Skk & Tkk Kebahyangkaraan Untuk S,G,T,D (Pedoman Pembinaan)

Diposting pada

Pengantar

  • Gerakan Pramuka sebagai wadah pelatihan generasi muda yang menjalankan fungsinya sebagai forum pendidikan non formal mempunyai tugas penting dalam pembentukan watak, kepribadian, jasmani serta pengembangan pengetahuan dan keterampilan sehingga sanggup menjadi kader pembangunan di segala bidang.
  • Pemerintah Indonesia berusaha untukmeningkatkan kesejahteraan seluruh warganegaranya dengan banyak sekali macam upaya, antara lain menjamin terciptanya keamanan dan ketertiban masyarakat ( Kamtibmas ) melalui system keamanan dan ketertiban masyarakat swakarsa          (Siskamtibmas swakarsa ) dengan cara meningkatkan partisipasi aktif masyarakat dalam pelatihan Kamtibmas serta membina dan menyiapkan bala siap Kamtibmas di masyarakat termasuk di kalangan generasi muda.
  • Pembentukan Satuan Karya Pramuka Bhayangkara (Saka Bhayangkara ) merupakan wahana dan sarana pembentukan, peningkatan dan pengembangan pengetahuan, keterampilan, kecakapan dan pengalaman di bidang kebhayangkaraan sehingga Pramuka Saka Bhayangkara siap menjadi kader pembangunan di bidang pelatihan keamanan dan ketertiban masyarakat ( Binkamtibmas ).
  • Untuk mendukung terlaksananya kegiatan-kegiatan dalam penyelenggaraan Saka Bhayangkara dan mengingat perkembangan dinamika masyarakat yang kuat pada minat cowok terhadap kepramukaan khususnya kegiatan Saka Bhayangkara dan tugas para InstruKur Saka dan Pamong Saka dalam pelatihan kegiatan Saka Bhayangkara, maka perlu diadakan revisi terhadap Syarat-syarat dan Gambar Tanda Kecakapan Khusus Kelompok Kebhayangkaraan.

Maksud dan Tujuan Penyusunan Buku Pedoman

Maksud 
Penyusunan Buku Pedoman Syarat-syarat dan Gambar Tanda Kecakapan Khusus Kelompok Kebhayangkaraan ini sebagai revisi dari ketentuan sebelumnya perihal Syarat-syarat dan Gambar Tanda Kecakapan Khusus Kelompok Kebhayangkaraan yang tertuang dalam Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor : 098 Tahun 1996 perihal Penyempurnaan Syarat-syarat dan Gambar Tanda Kecakapan Khusus Kelompok Kebhayangkaraan, sehingga sanggup digunakan sebagai pedoman bagi Pembina Pramuka, Pamong Saka, Instruktur Saka, Pimpinan Saka Bhayangkara dan Andalan Pramuka dalam melaksanakan pelatihan dan pengembangan pendidikan kebhayangkaraan, dan sebagai pengawasan serta pengendalian terhadap penggunaan Tanda Kecakapan Khusus kelompok kebhayangkaraan.

Tujuan 

Adapun tujuan disusunnya Buku Pedoman Syarat-syarat dan Gambar Tanda Kecakapan Khusus Kelompok Kebhayangkaraan yaitu untuk memperlancar anggota Saka Bhayangkara dalam berbagi minat dan bakatnya melalui kegiatan kebhayangkaraan.

Kebijakan Pembinaan

Arah Pembinaan
Arah pelatihan Saka Bhayangkara yaitu keselarasan dan keutuhan antara tiga segi orientasi hidup :
  • Orientasi kepada Tuhan Yang Maha Esa dan nilai-nilai luhur Pancasila.
  • Orientasi diri sendiri.
  • Orientasi lingkungan dan masa depan, untuk menumbuhkan kepekaan anggota Saka Bhayangkara terhadap situasi keamanan dan ketertiban masyarakat.

Tujuan kegiatan Saka Bhayangkara :

  • Merupakan pendidikan yang menunjang perjuangan mencapai tujuan Gerakan Pramuka.
  • Merupakan bakti kepada masyarakat sebagai perwujudan ikut berperan aktif dalam pembangunan.

Sasaran kegiatan Saka Bhayangkara

Sasaran kegiatan yaitu bisa membangkitkan, mendorong, mengarahkan, mengatur dan berbagi keinginan/minat, talenta dan semangat serta daya kemampuan anggota.

Bentuk  kegiatan Saka Bhayangkara yaitu :

  • Latihan rutin.
  • Perkemahan (Persami, Pertikara, Peran Saka).
  • Praktek lapangan, Eksplorasi dan Ekspedisi Wisata Penataran, dll.

Metode  kegiatan Saka Bhayangkara adalah  :

  • Permainan.
  • Diskusi.
  • Peragaan.
  • Gladi/Latihan/Drill.
  • Lomba.
  • Pemecahan masalah.
  • Studi kejadian (kasus).
  • PraKek lapangan, dll.

Materi Kegiatan

Latihan Dasar Kebhayangkaraan
Setiap calon anggota Saka Bhayangkara harus memenuhi persyaratan sebagai berikut :

  • Melaksanakan kegiatan agama.
  • Rajin dan aktif mengikuti pertemuan dan latihan minimal 4 kali pertemuan setiap bulan.
  • Mengetahui arti kata Bhayangkara dan lambangPolri serta lambang Saka Bhayangkara.
  • Mengetahui, menghayati dan mengamalkan Pancasila sesuai dengan Undang-Undang Dasar 1945.
  • Dapat melaksanakan baris-berbaris.
  • Gemar berolahraga umum dan sanggup melaksanakan jenis olah raga menyerupai : Senam,  Renang,    Gerak jalan

Latihan Krida Kebhayangkaraan

Krida Ketertiban Masyarakat (KAMTIBMAS) terdiri dari :

  • SKK Pengamanan lingkungan pemukiman.
  • SKK Pengamanan lingkungan keria.
  • SKK Pengamanan lingkungan sekolah.
  • SKK Pengetahuan Hukum.

Krida Lalu Lintas (LANTAS) terdiri dari :

  • SKK Pengetahuan perundang-undangan/peraturan kemudian lintas.
  • SKK Pengaturan kemudian lintas.
  • SKK Penanganan kecelakaan kemudian lintas.

Krida Pencegahan dan Penanggulangan Bencana,  terdiri dari :

  • SKK Pencegahan kebakaran.
  • SKK Pemadam kebakaran.
  • SKK Rehabilitasi korban kebakaran.
  • SKK Pengetahuan kerawanan bencana.
  • SKK Pencarian korban.
  • SKK Penyelamatan korban.
  • SKK Pengetahuan satwa.

Krida Tempat Kejadian Perkara (TKP),  terdiri dari :

  • SKK Pengetahuan Tempat Kejadian Perkara.
  • SKK Pengetahuan sidik jari.
  • SKK Pengetahuan goresan pena tangan dan tandatangan.
  • SKK Pengetahuan ancaman narkoba.

Contoh & bentuk Gambar  TKK Kebhayangkaraan

 Materi Pengembangan Latihan Bakti

  • Setiap anggota Saka Bhayangkara diwajibkan meningkatkan pengetahuan dan berbagi talenta di dalam krida-krida lain biar minat dan bakatnya sanggup tersalur, terdidik dan terlatih.
  • Setiap anggota Saka Bhayangkara diwajibkan membaktikan dirinya di lingkungan masyarakat dan menjadi motivator dalam lingkungan keluarga.
  • Bersedia membantu pemerintah dalam bidang ketertiban serta bisa menunjukkan informasi yang sempurna dan benar.
  • Bagi anggota Saka Bhayangkara yang sebab keadaan keluarga/pendidikan, meninggalkan wilayah kerja Saka Bhayangkara, biar bisa melanjutkan pendidikan Kebhayangkaraannya dengan mendaftarkan kembali atau melaporkan kepada Pamong Saka Bhayangkara di daerah yang baru.

Program Pelaksanaan Kegiatan 

  • Kegiatan-kegiatan Saka Bhayangkara yaitu kegiatan dalam rangka berbagi talenta dan minat dalam bidang kebhayangkaraan melalui proses kepramukaan.
  • Kegiatan-kegiatan Saka Bhayangkara harus menjurus pada pengembangan dan pelatihan watak, mental, jasmani, rohani, pengetahuan, pengalaman dan kecakapan para Pramuka Penegak dan Pandega.
  • Kegiatan Saka diarahkan untuk membantu meningkatkan kualitas kegiatan Gugusdepan, sehingga anggota Saka yang telah mengikuti kegiatan Saka diwajibkan meneruskan pengetahuan dan keterampilannya kepada anggota di Gugusdepan sebagai Instruktur Muda.
  • Acara kegiatan Saka Bhayangkara dijalankan sebanyak mungkin secara praktek dan mudah dengan memakai prinsip dasar dan metode kepramukaan.
  • Kegiatan saka Bhayangkara hendaknya disajikan dengan menarik kepada penerima didik, terutama untuk menumbuhkan kesadaran berkamtibmas dan kesadaran hukum.
  • Kegiatan Saka Bhayangkara juga digunakan untuk menumbuhkan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, dedikasi dan perilaku bela negara serta kepedulian terhadap lingkungan masyarakat.
  • Kegiatan Saka Bhayangkara hendaknya direncanakan sedemikian rupa sehingga menarik sesuai dengan aspirasi, kebutuhan, situasi dan kondisi kaum muda serta menunjukkan bekal kepada para Pramuka Penegak dan Pandega untuk melaksanakan baktinya kepada masyarakat dalam pembangunan nasional.
  • Program kegiatan dibuat oleh Dewan Saka kemudian direkomendasikan kepada Pamong Saka/Pimpinan Saka dalam Kwartir yang terkait dan dilaksanakan oleh seluruh Penegak dan Pandega dibantu oleh para Instruktur Saka dengan kemitraan Pamong Saka Bhayangkara.
  • Materi latihan krida sanggup dilaksanakan oleh Penegak dan Pandega sendiri dengan petunjuk Instruktur Saka bermitra dengan Pamong Saka Bhayangkara.

Waktu Pelaksanaan Kegiatan

  • Latihan dilakanakan sesuaikan dengan waktu tahun pemikiran pendidikan dan merupakan masa bakti pada Saka Bhayangkara, sedangkan masa bakti di masyarakat tidak terbatas.
  • Latihan rutin dilaksanakan sesuai dengan kegiatan yang telah disusun oleh Dewan Saka dan waktu latihannya di luar latihan Gugusdepan dengan bimbingan Pamong Saka.
  • Latihan khusus dilaksanakan sesuai kegiatan yang disusun oleh Instruktur Saka Bhayangkara.

Penilaian Kegiatan

Maksud penilaian untuk :

  • Mengetahui kekurangan yang ada, guna diadakan perbaikan biar sanggup meningkatkan mutu kegiatan.
  • Memberi pengarahan perihal cara mengukur keberhasilan kegiatan.
  • Memperoleh hasil penilaian yang sanggup digunakan sebagai materi pembuatan planning kegiatan yang akan datang.

Waktu penilaian dilakukan pada :

  • Saat kegiatan berlangsung.
  • Akhir suatu kegiatan.
  • Kondisi dan situasi yang ada.

Penilaian dilakukan oleh :

  • Peserta dari suatu kegiatan.
  • Penyelenggara kegiatan.
  • Tim yang dibuat di luar 1) dan 2) di atas.

Sasaran penilaian :

  • Penilaian Perorangan (individu) : Segi negatif : Kurang obyektif sebab dipengaruhi oleh faktor-faktor dalam diri seseorang.  Segi kasatmata : Lebih banyak saran yang didapat sebab setiap penerima menunjukkan penilaiannya.
  • Penilaian  Kelompok : Segi negatif : Hasil penilaian kelompok menjadi tidak obyektif kalau ada anggota kelompok yang mendominasi jalannya penilaian. Segi kasatmata : Hasil diskusi kelompok lebih obyektif dan efektif bila semua anggota ikut melaksanakan penilaian, koordinasinya pada kegiatan yang telah dilaksanakan dan memprogramkan kegiatan-kegiatan yang akan datang.

Tujuan Penilaian :

  • Untuk meningkatkan kemampuan penerima didik yang bersangkutan.
  • Memberikan arah yang benar biar tercapai sasaran yang dituju.
  • Meningkatkan kualitas kegiatan itu sendiri.
  • Hasil penilaian sanggup digunakan sebagai pedoman pada penyusunan planning kegiatan selanjutnya.
  • Untuk menggairahkan dan menunjukkan motivasi pada penerima didik supaya mempunyai kepercayaan diri mereka masing-masing.
  • Setiap tahun diadakan penilaian untuk memperoleh keefektifan dan keefisienan kegiatan Saka Bhayangkara yang telah dilakanakan.

Sarana Kegiatan
Sarana untuk memperlancar kegiatan Saka Bhayangkara diperoleh dari :

  • Majelis Pembimbing Saka Bhayangkara berupa bimbingan dan pertolongan :  Finansial/Dana,   Organisatoris, Material,  Moral,  Fasilitas dan lain-lain.
  • Kwartir berupa bimbingan dan pengendalian saka melalui Pimpinan Saka Bhayangkara dan Pamong Saka Bhayangkara.
  • Swadaya, dana yang digunakan untuk membiayai kegiatan diperoleh dari :  Iuran anggota Saka yang besarnya ditetapkan oleh Musyawarah Saka.    Sumber lain yang tidak bertentangan dengan AD dan ART Gerakan Pramuka dan perundang-undangan yang berlaku.
Lihat entri/topik terkait :

Satuan Karya Gerakan Pramuka (Bentuk & Fungsi Pendidikannya),
Satuan Karya Gerakan Pramuka (Pimpinan, Pamong & Instruktur),
Satuan Karya Bhayangkara.
SKK & TKK Kebhayangkaraan Krida Kamtibmas  
SKK & TKK Kebhayangkaraan Krida Lantas (Lalu lintas)
SKK & TKK Kebhayangkaraan Krida Pencegahan dan Penanggulangan Bencana
SKK & TKK Kebhayangkaraan Krida Pengetahuan Tempat Kejadian Perkara

Sumber :

Keputusan Kapolri No.  SKEP/595/X/2006
Tentang Buku Pedoman Syarat-syarat & Gambar TKK Kelompok Kebhayangkaraan.