Scouting For Boys : Pembunuhan Di Elsdon

Diposting pada
SCOUTING FOR BOYS : PEMBUNUHAN DI ELSDON
(Cerita di bawah ini pada garis besarnya yakni kisah nyata: Suatu referensi dongeng yang diberikan oleh Pembina Pramuka kepada penerima didiknya alasannya yakni pada umumnya menggambarkan kewajiban-kewajiban seorang pramuka)
Suatu pembunuhan keji terjadi beberapa tahun yang kemudian di negara Inggris Utara. Pembunuh itu tertangkap, dipidana, kemudian digantung. Hal ini terutama alasannya yakni kecerdasan seorang gembala.
Anak gembala itu berjulukan Robert Hindmarsh, tiba ke padang rumput, untuk menggembala dombanya. Ketika ia pulang melalui jalan di tempat pegunungan yang jarang dikunjungi orang, ia melewati seorang gelandangan yang duduk di tanah, kakinya membentang di depannya dan sedang makan. (latihan :pengetahuan alam).
Sekilas anak itu memperhatikan gelandangan tersebut, terutama kepada paku-paku khusus di sol sepatunya. (latihan :pengamatan)
Ia tidak berhenti berjalan dan menatapnya, melainkan melihatnya sepintas sambil terus berjalan, tanpa menarik perhatiah orang itu. Ia memang dianggap sebagai anak biasa. (latihan :menyimpan rahasia)
Ketika anak itu hampir tiba di rumahnya, kira-kira 5 atau 6 kilometer jauhnya, ia berjumpa dengan orang banyak yang sedang mengerumuni sebuah pondok dimana seorang perempuat renta (Margaret ceozier) yang mendiami pondok itu ditemukan terbunuh. Berbagai macam kecurigaan diungkapkan oleh orang-orang wacana siapa yang melaksanakan pembunuhan itu. Orang menduga bahwa yang melaksanakan pembunuhan yakni suatu gerombolan kecil, terdiri atas tiga atau empat orang gelandangan yang melaksanakan perampokan di tempat itu, dan mengancam siapapun juga yang melaporkan kejahatannya. (latihan : menarik kesimpulan/deduksi).
Anak itu mendengar pembicaraan ini semua. Kemudian ia melihat beberapa jejak sepatu yang asing di kebun gubuk tersebut. Bekas-bekas paku di tanah sesuai dengan paku yang dilihattnya pada sol sepatu orang gelandangan di lapangan tadi. Ia mengambil kesimpulan, bahwa orang itu mungkin tersangkut juga dalam pembunuhan tersebut.
Ternyata, orang yang dibunuh itu seorang wanita renta yang tak berdaya. Timbullah dalam hati anak itu perasaan kesatria dan akan bertindak terhadap si pembunuh, siapapun juga orang tersebut. (latihan :kesatrian).
Meskipun anak itu tahu bahwa teman-teman si pembunuh tersebut akan membunuhnya alasannya yakni ia telah memperlihatkan keterangan, namun mengabaikan rasa takuutnya. Segera ia pergi ke polisi dan menceritakan wacana jejak-jejak kaki di kebun tadi, di mana akan sanggup menemukan orang itu jikalau ia pergi dengan segera. (latihan :keberanian dan disiplin diri).
Orang yang di lapangan itu telah berada jauh sekali dari tempat pembunuhan, dan tidak terlihat oleh siapapun kecuali oleh anak tadi sehingga ia merasa aman. Sama sekali ia tidak menyangka, bahwa anak itu akan berjalan hingga ke tempat pembunuhan dan kemudian akan kembali lagi sebagai penunjuk jalan di polisi. jadi ia tidak berjaga-jaga. (latihan :kesehatan & kekuatan).
Anak itu besar lengan berkuasa dan sehat, serta melaksanakan perjalanan dengan cepat dan tepat, sehingga mereka sanggup menemukan orang itu dan menangkapnya dengan mudah. Pembunuh itu berjulukan Willie Winter, seorang jipsi. Ia diperiksa dan ternyata bersalah. Kemudian ia digantung di New Castle. Badannya digantungkan pada tempat penggantungan di bersahabat lokasi pembiunuhan sebbagai kebiasaan pada waktu itu.Dua orang jipsi, kaki tangan pembunuh itu, ditangkap bersama barangan rampokannya, dan dihukum di New Castle juga.
Namun, dikala anak itu mengetahui kenyataan yang menimpan diri Winter, timbullah rasa tidak lezat padanya, alasannya yakni ia telah menimbulkan maut sesama manusia. (latihan :kebaikan hati)
Kemudian ia dipanggil oleh hakim dan dipuji alasannya yakni perbuatan yang telah ia lakukan terhadap penduduk di wilayahnya sangat bagus. Ia telah menyelamatkan jiwa mereka dengan menyingkirkan penjahat yang sangat berbahaya dari dunia. (latihan :menyelamatkan hidup).
Ia berkata, “Kamu telah melaksanakan kewajibanmu, walaupun pekerjaan itu telah mengakibatkan ancaman serta ketakutan bagi dirimu sendiri. Kita tak boleh mempedulikan hal itu. Kewajiban kita yakni membantu polisi dalam menegakkan keadilan, dan kewajiban jarus dilaksanakan dengan tidak memandang apa jadinya bagi kita meskipun jikalau kita harus mengorbankan jiwa kita.” (latihan :kewajiban).
Begitulah anak itu melaksanakan tiap pecahan dari kewajiban seorang pramuka tanpa dilatih khusus terlebih dahulu. Ia berlatih:Pengetahuan alam, Mengamati sesuatu dengan tidak diketahui oleh orang lain, Menarik kesimpulan (deduksi) atas apa yang telah ia amati, Kekesatriaan, Merasa berkewajiban, Keuletan dan kebaikan hati. (latihan :contoh).
Ia tidak menduga bahwa pekerjaan yang telah dilakukannya dengan begitu saja, bertahun-tahun kemudian menjadi referensi bagi belum dewasa pria lainnya untuk mengajar mereka melaksanakan kewajibannya.
Sumber :

 https://www.facebook.com/MINGGUYONO?fref=ts

Catatan :
Kak Mingguyono AS merupakan salah seorang Pelatih di Pusdiklatcab  Bima NTB