Serunya Asus Incredible Race Di Nusa Dua Bali

Diposting pada
Kebersaman Tim 23 penerima ASUS Incredible Race (Foto Evrina) 
Menjelajah biasanya dilakukan oleh para anggota pramuka, tetapi kali ini dilakukan oleh para awak media, blogger dan dealer ASUS seluruh Indonesia. Mereka berkumpul di pinggir Pantai sekitar Hotel Inayah Nusa Dua Bali (Kamis 08/09/2019). 

Mereka berlomba memperebutkan total hadiah 109 Juta dari ASUS. Sebelum berlomba seluruh penerima dibekali dengan smartphone ASUS Zenfone 3 dengan voucher makan siang sebesar Rp.150 ribu, voucher air mineral dan minuman pengganti cairan tubuh serta uang saku sebesar Rp.50 ribu. 
Walaupun sempat diwarnai dengan hujan tetapi jadinya aktivitas ini sanggup dilaksanakan. Para penerima dibagi menjadi 35 kelompok, setiap kelompok terdiri dari 20 orang tetapi ada beberapa orang yang tidak mengikuti alasannya yakni faktor kelelahan, hamil dan kondisi tubuh tidak fit. Kegiatan game ini ternyata untuk memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia untuk kategori permainan dengan jumlah penerima terbanyak yang dilakukan perusahaan berbasis teknologi. 
Kami tergabung dalam tim 23 yang semua anggotanya lengkap 20 orang. Tim kami terdiri dari banyak sekali sahabat dari seluruh Indonesia ada dari Palembang, Medan, Jakarta, Bogor, Bekasi, Batam, dan lain-lain. Saya terpilih menjadi ketua kelompok untuk menkoordinir rekan-rekan tersebut yang mempunyai usia yang bervariasi. Kegiatan ini sangat baik untuk menambah sahabat dari seluruh nusantara. 
Kegiatan ASUS Incredible Race ini sangat unik alasannya yakni setiap tim diberi tantangan dengan cara menscan QR code yang sanggup dibuka memakai aplikasi yang sudah disematkan di dalam smartphone ASUS Zenfone 3 untuk menuju ke daerah yang dituju. 
ASUS Incredible Race 
Setiap tim berbeda-beda lokasi pos yang ditujunya. Tim kami eksklusif menuju hotel Novotel Nusa Dua, di salah satu ruang yakni ruang Melati yang ada di Novotel tersebut kami diuji untuk menebak lagu yang diputar memakai ASUS Zenbook 3 yang memakai speaker Harman Kardon. Beruntung tim kami yang terdiri dari banyak sekali generasi tersebut sanggup menjawab semua lagu-lagu tersebut dengan tepat sehingga mendapatkan nilai tepat 20 poin.
Keseruan Peserta ASUS Incredible Race
Setelah dari Novotel kami menscan arah yang akan dituju, ternyata bukan goresan pena menyerupai yang pertama melainkan peta yang ditunjukkan dengan memakai Google Map. Ternyata perjalanan menuju ke sana berjarak lebih dari 2 km. 
Sesampainya di pos tersebut kami diajak mengitari lokasi sekitar Nusa Dua Bali memakai kendaraan beroda empat khusus. Kami diminta untuk mengambil gambar tersebut dan mengingat apa yang dilihat. Setelah kendaraan beroda empat kami hingga kembali di pos kami diberi 10 pertanyaan, setiap pertanyaan yang benar akan mendapatkan nilai 2 poin tetapi tim kami hanya mendapatkan 16 poin alasannya yakni hanya sanggup menjawab 8 pertanyaan.

EIS Station

Pertanyaanya unik-unik menyerupai ada berapa pintu masuk ke Bali Collection, Rumah Sakit yang ada di sekitar Nusa Dua, museum yang dilewati, teater yang ada di sekitar lokasi tersebut dan lain-lain yang harus dijawab dengan benar oleh anggota tim. 
Setelah dari pos yang kedua ini, kami eksklusif menuju ke Hotel Nusa Dua Conference Center, tetapi tim kami salah masuk pintu gerbangnya sehingga harus kembali lagi. Sesampainya di lokasi hotel tersebut kami eksklusif mendapatkan tantangan selanjutnya yakni mengikuti penari Bali. 

Saya kebagian mengabadikan momen tersebut memakai fitur video 4K. Rekan-rekan berusaha untuk mengikuti tarian tersebut tetapi gayanya banyak yang tidak sesuai sehingga tim kami diberi nilai 17 poin. 

Setelah menscan QR Code dan tertera tujuan berikutnya yakni Water Blow, tetapi alasannya yakni waktu sudah mengatakan pukul 12, tim kami beristirahat terlebih dahulu untuk makan siang di Bali Collection sesuai dengan voucher makan yang sudah disediakan panitia.
Menu Makan Siang
Beruntung tim kami tim yang gres tiba ke restoran tersebut sehingga kami cepat dilayani. Harganya ternyata panitia sudah mengetahui sehingga voucher tersebut pas untuk makan siang. Setelah makan siang kami eksklusif menuju ke pos 4 yakni Water Blow yang berada di sekitar Pantai Peninsula Island. 
Di daerah ini kami ditantang di Pos OIS (Optical Image Stabilization) untuk menyeberangi jembatan sambil mengambil gambar ASUS yang terpasang di ranting pohon. Panitia sengaja melaksanakan ini untuk mengetes keseimbangan dari smartphone ASUS Zenfone 3. Tim kami hanya sanggup mengumpulkan nilai 15 dari 20 peserta. 
Berjalan di atas jembatan sambil mengambil gambar
elepas mengikuti tantangan ini kami lalu menscan QR Code lagi dan mengatakan ke salah satu daerah di sekitar pantai yang lokasinya tidak jauh dari tantangan menyeberangi jembatan. Tantangan kali ini yakni mencari lokasi foto yang telah disiapkan oleh panitia. Dari 20 foto kami hanya menemukan 15 foto sehingga poinnya hanya 15. 
Water Blow
Karena waktu hampir mendekati batas waktu yang ditentukan oleh panitia jadinya kami bergegas menuju ke lokasi terakhir yakni Hotel Courtyard Marriot kamar 5004 yang tertera sesudah scan QR Code tetapi sesudah ke kamar ternyata itu salah satu kamar penerima dan tidak ada panitia. Akhirnya kami menanyakan kepada salah satu roomboy di hotel tersebut dan kami ditunjukkan ke salah satu kamar yakni 5014. 
Tantangan Low Light di kamar 5014
Di dalam kamar tersebut kami harus mengambil gambar yang sudah ditentukan oleh panitia untuk mengetes fitur kameranya yang berjulukan Low Light. Tetapi ada peraturan yang dihentikan dilanggar oleh penerima yakni dihentikan memakai blitz. Jika ada salah satu penerima yang memakai blitz maka penerima tersebut di diskualifikasi. 
Beberapa nama barang yang ada di dalam hotel harus difoto dengan kondisi tepat dengan memakai fitur Low Light tetapi ada dua rekan yang gagal alasannya yakni belum diatur setting kameranya ke low light dan masih memakai blitz serta ada barang yang tidak ditemukan oleh penerima sehingga tim kami hanya mendapatkan nilai 15 poin.  
Total keseluruhan tim kami mendapatkan nilai 100 poin, ternyata poin tersebut masih kalah dibandingkan dengan tim-tim lain yang mendapatkan nilai lebih dari 100 poin. Tetapi tim kami bahwasanya menjadi tim paling solid alasannya yakni semua pesertanya lengkap hingga simpulan tidak ada yang pulang lebih awal sebelum hingga garis finish.  
Ditempat ini kami mendapatkan medali sebagai penerima Incredible Race. Sebuah prestasi tersendiri bagi kami alasannya yakni sanggup menuntaskan dengan baik ASUS Incredible Race. Kemudian kami diminta berfoto bersama di sebuah backdrop bergambar Joe Taslim dan Bunga Citra Lestari yang didaulat sebagai Brand Ambassador ASUS. 
Mendapatkan medali ASUS Incredible Race 
Beruntung kami dipandu oleh mba Natalia dari Event Organizer ASUS yang dengan sabar dan setia mengantar kami dari satu pos ke pos lain. Dia juga yang membantu tim kami menuntaskan dari satu pos ke pos lain. 
Natali bersama Evrina (Foto Evrina)
Walaupun demikian secara kesuruhan program ASUS Incredible Race ini seru dan mengasyikan alasannya yakni kami sanggup saling mengenal satu sama lain dan berhasil menciptakan kami tersenyum, tertawa, mengembangkan dongeng diantara teman-teman dalam satu tim.