PPKM Level 4 Buat Keterisian RS Covid-19 Nasional Turun di Level 44% – Nasional – lagikepo.com – LAGIKEPO



LAGIKEPO |

Tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy ratio (BOR) di rumah sakit Covid-19 di Indonesia mengalami penurunan. Penurunan BOR sebagai dampak dari kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat yang kemudian berganti istilah menjadi PPKM Level 4.

Per 18 Agustus 2021, rata-rata tingkat keterisian tempat tidur isolasi di rumah sakit rujukan Covid-19 secara nasional sebesar 44,05%. “Per hari ini pukul 09.00 tadi, sudah tidak ada yang tingkat keterisian tempat tidur isolasinya di atas 80%, sudah tidak ada yang kritikal,” kata Ketua Bidang Data Dan Teknologi Informasi Satgas Penanganan Covid-19, Dewi Nur Aisyah, dalam diskusi virtual, Rabu (18/8).

Meskipun tidak ada yang di atas 80%, BOR di empat provinsi masih di atas 60%. Adapun empat provinsi tersebut yakni Bali dengan tingkat keterisian ruang isolasi sebesar 75,55%, Kalimantan Timur sebesar 64,40%, Sulawesi Tengah sebesar 63,57% dan tingkat keterisian ruang isolasi di Kalimantan Selatan sebesar 63,44%.

“Jadi semuanya tidak ada lagi yang berwarna merah, sekarang hanya ada warna orange. Ini artinya hati-hati karena sudah di atas 60%,” kata dia.

Adapun jumlah BOR di bawah 60% sebanyak 30 provinsi. Bahkan, tujuh provinsi di antaranya memiliki angka keterisian ruang isolasi di bawah 30% dan tiga di antaranya ada di Pulau Jawa, yakni Jawa Barat dengan tingkat keterisian ruang isolasi sebesar 27,83%, Banten 27,64% dan DKI Jakarta dengan tingkat keterisian ruang isolasi sebesar 25,55%.

Penurunan BOR sebagai dampak dari PPKM Level 4. “Beberapa waktu lalu ya deg-degan ini BOR sudah di atas 80%, bahkan ada yang sampai 90%. Jadi kita bisa lihat kemajuan yang signifikan terjadi dalam beberapa pekan terakhir,” ujar dia.

Di sisi lain, tingkat keterisian ruang ICU di dua provinsi yakni Bangka Belitung dan Kalimantan Tiimur masih berada di atas 80%. Tingkat keterisian ruang ICU di Bangka Belitung per 18 Agustus mencapai 95,48% dan Kalimantan Timur sebesar 83,54%. “Kalau bisa ini segera ditekan, yang sakit segera sembuh dan yang sehat jangan sampai sakit,” katanya.

Pada awal Juli, tingkat keterisian tempat tidur rumah sakit rujukan pasien corona di 6 provinsi di Pulau Jawa melebihi 80% sedangkan di 14 provinsi di luar Jawa dan Bali BOR sberada di angka sekitar 50-80%.

2021-08-18 09:32:00

Source link

Yuk Bisa! Kasus Covid-19 Aktif di DKI Tersisa 8.916 – LAGIKEPO



LAGIKEPO |

Jakarta, CNBC Indonesia – Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Dwi Oktavia memaparkan berdasarkan data terkini Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pada 17 Agustus 2021 telah dilakukan tes PCR sebanyak 20.376 spesimen.

Dari jumlah tes tersebut, sebanyak 11.681 orang dites PCR hari ini untuk mendiagnosis kasus baru dengan hasil 655 positif dan 11.026 negatif. Selain itu, dilakukan pula tes Antigen hari ini sebanyak 12.709 orang dites, dengan hasil 245 positif dan 12.464 negatif.

Lebih lanjut, Dwi juga menyampaikan, target tes WHO adalah 1.000 orang dites PCR per sejuta penduduk per minggu (bukan spesimen), artinya target WHO untuk Jakarta adalah minimum 10.645 orang dites per minggu.

“Target ini telah Jakarta lampaui selama beberapa waktu. Dalam seminggu terakhir ada 104.122 orang dites PCR. Sementara itu, total tes PCR DKI Jakarta kini telah mencapai 528.331 per sejuta penduduk,” terang Dwi, dikutip dari siaran pers PPID Provinsi DKI Jakarta.

Adapun jumlah kasus aktif di Jakarta turun sejumlah 289 kasus, sehingga jumlah kasus aktif sampai hari ini sebanyak 8.916 (orang yang masih dirawat/ isolasi). Sedangkan, jumlah kasus Konfirmasi secara total di Jakarta sampai hari ini sebanyak 841.610 kasus. Perlu diketahui, hasil tes antigen positif di Jakarta tidak masuk dalam total kasus positif karena semua dikonfirmasi ulang dengan PCR.

Dari jumlah total kasus positif, total orang dinyatakan telah sembuh sebanyak 819.620 dengan tingkat kesembuhan 97,4%, dan total 13.074 orang meninggal dunia dengan tingkat kematian 1,6%, sedangkan tingkat kematian Indonesia sebesar 3,1%.

Untuk positivity rate atau persentase kasus positif sepekan terakhir di Jakarta sebesar 7,6%, sedangkan persentase kasus positif secara total sebesar 15,0%. WHO juga menetapkan standar persentase kasus positif tidak lebih dari 5%.

[Gambas:Video CNBC]

(roy)



2021-08-18 01:55:00

Source link

Indonesia Akan Miliki Stok Vaksin 261 Juta Dosis Sampai Desember – Nasional – lagikepo.com – LAGIKEPO



LAGIKEPO |

 

Indonesia terus menambah pasokan vaksin  Covid-19  untuk menggenjot  program vaksinasi sebanyak 2 juta dosis per hari. Juru Bicara Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito mengatakan Indonesia akan memiliki sebanyak 261 juta dosis vaksin COVID-19 hingga Desember 2021 sebagai bagian dari upaya percepatan vaksinasi.

 

“Sampai dengan Desember 2021 mendatang akan ada sebanyak 261 juta dosis,” tutur Wiku dalam konferensi pers virtual, Selasa (17/8).

Wiku memastikan jumlah pasokan vaksin akan terus bertambah mengingat pemerintah masih berupaya meningkatkan pasokan vaksin melalui perjanjian multilateral ataupun bilateral.

Pemerintah berharap bisa memberikan vaksinasi kepada 100 juta orang hingga akhir Agustus. Hingga Selasa (17/8), sebanyak 54,98 juta orang sudah mendapatkan vaksinasi dosis pertama dan 29,16 juta sudah memperoleh suntikan dosis kedua. Total target sasaran vaksinasi mencapai 208, 27 juta orang.

Pada Senin (16/8), Indonesia kembali kedatangan vaksin Covid-19 merek Sinovac sebanyak 5 juta dosis. Dengan adanya tambahan pasokan vaksin tersebut maka secara keseluruhan Indonesia telah mengamankan 190 juta dosis vaksin baik berupa bulk maupun jadi.

Pasokan vaksin di Indonesia didominasi Sinovac dengan rincian 144,7 juta dalam bentuk bahan baku atau bulk dan 13 juta dosis dalam bentuk vaksin jadi. Selain Sinovac, Indonesia juga sudah mendatangkan vaksin AstraZeneca sebanyak 16,12 juta  (jadi), Sinopharm sekitar 8,25 juta (jadi), Moderna sebanyak sebanyak 8 juta (jadi).

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin pada Senin (2/8) mengatakan, hingga akhir tahun, Indonesia akan kedatangan 258,6 juta dosis vaksin corona. Rinciannya adalah sebanyak, 72,5 juta akan tiba bulan Agustus, 70,8 juta dosis pada September,  40,68 juta dosis, pada Oktober, November 35,8 juta dosis, dan Desember 38,6 juta dosis. 

Selain diperoleh dengan cara membeli, Indonesia mendapatkan bantuan vaksin dari sejumlah negara seperti dari Amerika Serikat, Inggris,  dan Australia. Amerika Serikat mengirim vaksin Moderna sebanyak 3,5 juta dosis. Inggris akan menyumbang 600 ribu dosis vaksin Oxford-AstraZeneca kepada Indonesia. Sementara itu, Australia menyumbang 2,5 juta dosis vaksin AstraZeneca.

Sebagai bagian dari upaya untuk mempercepat pembentukan herd immunity, pemerintah juga memperluas sasaran vaksinasi termasuk kepada kalangan usia 12-17 tahun dan ibu menyusui. Pemerintah juga akan mempercepat vaksinasi kepada komunitas disabilitas.

Hingga akhir Juli 2021, sebanyak 20 ribu difabel, dari total 38 juta  populasi kaum difabel di Indonesia, telah divaksinasi. Pemerintah terus menggenjot laju vaksinasi dan telah memasang target sebanyak 564 ribu difabel untuk divaksinasi hingga akhir tahun ini.

 Pemerintah juga menggunakan persyaratan kartu vaksin bagi mereka yang ingin berbelanja ke mal, masuk ke tempat pariwisata,  makan di restoran, melakukan perjalanan, dan ke tempat publik lainnya. Langkah ini diharapkan semakin meningkatkan animo masyarakat untuk menyukseskan program vaksinasi.

2021-08-17 12:25:00

Source link

Indonesia Akan Kantongi 261 Juta Dosis Vaksin Covid-19 hingga Desember – Nasional – lagikepo.com – LAGIKEPO



LAGIKEPO |

Indonesia terus menambah pasokan vaksin  Covid-19  untuk menggenjot  program vaksinasi sebanyak 2 juta dosis per hari. Juru Bicara Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito mengatakan Indonesia akan memiliki sebanyak 261 juta dosis vaksin COVID-19 hingga Desember 2021 sebagai bagian dari upaya percepatan vaksinasi.

 

“Sampai dengan Desember 2021 mendatang akan ada sebanyak 261 juta dosis,” tutur Wiku dalam konferensi pers virtual, Selasa (17/8).

 

Wiku memastikan jumlah pasokan vaksin akan terus bertambah mengingat pemerintah masih berupaya meningkatkan pasokan vaksin melalui perjanjian multilateral ataupun bilateral.

 

Pemerintah berharap bisa memberikan vaksinasi kepada 100 juta orang hingga akhir Agustus. Hingga Selasa (17/8), sebanyak 54,98 juta orang sudah mendapatkan vaksinasi dosis pertama dan 29,16 juta sudah memperoleh suntikan dosis kedua. Total target sasaran vaksinasi mencapai 208, 27 juta orang.

Pada Senin (16/8), Indonesia kembali kedatangan vaksin Covid-19 merek Sinovac sebanyak 5 juta dosis. Dengan adanya tambahan pasokan vaksin tersebut maka secara keseluruhan Indonesia telah mengamankan 190 juta dosis vaksin baik berupa bulk maupun jadi.

Pasokan vaksin di Indonesia didominasi Sinovac dengan rincian 144,7 juta dalam bentuk bahan baku atau bulk dan 13 juta dosis dalam bentuk vaksin jadi. Selain Sinovac, Indonesia juga sudah mendatangkan vaksin AstraZeneca sebanyak 16,12 juta  (jadi), Sinopharm sekitar 8,25 juta (jadi), Moderna sebanyak sebanyak 8 juta (jadi).

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin pada Senin (2/8) mengatakan, hingga akhir tahun, Indonesia akan kedatangan 258,6 juta dosis vaksin corona. Rinciannya adalah sebanyak, 72,5 juta akan tiba bulan Agustus, 70,8 juta dosis pada September,  40,68 juta dosis, pada Oktober, November 35,8 juta dosis, dan Desember 38,6 juta dosis. 

Selain diperoleh dengan cara membeli, Indonesia mendapatkan bantuan vaksin dari sejumlah negara seperti dari Amerika Serikat, Inggris,  dan Australia. Amerika Serikat mengirim vaksin Moderna sebanyak 3,5 juta dosis. Inggris akan menyumbang 600 ribu dosis vaksin Oxford-AstraZeneca kepada Indonesia. Sementara itu, Australia menyumbang 2,5 juta dosis vaksin AstraZeneca.

Sebagai bagian dari upaya untuk mempercepat pembentukan herd immunity, pemerintah juga memperluas sasaran vaksinasi termasuk kepada kalangan usia 12-17 tahun dan ibu menyusui. Pemerintah juga akan mempercepat vaksinasi kepada komunitas disabilitas.

Hingga akhir Juli 2021, sebanyak 20 ribu difabel, dari total 38 juta  populasi kaum difabel di Indonesia, telah divaksinasi. Pemerintah terus menggenjot laju vaksinasi dan telah memasang target sebanyak 564 ribu difabel untuk divaksinasi hingga akhir tahun ini.

 Pemerintah juga menggunakan persyaratan kartu vaksin bagi mereka yang ingin berbelanja ke mal, masuk ke tempat pariwisata,  makan di restoran, melakukan perjalanan, dan ke tempat publik lainnya. Langkah ini diharapkan semakin meningkatkan animo masyarakat untuk menyukseskan program vaksinasi.

2021-08-17 12:25:00

Source link

Top Anies! Kasus Aktif Covid Jakarta Tinggal 8.000-an – LAGIKEPO



LAGIKEPO |

Jakarta, CNBC Indonesia – Penularan virus Covid-19 di DKI Jakarta sudah terkendali. Hal ini terbukti dengan kasus aktif Covid-19 yang terus menurun. Bahkan tinggal 8.916 kasus.

Berdasarkan data Satgas Covid-19, pada Sabtu (17/8/2021) pukul 12.00 WIB, terjadi penambahan kasus Covid-19 sebanyak 655 kasus di wilayah yang dipimpin Anies Baswedan ini. Adapun jumlah total kasus Covid-19 di Jakarta mencapai 841.610 kasus.

Sementara kasus aktif atau mereka yang dirawat di rumah sakit dan melakukan isolasi mandiri mencapai 8.916 kasus. Angka ini turun drastis ketika puncak infeksi Covid-19 di ibu kota yang sempat menyentuh 130 ribu kasus.

Sementara kasus aktif terbanyak di Pulau Jawa dan Bali dipegang oleh Jawa Barat. Saat ini kasus aktif Jawa Barat mencapai 59.686 kasus. Total kasus Covid-19 di Jawa Barat mencapai 658.778 kasus.

Berikutnya ada Jawa Tengah dengan 31.619 kasus. Total kasus Covid-19 di Jawa Tengah mencapai 454.189 kasus. Jawa Timur terdapat 29.343 kasus Aktif. Saat ini total kasus Covid-19 di Jawa Timur mencapai 361.943 kasus.

Selanjutnya Sumatera Utara dengan 28.315 kasus aktif. Total kasus Covid-19 di Sumatera Utara mencapai 83.398 kasus. Lalu ada Daerah Istimewa Yogyakarta dengan 24.439 kasus aktif. Total kasus Covid-19 di Yogyakarta mencapai 140.266 kasus.

[Gambas:Video CNBC]

(roy/dob)



2021-08-17 12:10:54

Source link

Kasus Covid-19 di Indonesia Bertambah 20.741, Rapor Merah Untuk Jateng – Nasional – lagikepo.com – LAGIKEPO



LAGIKEPO |

Satuan Tugas (Satgas ) Covid-19 melaporkan adanya kasus tambahan Covid-19 sebanyak 20.741 pada Selasa (17/8). Sejumlah provinsi menunjukan adanya kenaikan kasus, termasuk Jawa Tengah.

Lonjakan besar terjadi di Kalimantan Utara yakni 164% dengan jumlah kasus baru mencapai 495, Sulawesi Barat naik 136% atau 156 kasus, dan Jambi yang melaporkan adanya tambahan kasus sebanyak 350 kasus atau naik 102%. Di wilayah Jawa, lonjakan ada di Provinsi Banten dengan 402 kasus atau naik 93%, Daerah Istimewa Yogyakarta dengan 2.741 kasus atau naik 57%.  Kenaikan juga terjadi di ibu kota Jakarta yang melaporkan adanya tambahan kasus sebanyak 655 atau naik 28%.

Namun, angka kasus positif tertinggi tetap dilaporkan Jawa tengah dengan kasus sebanyak 3.263 kasus atau turun 12% dibandingkan yang dilaporlan pada Senin. Jawa Timur menyusul berikutnya dengan jumlah tambahan kasus sebanyak 2.346 sementara Jawa Barat sebanyak 1.643 kasus.

Dengan adanya tambahan kasus sebanyak 20.741 pada hari ini maka total kasus positif yang tercatat sejak pandemi adalah 3,89 juta.

Kasus kematian yang dilaporkan pada hari ini mencapai 1.180 jiwa.  Level ini adalah yang terendah sejak 18 Juli yang tercatat sebanyak 1.093 jiwa.  Lonjakan besar terjadi di Kalimantan Selatan yakni 60% dengan kasus kematian yang dilaporkan mencapai 40 jiwa. Sulawesi Selatan mencatat kenaikan 57% dengan kasus kematian sebanyak 30.  

Jawa Tengah menjadi penyumbang kasus kematian terbanyak dengan 304 jiwa disusul dengan Jawa Timur (257 jiwa)

Secara keseluruhan, Indonesia sudah melaporkan kasus kematian sebanyak 120.013 jiwa sejak Maret tahun lalu.

Kasus sembuh yang dilaporkan pada hari ini sebanyak 32. 225. Dengan demikian kasus total sembuh hingga hari ini menembus 3,41 juta. 

Jumlah kasus positif sebanyak 20.741 yang tercatat pada hari ini merupakan hasil pemeriksaan terhadap 101.426 orang.  Adapun rasio kasus positif hari ini mencapai 20,45% dan 35,93% jika mengacu NAAT (RT-PCR dan Tes Cepat Molekuler). Sedangkan positivity rate dengan tes antigen mencapai 11,87%.

 Rapor Merah Jawa Tengah

Provinsi Jawa Tengah terus mencatatkan rekor buruk selama sepanjang bulan Agustus.  Pada periode 1-17 Agustus, provinsi tersebut menjadi provinsi dengan kasus positif harian terbanyak, kecuali pada 6 Agustus. Jawa Tengah juga menjadi provinsi dengan kasus kematian tertinggi di Indonesia sepanjang Agustus , kecuali pada tanggal 2, 10, dan 11 Agustus.

Tingginya kasus kematian di Jawa Tengah membuat provinsi tersebut menyalip Jawa Timur, per Jumat (13/8) , sebagai provinsi dengan akumulasi kasus kematian terbanyak. Padahal, sejak awal pandemi, Jawa Timur selalu menduduki peringkat satu dengan total kasus kematian terbanyak.

Data Satgas hingga Selasa (17/8) menunjukan Provinsi Jawa Tengah mencatat adanya tambahan kasus sebanyak 72.302 kasus pada periode 1-17 Agustus, artinya provinsi tersebut menyumbang 15% dari total kasus nasional  (482.821 kasus).

Angka kematian di Jawa Tengah pada periode yang sama tercatat 6.710 jiwa, atau 26% dari total kematian yang dilaporkan sepanjang Agustus 2021 (25.894).

Tambahan kasus positif di Jawa Tengah pada sepanjang Agustus jauh lebih tinggi dibandingkan provinsi lain seperti Jawa Timur (53.511) ataupun Jawa Barat (49.751). DKI Jakarta yang sejak awal pandemi menjadi episentrum penyebaran kasus Covid melaporkan tambahan kasus sebanyak 26.956 kasus pada 1-17 Agustus.

Pada periode 1-17 Agustus, Jawa Timur melaporkan kasus kematian sebanyak 5.286 jiwa sedangkan DKI Jakarta sebanyak 929 jiwa.

2021-08-17 10:47:00

Source link

Kasus Covid-19 di Indonesia Tambah 20.741, Rapor Merah Untuk Jateng – Nasional – lagikepo.com – LAGIKEPO



LAGIKEPO |

Satuan Tugas (Satgas ) Covid-19 melaporkan adanya tambahan kasus Covid-19 sebanyak 20.741 orang pada Selasa (17/8). Sejumlah provinsi menunjukkan adanya kenaikan kasus, termasuk Jawa Tengah.

Lonjakan besar terjadi di Kalimantan Utara yakni 164% dengan jumlah kasus baru mencapai 495, Sulawesi Barat naik 136% atau 156 kasus, dan Jambi yang melaporkan adanya tambahan kasus sebanyak 350 kasus atau naik 102%.

Di wilayah Jawa, lonjakan ada di Provinsi Banten dengan 402 kasus atau naik 93%, Daerah Istimewa Yogyakarta dengan 2.741 kasus atau naik 57%.  Kenaikan juga terjadi di ibu kota Jakarta yang melaporkan adanya tambahan kasus sebanyak 655 atau naik 28%.

Namun, angka kasus positif tertinggi tetap dilaporkan Jawa Tengah dengan kasus sebanyak 3.263 kasus atau turun 12% dibandingkan yang dilaporlan pada Senin. Jawa Timur menyusul berikutnya dengan jumlah tambahan kasus sebanyak 2.346 sementara Jawa Barat sebanyak 1.643 kasus.

Dengan adanya tambahan kasus sebanyak 20.741 pada hari ini maka total kasus positif yang tercatat sejak pandemi adalah 3,89 juta.

Kasus kematian yang dilaporkan pada hari ini mencapai 1.180 jiwa.  Level ini adalah yang terendah sejak 18 Juli yang tercatat sebanyak 1.093 jiwa.  Lonjakan besar terjadi di Kalimantan Selatan yakni 60% dengan kasus kematian yang dilaporkan mencapai 40 jiwa. Sulawesi Selatan mencatat kenaikan 57% dengan kasus kematian sebanyak 30.  

Jawa Tengah menjadi penyumbang kasus kematian terbanyak dengan 304 jiwa disusul dengan Jawa Timur (257 jiwa)

Secara keseluruhan, Indonesia sudah melaporkan kasus kematian sebanyak 120.013 jiwa sejak Maret tahun lalu.

Kasus sembuh yang dilaporkan pada hari ini sebanyak 32. 225. Dengan demikian kasus total sembuh hingga hari ini menembus 3,41 juta. 

Jumlah kasus positif sebanyak 20.741 yang tercatat pada hari ini merupakan hasil pemeriksaan terhadap 101.426 orang.  Adapun rasio kasus positif hari ini mencapai 20,45% dan 35,93% jika mengacu NAAT (RT-PCR dan Tes Cepat Molekuler). Sedangkan positivity rate dengan tes antigen mencapai 11,87%.

Rapor Merah Jawa Tengah

Provinsi Jawa Tengah terus mencatatkan rekor buruk selama sepanjang bulan Agustus.  Pada periode 1-17 Agustus, provinsi tersebut menjadi provinsi dengan kasus positif harian terbanyak, kecuali pada 6 Agustus. Jawa Tengah juga menjadi provinsi dengan kasus kematian tertinggi di Indonesia sepanjang Agustus , kecuali pada tanggal 2, 10, dan 11 Agustus.

Tingginya kasus kematian di Jawa Tengah membuat provinsi tersebut menyalip Jawa Timur, per Jumat (13/8) , sebagai provinsi dengan akumulasi kasus kematian terbanyak. Padahal, sejak awal pandemi, Jawa Timur selalu menduduki peringkat satu dengan total kasus kematian terbanyak.

Data Satgas hingga Selasa (17/8) menunjukan Provinsi Jawa Tengah mencatat adanya tambahan kasus sebanyak 72.302 kasus pada periode 1-17 Agustus, artinya provinsi tersebut menyumbang 15% dari total kasus nasional  (482.821 kasus).

Angka kematian di Jawa Tengah pada periode yang sama tercatat 6.710 jiwa, atau 26% dari total kematian yang dilaporkan sepanjang Agustus 2021 (25.894).

Tambahan kasus positif di Jawa Tengah pada sepanjang Agustus jauh lebih tinggi dibandingkan provinsi lain seperti Jawa Timur (53.511) ataupun Jawa Barat (49.751). DKI Jakarta yang sejak awal pandemi menjadi episentrum penyebaran kasus Covid melaporkan tambahan kasus sebanyak 26.956 kasus pada 1-17 Agustus.

Pada periode 1-17 Agustus, Jawa Timur melaporkan kasus kematian sebanyak 5.286 jiwa sedangkan DKI Jakarta sebanyak 929 jiwa.

2021-08-17 10:47:00

Source link

Berkurang Empat, Ini 67 Daerah Masuk Kategori Level 4 di Jawa-Bali – Nasional – lagikepo.com – LAGIKEPO



LAGIKEPO |

Pemerintah memutuskan memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 di Jawa dan Bali hingga 23 Agustus mendatang.  Setidaknya ada 67 kabupaten/kota di wilayah Jawa dan Bali yang akan menerapkan PPKM Level 4 untuk periode 16-23 Agustus.

Merujuk Instruksi Menteri Dalam Negeri  Nomor 34 Tahun 2021 , jumlah kabupaten/kota yang masuk kategori PPKM Level 4 pada periode 16-23 Agustus lebih sedikit dibandingkan pada periode 9-16 Agustus yakni 71.

Ada lima kabupaten/kota yang keluar dari  kategori PPKM Level yakni Kota Cilegon (Banten), Kabupaten Lumajang (Jawa Timur), dan tiga wilayah di Jawa Tengah yakni  Kabupaten Semarang,  Kota Semarang, dan Kabupaten Demak. 

Namun,  Kabupaten Wonogiri justru masuk ke kategori wilayah yang harus menerapkan PPKM Level 4 mulai 16 Agustus. Keluarnya Kabupaten Demak dari daftar wilayah PPKM Level 4 merupakan hal positif mengingat wilayah tersebut pernah menjadi episentrum penyebaran Covid pada Juni lalu.

Instruksi Menteri Dalam Negeri  tersebut juga menyebutkan ada tiga provinsi yang semua wilayahnya masuk kategori PPKM Level 4 yakni DKI Jakarta (6), Bali (9), dan DI Yogyakarta (5). Jumlah wilayah dari Provinsi Banten yang masuk dalam kategori wilayah PPKM Level 4 berjumlah tiga, Jawa Barat (12), Jawa Timur (17), dan Jawa Tengah (15).

Berikut 67 kabupaten/kota yang masuk kategori PPKM Level 4:

 

DKI Jakarta

Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu, Kota Administrasi Jakarta Barat, Kota Administrasi Jakarta Timur, Kota Administrasi Jakarta Selatan, Kota Administrasi Jakarta Utara, dan Kota Administrasi Jakarta Pusat.

Banten

Kota Tangerang Selatan, Kabupaten Tangerang, dan Kota Tangerang

Jawa Barat

Kabupaten Bekasi, Kota Sukabumi, Kota Depok, Kota Cirebon, Kota Cimahi, Kota Bogor, Kota Bekasi, Kota Bandung, Kabupaten Sumedang, Kabupaten Bogor, Kabupaten Bandung Barat, dan Kabupaten Bandung

Jawa Tengah

Kabupaten Boyolali, Kabupaten Temanggung, Kabupaten Purbalingga, Kabupaten Wonogiri, Kabupaten Sukoharjo, Kabupaten Klaten, Kabupaten Kebumen, Kabupaten Banyumas, Kota Tegal, Kota Surakarta, Kota Salatiga, Kota Magelang, Kabupaten Sragen, Kabupaten Karanganyar dan Kabupaten Blora

Daerah Istimewa Yogyakarta

Kabupaten Sleman, Kabupaten Bantul, Kota Yogyakarta, Kabupaten Kulonprogo, dan Kabupaten Gunungkidul

Jawa Timur

Kabupaten Tulungagung, Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Madiun, Kabupaten Gresik, Kota Surabaya, Kota Mojokerto, Kota Malang, Kota Madiun, Kota Kediri, Kota Blitar, Kota Batu, Kabupaten Trenggalek, Kabupaten Malang, Kabupaten Lumajang, Kabupaten Bangkalan, Kabupaten Lamongan, dan Kabupaten Mojokerto

Bali

Kabupaten Jembrana, Kabupaten Bangli, Kabupaten Karangasem, Kabupaten Badung, Kabupaten Gianyar, Kabupaten Klungkung, Kabupaten Tabanan, Kabupaten Buleleng, dan Kota Denpasar. 

 Sesuai Instruksi Menteri Dalam Negeri, perpanjangan PPKM Level 4 untuk Jawa dan Bali diperpanjang dengan sejumah pelonggaran. 

Pelonggaran tersebut di antaranya restoran/rumah makan, kafe dengan area pelayanan di ruang terbuka dijinkan buka dengan protokol kesehatan yang ketat sampai dengan Pukul 20.00 waktu setempat dengan kapasitas maksimal 25%, satu meja maksimal dua orang, dan waktu makan maksimal 30 menit. Sebelumnya, waktu makan hanya diijinkan 20 menit.
Pemerintah juga mengijinkan restoran/rumah makan, kafe di dalam pusat perbelanjaan/mall/pusat perdagangan dapat menerima makan di tempat (dine in) dengan kapasitas maksimal 25%, satu meja maksimal dua orang.

Pemerintah masih melarang pusat perbelanjaan/mall/pusat perdagangan untuk membuka layanannya. Namun, pelonggaran diberikan untuk Provinsi DKI Jakarta, Kota Bandung, Kota Semarang, Kota Surabaya, Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang Selatan, Kota Bekasi, Kota Depok, Kota Cimahi, Kabupaten Bogor, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Bandung, Kabupaten Sumedang, Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Mojokerto, Kabupaten Lamongan, Kabupaten Gresik, dan Kabupaten Bangkalan.

Pada wilayah tersebut, kegiatan pada pusat perbelanjaan/mall/pusat perdagangan diijinkan beroperasi 50% pada Pukul 10.00 WIB hingga 20.00 WIB dengan protokol kesehatan.
Pelonggaran lainnya adalah dengan mengijinkan tempat ibadah (Masjid, Musholla, Gereja, Pura, Vihara, dan Klenteng serta tempat lainnya yang difungsikan sebagai tempat ibadah), dengan maksimal 50% kapasitas atau 50 orang dengan menerapkan protokol kesehatan secara lebih ketat.

 

2021-08-17 06:06:00

Source link

Kematian Usia Produktif Tinggi, Perlu Penanganan Dini Covid-19 – Nasional – lagikepo.com – LAGIKEPO



LAGIKEPO |

Jumlah kasus kematian akibat Covid-19 pada kelompok usia produktif meningkat secara signifikan dalam beberapa waktu terakhir. Hal ini tentunya perlu diwaspadai dan diantisipasi.

Satuan Tugas Penanganan Covid-19 mencatat kasus kematian pada kelompok usia 46-59 tahun melonjak dari 2.547 kasus pada Juni 2021 menjadi 13.694 kasus pada Juli 2021. Pada periode yang sama, kematian pada kelompok usia 31-45 tahun meningkat dari 964 kasus menjadi 5.159 kasus.

Sementara itu, kasus kematian kelompok usia 60 tahun ke atas menurun pada bulan Juli, meskipun jumlah kasusnya masih tinggi.

Menurut Ketua Bidang Data dan Teknologi Satgas Covid-19 Dewi Nur Aisyah, kemungkinan peningkatan kasus dipicu oleh mobilitas kelompok usia tersebut masih tinggi karena harus bekerja. “Tetap harus hati-hati sekali siapa pun. Pada kelompok umur ini di Juli kemarin terjadi peningkatan kematian yang sangat signifikan,” kata Dewi Nur Aisyah.

Adapun menurut Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PML) Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi, mengutip CNN Indonesia, tingginya angka kematian juga disebabkan oleh pengaruh varian Delta.  

Merujuk Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), varian delta sudah ditemukan di hampir 132 negara di dunia. WHO juga menganjurkan bagi individu yang terpapar harus segera mendapatkan perawatan intensif agar tidak berujung pada kematian. 

Oleh karena itu, diperlukan penanganan dini bagi pasien yang terkonfirmasi positif. Hal ini diungkapkan Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito. “Kematian pasien dapat meningkat peluangnya jika terlambat ditangani atau dirujuk. Serta memiliki riwayat komorbid,” katanya.  

Terdapat beberapa langkah yang bisa dilakukan apabila terpapar virus corona, di antaranya:

1. Menghubungi Layanan Kesehatan

Langkah pertama yang bisa dilakukan ialah berkonsultasi dengan dokter dan menghubungi Puskesmas. Selain itu, bisa melapor kepada ketua RT di lingkungan setempat yang biasanya akan meneruskan informasi kepada Satgas Covid-19 di wilayah tersebut. 

Saat ini, pemerintah telah bekerja sama dengan sejumlah layanan telemedis untuk menyediakan konsultasi secara gratis. Sementara dengan melapor ke Puskesmas, pasien bisa mendapatkan arahan penanganan. Misalkan, pihak Puskesmas akan melacak dan menjadwalkan anggota keluarga yang tinggal satu rumah untuk melakukan tes Covid-19.

Selain itu, pihak Puskesmas juga akan memantau kondisi kita. Termasuk memberikan vitamin apabila memang dibutuhkan. Apabila gejala yang dialami sedang hingga berat, jangan ragu berkonsultasi supaya mendapatkan penanganan lebih lanjut.

2. Isolasi Mandiri

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), isolasi diperuntukkan bagi seseorang yang bergejala atau telah dinyatakan positif Covid-19. Dalam kondisi tersebut, pasien sebaiknya dipisahkan dengan orang lain. Bisa di fasilitas kesehatan yang sudah ditentukan ataupun di rumah dengan kondisi tertentu. 

Isolasi ini dilakukan selama 13 hari apabila bergejala, sedangkan apabila tidak bergejala isolasi dilakukan selama 10 hari. 

Apabila gejala Covid-19 masih tergolong ringan biasanya disarankan untuk isolasi mandiri di rumah. Apabila demikian, sebaiknya menyediakan ruang isolasi dengan ventilasi udara yang baik. Selain itu, menggunakan kamar mandi dan alat makan yang terpisah dengan penghuni lain.

3. Memantau Kondisi Tubuh 

Pastikan untuk memantau kondisi tubuh apabila melakukan isolasi mandiri di rumah. Beberapa kondisi yang harus dipantau seperti saturasi oksigen hingga tekanan darah. Hindari mengonsumsi obat tanpa pengawasan dokter.

Menurut Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, apabila saturasi oksigen sudah di bawah 94 persen, segera membawa penderita ke rumah sakit atau isolasi terpusat.  Apabila kondisi pasien memburuk dengan gejala seperti sesak nafas, linglung, tidak berbicara dan bergerak, atau nyeri dada segera hubungi fasilitas kesehatan.

2021-08-17 02:05:00

Source link

Luhut Targetkan Data Kematian Kembali Masuk Indikator PPKM Pekan Depan – Nasional – lagikepo.com – LAGIKEPO



LAGIKEPO |

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan indikator angka kematian pasien Covid-19 dalam penilaian perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Levl 1 sampai 4 akan digunakan lagi pekan depan. Saat ini pemerintah sedang memperbaiki  data tersebut. 

Sebelumnya Pemerintah menghapus sementara data kematian akibat Covid-19 dari indikator level  PPKM lantaran sedang perlu diperbaiki. Hal tersebut lantaran ternyata data yang ada tidak akurat karena tidak menunjukkan angka yang benar pada tanggal rilisnya.

“Dalam satu sampai dua pekan ke depan data dan pelaporan ini selesai sehingga indikator kematian akan masuk assesment level PPKM,” kata Luhut dalam konferensi pers virtual, Senin (16/8).

 

Luhut sekaligus menepis anggapan pemerintah menghapus indikator kematian dalam penilaian PPKM. Dia mencontohkan, ada satu kota di wilayah Jawa dan Bali yang mengalami lonjakan pasien meninggal 77%  pada 10 Agustus lalu.

“Ternyata angka kematian tersebut berasal dari bulan Juli dan bulan-bulan sebelumnya,” ujarnya.

Dia juga memerintahkan pemerintah daerah untuk membuat pusat isolasi khusus, tempat vaksinasi prioritas, dan rumah sakit rujukan Covid-19 bagi ibu hamil. Kebutuhan ini mendesak demi mengurangi angka kematian pada ibu hamil.

Pemerintah telah memperpanjang PPKM Level 4 di Jawa dan Bali hingga 23 Agustus mendatang.  Luhut mengatakan keputusan perpanjangan merupakan arahan dari Presiden Joko Widodo setelah mengevaluasi angka penularan Covid-19 sepekan belakangan.

Luhut beralasan dalam pelaksanaan PPKM sepekan terakhir, kasus positif corona turun 76%, lebih besar dari pekan lalu yakni 59%. Selain itu angka pasien sembuh, kematian, positivity rate di Jawa dan Bali mulai menurun. “Kasus aktif juga telah turun 53% dari puncaknya 15 Juli lalu,” kata Luhut.

Adapun Kementerian Kesehatan melaporkan lonjakan kasus positif corona hari ini mencapai 17.384 orang atau terendah sejak akhir Juni 2021. Sedangkan angka kematian bertambah  1.245 orang, meningkat dari 1.222 pada hari Minggu (15/8).  

 

2021-08-16 15:21:00

Source link