Top Anies! Kasus Aktif Covid Jakarta Tinggal 8.000-an – LAGIKEPO



LAGIKEPO |

Jakarta, CNBC Indonesia – Penularan virus Covid-19 di DKI Jakarta sudah terkendali. Hal ini terbukti dengan kasus aktif Covid-19 yang terus menurun. Bahkan tinggal 8.916 kasus.

Berdasarkan data Satgas Covid-19, pada Sabtu (17/8/2021) pukul 12.00 WIB, terjadi penambahan kasus Covid-19 sebanyak 655 kasus di wilayah yang dipimpin Anies Baswedan ini. Adapun jumlah total kasus Covid-19 di Jakarta mencapai 841.610 kasus.

Sementara kasus aktif atau mereka yang dirawat di rumah sakit dan melakukan isolasi mandiri mencapai 8.916 kasus. Angka ini turun drastis ketika puncak infeksi Covid-19 di ibu kota yang sempat menyentuh 130 ribu kasus.

Sementara kasus aktif terbanyak di Pulau Jawa dan Bali dipegang oleh Jawa Barat. Saat ini kasus aktif Jawa Barat mencapai 59.686 kasus. Total kasus Covid-19 di Jawa Barat mencapai 658.778 kasus.

Berikutnya ada Jawa Tengah dengan 31.619 kasus. Total kasus Covid-19 di Jawa Tengah mencapai 454.189 kasus. Jawa Timur terdapat 29.343 kasus Aktif. Saat ini total kasus Covid-19 di Jawa Timur mencapai 361.943 kasus.

Selanjutnya Sumatera Utara dengan 28.315 kasus aktif. Total kasus Covid-19 di Sumatera Utara mencapai 83.398 kasus. Lalu ada Daerah Istimewa Yogyakarta dengan 24.439 kasus aktif. Total kasus Covid-19 di Yogyakarta mencapai 140.266 kasus.

[Gambas:Video CNBC]

(roy/dob)



2021-08-17 12:10:54

Source link

Penjelasan Lengkap Kemenkes Turunkan Tarif PCR Rp 495 Ribu – LAGIKEPO



LAGIKEPO |

Jakarta, CNBC Indonesia – Pemerintah telah menetapkan harga tertinggi PCR. Harga tersebut dibedakan menjadi Rp 495 Ribu untuk wilayah pulau Jawa dan Bali dan Rp 525 ribu untuk luar pulau Jawa dan Bali.

Sementara itu batas hasil tes juga telah ditetapkan maksimal 1x 24 jam setelah pengetesan dilakukan.

“Hasil pemeriksaan riil time PCR dengan menggunakan tarif tertinggi tersebut dikeluarkan maksimal 1×24 jam,” kata Dirjen Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, Kadir, konferensi pers secara online, Senin (16/8/2021).

“Kami mengharapkan dinas kesehatan daerah, provinsi dan kabupaten kota melakukan pembinaan dan pengawasan pelaksanaan batas tarif tertinggi sesuai kewenangan masing-masing,” tambahnya.

Dia juga menambahkan evaluasi terkait harga batas tertinggi swab PCR akan ditinjau ulang secara berkala. Pemberlakuan harga baru itu akan dimulai pada Selasa (17/8/2021).

Soal kenapa baru dilakukan penurunan harga sekarang, Kadir menjelaskan karena harga reagen dan barang medis sekali pakai baru mengalami penurunan. Sebelumnya harga-harga tersebut masih mahal dan membuat Swab PCR pun di banderol lebih tinggi.

Karena harga yang turun maka dilakukan penghitungan ulang dan mendapatkan harga tertinggi baru.

Kadir juga menjelaskan soal perbedaan harga di Pulau Jawa dan Bali serta di luar wilayah itu dikarenakan adanya biaya transportasi. Terdapat perbedaan harga Rp30 ribu untuk kedua wilayah tersebut.

Di wilayah luar Jawa-Bali masih harus menambahkan biaya transportasi dalam variabel perhitungan.

“Laboratorium daerah luar Jawa DNA Bali membutuhkan biaya transportasi, variabel biaya transportasi kita tambahkan ke unit cost sehingga didapatkan selisih harga,” kata dia.

Dalam kesempatan yang sama Iwan Taufiq dari Deputi II BPKP mengatakan pihaknya melakukan evaluasi batasnya tarif tertinggi pemeriksaan PCR. Hasil perhitungan tersebut sudah disampaikan pada pih Kementerian Kesehatan.

Iwan mengatakan jika hasil evaluasi berdasarkan hasil audit BPKP yang diperoleh terkait pelaksanaan tes PCR baik dilakukan BNPB dan Kementerian dan Kesehatan. Selain itu juga dari e-catalogue dan informasi lainnya.

“Berapa yang kami sampaikan kepada Kementerian Kesehatan sudah disampaikan melalui surat kami, dan diharapkan menjadi pertimbangan bagi Kementerian kesehatan untuk menetapkan langkah kebijakan lebih lanjut,” jelasnya.

[Gambas:Video CNBC]

(roy/roy)



2021-08-16 12:28:06

Source link

Tarif PCR Covid Turun Jadi Rp 495 Ribu, Ini Perhitungannya – LAGIKEPO



LAGIKEPO |

Jakarta, CNBC Indonesia – Pemerintah telah menetapkan tarif PCR tertinggi sejumlah Rp 495 ribu. Dirjen Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, Abdul Kadir menjelaskan perhitungan harga tersebut.

“personal cost total, yang kita hitung itu mulai pembelian alatnya, harga regimen, biaya SDM-nya, depresiasi alatnya dan juga overhead dan biaya administrasi. Kita hitung semua itu,” kata Kadir, dalam konferensi pers online, Senin (16/8/2021).

Setelah itu dihitung akan ditambahkan margin profit swastanya sebesar 15-20%. Dengan perhitungan itu mendapatkan hasil Rp495 ribu.

Harga tersebut berlaku untuk wilayah Pulau Jawa dan Bali. Sementara harga di luar Jawa-Bali adalah Rp 525 ribu. Kadir menjelaskan perbedaan itu karena adanya biaya transportasi yang masih dalam perhitungan.

“Laboratorium daerah luar Jawa dan Bali membutuhkan biaya transportasi, variabel biaya transportasi kita tambahkan ke unit cost sehingga didapatkan selisih harga,” kata dia.

Dalam pengumuman itu juga disebutkan jika hasil pemeriksaan maksimal dikeluarkan 1×24 jam setelah pengetesan dilakukan.

Kadir Juga mengharapkan para pihak terkait seperti dinas kesehatan derah, provinsi dan kabupaten kota dapat melakukan pembinaan dan pengawasan pelaksanaan batas tarif tertinggi PCR tersebut. Pengawasan itu termasuk sanksi diharapkan bisa mengikuti aturan yang diberlakukan dinkes.

“Kami mengharapkan dinas kesehatan daerah, provinsi dan kabupaten kota melakukan pembinaan dan pengawasan pelaksanaan batas tarif tertinggi sesuai kewenangan masing-masing,” kata dia.

Alasan baru kali ini melakukan penurunan harga, karena harga-harga barang terkait juga baru turun. Berbeda dengan awal pandemi, harga reagen cukup tinggi.

Begitu juga dengan barang medis habis pakai yang juga tinggi, seperti masker, hazmat, dan sarung tangan.

“Evaluasi telah terjadi penurunan harga, melakukan penghitungan ulang unit cost mendapatkan harga tertinggi Rp 495 ribu,” ujar Kadir.

[Gambas:Video CNBC]

(roy/roy)



2021-08-16 12:21:00

Source link

Covid-19 Varian Delta Belum Usai, Lambda Malah Bikin Ngeri – LAGIKEPO



LAGIKEPO |

Jakarta, CNBC Indonesia – Belum usai masalah penyebaran virus Covid-19 varian Delta, masyarakat dunia dihadapi dengan varian baru lainnya bernama Lambda. Sebuah studi terbaru dari tim peneliti Jepang menyebutkan Lambda dapat menembus perlindungan vaksin yang tersedia saat ini.

Studi tersebut belum ditinjau rekan lainya diterbitkan pada 28 Juli di bioRxiv. Para peneliti mengungkapkan varian Lambda menyebar di 26 negara termasuk Chili, Peru, Argentina dan Ekuador.

April 2021 lalu, Otoritas di Peru menyebutkan 81% kasus Covid-19 negara itu berhubungan dengan varian Lambda. Menurut tim peneliti dari Jepang , “tingkat vaksinasi di Chili relatif tinggi, presentasi orang yang menerima setidaknya satu dosis vaksin sekitar 60%”.

Meskipun begitu, ternyata terdapat lonjakan kasus di Chili. Hal ini menunjukkan varian Lambda bisa ‘kabur’ dari kekebalan anti virus yang dihasilkan oleh vaksinasi.

Sedangkan Varian Delta menunjukkan peningkatan infeksi virus dan resistensi lebih tinggi pada netralisasi yang diinduksi oleh vaksin.

“Di sini kami menunjukkan jika varian Lambda melengkapi tidak hanya infeksi namun jua resisten pada kekebalan anti virus,” ungkap penelitian tersebut, dikutip dari Fox29, Senin (16/8/2021).

Dalam penelitian terpisah dipimpin oleh ahli epidemiologi China Jing Lu mengungkapkan varian Delta memiliki 1.000 kali lebih banyak materi virus dari varian virus corona asli pada tahun lalu.

Pada awal ini, pejabat WHO mengatakan tidak banyak yang diketahui mengenai dampak dari varian Lambda. Namun ada potensi peningkatan penularan atau kemungkinan peningkatan resistensi pada antibodi penetral dibandingkan dengan strain Covid-19 asli.

Menurut para peneliti, penelitian lebih lanjut dibutuhkan untuk memahami soal varian Lambda.

Dalam studi awal, salah satunya dari Universitas New York diterbitkan 2 Juli, menyebutkan Lambda kemungkinan sedikit resisten dari antibodi yang diproduksi oleh vaksin mRNA oleh Pfizer-BioNTech dan Moderna. Namun penelitian tersebut menyimpulkan Lambda tidak akan cukup untuk menyebabkan hilangnya perlindungan yang signifikan terhadap infeksi.

“Sejauh ini kami tidak melihat indikasi jika varian Lambda lebih agresif. Ada kemungkinan bahwa itu menunjukkan tingkat infeksi yang lebih tinggi, namun kami belum punya cukup data untuk membandingkannya dengan Gamma ataupun Delta,” jelas ahli virus WHO, Jairo Mendez-Rico.

[Gambas:Video CNBC]

(roy/roy)



2021-08-16 04:48:16

Source link

Cara Download Sertifikat Vaksin 1 dan 2 di Peduli Lindungi – LAGIKEPO



LAGIKEPO |

Jakarta, CNBC Indonesia – Pemerintah mengeluarkan kebijakan mengenai penggunaan sertifikat vaksin Covid-19. Mulai dari syarat perjalanan dan untuk masuk ke mall dan pusat perbelanjaan.

Salah satu aturan wajib vaksin untuk bisa masuk ke pusat perbelanjaan berlaku di wilayah DKI Jakarta dalam Keputusan Gubernur (Kepgub) Nomor 966 Tahun 2021 tentang PPKM Level 4 Covid-19 mengatur hal di atas. Kepgub ditandatangani oleh Gubernur Anies Baswedan pada 3 Agustus 2021.

Sertifikat vaksin ini akan didapatkan masyarakat usai mendapatkan suntikan vaksinasi. Sertifikat berbentuk digital dan bisa diakses serta diunduh melalui Peduli Lindungi.

Berikut caranya untuk mendownload sertifikat vaksin di Peduli Lindungi:

Laman Peduli Lindungi:

  1. Buka laman Pedulilindungi.id, lalu di bagian kanan atas layar terdapat menu Login/Register.
  2. Bagi yang belum memiliki akun, buat akun terlebih dahulu. Untuk masyarakat yang sudah punya akun dapat pilih menu Login Sekarang.
  3. Masukkan nomot ponsel dan klik Login Sekarang, setelah itu akan masuk ke akun tersebut.
  4. Klik nama akun, di dalamnya terdapat sejumlah pilihan menu dan pilih Sertifikat.
  5. Di sana dapat mengecek dan juga mengunduh sertifikat, pilih Sertifikat Vaksin.
  6. Sertifikat Vaksin yang tertera di sana bergantung pada jumlah dosis yang diterima. Jika sudah melakukan vaksinasi lengkap maka akan tersedia dua sertifikat.
  7. Pilih sertifikat yang diinginkan dan lanjutkan dengan tekan Unduh Sertifikat untuk download.

Melalui Aplikasi Peduli Lindungi:

  1. Aplikasi Peduli Lindungi tersedia di App Store dan Play Store, jika belum memilikinya, pasang aplikasinya terlebih dulu.
  2. Setelah selesai, masuk ke dalam aplikasi. Jika sudah memiliki akun tekan tombol Login dan jika belum pilih Register.
  3. Di sana akan diminta memasukkan informasi yakni nama lengkap, NIK dan nomor ponsel. Lalu akan ada One Time Password atau OTP yang masuk melalui SMS, masukan kode tersebut.
  4. Pilih menu Paspor Digital, pilih nama untuk memunculkan sertifikat vaksin. Tekan tombol Unduh untuk mendownload dan menyimpannya.
  5. Setelah selesai mengunduh sertifikat, Anda bisa keluar dari aplikasi dengan memilih tombol Log Out.

[Gambas:Video CNBC]

(roy/roy)



2021-08-16 03:10:00

Source link