulang

Susu kambing mengandung selenium dan kalsium yang lebih tinggi dibandingkan dengan susu sapi. Selenium adalah elemen penting bagi manusia. Penelitian tahun 2013 dalam jurnal Nutrients menunjukkan bahwa asupan selenium dari makanan penting untuk kesehatan tulang. Selenium berperan dalam perlindungan antioksidan, peningkatan kekebalan tubuh, dan modulasi proliferasi sel.

2. Meningkatkan kesehatan pencernaan

Susu kambing memiliki kadar oligosakarida yang lebih tinggi daripada susu sapi. Oligosakarida adalah serat prebiotik yang tidak dapat dipecah oleh saluran pencernaan manusia sehingga dianggap bebas kalori. Sebaliknya, oligosakarida melewati sistem pencernaan ke usus besar di mana mereka mendukung pertumbuhan bakteri sehat dan meningkatkan kesehatan saluran pencernaan.

3. Mencegah kembung

Komponen susu kambing paling mendekati komponen air susu ibu. Susu kambing mengandung protein A2 yang memiliki sifat anti-inflamasi. Komposisi protein susu kambing memungkinkan pembentukan dadih yang lebih lembut sehingga membantu mencerna dan mencegah kembung.

4. Mudah dicerna

Susu kambing memiliki molekul lemak yang lebih kecil, yakni sepersembilan dari molekul lemak susu sapi sehingga membuat pencernaan lebih mudah untuk mencerna dalam perut.

5. Mengurangi kadar kolesterol

Susu kambing dikenal memiliki kadar asam lemak yang tinggi. Tidak seperti lemak lainnya, asam lemak tersebut tidak disimpan sebagai lemak tubuh, sebaliknya asam lemak ini dapat memberikan dorongan energi untuk membantu menurunkan kolesterol sehingga baik untuk jantung dan gangguan usus.Susu kambing juga membantu meningkatkan kadar kolesterol baik sekaligus mengurangi kolesterol jahat.

6. Mengandung lebih sedikit alergen

Susu sapi mengandung 20 alergen yang berbeda dan menyebabkan peradangan, gatal-gatal, kram perut, dan kolik pada bayi, sementara susu kambing tidak memiliki banyak alergen seperti susu sapi.

Sebaliknya, susu kambing memiliki kualitas hipoalergenik karena memiliki tingkat alphaS1-casei yaitu sejenis protein yang lebih rendah dibandingkan dengan susu sapi sehingga tidak menyebabkan peradangan.

7. Mencegah aterosklerosis, serangan jantung, dan stroke

Kandungan asam lemak yang seimbang dalam susu kambing dapat membantu menurunkan kolesterol. Tingginya kadar kolesterol dalam darah dapat menyebabkan penumpukan plak di arteri yang disebut aterosklerosis yaitu suatu kondisi penyebab peningkatan risiko stroke dan serangan jantung.

8. Membantu menurunkan tekanan darah

Sebuah studi pada tahun 2016 yang diterbitkan dalam  Proceedings of the 1st Public Health International Conference (PHICo 2016) menunjukan bahwa susu kambing dapat menurunkan tekanan darah dan mencegah hipertensi pada wanita yang tidak banyak bergerak.

Susu kambing memiliki konsentrasi seng yang tinggi, yaitu mikronutrien penting untuk membantu pertahanan antioksidan dan melindungi kita dari penyakit neurodegeneratif.

 

9. Membantu metabolisme tubuh

Dalam Journal of Physiology and Biochemistry, susu kambing jauh lebih padat nutrisi daripada susu sapi. Satu cangkir menyediakan hampir 40% kebutuhan kalsium harian kita, 20% asupan vitamin B, serta sejumlah besar kalium dan fosfor. Selanjutnya, penelitian telah menunjukkan bahwa susu kambing dapat membantu meningkatkan penyerapan zat besi dan tembaga di saluran pencernaan kita sehingga penting untuk metabolisme tubuh dan bermanfaat bagi orang yang berjuang dengan anemia.

10. Baik untuk kesehatan kulit

Susu kambing mengandung lebih banyak vitamin A dan asam laktat sehingga bermanfaat untuk meningkatkan tekstur, kualitas, dan kesehatan kulit. Oleh sebab itu, susu kambing warnanya lebih putih daripada susu sapi. Kandungan vitamin A dan asam laktat yang lebih tinggi juga membantu kulit mendapatkan nutrisi penting untuk menyingkirkan sel kulit mati dan bakteri. Konsumsi susu kambing secara teratur juga membantu mengurangi jerawat dan mencerahkan warna kulit.

11. Rendah laktosa

Studi telah menemukan bahwa konsentrasi laktosa dalam susu kambing adalah 4,1% dibandingkan dengan hampir 5% dari susu sapi. Kandungan laktosa yang lebih rendah berarti menurunkan risiko alergi terutama bagi mereka yang laktosa intoleran. Komposisi kasein susu kambing juga memungkinkan laktosa melewati usus besar dengan cepat dan mencegah gejala intoleransi laktosa. Oleh sebab itu, susu kambing baik untuk makanan bayi karena dalam beberapa kasus, bayi sering alergi terhadap susu sapi.

Dari pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa ada beragam manfaat susu kambing untuk kesehatan tubuh. Mengonsumsi susu kambing terbukti dapat mencegah beberapa penyakit. Namun, pastikan bahwa tidak mengonsumsi susu kambing berlebihan karena konsumsi berlebih makanan atau minuman apapun tidak baik untuk tubuh.

2021-08-15 08:57:00

Source link

Yunias Setiawati : Covid-19 Berdampak Buruk pada Mental Tenaga Kesehatan, Apa Solusinya? – Opini – lagikepo.com – LAGIKEPO



LAGIKEPO |

Hingga Juli, lebih dari 1.300 tenaga kesehatan Indonesia telah meninggal karena Covid-19. Mayoritas dari mereka adalah dokter (545), perawat (445), bidan (223), dan lalu lainnya dokter gigi (43), apoteker (42) dan ahli teknologi lab medis (25).

Di tengah ledakan kasus Covid-19 harian yang mencapai angka di atas 40 ribu dalam dua bulan terakhir, rumah sakit makin kewalahan dan para tenaga kesehatan juga mengalami beban kerja dan tekanan yang berat. Makin banyak pasien membutuhkan perawatan, sementara tenaga kesehatan tidak bertambah signifikan.

Pandemi corona tidak hanya mempengaruhi kesehatan fisik, tapi juga kesehatan mental para tenaga kesehatan. Terbatasnya fasilitas untuk tenaga kesehatan di Indonesia mendorong tingginya angka kecemasan.

Riset terbaru kami yang mencakup 227 tenaga kesehatan di Indonesia menunjukkan bahwa 56% (128) responden menderita kecemasan, dengan 33% (75) di antaranya cemas tingkat tinggi, dan 23% cemas level sedang.

Hal ini berbeda dengan penelitian di Singapura yang memiliki fasilitas layanan kesehatan yang lebih baik dan peningkatan kasus virus corona yang lebih terkendali. Di sana, hanya 15,7% tenaga kesehatan yang mengalami kecemasan.

Karena itu, tenaga kesehatan Indonesia perlu menjaga kesehatan mental agar lebih tangguh menghadapi tekanan Covid-19. Tenaga kesehatan Indonesia perlu meningkatkan ketahanan pribadi mereka agar mampu beradaptasi dan mengatasi kesulitan yang dihadapi.

Kasus Covid-19 melonjak, IGD RSUD Cengkareng sibuk. (Muhammad Zaenuddin|Katadata)

Dampak kecemasan dan ketahanan pribadi

Tingginya angka kecemasan di kalangan tenaga kesehatan pada penelitian kami juga dipengaruhi pada situasi di Jawa Timur. Per 28 Januari 2021, Jawa Timur adalah provinsi dengan kematian tenaga kesehatan tertinggi di Indonesia, 188 orang. Jumlah ini, per 23 Juli, naik menjadi 426 tenaga kesehatan, dan juga masih tertinggi.

Kecemasan di kalangan tenaga kesehatan bisa berpotensi melahirkan akibat fatal. Kecemasan bisa meningkatkan risiko terjadinya kecelakaan kerja, malpraktik, dan kecelakaan lalu lintas hingga 63%.

Hal ini akan membahayakan tenaga kesehatan itu sendiri dan berdampak buruk hingga fatal pada pasien. Hal ini semakin besar potensinya terjadi saat pandemi Covid-19.

Ketahanan pribadi dapat mencegah terjadinya gangguan jiwa seperti depresi atau kecemasan. Semakin seseorang memiliki ketahanan pribadi, semakin baik kesehatan mentalnya.

Penelitian kami menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat kecemasan yang diderita, semakin rendah ketahanan diri orang tersebut. Kesimpulan yang sama juga didapatkan pada riset di kota-kota besar negara Iran.

Seseorang yang memiliki ketahanan pribadi yang baik, bukan berarti tidak akan mengalami kesulitan hidup sama sekali. Namun, apa pun kesulitan yang dialami, mereka akan lebih mudah mampu untuk bangkit kembali dan memiliki kekuatan untuk menyelesaikan masalahnya.

Orang yang berketahanan pribadi tinggi, memiliki ciri-ciri berikut optimis, mudah beradaptasi, percaya diri, memiliki citra diri yang baik, berempati, dan bertoleransi.

Ketahanan diri bukan kepribadian bawaan, namun merupakan perilaku dan cara berpikir yang dapat dipelajari oleh semua orang, termasuk tenaga kesehatan.

Seperti melatih otot, meningkatkan ketahanan pribadi juga memerlukan waktu dan niat. Kita, apa pun profesinya, perlu berfokus pada empat komponen utamanya – koneksi, kesehatan fisik, berpikir sehat, dan mencari makna hidup. Hal ini dapat membantu meningkatkan kapasitas ketahanan diri.

Tenaga kesehatan melakukan tes cepat antigen. (ANTARA FOTO/Yusuf Nugroho/hp.)

Strategi naikkan ketahanan diri

Asosiasi Psikolog Amerika Serikat memberikan strategi dan panduan untuk meningkatkan ketahanan diri:

Prioritaskan hubungan yang baik, buang hubungan yang merusak. Bangun hubungan dengan orang-orang yang berempati dan bisa memahami keadaan yang sedang dialami, mengingatkan bahwa kita tak sendirian dalam kesusahan ini.

Berfokuslah mencari beberapa orang yang bisa dipercaya, dibandingkan dengan memiliki amat banyak teman tapi semuanya tak bisa dipercaya.

Jaga kesehatan fisik. Makan dan minum yang cukup, istirahat yang cukup, dan olahraga teratur dapat memperkuat tubuh untuk beradaptasi terhadap stres dan mengurangi kerentanan terhadap kecemasan atau depresi.

Hal ini penting bagi tenaga kesehatan yang bekerja menangani Covid-19 dengan memakai APD yang menutup seluruh tubuh. APD dapat membuat rasa panas sehingga tubuh lebih rentan terhadap dehidrasi.

Latih pola pikir positif dengan menerima keadaan yang tidak bisa kita kontrol. Kita fokuskan pada hal-hal yang bisa kita perbaiki, belajar dari masa lalu tentang bagaimana diri kita yang dulu berhasil menghadapi stres, dan menjaga optimisme dengan memvisualisasikan apa yang kita inginkan dan bukan mengkhawatirkan mengenai apa yang kita takutkan.

Temukan makna dalam hidup. Dengan menolong orang lain atau pasien, kita bisa menyadari bahwa kita bermakna sambil menjalin koneksi dengan orang lain. Hal-hal tersebut dapat meningkatkan ketahanan pribadi.

Selain itu, menciptakan target-target yang realistis setiap harinya dan meraihnya dapat membuat kita merasa telah mencapai sesuatu setiap hari.

Minta pertolongan. Bila Anda masih kesulitan untuk meningkatkan ketahanan pribadi atau kecemasan yang dialami tak kunjung membaik, ada baiknya meminta bantuan pada tenaga kesehatan seperti psikolog atau psikiater.

Tanggung jawab tempat kerja

Fasilitas layanan kesehatan adalah tempat kerja yang penuh tantangan, sehingga ketahanan pribadi menjadi sangat diperlukan oleh tenaga kesehatan, terutama dalam keadaan mendesak saat pandemi seperti sekarang.

Setiap fasilitas kesehatan pusat penanganan Covid-19 sebaiknya memiliki program khusus untuk menjaga kesehatan mental para tenaganya, seperti penilaian kesehatan mental bulanan, pelatihan mengenai cara meningkatkan ketahanan diri, dan konsultasi kesehatan mental gratis bagi tiap tenaga kesehatan.

Menjaga kesehatan mental di kalangan pekerja kesehatan tidak cukup digantungkan hanya pada tenaga kesehatan sendiri. Rumah sakit, keluarga, dan rekan kerja, juga dinas kesehatan, punya peran untuk menjaga kesehatan mental tenaga kesehatan.

Bagaimana pun, penyakit dan gangguan pada fisik maupun mental tenaga kesehatan akan sangat berpengaruh bagi keberhasilan penanggulangan Covid-19.

 

2021-08-14 04:00:00

Source link

Bosen Sama Pandemi? Yuk Lakuin 5 Tips Ini Demi Lawan Covid-19 Semoga Ambyar!

Tak terasa pandemi covid-19 sudah berjalan selama 7 bulan lamanya. Sejak itu terjadi pergantian kebiasaan dalam penduduk , mulai dari jam buka mal yang dipercepat, kebiasaan orang-orang mengenakan masker saat berada di daerah umum dan bahkan sampai kebiasaan bekerja dari rumah.

Kalau ditanya, “Bosen gak sih pandemi mulu?” Tentu saya akan menjawab “bosen”. Semuanya gara-gara corona! Soalnya gara-gara corona, banyak sektor kesehatan jadi terdampak dan banyak kegiatan ekonomi penduduk yang terhambat.

Poster seminar online bersamablogger bertemakan “Yuuk Disiplin… Covid-19 Ambyar” (dokpri)
Saya pikir kayaknya kita enggak mampu deh hidup kayak gini terus-terusan. Virus mungkin enggak bisa langsung dihilangkan saja dari wajah bumi. Tapi bagaimana pun kita mesti mencari cara agar covid-19 ambyar.

Ngomongin soal cara, berikut ada 5 kiat yang mampu kita kerjakan biar covid-19 ambyar. Kelima tips ini aku ambil sarinya dari pelatihan online bareng blogger bertemakan “Yuk Disiplin.. COVID-19 Ambyar!” yang diselenggarakan oleh Direktorat Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Kementerian Kesehatan RI. 

Apa sajakah itu? Check this out!

1. Disiplin Terapkan 3M

Tips pertama yang harus kita lakuin untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19 yaitu disiplin dalam menerapkan 3M. Hal ini mirip yang disampaikan oleh dr. Riskiyana Sukandhi Putra, M.Kes. selaku Direktur Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Kementerian Kesehatan RI dalam paparannya dikala pelatihan berlangsung.

Pak Riskiyana Sukandhi Putra, Direktur Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Kemenkes RI, salah satu pembicara di pelatihan online bersamablogger di era pandemi (dokpri)

Hah, 3M? Apa tuh?

3M sendiri adalah akronim dari 3 aktivitas yang dikerjakan dalam menyambut Adaptasi Kebiasaan Baru (ABK). Sesuai namanya, semua aktivitas ini berawalan abjad M, yakni (M)emakai masker, (M)encuci tangan dan (M)enjaga jodoh eh jarak.

Memakai masker, ialah salah satu gerakan dari 3M yang harus kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari (dokpri)

Sebenarnya ini bukan hal gres sih. Soalnya kegiatan-aktivitas yang dimaksud dalam 3M udah sering banget dikampanyekan oleh pemerintah. 

Dari sisi tingkat kesusahan, 3M bekerjsama gampang banget buat dilakuin. Sayangnya, kegiatan ini sering disepelekan oleh penduduk padahal banyak yang telah mengetahuinya.

Di sini aku jadi mikir, apa susahnya ya masyarakat untuk menerapkan 3M? Oke deh kalau 3Mnya mempunyai arti (M)elakukan Kayang, (M)elakukan Split dan (M)elakukan Salto, masuk nalar jika masyarakat ogah menerapkannya (yaiyalah). 

Tapi 3M di sini kan mudah banget. Jadi bergotong-royong gak ada argumentasi buat enggak dilakuin sebab siapapun mampu mempraktekkannya. 3M sederhana sih kegiatannya. Kendati demikian, dampaknya amat mempunyai arti untuk sesama.  

2. Perkuat 7 Moral Virtue

Tips berikutnya untuk melawan covid-19 semoga ambyar adalah kita mesti memperkuat 7 adab virtue yang ada dalam diri kita. Tak mampu disangkal, unsur psikologi yang baik turut berperan agar corona semakin insekyur dikala berhadapan dengan insan.

Apa tuh 7 akhlak virtue? 

Berdasarkan paparan dari psikolog Dr. Rose Mini Agus Salim, M.Psi. atau biasa diketahui dengan istilah Bunda Romi, 7 tabiat virtue mempunyai arti 7 hal esensial dalam watak. Ini ialah aspek internal yang dimiliki setiap manusia. Semakin kuat watak virtue yang dimiliki oleh seseorang, maka makin besar juga tingkat kepatuhannya dalam menerapkan protokol kesehatan selama pandemi.

Bunda Romi saat berbicara dalam seminar online yang diadakan oleh Kemenkes RI (dokpri)

Lalu apa sajakah ketujuh watak virtue yang dimaksud? Nah, berikut penjelasannya! 

  1. Empati (emphaty). Empati yaitu kesanggupan mengerti perasaan, anggapan dan keinginan doi orang lain. Misalnya, jangan batuk di hadapan wajah orang lain.
  2. Hati nurani (conscience), bunyi hati yang menyuarakan mana yang benar dan salah. Misalnya, sadar bahwa tidak mengenakan masker ketika beraktivitas di luar selama pandemi adalah langkah-langkah yang salah.
  3. Kontrol diri (self-control), kemampuan mengendalikan dorongan dan berpikir sebelum bertindak. Misalnya, menetapkan untuk menjinjing masker dan hand sanitizer sebelum berpergian.
  4. Menghargai (respect), kemampuan memperlakukan dan menganggap orang lain berharga. Misalnya, tidak mencium tangan orang bau tanah saat berjumpa dengannya untuk menghindari penularan covid-19.
  5. Kebaikan (kindness), perhatian terhadap kemakmuran orang lain. Kebaikan mulai dipelajari sejak usia balita utamanya saat anak memiliki binatang peliharaan. Misalnya,
  6. Tenggang Rasa (tolerance), penghargaan kepada mutu tiap individu, mampu menerima orang apa adanya. Misalnya, kita menghargai keputusan orang yang tidak mampu diajak untuk ketemuan selama pandemi covid-19.
  7. Keadilan (fairness), kemauan memperlakukan orang lain secara patut, adil dan tidak memihak. Misalnya, bila kita menetapkan untuk tidak bersalaman dengan si A selama pandemi, maka kita juga harus memperlakukan si B dengan cara yang serupa.
Moral virtue enggak mampu diperoleh dalam jangka waktu yang singkat. Untuk memperkuatnya, kita harus membiasakannya dalam kehidupan secara konsisten supaya menjadi bagian dari diri kita sehari-hari. 

3. Mulai dari Diri Sendiri dan Jadilah Contoh bagi Orang Lain

Langkah ketiga yang harus kita kerjakan supaya covid-19 ambyar yaitu mulailah dari diri sendiri. Poin ini sering banget kita denger dalam berbagai kesempatan sesungguhnya, tetapi seringkali terlalaikan.

Memulai dari diri sendiri memiliki arti kita melaksanakan sesuatu yang benar tanpa peduli apakah orang lain sudah melakukannya terlebih dulu atau apa tidak. 

Jadi kita enggak nunggu orang lain. Kalau orang lain enggak melakukannya, bukan berarti kita ikut-ikutan juga. Kita melaksanakan sesuatu atas kesadaran diri sendiri. 

Mulailah dari diri sendiri, kiat untuk melawan covid-19 biar ambyar dari Bunda Romi (dokpri)

Enggak perlu ngikutin tetangga sebelah yang pergi kemanapun gak pernah pakai masker. Gak perlu ngikutin orang lain juga jika ada yang enggak jaga jarak dikala berada di tempat biasa . Cukup mulai dari diri sendiri. Tanyakan pada diri sendiri. Kalau bukan kita, siapa lagi?

Kita memang bukan publik figur atau selebritis yang followersnya banyak. Namun Bunda Romi menerangkan bahwa dengan mengawali dari diri sendiri, kita dapat menjadi pola bagi orang lain. Enggak perlu banyak-banyak, minimal dari anggota keluarga atau orang terdekat kita. 

Di saat kita menjadi contoh, bukan tak mungkin orang lain akan mengikuti apa yang kita kerjakan tanpa mereka sadari. Di saat orang lain mengikuti apa yang kita kerjakan, bukan tidak mungkin pula dia akan menjadi pola bagi orang lain. Di ketika siapa saja menjadi pola, maka corona pun bakal menangis melihat kekompakan semua manusia dalam melawannya.

4. Lakukan Sesuai Peran Masing-masing

Tips keempat adalah kita bisa melakukan sesuatu sesuai tugas masing-masing, baik lewat komunitas ataupun tidak. Ini seperti yang dijelaskan oleh Kak Wardah Fajri atau kak Wawa sebagaifounder Komunitas Bloggercrony.
Kak Wardah Fajri menyampaikan paparannya dalam pelatihan online bareng blogger di kala pandemi (dokpri)

Pada kala pandemi seperti sekarang, blogger sendiri mampu berperan sebagai penyebar literasi digital yang faktual untuk mencegah hoax yang berkembang. Oleh sebab itu, bloggercrony tekun melakukan diskusi, edukasi dan aktivasi, baik lewat konten-konten yang kasatmata dan benar di media sosial ataupun edukasi via webinar kepada para membernya. Bloggercrony percaya bahwa makin teredukasi seseorang, maka semakin besar peran mereka dalam melawan covid-19. 

Beberapa teladan aktivitas yang Bloggercrony kerjakan selama pandemi (dokpri)

Namun bagi yang bukan blogger, tidak perlu cemas. Apapun latar belakangnya, kita mampu menunjukkan sumbangsih dalam menghadapi pandemi. 

Seorang guru mampu berperan menyosialisasikan tentang menerapkan protokol kesehatan terhadap murid-muridnya ketika PJJ. Seorang ibu dapat berperan dengan menasehati anaknya. Seorang anak juga mampu berperan dengan menunjukkan berita yang benar terhadap kedua orang tuanya. 

Setiap orang memiliki arti. Tidak ada latar belakang yang remeh temeh. Sekecil apapun peranmu, tidak akan pernah sia-sia untuk sama-sama bergandengan tangan dalam menghadapi pandemi covid-19.

5. Saling Menguatkan

Ada satu poin yang disampaikan oleh kak Wawa dalam seminar dan membuat aku terngiang hingga sekarang. Intinya ia bilang bahwa selama pandemi kita harus “saling menguatkan”. Yap, “saling menguatkan” yaitu kata kunci dalam menghadapi covid-19.

Tak bisa disangkal, pandemi tak cuma berpengaruh pada sektor kesehatan saja namun juga turut menghipnotis ekonomi masyarakat. Tidak sedikit di antara kita yang mengalami penurunan pendapatan dan bahkan mesti rela kehilangan pekerjaan.

Dengan kehidupan di tengah pandemi yang lebih susah dibandingkan sebelumnya, maka kita butuh orang lain untuk saling menguatkan. 

Jika kita mengetahui ada pedagang di sekitar kita yang terdampak ekonomi balasan corona, kita mampu menunjukkan kekuatan dengan cara berbelanja dagangannya. Mungkin jumlah yang kita beli memang tidak seberapa. Tapi mampu jadi apa yang kita kerjakan amat berarti bagi mereka.

Selain berbelanja barang jualan, kita juga mampu menunjukkan pertolongan pribadi baik berupa duit ataupun keperluan pokok kepada teman atau orang di sekitar kita yang terdampak corona. Hal ini mirip yang dilaksanakan Komunitas Bloggercrony selama pandemi. 

Menggalang donasi, salah satu cara yang bloggercrony kerjakan untuk saling menguatkan sesama blogger pada abad pandemi (dokpri)

Saat mengetahui ada sejumlah sahabat bloger yang terdampak pandemi, komunitas bloggercrony melakukan inisiatif dengan cara memberikan derma terhadap mereka yang memerlukan. 

Tapi saling menguatkan di sini tidak memiliki arti terbatas pada materi saja. Kita juga bisa saling menawarkan kekuatan dalam bentuk perlindungan etika. Dengan tidak mengucilkan orang yang konkret covid-19 dan bahkan memberikannya doa serta semangat untuk sembuh, kita juga sudah memperlihatkan kekuatan terhadap orang lain untuk terus bertahan di tengah pandemi.

 

Nah, itu dia 5 tips yang bisa kita lakukan demi musuh covid-19 biar ambyar. Tanpa perlu nunggu lama, yuk kita lakuin sekarang juga!

Buktikan Rasa Sayangmu Pada Keluarga Dengan Tidak Mudik Idul Fitri 2020!

Karena enggak mudik idul fitri 2020, bukan selesai dari segalanya —Valka (2k20)

Pulang ke kampung halaman ketika hari raya datang yakni momen yang dinanti-nanti bagi setiap perantau. Apalagi jika kita masih punya orang bau tanah dan kita telah usang enggak pulang, tentu pulang kampung menjadi momen yang berkesan. Enggak kebayang deh betapa bahagianya kita ketika dapat berkumpul dengan orang-orang yang kita kasihi di hari istimewa.

Gue sendiri juga bahagia dikala pulang kampung. Terakhir kali gue mudik idul fitri bareng keluarga ke kampung halaman bapak di Purworejo pada 2008.

Setelah itu gue sekeluarga baru pulang kampung 1 dekade kemudian. Itu pun bukan pulang kampung lebaran sebab berjalan pada final Desember 2019. Di ketika ada orang yang berpendapat bahwa mudik itu harus dilaksanakan setiap idul fitri, keluarga gue justru berpendapat bahwa mudik itu enggak mesti setiap tahun dan enggak harus dikala idul fitri.

Foto bersama keluarga di Candi Borobudur saat momen pulang kampung pada Desember 2019 (dokpri)
Ngomongin perihal idul fitri, sayangnya lebaran tahun ini akan menjadi idul fitri yang berlawanan daripada idul fitri-lebaran sebelumnya. Merebaknya virus covid-19 ke aneka macam penjuru dunia, termasuk Indonesia menjadi alasan terutama. 
Para matematikawan yang tergabung dalam Alumni Departemen Matematika Universitas Indonesia memperkirakan bahwa pandemi covid-19 akan meraih puncaknya di Indonesia pada 16 April 2020 dengan akumulasi masalah konkret sebanyak 17.000 kasus. Adapun penyebarannya diperkirakan rampung pada Mei sampai Juni 2020. Itu artinya, hingga hari raya lebaran nanti, virus covid-19 masih menghantui kita lho! Wow!
Oleh alasannya adalah itu, bagi yang berencana untuk mudik idul fitri tahun ini, lebih baik ditunda dahulu ya. Kangen sih kangen. Tapi bila kita emang sayang dengan keluarga kita di kampung utamanya orang tua, mending jangan mudik dahulu deh. Buktikan sayangmu dengan tidak pulang kampung dan tidak piknik pada idul fitri 2020 nanti. Selain ngikutin anjuran pemerintah, ini juga merupakan bentuk kesadaran kita untuk meminialisir penyebaran si ovid-19.
Bukan apa-apa nih. Soalnya ada 5 risiko yang bakal kita hadapi jika kita tetap nekad memutuskan buat mudik idul fitri tahun ini. 
5 risiko kalau kita tetap mudik. Yakin tetap mau mudik?

1. Tertular saat perjalanan

Ini dia risiko pertama yang bakal kita hadapi bila kita tetap memaksakan diri buat mudik. Ya, terlebih bila bukan tertular saat perjalanan.

Kita mungkin merasa sehat-sehat aja sebelum dan ketika melaksanakan perjalanan. Tapi kita juga enggak mampu menentukan apakah kita akan bebas dari penularan si corona dikala perjalanan atau enggak. Soalnya corona tuh main anggun banget. Kita bisa tertular tanpa mencicipi gejala sama sekali dan kita juga enggak tahu pas kapan dan dimana kita tertular.

Apalagi covid-19 itu menyebar karena tingginya mobilitas manusia. Nah, periode-abad mudik ialah puncaknya sebab di saat itulah puluhan juta orang dari kota-kota besar pulang ke kampung halamannya masing-masing. Kita pun juga bakal bertemu dengan banyak orang yang tidak kita pahami darimana saja mereka berpergian. Bukan enggak mungkin salah satu di antara mereka ada yang terkena corona.

Kalau ada kacamata gila yang mampu menyaksikan virus sih lezat ya. Kita jadi bisa melihat corona nempel dimana dan siapa-siapa aja yang sedang terjangkit corona sehingga kita bisa menghindar dikala melihat si corona. Tapi kan kenyataannya virus enggak mampu dilihat.
Kalau mampu sembuh dengan sendirinya dalam waktu yang cepat sih alhamdulillah, namun kalau nantinya jadi parah? Bukan nakut-nakutin sih, tetapi percaya mau tertular corona saat mudik?

2. Menularkan penyakit ke keluarga di kampung

Selain tertular oleh virus covid-19, risiko selanjutnya yaitu kita juga berpotensi menularkan penyakit ke keluarga dan sanak kerabat di kampung, entah itu kakak, adik, paman, tante atau bahkan orang renta sendiri.

Kita mungkin merasa sehat-sehat aja saat sampai di kampung halaman alasannya tidak mengalami tanda-tanda sama sekali. Tapi gimana bila ternyata kita tertular corona dan tanpa disadari kita turut menularkan virus tersebut ke orang-orang yang kita sayangi?

Jangan sampai kita menjadi carrier untuk keluarga dan sanak kerabat kita di kampung

Apalagi jika yang tertular ialah orang bau tanah sendiri. Emang kita enggak kasihan? Amit-amit deh jangan sampe.

Bagaimana juga bila yang tertular enggak cuma satu orang aja, tetapi banyak? Enggak mungkin kan kita tega nularin ke mereka?

3. Berstatus ODP wajib karantina 14 hari dan kembali ke perantauan ODP lagi 14 hari

Baiklah, kita mungkin emang merasa bahwa kita enggak terjangkit virus dan enggak menularkannya sama sekali ke orang lain. Tapi sebab kita melakukan mobilitas di tengah-tengah pandemi covid-19, maka kita pun akan berstatus ODP (Orang Dalam Pemantauan) untuk memastikan apakah dalam waktu 14 hari kita sungguh-sungguh terbebas dari covid-19 atau tidak. Gimana pun kan kita bukan cenayang meskipun kita merasa sehat-sehat aja.

Namanya pulang kampung niscaya kita enggak pengen di rumah aja dong. Kita pasti juga pengen bersilaturahmi ke tetangga dan saudara dan bahkan liburan. Tapi karena kita ialah ODP, maka kita wajib melaksanakan karantina selama 14 hari ketika berada di kampung halaman. Jadi kita juga enggak bisa ngapa-ngapain meski udah pulang kampung.

Sayangnya, status ODP ini enggak cuman berlaku saat kita hingga di kampung halaman aja loh. Tapi juga berlaku ketika kita kembali ke kota rantau. Itu artinya, kita juga wajib karantina diri selama 14 hari ketika tiba di kota perantauan. Wow!

Pas pulang kampung, kita wajib karantina 14 hari. Pas balik, wajib karantina 14 hari. Terus buat apa maksain diri buat pulang kampung kalau ujung-ujungnya kita mesti karantina 14 hari? 

4. Jika terinfeksi, fasilitas kesehatan di kawasan belum tentu memadai

Fasilitas setiap daerah di Indonesia belum merata. Ada kawasan yang telah manis dan berkualitas, tetapi ada pula yang masih kurang.
Kalau fasilitasnya sudah oke sih manis. Namun jika kemudahan kesehatannya belum memadai, pasti menjadi kegelisahan kalau amit-amit terinfeksi corona ketika pulang kampung nanti. Apalagi jika kampung halaman kita tidak berada di kota atau jauh dari pusat kota.
Dengan tidak pulang kampung dan tidak piknik pada lebaran 2020, kita pun turut berperan dalam meminimalkan beban kerja para tenaga medis
Nah, ketimbang menambah beban kerja petugas medis di kawasan kalau terinfeksi, lebih baik memang tidak pulang kampung dan tidak piknik dahulu idul fitri 2020. Bagi tenaga medis, bertambahnya satu pasien itu bermakna sehingga makin sedikit pasien, semakin baik.

5. Ngerepotin orang lain!

Risiko terakhir yang penting untuk kita perhatikan jika kita tetep nekad buat pulkam ialah, kita mampu ngerepotin orang lain! Enggak hanya bikin orang renta bakal khawatir saja, tetapi juga anggota keluarga yang lain atau bahkan tetangga di kampung sendiri.
Tak bisa dipungkiri, setiap orang pasti memerlukan orang lain ketika ia jatuh sakit. Enggak cuma dari segi materi, namun juga dari sisi sumbangan moril. Begitu pun kalau ada yang terjangkit corona. Mudik semestinya jadi momen buat menyenangkan orang lain. Tapi kalau ujung-ujungnya ngerepotin, buat apa mudik?

Kalau kata Dilan tahun 2020, “Jangan mudik, berat. Di rumah aja.”, wah, gue baiklah banget. Bukan nakut-nakutin ye, tapi emang lebih baik menghalangi ketimbang mengobati. Gimana pun kita kan kagak bisa menyaksikan corona saking kecilnya.

Kata Dilan 2020 tentang mudik pada lebaran 2020

Bahkan Thanos yang punya kesanggupan kuat banget di jagat marvel universe aja juga kagak bisa lihat corona. Kaprikornus buktikan rasa sayangmu pada keluarga dengan tidak mudik dan tidak piknik pada hari raya Idul Fitri 1441 H nanti. Cukup di rumah/kosan aja deh. Demi keamanan, gue sekeluarga pun juga menetapkan untuk enggak mudik pada lebaran nanti.

Bahkan Thanos yang superpower di dunia Marvel Universe aja gak mampu lihat si corona. (dok. Marvel)

Kalau emang kita kangen dengan keluarga di kampung, jaman kan udah canggih. Kita bisa telponan atau vidcall-an sama mereka untuk melepas rindu.

Enggak pulang kampung pada idul fitri 2020 bukan selesai dari segalanya kok. Kita juga mampu tunda mudiknya di tahun 2021 atau bila emang kebelet pengen pulkam, kita bisa ambil cuti di selesai tahun buat mudik. Insyaallah selesai tahun 2020 keadaannya sudah lebih aman.

Dengan tidak pulang kampung dan tidak piknik, kita turut berperan dalam menyelamatkan banyak nyawa

Sederhana sih. Tapi percaya deh, dengan melaksanakan aksi tersebut kita pun turut berperan dalam menyelamatkan banyak nyawa di tengah-tengah pandemi covid-19 sehingga merealisasikan Indonesia yang lebih sehat. 

Sambut Hari Kanker Sedunia, Yuk Cegah Semenjak Dini Dan Berikan Dukunganmu Untuk Mereka!

Tak terasa bulan Februari tiba. Memasuki bulan ini, ternyata enggak hanya tanggal 14 Februari saja loh yang Istimewa. Bagi para pegiat kesehatan dan penyintas kanker, tanggal 4 Februari menjadi tanggal yang istimewa karena diperingati sebagai Hari Kanker Sedunia (World Cancer Day).
Hari Kanker Sedunia diinisiasi oleh Union for International Cancer Control (UICC). Hari tersebut pertama kali diadakan pada 2006 berdasarkan Piagam Paris pada 4 Februari 2000. Sejak itulah aneka macam negara di dunia memperingatinya.
Peringatan Hari Kanker Sedunia yang diadakan oleh Kementerian Kesehatan RI pada 4 Februari 2020 (dokpri)

Momen ini diperingati alasannya kanker ialah penyebab maut kedua terbesar di dunia. Tercatat ada lebih dari 18 juta orang terdiagnosis kanker dan 9,6 juta orang di dunia meninggal dunia akhir kanker setiap tahunnya.

Itu artinya, setiap 2 detik ada 1 orang yang gres terdiagnosis kanker dan setiap 3 detik ada 1 orang yang meninggal dunia. Jumlahnya bahkan diprediksikan meningkat menjadi 29,5 juta orang pada 2040.

Di Indonesia sendiri, prevalensinya cukup tinggi. Menurut Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan, prevalensinya meningkat dari 1,4 per 1000 penduduk pada 2013 menjadi 1,8 per 1000 penduduk pada 2018.

Sementara berdasarkan data WHO (Globocan 2018), ada sekitar 348.809 kasus gres kanker dengan angka ajal akibat kanker meraih 207.210 di Indonesia. Sebuah fakta yang mengejutkan, bukan?

Tak Perlu Khawatir sebab Kanker Bisa Dicegah!

Melihat fakta bahwa kanker ialah penyakit mematikan tentu membuat kita bergidik ngeri. Sebab kanker bisa menyerang siapa saja dan kapan saja.
Meski angker, kita enggak perlu cemas. Kabar baiknya, ternyata kanker itu bisa dicegah semenjak dini lho! Hal itu seperti disampaikan oleh Direktur P2PTM (Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular) dr. Cut Putri Arianie, MHKes dalam acara diskusi dalam rangka Hari Kanker Sedunia pada 4 Februari 2020 silam.
Secara garis besar, pencegahan kanker dapat dilaksanakan dengan 2 cara, yakni pencegahan faktor risiko dan deteksi dini.

Pencegahan faktor risiko dapat dijalankan dengan mengganti pola hidup yang jelek dan gaya hidup yang sedentary. 
 

Salah satu caranya adalah dengan menyingkir dari kebiasaan merokok. Hal itu dikarenakan rokok mengandung ratusan zat karsinogen mirip acetaldheyde dan aromatic amine berbahaya yang mampu mengubah sel yang tadinya ramah menjadi mengalami mutasi gen.
Ilustrasi merokok (dok. searhc.org)
Jika badan insan terpapar, maka kesehatan pun menjadi ancamannya.  Tak tanggung-tanggung, rokok bahkan dilaporkan bisa menjadikan 15 jenis kanker, khususnya kanker paru-paru! Hiiii!  Ngeri kan?
Kaprikornus kalau kau perokok, seharusnya buruan buang jauh-jauh deh kebiasaan kayak gitu. Soalnya merokok berpotensi mengembangkan risiko seseorang terkena kanker. Enggak hanya buat diri sendiri namun juga bagi orang di sekitarnya.
Kalau emang sulit ninggalin alasannya adalah kecanduan, cobalah untuk meminimalisirnya. Misalnya, sebelumnya merokok sehari 3 batang. Nah, kini minimalisir jadi sehari 2 batang. Meski belum 100% terbebas dari rokok, seenggaknya telah berproses. Perlahan-lahan namun pasti. Tapi bila mampu dilaksanakan lebih total, itu jauh lebih baik.
Selain merokok, gaya hidup yang lain yang mesti diubah ialah kebiasaan minum alkohol dan kurang makan masakan bergizi. Jadi kalau kita memiliki kebiasaan mirip itu, telah saatnya kita mengubahnya.
Jangan lagi menerapkan gaya hidup sedentary alias mager alasannya mager juga dapat mengakibatkan kanker. Oleh alasannya adalah itu penting bagi kita untuk melakukan acara fisik dan membiasakan berolahraga sekurang-kurangnya15 menit sehari. Enggak usah sukar-sukar deh. Minimal rutin berlangsung kaki aja, kita pun sudah berupaya dalam melakukan pencegahan kanker.
Lakukan kegiatan fisik, salah satu cara dalam menangkal kanker (dok. Roelly)
Setelah mengubah pola hidup menjadi lebih sehat, kita juga dapat melaksanakan pencegahan dengan melakukan deteksi dini, baik dilaksanakan oleh diri sendiri ataupun dengan melaksanakan pemeriksaan kesehatan di dokter.
Misalnya, bagi wanita bisa memeriksakan payudaranya sendiri untuk mendeteksi apakah ada benjolan, pergantian pada puting atau payudara. Dengan melakukan deteksi ini, seorang perempuan dapat mengetahui apakah beliau memiliki potensi mengalami kanker payudara atau tidak.
Bagi perempuan juga bisa melaksanakan pemeriksaan serviksnya lewat pap smear dan tes HPV. Dengan melakukan cara ini, seorang wanita juga bisa mengetahui apakah beliau memiliki potensi mengalami kanker serviks atau tidak.

“I am And I Will”, Ayo Buktikan Dukunganmu Pada Para Penyintas Kanker!

Dalam melawan kanker, pencegahan dan pengobatan saja tidak cukup. Adanya dukungan dari orang-orang sekitar, termasuk oleh orang yang sehat juga enggak kalah pentingnya. Tak bisa disangkal, sumbangan mampu memperlihatkan kekuatan bagi orang-orang yang mengalaminya untuk mampu berdiri dan sembuh dari kanker.
Oleh sebab itu, khusus tahun 2019-2021, tema yang diangkat dalam Hari Kanker Sedunia secara global ialah “I am and I Will” (Saya yakni dan aku akan). Tema ini dipilih alasannya adalah Badan Kesehatan Dunia (WHO) ini yakin bahwa setiap orang mampu berpartisipasi dalam memerangi kanker, sekecil apapun itu tindakannya.
Bagi yang ingin memperlihatkan santunan, caranya mudah kok. Kita mampu mendatangi laman Hari Kanker Sedunia di www.harikankersedunia.com. Kemudian unggah foto terbaik yang kita miliki dan tuliskan pesan yang ingin kita sampaikan di sana.  Jangan lupa juga untuk unggah foto tersebut di media umum

Aksi ini terbilang sederhana. Kendati demikian, saya yakin bahwa sekecil-kecilnya sumbangan yang kita berikan niscaya amat bermakna bagi mereka yang mengalami kanker.

Di Hari Kanker Sedunia, cita-cita saya tak muluk-mulu. Saya berharap biar kita senantiasa diberikan kesehatan dan para penyintas kanker diberikan kekuatan dan kesembuhan.

Rangkul Disabilitas, Kini Sudah Hadir Peta Jalan Layanan Kesehatan Inklusi Disabilitas!

Kayaknya gres kemarin bulan November. Namun ternyata bulan Desember udah datang aja. Itu artinya kita sudah berada di penghujung tahun dan sebentar lagi kita akan mengalami perubahan tahun.
Btw, ngomon-ngomong soal bulan Desember, sobat-teman tahu enggak jikalau Bulan Desember yaitu bulannya sahabat-sobat disabilitas? 
Yap! Bulan Desember yakni bulannya kesadaran disabilitas alasannya adalah sejak tahun 1992, Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) telah menetapkan tanggal 3 Desember selaku hari disabilitas internasional. Sejak itu tanggal 3 Desember menjadi momen yang penting alasannya mengingatkan kita perihal betapa pentingnya peran disabilitas dalam pertumbuhan masyarakat serta betapa seharusnya kita sebagai orang yang nondisabilitas sadar dan menghargai hak-hak mereka.
Logo Hari Disabilitas Internasional (dok. un.org)
Seperti pelaksanaan hari-hari tertentu lainnya, hari disabilitas juga mengangkat tema yang berlainan tiap tahunnya. Nah, khusus tahun ini tema yang diangkat adalah ‘Promoting the participation of persons with disabilities and their leadership: taking action on the 2030 Development Agenda’ (Mempromosikan partisipasi penyandang disabilitas dan kepemimpinan mereka: mengambil bab dalam Agenda Pengembangan 2030).  
Intinya yakni, PBB ingin supaya negara-negara di dunia mampu berkonsentrasi pada pemberdayaan penyandang disabilitas secara inklusif, adil dan berkesinambungan mirip yang tercantum dalam Agenda Pembangunan Berkelanjutan 2030 (2030 Agenda for Sustainable Development). Selain untuk merealisasikan keadaan ‘leave no one behind’ alias tidak ada seorang pun yang tertinggal’, juga untuk mengakui bahwa disabilitas yakni isu lintas sektor yang dicakup dalam 17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (17 Sustainable Development Goals). 
Kenapa? Dengan banyaknya orang yang mengalami disabilitas, informasi ini menjadi berita yang perlu untuk diamati. Faktanya, kemajuan jumlah penyandang disabilitas di dunia kian banyak dari waktu ke waktu. 
Menurut data WHO, jumlah penyandang disabilitas di dunia pada 2010 ialah sebanyak 15,6% dari total populasi dunia atau lebih dari 1 miliar. Itu artinya, 15 dari setiap 100 orang di dunia tercatat sebagai penyandang disabilitas sedangkan sekitar 2-4 orang dari 100 orang di dunia masuk dalam klasifikasi penyandang disabilitas berat. Wow!
Terus gimana dengan Indonesia? Berdasarkan Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018, prevalensi disabilitas pada masyarakatIndonesia yang berusia 5-17 tahun mencapai 3,3% sedangkan pada usia 18-59 tahun mencapai 22%. Dari jumlah tersebut, angka tertinggi terdapat di provinsi Sulawesi Tengah sementara yang terendah terdapat di Lampung. 
Dengan prevalensi tersebut, bantu-membantu kini Indonesia sudah mulai terbuka sedikit demi sedikit dalam pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas. Hal itu bisa kita lihat di berbagai kemudahan lazim. Garis kuning penunjuk di trotoar atau stasiun yang telah tersedia bagi orang buta dan kursi prioritas yang tersedia di busway contohnya. 
Namun sayangnya, itu belum cukup. Besarnya potensi kecenderungan meningkatnya jumlah penyandang disabilitas balasan proses degeneratif serta minimnya susukan kesehatan yang inklusi bagi sobat-teman disabilitas masih menjadi PR yang mesti Indonesia selesaikan. Oleh sebab itu, pemerintah lewat Kementerian Kesehatan melakukan berbagai program. Salah satunya ialah lewat peluncuran Peta Jalan Layanan Kesehatan Inklusi Disabilitas.

Apa itu Peta Jalan Layanan Kesehatan Inklusi Disabilitas?

Peta Jalan Layanan Kesehatan Inklusi Kesehatan mungkin masih terdengar asing di indera pendengaran kita. Saya sendiri bahkan gres mendengarnya. Namun menyerupai suatu bangunan yang butuh tiang, inilah pondasi dasar yang pemerintah kerjakan dalam rangka memenuhi hak-hak masyarakat disabilitas dalam meraih terusan kesehatan.
Peta Jalan Layanan Kesehatan Inklusi Disabilitas 2020-2024 yakni acuan kebijakan dan program bagi seluruh jajaran kesehatan baik di tingkat pusat maupun daerah. Tujuannya ialah untuk membuat lebih mudah kerja sama dalam mewujudkan tata cara dan layanan kesehatan yang aksesibel, menyeluruh, terjangkau, berkualitas, menghargai martabat dan bahkan hingga mempekerjakan penyandang disabilitas di seluruh Indonesia.
(dokpri)
Oh ya, terciptanya Peta Jalan Layanan Kesehatan Inklusi Disabilitas (seterusnya disingkat PJLKID) enggak terjadi begitu saja lho! Namun telah lewat serangkaian proses panjang, mulai dari konsultasi dengan pemerintah dan DPO (Disability Person Organization), wawancara dengan pemerintah dan DPO, proses validasi dengan pemerintah dan DPO, pengkajian literatur, publikasi ilmiah dan kebijakan sampai pengkajian laporan acara-program yang dijalankan oleh kawan pembangunan, LSM, DPO, pemerintah dan sejumlah negara.
Untuk menyukseskan peta jalan ini, aneka macam pihak pun dilibatkan. Tercatat ada 29 pihak yang berpartisipasi yang berisikan 4 direktorat Kementerian Kesehatan, 5 Kementerian/Lembaga dan 25 CSO (Civil Society Organization)/DPO di seluruh Indonesia. 
Nah, output dari peta jalan ini adalah melahirkan 7 taktik utama yang merujuk pada WHO Disability Action dan Health System Strengthening. Adapun ketujuh taktik utama tersebut yaitu:
1. Mengatasi hambatan fisik dan gosip dalam mengakses layanan
2. Menyediakan tenaga kesehatan yang terampil dan peka disabilitas
3. Menyediakan layanan kesehatan yang menyeluruh
4. Meningkatkan partisipasi penyandang disabilitas
5. Menguatkan mekanisme dan pelembagaan implementasi kerangka kebijakan
6. Meningkatkan anggaran sektor kesehatan di tingkat sentra dan tempat untuk pengembangan layanan inklusif.
7. Mendorong kebijakan dan program yang berlandaskan berita akurat.
(dokpri)
Demikian langkah yang dijalankan oleh pemerintah dalam merealisasikan saluran kesehatan yang inklusi bagi penyandang disabilitas. Tak lupa pula pemerintah melalui Kementerian Kesehatan juga membangun Rehabilitasi Bersumberdaya Masyarakat (RBM), suatu upaya untuk memberdayakan penyandang disabilitas dalam berbagai aspek kehidupan baik di tatanan keluarga bahkan sampai penduduk .  RBM sendiri telah dikembangkan di sejumlah provinsi dalam kala 2017-2018. 
Sebagai nondisabilitas, saya menyambut baik program-acara yang dilaksanakan oleh pemerintah. Saya berharap lewat acara ini terciptalah masyarakat yang inklusi terhadap penyandang disabilitas yang ditandai dengan meningkatnya partisipasi keluarga penyandang disabilitas dan penduduk sekitarnya.

Ini Ia 5 Langkah Mudah Ciptakan Sanitasi Kondusif Demi Dunia Yang Lebih Baik!

Tanggal 19 November 2019 kemarin ialah momen penting bagi para masyarakat dunia. Itu sebab tanggal tersebut yaitu Hari Toilet Sedunia. Saya sendiri bahkan baru mengetahuinya belum usang ini.

Hari Toilet Sedunia adalah hari yang ditetapkan oleh World Toilet Organization semenjak 2001, namun penetapan resminya baru terealisasi pada 24 Juli 2013. Hari ini diperingati untuk mengingatkan perihal betapa pentingnya jalan masuk sanitasi pada masyarakat dunia namun sayangnya masih banyak yang belum mendapatkan terusan dengan baik.

(dok. holidayscalendar.com)
Setiap tahunnya Hari Toilet Sedunia mengusung tema yang berlawanan-beda. Khusus 2019, Hari Toilet Sedunia mengusung tema “Leaving No One Leave Behind”. Tema ini diangkat alasannya adalah berkaitan dengan kesepakatan utama dari agenda pembangunan berkesinambungan 2030 (2030 Agenda for Sustainable Development).

Tercatat ada 673 juta masyarakatdunia yang belum mempunyai akses sanitasi yang bagus. Sementara di Indonesia sendiri, 82% penduduknya mengalami kesusahan dalam mengakses air perpipaan. Sekitar 100 ribu anak meninggal dunia setiap tahunnya alasannya diare. Hiks, murung ya 🙁

Pentingnya sanitasi pada setiap orang pasti enggak boleh disia-siakan begitu saja. Nah, dalam rangka memperingati momen tersebut maka USAID IUWASH PLUS berkolaborasi dengan PD PAL JAYA mengadakan temu blogger/vlogger bertemakan “Kapan Sanitasi Aman” pada 19 November 2019 di Comic Cafe, Tebet, Jakarta Pusat.

(dokpri)
Dalam acara tersebut turut hadir sejumlah pembicara kompeten yakni Ika Fransisca selaku Advisor Bidang Pemasaran dan Perubahan Perilaku USAID IUWASH PLUS, DR. Subekti sebagaiDirektur Utama PD PAL Jaya dan Zaidah Umami sebagaisanitarian Puskesmas Kecamatan Tebet.

Menariknya, aktivitas tersebut tidak cuma berbentuktalkshow yang membahas wacana apa itu sanitasi dan seperti apa terusan sanitasi yang baik saja. Namun ada pula kunjungan ke kawasan pemukiman di tempat Tebet. Seketika saya terkejut karena ternyata masih banyak warga Jakarta yang belum terbebas dari kanal sanitasi yang bagus.

Namun kita enggak perlu cemas. Sebagai masyarakat, kita bisa turut ambil bab dalam mengatasi problem sanitasi.  Ini ia 5 langkah gampang yang mampu kita lakukan untuk membuat lingkungan sanitasi yang kondusif!

1. Dimulai dari diri sendiri, buanglah mantan sampah pada tempatnya

Ini dia langkah mudah pertama yang mampu kita kerjakan minimal dari diri sendiri. Yap, terlebih jikalau bukan mencampakkan mantan sampah pada tempatnya!
Kak Zaidah Umami, sanitarian dari Puskesmas Kecamatan Tebet, Jakarta Pusat menerangkan bahwa sampah erat banget kaitannya dengan sanitasi. Hal itu dikarenakan sampah yang dibuang secara sembarang pilih mampu mencemari lingkungan yang berakibat pada timbulnya banyak sekali duduk perkara.
Selain mampu menimbulkan banjir, pencemaran lingkungan balasan sampah juga mampu membuatkan banyak sekali penyakit berbahaya. Mulai dari bisul cacing tambang, demam tifoid, kolera, tetanus dan bahkan hingga diare! Hiii… ngeri kan?
Meski jaman sekarang udah terbaru, sayangnya masih banyak penduduk kita yang punya kebiasaan buruk mirip ini. Jangankan di desa, di kota-kota besar yang jalan masuk pendidikan dan informasinya lebih gampang saja masih banyak kok penduduk yang belum sadar akan kebersihan lingkungan!
Data dari Kementerian Kesehatan pada 2018 menyebut bahwa cuma 20% dari total masyarakat Indonesia yang peduli terhadap kebersihan dan kesehatan. Itu artinya, dari 262 juta jiwa penduduk, hanya sekitar 52 juta saja yang sudah mempunyai kesadaran akan kebersihan dan kesehatan. Wow!
Nah, sebab masih minim angka penduduk yang sadar, maka kita enggak mampu tinggal membisu begitu saja. Dimulai dari diri sendiri, saatnya kita ambil tindakan dalam membuat lingkungan sanitasi yang kondusif sesimpel membuang sampah pada tempatnya.

2. Jadikan basuh tangan dengan sabun sebagai kebiasaan 

Mencuci tangan dengan sabun, salah satu langkah termudah dalam menciptakan lingkungan sanitasi yang aman (dok. medicalnewstoday.com)
Setiap hari kita niscaya makan. Begitu pun dengan buang air.  Namun apakah mencuci tangan dengan sabun setelah melaksanakan acara tersebut sudah kita lakukan? Ayo dikenang-ingat, bisa jadi kita sering lupa dalam melakukannya!
Kelihatannya mungkin sepele. Namun justru inilah salah satu upaya termudah yang bisa kita lakukan dalam merealisasikan lingkungan sanitasi aman, minimal untuk diri kita sendiri. Tak mampu dipungkiri, kuman dan bakteri penyebab penyakit ada dimana-mana. Apalagi jikalau kita berada di luar atau di kawasan yang tidak kita pahami higienitasnya, wah makin rentan deh!
Maka dari itu upaya preventif penting untuk dijalankan. Selain mencuci tangan dengan sabun yang ada di toilet, kita juga mampu melakukannya dengan mempersiapkan hand sanitizer yang mudah dibawa kemana-mana.
Lalu kapan saja ketika yang tepat untuk melakukannya? Nah, berikut yakni ketika-ketika yang disarankan untuk mencuci tangan dengan sabun!
  • Sebelum dan setelah makan
  • Setelah buang air
  • Setelah bersentuhan dengan cairan tubuh lain seperti ingus, air liur, muntah dan kotoran hidung
  • Setelah menggunakan kendaraan
  • Setelah memakai akomodasi biasa  
Kapanpun dan dimanapun, higienitas layak kita perhatikan. Menjadikan basuh tangan dengan sabun sebagai kebiasaan adalah kuncinya. 

3. Rutin membersihkan kamar mandi

 Membersihkan kamar mandi, kegiatan sanitasi yang semestinya rutin dilakukan (dok. ahs.com)
Selain membiasakan diri dengan mencuci tangan pakai sabun, langkah mudah berikutnya yang bisa kita kerjakan dalam membuat lingkungan sanitasi yang kondusif adalah membersihkan kamar mandi secara berkala . 
Bersihkan apa saja, mulai dari bak, toilet, wastafel, pancuran alias shower bahkan sampai dinding dan lantai kamar mandi. Bersihkan semua peralatan yang ada di kamar mandi terutama pada bagian yang sering kita sentuh. Gunakan pembersih khusus untuk membunuh bakteri-bakteri yang ada di dalam kamar mandi, sekurang-kurangnyasatu bulan sekali.

4. Menjaga kebersihan diri

Selanjutnya yaitu mempertahankan kebersihan diri. Yang dimaksud dengan mempertahankan kebersihan diri tidak semata rutin mandi setiap harinya loh ya, namun juga mencakup sikap kebersihan lainnya. 
Misalnya, tentukan busana yang kita kenakan itu bersih. Perhatikan kuku-kuku yang kita miliki. Jika sudah panjang dan bahkan kotor, potonglah secara berkala. Jangan jajan asal pilih. Pastikan makanan dan minuman yang mau kita konsumsi itu bergizi.

5. Melakukan penyedotan tinja secara bersiklus

PD PAL JAYA menawarkan layanan penyedotan tinja bagi masyarakat Jakarta (dokpri)
Teman-teman pernah dengar wacana sedot tinja? Wah, pastinya sudah familiar dong! Info ini biasanya sering kita peroleh melalui selebaran-selebaran yang sering ditempel di tiang-tiang listrik.
Sebelumnya aku berpendapat bahwa kegiatan ini hanya dilaksanakan kalau WCnya mampet saja. Namun ternyata fikiran saya salah. Lewat kunjungan ke kawasan pemukiman di Tebet dalam program yang diadakan oleh USAID IUWASH PLUS dan PD PAL JAYA beberapa waktu lalu, saya hasilnya jadi tahu tentang tujuan sedot tinja atau sedot WC itu yang bantu-membantu. Ternyata aktivitas tersebut tidak semata dilakukan untuk menangani WC mampet, tetapi untuk mewujudkan lingkungan yang lebih berkesinambungan. Wow!
Kenapa? Soalnya penyedotan tinja itu mempunyai berbagai faedah. Mulai dari penghematan pencemaran basil e-coli di tangki septik, menghalangi kemampetan bahkan hingga mewujudkan lingkungan yang berkelanjutan.
Pak Subekti dari PD PAL JAYA menyarankan bahwa setiap keluarga yang telah memiliki tangki septik (septic tank) untuk melaksanakan penyedotan tinja di rumahnya secara berkala. Setiap rumah mungkin memiliki waktu yang berbeda-beda, tetapi lazimnya minimal 2-3 tahun sekali.
Di PD PAL JAYA sendiri, terdapat teknologi berjulukan PAL-Andrich Tech. Berkat teknologi tersebut, limbah tinja akan diubah menjadi air yang lebih ramah lingkungan. Bukan selaku air minum, tetapi untuk dipakai untuk flushing toilet dan cooling water.  Dengan begitu, maka tak cuma mutu limbah saja yang diperoleh namun juga efisiensi waktu juga bakal ditemukan!
Menariknya, penyedotan tinja dari septik tank ini tidak boleh dijalankan sampai 100% habis lho,  namun mesti disisakan sedikit. Hal itu dikarenakan kuman e-coli bertugas mengolah tinja di dalam tangki septik. Jika bakterinya habis, maka kotoran yang gres akan usang lagi membentuk bakteri dan akan mengkonsumsi waktu sampai 3 bulan. Makara bila tangki septiknya disedot hingga habis, maka tangkinya justru akan cepat sarat .
Jika berkeinginan, sobat-sobat bisa menelepon PD PAL Jaya di www.paljaya.com dan nomor telepon (021)8354252 / 8354253. Hanya dengan mengeluarkan kocek sebesar Rp165ribu sampai Rp330ribu (termasuk pajak), kita pun telah mampu membersihkan limbah tinja yang ada di tangki septik rumah kita.  Untuk ketika ini PD PAL JAYA gres mampu mengatasi layanan penyedotan tinja di kawasan DKI Jakarta saja. Namun ke depannya bukan tak mungkin layanannya akan diperluas ke Jabodetabek dan bahkan daerah-daerah yang lain.
Nah, itulah 5 langkah mudah yang mampu kita kerjakan dalam membuat lingkungan sanitasi aman. Pada kesannya, sanitasi bukan cuma soal diri sendiri saja, namun soal bagaimana kita menimbang-nimbang orang lain dan berkolaborasi bareng demi dunia yang lebih baik. Bagaimana pun, pemenuhan terusan sanitasi yang baik ialah hak semua orang.

Diabetes? Enggak Perlu Khawatir, Atasi Saja Dengan Akil!

Kalau ditanya apa masakan favorit aku, maka masakan dan minuman bagus ialah jawabannya. Mulai dari kudapan manis, es krim, cokelat, teh elok bahkan hingga minuman kekinian yang ada bobbanya, saya suka banget. Apalagi jikalau pas beli ada cashbacknya, wah makin sering beli deh! 😀

Awalnya sih saya asal makan-makan aja. Namun seiring berjalannya waktu, aku kesannya sadar bahwa saya mesti berhati-hati. Saya harus mengendalikan kadar gulanya sebab kalau kebanyakan, diabetes jadi karenanya.

Ilustrasi masakan elok (dok. colourbox)
Diabetes sendiri ialah penyakit kronis yang ditandai dengan kadar gula (glukosa) darah yang tinggi atau di atas normal. Sebenarnya sih diabetes gak mutlak disebabkan dari kuliner dan minuman yang murni berasa cantik seperti es krim, cokelat atau teh elok saja. Makanan lain bermuatan gula yang dimakan secara berlebihan, mirip nasi misalnya juga mampu mengembangkan risiko penyakit diabetes. Selain itu, aspek keturunan dan minimnya kegiatan alias kebiasaan mager juga menjadi penyebab yang lain.

Diabetes adalah penyakit berbahaya. Kenapa? Jadi manusia itu memerlukan glukosa sebagai sumber energi dalam tumbuh. Jika kadar glukosanya berlebih, maka dia akan disimpan dalam bentuk glukagon. 1 glukosa memerlukan 1 insulin semoga mampu menjadi 1 glukagon. Glukagon sendiri dapat diubah kembali menjadi sumber energi jikalau dibutuhkan.

Dalam keadaan wajar alias bukan penderita diabetes, jumlah antara glukosa dan insulin itu seimbang. Misalnya 100 glukosa akan diproses oleh 100 insulin untuk disimpan menjadi glukagon. Ini tentu enggak masalah karena jumlah antara glukosa dan insulin itu sama.
Namun jikalau kondisinya tidak normal atau diabetes, maka jumlah glukosanya lebih banyak ketimbang insulin. Misalnya, glukosa berjumlah 100 tetapi insulin 50. Ingat prinsip bagaimana glukagon diproses? 1 glukosa + 1 insulin = 1 glukagon. Nah, alasannya adalah jumlah insulinnya lebih sedikit 50 sedangkan glukosanya berjumlah 100, maka cuma 50 glukagon saja yang dapat dihasilkan. Itu artinya, sisanya ialah 50 glukosa yang tidak terproses kemudian akan menyebar ke dalam darah dan alhasil memiliki efek pada diabetes.

 

Nah, untuk meminimalkan penyebaran penyakit diabetes di Indonesia dan meningkatkan kesadaran penduduk akan diabetes, Kementerian Kesehatan RI mengadakan talkshow interaktif ihwal diabetes di Gedung Kemenkes  pada Jumat, 15 November 2019 lalu. Kegiatan ini dijalankan juga dalam rangka memperingati hari diabetes sedunia yang jatuh pada 14 November yang pada tahun ini mengangkat tema “Keluarga dan Diabetes”.
Hari diabetes sedunia 2019 di Kementerian Kesehatan RI (dokpri)
Keluarga menjadi fokus utama dari Hari Diabetes Sedunia kali ini alasannya adalah keluarga tergolong golongan yang rentan terkena diabetes. Berdasarkan fakta, 4 dari 5 orang renta di dunia tidak menyadari bahaya diabetes yang mengintai mereka. 
Atasi dengan CERDIK!
Diabetes merupakan momok bagi siapa pun. Siapapun niscaya tidak ada yang ingin terjangkiti olehnya. Namun tak perlu khawatir, diabetes itu sungguh bisa untuk dicegah dan dilawan. Salah satu solusinya yaitu dengan menerapkan perilaku CERDIK. Apa itu CERDIK? Check this out!

1. C = Cek Kesehatan

(dokpri)

Mengecek kesehatan tidak cuma dikerjakan saat kita sedang sakit saja. Di ketika kita merasa sehat, kita juga perlu loh melakukannya. Kenapa? Soalnya cek kesehatan yaitu langkah antisipasi alasannya adalah mampu saja ada penyakit yang bersarang di badan kita namun kita tidak mengetahuinya. Tentu kita berharap kondisi kesehatan kita baik-baik saja. Namun kita juga enggak mampu menebak kan apakah kita benaran sehat atau justru tidak?

Lalu apa saja yang perlu diperiksa? Selain berat badan, kita juga perlu memeriksakan tensi darah, gula darah dan bahkan kolesterol. Datang saja ke puskesmas atau klinik terdekat untuk memeriksakan kesehatan kita. Secara terstruktur, pastinya. Nah, pada simposium kemarin aku beruntung banget bisa memeriksakan kesehatan badan aku alasannya adalah Kemenkes menyediakan fasilitasnya. Alhamdulillah untuk tensi darah, gula darah dan kolesterol akibatnya wajar alias tidak ada problem. Namun untuk berat tubuh masih PR nih alasannya belum ideal dengan tinggi tubuh saya yang meraih 170 cm. Yang punya lemak bagi-bagi dong :p

2. E = Enyahkan asap rokok dan jangan merokok.

Bagi yang perokok, buruan deh minimalisir kebiasaannya karena hal ini bisa memiliki dampak pada kesehatan. Enggak hanya diri sendiri namun juga kepada orang lain. Saya sih alhamdulillah tidak pernah merokok. Namun saya masih belum mampu terbebas dari asap rokok alasannya asap rokok orang lain. Oleh sebab itu sebisa mungkin kalau ada yang merokok, aku menentukan untuk menghindar untuk kesehatan saya sendiri.

3. R = Rajin melaksanakan kegiatan fisik. 

Shinchan aja melaksanakan aktivitas fisik. Masa kamu enggak? (dok. Crayon Shinchan)

Intinya jangan mager! Biasain deh dari kini untuk melakukan aktivitas fisik. Enggak banyak kok, sekurang-kurangnya30 menit aja dalam sehari. Eits, kegiatan fisik yang dimaksud di sini gak hanya bermakna olah raga saja ya, kegiatan lain mirip membersihkan rumah juga tergolong loh. Saya sendiri sudah mulai membiasakannya dengan hal-hal sederhana seperti berjalan kaki.

4. D = Diet yang seimbang.

Diet yang dimaksud di sini bukan mempunyai arti makan sedikit namun kita mesti mengontrol contoh makan kita. Konsumsilah makanan sehat dan gizi sebanding. Menurut Kemenkes, tawaran yang baik itu ialah konsumsi buah sayur sekurang-kurangnya5 takaran per hari, menekan konsumsi gula sampai maksimal 4 sendok makan atau 50 gram per hari dan hindari kuliner/minuman yang manis atau yang  berkarbonasi.

5. I = Istirahat yang cukup.

Kita boleh aja punya banyak aktivitas. Tapi kita juga perlu ingat bahwa anggota badan kita punya hak untuk istirahat. Makara jangan forsir diri kita dengan kegiatan yang berlebihan. Istirahatlah yang cukup.

6. K = Kelola stres dengan baik dan benar

(dok. wiseworkplace.com.au)

Stres itu yaitu hal yang masuk akal. Mau ujian stres. Menghadapi tenggat waktu kerjaan juga stres. Masalahnya ialah tinggal bagaimana kita mengelolanya. Jika ada sahabat dekat atau orang yang kita percayai, enggak ada salahnya juga loh kita melaksanakan curhat. Info terkait mengurus stres mampu dilihat di sini ya.

CERDIK tampaknya sepele. Namun bila kita membiasakannya secara terorganisir sedini mungkin, kita telah melawan diabetes agar tak bersarang pada tubuh kita. Semoga perayaan hari diabetes sedunia 2019 ini mampu menjadi momentum bagi seluruh komponen penduduk dalam memajukan kesadaran kesehatannya terutama dalam hal diabetes ya.