Kematian Usia Produktif Tinggi, Perlu Penanganan Dini Covid-19 – Nasional – lagikepo.com – LAGIKEPO



LAGIKEPO |

Jumlah kasus kematian akibat Covid-19 pada kelompok usia produktif meningkat secara signifikan dalam beberapa waktu terakhir. Hal ini tentunya perlu diwaspadai dan diantisipasi.

Satuan Tugas Penanganan Covid-19 mencatat kasus kematian pada kelompok usia 46-59 tahun melonjak dari 2.547 kasus pada Juni 2021 menjadi 13.694 kasus pada Juli 2021. Pada periode yang sama, kematian pada kelompok usia 31-45 tahun meningkat dari 964 kasus menjadi 5.159 kasus.

Sementara itu, kasus kematian kelompok usia 60 tahun ke atas menurun pada bulan Juli, meskipun jumlah kasusnya masih tinggi.

Menurut Ketua Bidang Data dan Teknologi Satgas Covid-19 Dewi Nur Aisyah, kemungkinan peningkatan kasus dipicu oleh mobilitas kelompok usia tersebut masih tinggi karena harus bekerja. “Tetap harus hati-hati sekali siapa pun. Pada kelompok umur ini di Juli kemarin terjadi peningkatan kematian yang sangat signifikan,” kata Dewi Nur Aisyah.

Adapun menurut Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PML) Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi, mengutip CNN Indonesia, tingginya angka kematian juga disebabkan oleh pengaruh varian Delta.  

Merujuk Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), varian delta sudah ditemukan di hampir 132 negara di dunia. WHO juga menganjurkan bagi individu yang terpapar harus segera mendapatkan perawatan intensif agar tidak berujung pada kematian. 

Oleh karena itu, diperlukan penanganan dini bagi pasien yang terkonfirmasi positif. Hal ini diungkapkan Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito. “Kematian pasien dapat meningkat peluangnya jika terlambat ditangani atau dirujuk. Serta memiliki riwayat komorbid,” katanya.  

Terdapat beberapa langkah yang bisa dilakukan apabila terpapar virus corona, di antaranya:

1. Menghubungi Layanan Kesehatan

Langkah pertama yang bisa dilakukan ialah berkonsultasi dengan dokter dan menghubungi Puskesmas. Selain itu, bisa melapor kepada ketua RT di lingkungan setempat yang biasanya akan meneruskan informasi kepada Satgas Covid-19 di wilayah tersebut. 

Saat ini, pemerintah telah bekerja sama dengan sejumlah layanan telemedis untuk menyediakan konsultasi secara gratis. Sementara dengan melapor ke Puskesmas, pasien bisa mendapatkan arahan penanganan. Misalkan, pihak Puskesmas akan melacak dan menjadwalkan anggota keluarga yang tinggal satu rumah untuk melakukan tes Covid-19.

Selain itu, pihak Puskesmas juga akan memantau kondisi kita. Termasuk memberikan vitamin apabila memang dibutuhkan. Apabila gejala yang dialami sedang hingga berat, jangan ragu berkonsultasi supaya mendapatkan penanganan lebih lanjut.

2. Isolasi Mandiri

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), isolasi diperuntukkan bagi seseorang yang bergejala atau telah dinyatakan positif Covid-19. Dalam kondisi tersebut, pasien sebaiknya dipisahkan dengan orang lain. Bisa di fasilitas kesehatan yang sudah ditentukan ataupun di rumah dengan kondisi tertentu. 

Isolasi ini dilakukan selama 13 hari apabila bergejala, sedangkan apabila tidak bergejala isolasi dilakukan selama 10 hari. 

Apabila gejala Covid-19 masih tergolong ringan biasanya disarankan untuk isolasi mandiri di rumah. Apabila demikian, sebaiknya menyediakan ruang isolasi dengan ventilasi udara yang baik. Selain itu, menggunakan kamar mandi dan alat makan yang terpisah dengan penghuni lain.

3. Memantau Kondisi Tubuh 

Pastikan untuk memantau kondisi tubuh apabila melakukan isolasi mandiri di rumah. Beberapa kondisi yang harus dipantau seperti saturasi oksigen hingga tekanan darah. Hindari mengonsumsi obat tanpa pengawasan dokter.

Menurut Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, apabila saturasi oksigen sudah di bawah 94 persen, segera membawa penderita ke rumah sakit atau isolasi terpusat.  Apabila kondisi pasien memburuk dengan gejala seperti sesak nafas, linglung, tidak berbicara dan bergerak, atau nyeri dada segera hubungi fasilitas kesehatan.

2021-08-17 02:05:00

Source link

Seperti Apa Obat Covid-19 yang Sesuai Saat Isolasi Mandiri? – Nasional – lagikepo.com – LAGIKEPO



LAGIKEPO |

Guru Besar Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada Zullies Ikawati memberikan saran terkait obat yang ideal untuk pasien Covid-19 yang melakukan isolasi mandiri (isoman) di rumah.

“Pertama, dengan vitamin C. Tapi juga bisa menggunakan kombinasi multivitamin yang ada kandungan vitamin C, D, Zink, dan yang lain. Tapi jika tidak ketemu, bisa konsumsi tunggal,” ujarnya dalam Katadata Forum Virtual Series, beberapa waktu lalu.

Ia mengungkapkan, vitamin termasuk golongan obat yang aman dikonsumsi dan bisa didapatkan secara bebas. “Ada yang namanya obat bebas termasuk vitamin. Artinya dianggap aman dan bisa dibeli tanpa resep, kecuali vitamin yang dosis tinggi seperti Vitamin D 5000 IU harus dengan resep,” katanya.

Selain vitamin bisa juga ditambahkan antioksidan. Hanya saja hal ini wajib dan sebenarnya bisa didapatkan dari makanan yang sehat seperti buah-buahan dan sayuran.

Bagi pasien Covid-19 juga ada obat antivirus. Namun, untuk yang bergejala ringan sebenarnya tidak membutuhkan antivirus. Cukup dengan memperkuat imun dengan memperbaiki pola makan dan istirahat cukup dapat memulihkan pasien.  “Pemberian obat Covid-19 ada panduannya. Akan berbeda-beda pemberiannya sesuai gejala,” kata Zullies.

Antibiotik dan antivirus untuk Covid-19 termasuk golongan obat keras dan harus digunakan dengan resep dokter. Karena itu, dia mengimbau agar penggunaan obat Covid-19 tidak sembarangan.

Penggunaan obat keras tanpa pengawasan dapat berimplikasi terhadap keamanan. Informasi penggunaan obat yang tidak sesuai bisa mengakibatkan overdosis dan bersifat racun. “ Malah tidak berefek karena salah memakainya” ujar Zullies. 

Pasien Covid-19 bisa mendapatkan perawatan medis saat melakukan isolasi mandiri. Termasuk mendapatkan layanan obat-obatan untuk pemulihan. 

Pemerintah memfasilitasi layanan kesehatan telemedicine untuk pasien Covid-19 yang isolasi mandiri di rumah. Kementerian Kesehatan bekerja sama dengan 11 platform guna mendukung kelancaran program ini.

Sebanyak 11 telemedicine itu meliputi Alodokter, Getwell, Good Doctor, Halodoc, KlikDokter, KlinikGo, Link Sehat, Milvik Dokter, ProSehat, SehatQ, dan YesDok. Untuk mengakses ketersediaan obat di apotek, Kemenkes membuat aplikasi agar memudahkan masyarakat melalui laman https://farmaplus.kemkes.go.id

2021-08-17 00:00:00

Source link

Studi di Inggris: Mayoritas Pasien Anak Tak Alami Long Covid-19 – Internasional – lagikepo.com – LAGIKEPO



LAGIKEPO |

Sebagian besar anak-anak pulih dari virus corona dalam sepekan dan tak mengalami sakit long Covid-19. Hasil studi dari The Lancet Child and Adolescent Health, Inggris, juga menemukan hanya sekitar 4,4% dari 1.734 anak yang mengalami gejala lebih dari empat minggu.

Gejala yang paling sering terjadi adalah kelelahan, sakit kepala, dan kehilangan kemampuan indra penciuman. Kesimpulan ini berdasarkan penelitian terhadap 250 ribu anak di Inggris berusia lima sampai 17 tahun.

Waktu penelitiannya adalah pada September 2020 hingga 22 Februari lalu. “Data ini meyakinkan keluarga, orang tua, guru, dan anak-anak yang terkena Covid-19,” kata profesor endokrinologi klinis dari King’s College London dan penulis utama studi, Emma Duncan, Sabtu (14/8).

Temuan itu muncul di tengah perdebatan tentang seberapa luas jangkauan vaksinasi remaja. Sejauh ini, pihak berwenang Negeri Ratu Elizabeth hanya menargetkan anak-anak berusia 12 sampai 17 tahun.

Namun, penelitian ini dilakukan sebelum varian Delta yang menyebar cepat menjadi dominan di Inggris. Tim peneliti mengatakan, data berkaitan dengan varian tersebut pada anak-anak sejauh ini cocok dengan varian sebelumnya.

Kasus Covid-19 pada Anak Naik Tinggi di AS

Data Akademi Pediatri (Ilmu Kesehatan Anak-Anak) Amerika Serikat melaporkan terjadi peningkatan tujuh kali lipat infeksi Covid-19 pada anak dalam satu bulan. Hal ini terjadi di tengah dominasi infeksi varian Delta di negara tersebut.

Pada pekan pertama Juli, ada 12 ribu kasus secara nasional. Angkanya pada minggu pertama Agustus naik menjadi 96 ribu kasus dan mewakili sekitar 15% dari kasus infeksi baru. 

Washington Post menuliskan, per Kamis lalu ada 1.785 anak dengan dugaan atau terkonfirmasi positif virus corona dirawat di rumah sakit. Negara bagian Florida mencatat angka tertinggi dengan 247 anak.

Para dokter mengatakan, hampir semua pasien anak tersebut tidak divaksinasi. Mereka berusia di bawah 12 tahun dan belum memenuhi syarat untuk mendapatkan suntikan atau remaja yang menunda vaksin.

Kekhawatiran semakin tinggi karena adanya bukti infeksi ringan atau tanpa gejala pada anak dapat menyebabkan penyakit jangka panjang. Hal ini pun terjadi pada orang dewasa. Organisasi dokter anak AS mendesak otoritas federal untuk menyetujui suntikan untuk anak-anak yang lebih muda sesegera mungkin.

Para dokter dan perawat di garis depan melaporkan, anak-anak yang terinfeksi tampak lebih sakit daripada sebelumnya di masa pandemi. Beberapa penelitian menunjukkan, varian baru Covid-19 menggandakan risiko rawat inap terlepas dari usia pasien.

Rick Barr, kepala petugas klinis di Rumah Sakit Anak Arkansas, mengatakan sebagian besar anak pulih setelah diobati dengan obat antivirus remdesivir, steroid, alat bantu pernapasan, dan pengencer darah. Protokol serupa juga berlaku untuk orang dewasa.

2021-08-14 10:00:00

Source link

Wajib Kartu Vaksin Covid-19 di Fasilitas Publik – Infografik – lagikepo.com – LAGIKEPO



LAGIKEPO |

Pemerintah mulai mewajibkan sertifikat vaksin Covid-19 bagi pekerja dan masyarakat yang ingin mengakses fasilitas publik. Misalnya, di DKI Jakarta yang memberlakukan aturan ini di transportasi umum, pasar tradisional dan supermarket, restoran dan tempat makan, mal dan pusat belanja, serta hotel.

Kemudian, pemerintah DI Yogyakarta juga akan menerapkan kewajiban sertifikat vaksin di kawasan Malioboro. Aturan ini selanjutnya akan diterapkan di kawasan wisata lain di provinsi tersebut. (Baca: Hewan-hewan yang Turut Tertular Corona)

Masyarakat dapat mengunduh sertifikat vaksin Covid-19 di aplikasi PeduliLindungi yang diluncurkan Kementerian Komunikasi dan Informatika. Penduduk Ibu Kota juga bisa mengunduh sertifikat itu di aplikasi Jakarta Kini (JAKI).

Meski begitu, aturan sertifikat vaksin perlu diimbangi dengan akses terhadap vaksin yang lebih memadai. Pemerintah harus menjamin ketersediaan dan distribusi vaksin sehingga masyarakat pun semakin mudah menjangkaunya. Misalnya, secara on the spot di fasilitas publik atau di semua layanan kesehatan. (baca: Rapor Kepatuhan Protokol Kesehatan saat PPKM)

Selain itu, sosialisasi dan edukasi protokol kesehatan tetap harus dilakukan. Memakai masker, menjaga jarak dan menghindari kerumunan, serta mencuci tangan dengan sabun (3M) efektif mencegah penularan virus corona. 

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

2021-08-14 05:01:00

Source link

Yunias Setiawati : Covid-19 Berdampak Buruk pada Mental Tenaga Kesehatan, Apa Solusinya? – Opini – lagikepo.com – LAGIKEPO



LAGIKEPO |

Hingga Juli, lebih dari 1.300 tenaga kesehatan Indonesia telah meninggal karena Covid-19. Mayoritas dari mereka adalah dokter (545), perawat (445), bidan (223), dan lalu lainnya dokter gigi (43), apoteker (42) dan ahli teknologi lab medis (25).

Di tengah ledakan kasus Covid-19 harian yang mencapai angka di atas 40 ribu dalam dua bulan terakhir, rumah sakit makin kewalahan dan para tenaga kesehatan juga mengalami beban kerja dan tekanan yang berat. Makin banyak pasien membutuhkan perawatan, sementara tenaga kesehatan tidak bertambah signifikan.

Pandemi corona tidak hanya mempengaruhi kesehatan fisik, tapi juga kesehatan mental para tenaga kesehatan. Terbatasnya fasilitas untuk tenaga kesehatan di Indonesia mendorong tingginya angka kecemasan.

Riset terbaru kami yang mencakup 227 tenaga kesehatan di Indonesia menunjukkan bahwa 56% (128) responden menderita kecemasan, dengan 33% (75) di antaranya cemas tingkat tinggi, dan 23% cemas level sedang.

Hal ini berbeda dengan penelitian di Singapura yang memiliki fasilitas layanan kesehatan yang lebih baik dan peningkatan kasus virus corona yang lebih terkendali. Di sana, hanya 15,7% tenaga kesehatan yang mengalami kecemasan.

Karena itu, tenaga kesehatan Indonesia perlu menjaga kesehatan mental agar lebih tangguh menghadapi tekanan Covid-19. Tenaga kesehatan Indonesia perlu meningkatkan ketahanan pribadi mereka agar mampu beradaptasi dan mengatasi kesulitan yang dihadapi.

Kasus Covid-19 melonjak, IGD RSUD Cengkareng sibuk. (Muhammad Zaenuddin|Katadata)

Dampak kecemasan dan ketahanan pribadi

Tingginya angka kecemasan di kalangan tenaga kesehatan pada penelitian kami juga dipengaruhi pada situasi di Jawa Timur. Per 28 Januari 2021, Jawa Timur adalah provinsi dengan kematian tenaga kesehatan tertinggi di Indonesia, 188 orang. Jumlah ini, per 23 Juli, naik menjadi 426 tenaga kesehatan, dan juga masih tertinggi.

Kecemasan di kalangan tenaga kesehatan bisa berpotensi melahirkan akibat fatal. Kecemasan bisa meningkatkan risiko terjadinya kecelakaan kerja, malpraktik, dan kecelakaan lalu lintas hingga 63%.

Hal ini akan membahayakan tenaga kesehatan itu sendiri dan berdampak buruk hingga fatal pada pasien. Hal ini semakin besar potensinya terjadi saat pandemi Covid-19.

Ketahanan pribadi dapat mencegah terjadinya gangguan jiwa seperti depresi atau kecemasan. Semakin seseorang memiliki ketahanan pribadi, semakin baik kesehatan mentalnya.

Penelitian kami menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat kecemasan yang diderita, semakin rendah ketahanan diri orang tersebut. Kesimpulan yang sama juga didapatkan pada riset di kota-kota besar negara Iran.

Seseorang yang memiliki ketahanan pribadi yang baik, bukan berarti tidak akan mengalami kesulitan hidup sama sekali. Namun, apa pun kesulitan yang dialami, mereka akan lebih mudah mampu untuk bangkit kembali dan memiliki kekuatan untuk menyelesaikan masalahnya.

Orang yang berketahanan pribadi tinggi, memiliki ciri-ciri berikut optimis, mudah beradaptasi, percaya diri, memiliki citra diri yang baik, berempati, dan bertoleransi.

Ketahanan diri bukan kepribadian bawaan, namun merupakan perilaku dan cara berpikir yang dapat dipelajari oleh semua orang, termasuk tenaga kesehatan.

Seperti melatih otot, meningkatkan ketahanan pribadi juga memerlukan waktu dan niat. Kita, apa pun profesinya, perlu berfokus pada empat komponen utamanya – koneksi, kesehatan fisik, berpikir sehat, dan mencari makna hidup. Hal ini dapat membantu meningkatkan kapasitas ketahanan diri.

Tenaga kesehatan melakukan tes cepat antigen. (ANTARA FOTO/Yusuf Nugroho/hp.)

Strategi naikkan ketahanan diri

Asosiasi Psikolog Amerika Serikat memberikan strategi dan panduan untuk meningkatkan ketahanan diri:

Prioritaskan hubungan yang baik, buang hubungan yang merusak. Bangun hubungan dengan orang-orang yang berempati dan bisa memahami keadaan yang sedang dialami, mengingatkan bahwa kita tak sendirian dalam kesusahan ini.

Berfokuslah mencari beberapa orang yang bisa dipercaya, dibandingkan dengan memiliki amat banyak teman tapi semuanya tak bisa dipercaya.

Jaga kesehatan fisik. Makan dan minum yang cukup, istirahat yang cukup, dan olahraga teratur dapat memperkuat tubuh untuk beradaptasi terhadap stres dan mengurangi kerentanan terhadap kecemasan atau depresi.

Hal ini penting bagi tenaga kesehatan yang bekerja menangani Covid-19 dengan memakai APD yang menutup seluruh tubuh. APD dapat membuat rasa panas sehingga tubuh lebih rentan terhadap dehidrasi.

Latih pola pikir positif dengan menerima keadaan yang tidak bisa kita kontrol. Kita fokuskan pada hal-hal yang bisa kita perbaiki, belajar dari masa lalu tentang bagaimana diri kita yang dulu berhasil menghadapi stres, dan menjaga optimisme dengan memvisualisasikan apa yang kita inginkan dan bukan mengkhawatirkan mengenai apa yang kita takutkan.

Temukan makna dalam hidup. Dengan menolong orang lain atau pasien, kita bisa menyadari bahwa kita bermakna sambil menjalin koneksi dengan orang lain. Hal-hal tersebut dapat meningkatkan ketahanan pribadi.

Selain itu, menciptakan target-target yang realistis setiap harinya dan meraihnya dapat membuat kita merasa telah mencapai sesuatu setiap hari.

Minta pertolongan. Bila Anda masih kesulitan untuk meningkatkan ketahanan pribadi atau kecemasan yang dialami tak kunjung membaik, ada baiknya meminta bantuan pada tenaga kesehatan seperti psikolog atau psikiater.

Tanggung jawab tempat kerja

Fasilitas layanan kesehatan adalah tempat kerja yang penuh tantangan, sehingga ketahanan pribadi menjadi sangat diperlukan oleh tenaga kesehatan, terutama dalam keadaan mendesak saat pandemi seperti sekarang.

Setiap fasilitas kesehatan pusat penanganan Covid-19 sebaiknya memiliki program khusus untuk menjaga kesehatan mental para tenaganya, seperti penilaian kesehatan mental bulanan, pelatihan mengenai cara meningkatkan ketahanan diri, dan konsultasi kesehatan mental gratis bagi tiap tenaga kesehatan.

Menjaga kesehatan mental di kalangan pekerja kesehatan tidak cukup digantungkan hanya pada tenaga kesehatan sendiri. Rumah sakit, keluarga, dan rekan kerja, juga dinas kesehatan, punya peran untuk menjaga kesehatan mental tenaga kesehatan.

Bagaimana pun, penyakit dan gangguan pada fisik maupun mental tenaga kesehatan akan sangat berpengaruh bagi keberhasilan penanggulangan Covid-19.

 

2021-08-14 04:00:00

Source link