Scouting For Boys : Disiplin Diri Sendiri (Keberanian)

Diposting pada

CERITA API UNGGUN No.21 :  DISIPLIN DIRI SENDIRI

  • Kehormatan
  • Kepatuhan & Ketertiban
  • Keberanian
  • Kegembiraan

KEBERANIAN

Jarang orang yang sudah mempunyai keberanian semenjak dilahirkan, tetapi siapapun sanggup menciptakan dirinya berani, asal saja mau berusaha dan terutama jikalau ia mulai berusaha semenjak dari kecil.
Orang yang berani akan menceburkan diri ke dalam ancaman dengan tidak ragu-ragu, sedangkan orang yang kurang berani tentu akan mengundurkan diri. ltu sama saja halnya dengan berenang. Banyak bawah umur akan ke sungai untuk mandi, tetapi mereka hanya akan berjongkok sambil  menggigil ketakutan di tepinya sambil membayangkan betapa dalam dan dinginnya air sungai itu.

Tetapi anak yang pemberani akan menerjang melewati mereka lalu terjun menceburkan diri ke dalam air, dan sehabis beberapa detik mereka sudah berenang kian kemari dengan gembiranya.

Jika kau menghadapi bahaya, janganlah hanya melihat saja. Makin usang kau melihat ancaman itu, kau makin kurang suka akan ancaman itu. Tetapi terjunkanlah dirimu dengan berani, dan ternyata, bahwa ancaman itu tidak ada separuhnya dari apa yang kau perkirakan sebelumnya.
Ketabahan Hati
Para kesatria ialah orang yang tak pernah berkata “mati”, sebelum mereka meninggal dunia. Mereka senantiasa bersedia bertahan hingga titik darah yang penghabisan. Tetapi ialah hal biasa, jikalau seseorang mempersulit dirinya sendiri atau sudah ketakutan tertebih dahulu sebelum menyadari bahwa tak ada gunanya untuk takut. Banyak orang tidak mau lagi bekerja keras, lantaran merasa tidak mendapat kesuksesan seketika. Padahal jikalau mereka mau bertahan sedikit lebih usang lagi, kesuksesan akan tiba juga. Orang harus bersedia bekerja keras dahulu, supaya dikemudian hari mendapat keuntungan.
Barangkali ada di antara kau sekalian yang pernah mendengar dongeng wacana dua ekor katak. Kalau belum akan saya ceritakan: Pada suatu hari ada dua ekor katak berjalan-jalan dan sampailah mereka pada suatu mangkuk besar yang penuh dengan krim. Ketika kedua hewan itu melihat ke dalam daerah tersebut, jatuhlah keduanya ke dalam mangkuk tadi.
Katak yang satu berkata: “lni semacam air gres bagi aku. Bagaimana orang sanggup berenang dalam barang semacam ini? Tak ada gunanya mencoba berenang”. Karena itu ia karam ke dasarnya, alasannya ialah ia tidak punya keberanian.
Tetapi katak yang lain lebih bersifat jantan, dan ia berusaha sekuat tenaga untuk berenang, memakai tangan dan kakinya sekuat-kuatnya biar tetap mengambang. Sewaktu-waktu terasa akan tenggelam, berjuanglah ia lebih ulet lagi dan tak pernah putus asa.
Akhirnya, saat ia sudah begitu lelahnya dan berpikir bahwa tak sanggup lagi untuk bertahan, terjadilah suatu keajaiban: Karena gerakannya yang begitu jago dengan tangan dan kakinya, ia memutar meliuk-liuk sedemikian rupa dan sekonyong-konyong tahu-tahu ia sudah duduk di atas segumpal mentega dengan selamat.
Kaprikornus kalau kau menghadapi kesuitan, tersenyumlah dan berkatalah kepadamu sendiri, menyerupai burung kutilang bernyanyi: “Tahankanlah, tahankanlah, tahankanlah” dan kau akan lolos dari kesulitan itu.
Suatu langkah besar menuju kesuksesan ialah bisa bertahan menghadapi kekecewaan.
Lihat Entry/Topik Terkait

Sumber :

“Scouting For Boys”, Baden Powell –  “Memandu untuk Putera” Alihbahasa Kwarnas Gerakan Pramuka, 1988