Ketua DPD Tak Setuju Negara Dianggap Gagal Tangani Pandemi – Nasional – lagikepo.com – LAGIKEPO



LAGIKEPO |

Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI AA La Nyalla Mahmud Mattalitti mengajak semua elite politisi agar menjadi negarawan yang sejati, melangkah bersama mewujudkan Indonesia yang tangguh di tengah beratnya beban akibat pandemi Covid-19. LaNyalla juga menyatakan tak sepakat dengan pandangan Indonesia sebagai negara gagal dalam menghadapi pandemi.

LaNyalla menyampaikan apresiasi atas semua upaya dan langkah yang telah dilakukan pemerintah dalam menangani pandemi Covid-19. Pasalnya, tentu tidak mudah menangani di sektor kesehatan bersamaan dengan menjaga keseimbangan di sektor ekonomi.

“Oleh karena itu, kami tidak setuju dengan pendapat yang mengatakan bahwa negara telah gagal dalam menangani pandemi ini. Bahwa ada kekurangan, memang harus diakui,” kata LaNyalla dalam Sidang Tahunan Bersama MPR, DPR, dan DPR di Gedung DPR, Jakarta, Senin (16/8).

LaNyalla juga memberikan apresiasi atas kerja keras di sektor pemulihan ekonomi nasional, di mana Indonesia mampu meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi di tengah pandemi. Meskipun, menurutnya pemulihan ekonomi masih didominasi oleh konsumsi rumah tangga saat ada momentum Ramadan serta Idul Fitri dan Idul Adha.

Ekonomi Indonesia tumbuh 7,07% secara tahunan (year on year) pada kuartal II tahun 2021.  “Tentu kami berharap pertumbuhan ekonomi juga ditopang oleh indikator purchasing managers index manufaktur Indonesia yang baik, Karena hal itu akan menunjukkan dengan terang apakah mesin ekonomi berjalan,” kata dia.

Dia menambahkan bila industri dan manufaktur berjalan, berarti supply chain juga berjalan, kredit bank juga bergulir, buruh terus bekerja dan pasar bisa menyerap barang.

“Kami juga berharap industri yang berjalan bukan hanya didominasi industri Farmasi saja, tetapi juga industri padat karya lainnya,” ujar dia.

Lebih lanjut, LaNyalla mengatakan, pandemi Covid-19 ini juga memberikan hikmah terbesar yakni sebagai bangsa, Indonesia dapat mengetahui kelemahan-kelemahan  fundamental, yang selama ini belum terungkap  secara terang benderang.

“Kita menyaksikan  dan melihat sendiri bagaimana ketahanan Sektor  Kesehatan kita, ketika terjadi ledakan korban Covid-19. Rumah sakit nyaris collapse, tenaga medis berguguran, fasilitas kesehatan dan alat  medis yang kekurangan di sana-sini, juga kualitas  kesehatan masyarakat kita yang ternyata rentan  dengan komorbid,” kata dia.

 Baca Juga

Pandemi Covid-19 ini juga memperlihatkan bahwa industri alat kesehatan Indonesia yang masih didominasi produk impor. Sementara beberapa anak bangsa yang mencoba  memproduksi sejumlah alat pendukung medis di tengah pandemi belum mendapat kepercayaan  dari pemerintah sendiri mulai dari ventilator sampai vaksin merah putih dan vaksin nusantara.

Selain itu, Ia menyebut, pandemi juga memberikan hikmah di sektor pendidikan yang selama ini tidak terbuka secara terang benderang, yaitu kualitas pembelajaran ketika dihadapkan kepada pola baru, seperti belajar dari jarak jauh atau online.

“Termasuk  kesiapan dukungan sarana dan dukungan  infrastruktur di desa dan pelosok negeri,” ujarnya.

2021-08-16 04:11:00

Source link

Diminta Jokowi, Kemenkes Revisi Aturan Harga Tes PCR Pekan Ini – Nasional – lagikepo.com – LAGIKEPO



LAGIKEPO |

Presiden Joko Widodo meminta harga tes PCR atau Polymerase Chain Reaction untuk Covid-19 l;ebih murah. Permintaan itu direspons Kementerian Kesehatan, yang akan mengubah batas atas biaya tes Covid-19 tersebut dalam pekan ini.

“Kurang lebih dalam lima hari,” kata Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakiut Menular Langsung Kemenkes dr Siti Nadia Tarmizi kepada – lagikepo.com, Minggu (15/8). Kemenkes akan berkonsultasi dengan berbagai pemangku kebijakan dalam proses revisi ini.  

Sebelumnya aturan batas atas harga tes PCR Rp 900 ribu termaktub dalam Surat Edaran Nomor Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan berkop HK.02.02/I/3713/2020.

Presiden Joko Widodo memerintahkan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menurunkan biaya tes tersebut.   Jokowi mengatakan dengan harga yang murah, maka tes dapat dilakukan lebih banyak untuk membongkar kasus positif Covid-19.

“Saya minta agar biaya PCR di antara Rp 450 ribu sampai Rp 550 ribu,” kata Jokowi dalam keterangan pers virtual, Minggu (15/8).

Tak hanya murah, Jokowi juga meminta hasil tes PCR bisa diketahui masyarakat paling lama 1×24 jam. “Karena kita perlu kecepatan,” ujarnya.

Sebagai perbandingan, dari data Kementerian Kesehatan harga tes PCR di India hanya mencapai Rp 96 ribu, Malaysia Rp 510 ribu, Vietnam Rp 460 ribu, Turki Rp 422 ribu, Rusia Rp 500 ribu. Sedangkan tes di Amerika Serikat mencapai Rp 1,5 juta, Thailand Rp 1,3 – Rp 2,8 juta, dan Singapura sebesar Rp 1,6 juta.

PCR masih menjadi salah satu syarat aktivitas masyarakat saat PPKM Level 4.  Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengatur tes ini sebagai bagian ketentuan masuk mal jika belum mendapatkan vaksin.  

“Hasil tes antigen atau PCR juga harus dilengkapi dengan kode quick response (QR) yang dapat diverifikasi secara digital untuk mempermudah pengecekan,” kata Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Oke Nurwan dalam konferensi pers virtual, Rabu (11/8).

Sedangkan pada periode Kamis (5/8) hingga Kamis (12/8) rata-rata angka tes Covid-19 turun 7,7% menjadi 130.406 orang per hari. Adapun pada rentang sepekan sebelumnya, jumlah orang yang dites per hari mencapai 141.301.

2021-08-15 12:44:00

Source link

Jokowi Perintahkan Menkes Turunkan Harga Tes PCR Jadi Rp 450-550 Ribu – Nasional – lagikepo.com – LAGIKEPO



LAGIKEPO |

Presiden Joko Widodo merespons informasi soal mahalnya harga tes Polymerase Chain Reaction (PCR) untuk mendeteksi Covid-19. Jokowi memerintahkan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin untuk menurunkan biaya tes tersebut. 

Kementerian Kesehatan saat ini mengatur maksimal harga PCR mencapai Rp 900 ribu. Jokowi mengatakan dengan harga yang murah, maka tes dapat dilakukan lebih banyak untuk membongkar kasus positif Covid-19.

“Saya minta agar biaya PCR di antara Rp 450 ribu sampai Rp 550 ribu,” kata Jokowi dalam keterangan pers virtual, Minggu (15/8).

 

Tak hanya murah, Jokowi juga meminta hasil tes PCR bisa diketahui masyarakat paling lama 1×24 jam. “Karena kita perlu kecepatan,” ujarnya.

Sebagai perbandingan, dari data Kementerian Kesehatan harga tes PCR di India hanya mencapai Rp 96 ribu, Malaysia Rp 510 ribu, Vietnam Rp 460 ribu, Turki Rp 422 ribu, Rusia Rp 500 ribu. Sedangkan tes di Amerika Serikat mencapai Rp 1,5 juta, Thailand Rp 1,3 – Rp 2,8 juta, dan Singaura sebesar Rp 1,6 juta.

Sedangkan pada periode Kamis (5/8) hingga Kamis (12/8) rata-rata angka tes Covid-19 turun 7,7% menjadi 130.406 orang per hari. Adapun pada rentang sepekan sebelumnya, jumlah orang yang dites per hari mencapai 141.301.

Adapun PCR masih menjadi salah satu syarat aktivitas masyarakat saat PPKM Level 4.  Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengatur tes ini sebagai bagian ketentuan masuk mal jika belum mendapatkan  vaksin.

 “Hasil tes antigen atau PCR juga harus dilengkapi dengan kode quick response (QR) yang dapat diverifikasi secara digital untuk mempermudah pengecekan,” kata Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Oke Nurwan dalam konferensi pers virtual, Rabu (11/8).

 

2021-08-15 07:04:00

Source link

Jokowi Lepas Serentak Ekspor Komoditas Pertanian di 17 Pintu Pelabuhan – Perdagangan – lagikepo.com – LAGIKEPO



LAGIKEPO |

Presiden Joko Widodo melepas serentak ekspor komoditas pertanian dari 17 pintu pelabuhan udara dan laut. Langkah ini sebagai momentum penguatan ekspor komoditas pertanian Indonesia.

“Dan menandai kebangkitan ekonomi nasional di tengah pandemi,” kata Jokowi melalui sambungan video konferensi di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Sabtu (14/8).

Pertanian, menurut dia, merupakan salah satu sektor yang mampu bertahan dari hantaman pandemi corona. Ekspornya pada tahun lalu mencapai Rp 451,8 Triliun atau naik 15,79% dibandingkan 2019.

Untuk semester pertama tahun ini, nilai ekspornya mencapai Rp 282,86 triliun. Jumlah ini naik 14,05% dibandingkan periode yang sama 2020.

Peningkatan tersebut harapannya berdampak pada peningkatan kesejahteraan petani. “Saya dapat angka nilai tukar petani terus membaik,” ucap Presiden. Angkanya pada Juni 2020 di 99,6, lalu naik konsisten menjadi 103,25 pada Desember dan 103,59 pada Juni tahun ini. 

Sebagai informasi, nilai tukar petani atau NTP adalah indikator yang mengukur tingkat kesejahteraan petani. Caranya dengan membandingkan kemampuan produk yang dihasilkan atau dijual dibandingkan produk yang dibutuhkan petani untuk proses produksi dan konsumsi rumah tangga.

NTP yang lebih dari 100 artinya, petani mengalami surplus. Kondisi ini terjadi ketika harga produksi naik lebih besar dari konsumsinya. “Menurut saya, ini sebuah kabar baik yang bisa memicu semangat para petani untuk tetap produktif di masa pandemi,” kata Jokowi.

Ia menyebut, saat ini dari 514 kabupaten atau kota, baru 293 kabupaten atau kota yang memiliki sentra komoditas pertanian unggulan ekspor. Termasuk di dalamnya sawit, karet, dan kopi.

Banyak komoditas potensial yang dalam beberapa tahun terakhir cukup berkembang, seperti sarang burung walet, porang, minyak atsiri, bunga melati, tanaman hias, dan edamame. Apabila produk-produk ini dikembangkan, maka produk ekspor pertanian dalam negeri semakin terbuka.

Tak cukup sampai di situ, Jokowi meminta agar semua pihak tidak hanya fokus pada peningkatan produksi. “Kita juta harus meningkatkan teknologi pertanian untuk meningkatkan produktivitas dan hilirisasi,” ujarnya.

Total Ekspor Pertanian di 17 Pintu Pelabuhan

Pada saat pelepasan produks ekspor siang tadi, totalnya mencapai 627,4 juta ton atau bernilai Rp 7,29 triliun. Termasuk di dalamnya produk pertanian 564 juta ton, tanaman pangan 4,3 juta ton, hortikultura 7,2 juta ton, peternakan 4 juta ton, dan beberapa komoditas lainnya.

Negara tujuan utama adalah Tiongkok, Amerika Serikat, India, Jepang, Korea Selatan, Thailand Malaysia, Inggris, Jerman, Rusia, Uni Emirat Arab, Pakistan serta negara-negara lain yang totalnya 61 negara.

Ke-17 lokasi pintu yang disebut Merdeka Ekspor itu adalah Pelabuhan Laut Tanjung Priok (Rp 435,1 miliar), Bandara Soekarno-Hatta (Rp 40,36 miliar), Pelabuhan Laut Tanjung Perak Surabaya (Rp 1,3 triliun), Pelabuhan Laut Tanjung Mas Semarang (Rp 400,57 miliar), Pelabuhan Pelindo I Cabang Dumai (Rp 1 triliun), dan Pelabuhan Laut Dwikora Pontianak (Rp 194,31 miliar).

Selanjutnya, Pelabuhan Laut Belawan Medan, Pelabuhan Laut Makassar New Port, Pelabuhan Laut Jetty PT KRN Balikpapan, Pelabuhan Laut Panjang Lampung, Pelabuhan Sungai Boom Palembang, dan Pelabuhan Laut Batu Ampar Batam.

Kemudian, Pelabuhan Laut Trikora Banjarmasin, Pelabuhan Laut Talang Duku Jambi, Pelabuhan Laut Kuala Tanjung Asahan, Pelabuhan Laut Teluk Bayur Padang, dan Pelabuhan Laut Bitung Manado.

2021-08-14 06:00:00

Source link