4 Daerah Yang Memiliki Akses Internet Seluler Tercepat di Indonesia

Internet seluler telah menjadi andalan komunikasi online. Kecepatan unduh dan unggah adalah dua aspek terpenting dari internet seluler. Hanya ada empat provinsi di Indonesia yang memiliki median kecepatan download di atas 19 Mbps, dan median kecepatan upload di atas 12,5Mbps.

Sangat menarik untuk dicatat bahwa empat kecepatan unduh dan unggah Indonesia tercepat semuanya di luar Jawa. Baca juga Riset Speedtest: 4G Tercepat dan Smartfren Terluas Telkomsel. Berikut hasil analisis Speedtest terhadap kinerja jaringan seluler Indonesia kuartal pertama tahun 2021. Speedtest merupakan aplikasi pengukur kecepatan internet yang dimiliki Ookla.

Akses Internet Seluler Tercepat di Indonesia

Speedtest menganalisis kecepatan download dan upload serta ketersediaan jaringan 4G dari lima operator seluler di Indonesia: Telkomsel (XL Axiata), Indosat Ooreedoo (Tri (3)) dan Smartfren. Ternyata empat provinsi tersebut memiliki kecepatan download hingga 19 Mbps. Keempat provinsi tersebut antara lain: Akses informasi, inspirasi dan wawasan melalui email Anda.

  • Papua Barat (20.14 Mbps)
  • Bali (19.7 Mbps)
  • Maluku (19.5 Mbps)
  • Gorontalo (19.4 Mbps)

Speedtest tidak menemukan provinsi dengan kecepatan unduh yang sangat lambat selama kuartal kedua 2021.

Namun ada empat provinsi dengan kecepatan unduh rata-rata di bawah 11 Mbps:

  • Jambi (9.22 Mbps),
    Lampung (9.28 Mbps),
    Kalimantan Tengah (9.90 Mbps)
    dan Sumatra Barat (10.65 Mbps)

Telkomsel tercepat dan Smartfren terbesar

Telkomsel dinobatkan sebagai kecepatan unggah dan unduh tercepat di Indonesia berdasarkan kinerjanya.

Menurut Speedtest, kecepatan unduh rata-rata Telkomsel adalah 15,64 Mbps sedangkan kecepatan unggahnya adalah 10,55 Mbps. Angka ini lebih tinggi dibandingkan empat operator seluler lainnya di Indonesia.

Smartfren, sebesar 94,5 persen, merupakan operator seluler yang memiliki jangkauan jaringan 4G terbaik di tanah air. Ketersediaan 4G Smartfren lebih besar dibandingkan empat operator seluler lainnya: Indosat (90,9%), Tri (89,2%), XL Axiata (887,8%), dan Telkomsel (87,3%).

KompasTekno menyusun laporan kinerja jaringan seluler Indonesia untuk kuartal pertama dan kedua tahun 2021 dari situs Speedtest, Senin 6/9/2021. Itu didasarkan pada analisis Speedtest Intelligence.

Layanan ini bukan satu-satunya yang menawarkan pengujian kecepatan internet. Konsumen dapat melakukan jutaan tes kecepatan setiap hari menggunakan aplikasi Speedtest.

Anda dapat mengakses laporan Speedtest lengkap dengan mengklik tautan ini.

 

9 Kota Ini Sudah Nikmati Internet 5G, Kota Lain Kapan? – LAGIKEPO



LAGIKEPO |

Jakarta, CNBC Indonesia – Layanan 5G saat ini telah tersedia di Indonesia sejak pertengahan tahun 2021. Sejauh ini, baru ada 9 kota yang bisa mengakses jaringan cepat tersebut.

“Sejak Mei 2021, layanan komersial 5G hadir setidaknya di 9 kota yaitu Jabodetabek, Bandung, Batam, Balikpapan, Makassar, Surakarta, Surabaya dan Denpasar dan Medan,” kata Menteri Kominfo, Johnny Plate dalam Konferensi Pers Hasil Uji Laik Operasi Penyelenggaraan Seluler 5G PT XL Axiata, Kamis (12/8/2021).

Dari segi provider, saat ini baru dua perusahaan saja yang menyediakan layanan ini. Pertama yakni Telkomsel. Telkomsel mulai memperkenalkan 5G pada Mei lalu di wilayah Jabodetabek, Solo, Medan, Balikpapan, Denpasar, Batam, Surabaya, Makassar dan Bandung. Khusus untuk wilayah Jabodetabek, Jaringan 5G tersedia di Alam Sutera, BSD, Kelapa Gading, PIK, Pondok Indah, dan Widya Chandra.

Setelah Telkomsel, Indosat jadi operator kedua yang merilis layanan jaringan 5G. Pada Juni lalu, perusahaan mengumumkan cakupan wilayahnya adalah di Solo, Surabaya, Makassar, dan Balikpapan.

Sementara itu, pihak Kominfo sendiri telah membeberkan perencanaan implementasi 5G di wilayah lainnya. Hal ini tertuang dalam Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika No.2 Tahun 2021 tentang Rencana Strategis Kementerian Komunikasi dan Informatika Tahun 2020-2024.

“Diharapkan dalam waktu yang tidak terlalu lama sesudahnya layanan 5G akan diperluas sesuai dengan pertumbuhan demand di lokasi-lokasi lain,” tulis aturan tersebut, dikutip Kamis (22/4/2021).

Setelah perkotaan pulau Jawa, implementasi 5G akan dilaksanakan pada lokasi destinasi wisata super prioritas yakni Labuan Bajo (NTT), Mandalika (NTB), Danau Toba (Sumut), Likupang (Sulut), dan Borobudur (Jateng).

Selain itu, akan ada satu lokasi industri manufaktur yang juga mendapatkan jaringan 5G. Lokasi terakhir adalah ibu kota negara atau IKN baru, yang akan tersambung 5G pada 2024 mendatang

“Jika tidak ada perubahan kebijakan dari Presiden RI terkait dengan timeline rencana pemindahan IKN, ditargetkan pada 2024, IKN telah 100% ter-cover jaringan serat optik dan layanan mobile seluler 4G, serta siap mengimplementasikan teknologi 5G,” jelas Kominfo.

Lantas kapan tiap wilayah bisa merasakan layanan cepat 5G? Menurut timeline, 6 ibukota provinsi di Jawa dan 5 destinasi wisata super prioritas akan mendapatkannya pada 2023. Berselang satu tahun kemudian untuk ibukota baru dan industri manufaktur.

[Gambas:Video CNBC]

(roy/roy)



2021-08-14 04:00:00

Source link

Pulsa Indosat Habis Sendiri, 50Rb Habis Cuma Buat Download 1 Gambar

Pulsa indosat habis, kesedot, sebelum didaftarkan paket datanya, itulah yang saya alami pada salah satu nomor IM3 saya, tepatnya nomor punya istri yang menggunakan nama aku, dikarenakan saya menggunakan paket indosat pasca bayar FREEDOM POSTPAID untuk 5 nomor (5 orang) biar ekonomis biaya berlangganan tiap bulannya, banyak keuntunganya untuk paket ini, mulai dari kuota yang besar dapat 36GB/ bulan, nelpon gratis dan juga sms gratis, eh… malah mempromosikan paket internet indosat.

Kembali kejudul goresan pena ini, Pulsa Indosat Habis Sendiri, 50rb Habis Cuma Buat download 1 Gambar, tadi pagi tepatnya hari Rabu, 12 September 2018 istri saya mengisi pulsa 50rb dengan tujuan berbelanja paket tambahan, dikarenakan paket data jatah bulanan 36GB telah ludes sebelum waktunya perpanjangan otomatis tanggal 18 tiap bulannya.

Awalnya dengan pulsa 50rb yang telah dibeli ini melakukan pembelian paket ekstra 2GB seharga 40rb melalui aplikasi indosat myIM3, tapi kemudian mampu sms dengan klarifikasi dipersilahkan melakukan pembelian melalui *123# lalu menentukan internet – paket ekstrakuota dan memilih paket yang cocok dengan pulsa yang tersedia, sehabis memilih paket, lalu menerima akibat lewat sms: “maaf pulsa anda tidak mencukupi untuk pembelian paket ini”. Sampai ini telah deg-degan… waduh… pulsa telah hilang, namun paket extra kuota data tidak bertambah.

Telpon CS indosat di 185, saya jelaskan kronologinya dan setelah melalui pengecekan di sistemnya indosat, terdeteksi bahwa pulsa telah sukses dibeli senilai 50rb pada pukul 07.36 WIB, kemudian melakukan pendaftaran paket tambahan kuota tetapi keterangan gagal karena pulsa tidak mencukupi, alasanya mungkin sebelum didaftarkan telah melakukan kanal internet. hingga disini saya cuma melongo, dan saya akhiri dahulu obrolan dengan CS ini, dengan maksud mau menanyakan ke istri apa yang dilakukan sebelum proses pendaftaran paket ekstra kuota, berdasarkan istri aku tidak melakukan apa-apa, jangankan membuka internet untuk browsing, chat di whatsApp saja tidak ada yang masuk atau ada tanda-tanda aplikasi whatsApp aktif.

Beberapa ketika lalu sayapun melaksanakan telpon ke CS indosat yang kedua kalinya dengan menyampaiakan masalah, kronologi dari permulaan kembali, dikarenakan CSnya telah ganti orang, setelah melalui pengecekan yang cukup lama, dikenali bahwa pulsa 50rb habis alasannya adalah terpakai paket internet reguler 3MB.

What!!!

Saya terkejut -sekaget kagetnya, 50rb habis cuma alasannya terpakai 3MB dan itupun tidak tau untuk apa? sebab merasa tidak melaksanakan kanal internet apapun. Sayapun mengajukan pertanyaan kepada CS, mbak maaf mau tanya, bekerjsama data yang terpakai 3MB itu untuk pemakaian apa? kemudian paket internet reguler itu berapa rupiah per KB-nya?  dan CS indosatpun menjawab dengan sopan dan penuh keteguhan, sebentar Bapak…, akan kami cek….. dan ternyata katanya 3MB itu terpakai di Google Service, aku tanya kembali apakah ada aplikasi whatsApp aktif dan memakai data dengan tarif internet reguler itu?
jawabnya tidak Bapak……

Kemudian CS melanjutkan penjelasanya bahwa tarif wajar internet ialah Rp. 300,-/20kb, dan Bapak sudah menghabiskan 3MB lewat Google service yang berlangsung dibelakang layar, sehingga pulsa 50rb habis sebelum sukses didaftarkan untuk paket ekstra kuotanya, diusulkan silahkan matikan paket data internet terlebih dulu, kemudian isi kembali pulsanya dan kerjakan pendaftaran paket tambahan kuota lewat *123#, pastikan telah ada berita pembelian paket sukses, gres diaktifkan paket data pada handphone.

Sayapun berkata, ini sangat terlalu mbak…. pulsa 50rb habis tanpa tau apa yang aku lakukan, diibaratkan cuma mendownload 1 gambar dengan ukuran 3MB, pulsa 50rb pribadi ludes.

Saran untuk indosat

  • Sebagai konsumen tetap, mungkin saya masih akan terus menggunakan indosat untuk menyanggupi paket internet harian aku. oleh jadinya tetaplah jaga kwalitas sinyal, perbaiki sinyal-sinyal didaerah yang masih lemah sinyalnya.
  • Perbaiki metode penggunaan paket data dengan tarif regulernya agar tidak merugikan konsumen, mungkin bisa diberi perayaan lewat sms selepas konsumen mengisi pulsa dengan kalimat begini: “Anda akan menggunakan paket data dengan tarif reguler Rp. 300,-/ 20 kb apakah anda mau melanjutkan? balas dengan YA untuk melanjutkan, dan balas TIDAK untuk tidak melanjutkan.

Semoga tidak terjadi lagi pada pelanggan lain, jadi tidak sampai menyampaikan indosat penipu, indosat memotong pulsa secara ilegal, atau duduk perkara-problem lain yang pastinya akan merugikan indosat kedepannya.