Satuan Karya Bhayangkara

Diposting pada

Pengertian

  1. Satuan Karya Pramuka Bhayangkara disingkat Saka Bhayangkara ialah satuan karya pramuka yang merupakan wadah kegiatan kebhayangkaraan untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan mudah dalam bidang keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) guna menumbuhkan kesadaran berperan serta dalam pembangunan nasional
  2. Bhayangkara berarti penjaga, pengawal, pengaman, atau pelindung keselamatan bangsa dan Negara.Kebhayangkaraan ialah kegiatan yang berkaitan dengan pertahan dan keamanan negara dalam rangka menjamin tetap tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia yang menurut Pancasila dan UUD Negara Republik Indonesia tahun 1945 dan melindunginya terhadap setiap ancaman baik dari luar maupun dari dalam negeri
  3. Kamtibmas ialah merupakan keperluan hakiki masyarakat yang mendambakan suasana kondusif dan tertib dalam tata kehidupannya, keamanan akan senantiasa berkaitan dengan perasaan masyarakat yang mendambakan suasana :  perasaan bebas dari gangguan pisik maupun psikis (security),  adanya rasa kepastian dan bebas dari kekhawatiran keragu-raguan dan ketakutan (surety),  perasaan dilindungi dari segala macam ancaman (safety), –  perasaan tenang dan tentram lahir batin (peace)
  4. Ketertiban ialah suasana tetib dan merupakan keadaan yang menjadikan kegairahan dan kesibukan kerja dalam rangka mencapai kesejahteraan masyarakat   tertib adalah  keteraturan yaitu suatu situasi dimana segala sesuatu berjalan secara teratur   ketertiban ialah keadaan yang sesuai dengan norma masyarakat dan norma yang berlaku

Tujuan
untuk mewujudkan kader-kader bangsa yang ikut serta bertanggungjawab terhadap keamanan dan ketertiban masyarakat melalui pendidikan kebhayangkaraan didalam Gerakan Pramuka

Sasaran

supaya para anggota Gerakan Pramuka yang telah mengikuti kegiatan saka tersebut :

  1. memiliki pengetahuan, kemampuan, kecakapan, dan ketrampilan serta pengalaman dalam bidang kebhayangkaraan
  2. memiliki sikap hidup yang tertib dan disiplin serta ketaatan terhadap peraturan aturan dan norma sosial yang berlaku dalam masyarakat
  3. memiliki sikap kebiasaan dan sikap yang tangguh sehinggamampu mencegah menangkal, serta menanggulangi timbulnya setiap gangguan kamtibmas
  4. memiliki kepekaan dan kewaspadaan serta daya tangggap dan adaptasi terhadap setiap perubahan dan dinamika sosial di lingkungannya
  5. mampu memperlihatkan latihan perihal pengetahuan kamtibmas kepada para anggota Gerakan Pramuka di gugusdepannya
  6. mampu menyelenggarakan pengamanan lingkungan secara swakarsa, swadaya dan swasembada, serta secara positif yang mempunyai kegunaan bagi dirinya dan bagi masyarakat di lingkungannya
  7. mampu melaksanakan tindakan pertama terhadap kasus kejahatan ketahuan yang terjadi dilingkungannya untuk kemudian segera menyerahkannya kepada polri
  8. mampu membantu polri dalam pengamanan tkp dan melaporkan kejadian tersebut serta bersedia menjadi saksi
  9. mampu membantu merehabilitasi ketentraman masyarakat yang terganggu akhir konflik sosial, kecelakaan dan musibah yang terjadi di lingkungannya.

Organisasi

  1. Pramuka Penegak, Pramuka Pandega, Pramuka Penggalang (dari) perjaka berusia 14-25 tahun dari beberapa gugusdepan di satu wilayah, ranting/kecamatan yang kebhayangkaraan dihimpun oleh kwartir ranting/cabang bersama Dewan Kerja Penegak dan Pandega yang bersangkutan untuk membentuk Saka Bhayangkara. Saka Bhayangkara putra terpisah dari Saka Bhayangkara putri 
  2. Saka Bhayangkara beranggotakan sedikitnya 10 orang dan sebanyak-banyaknya 40 orang dan sedikitnya terdiri atas 2 krida tertentu, yang masing-masing beranggotakan 5 sampai 10 orang : 
  3. Saka Bhayangkara terdiri atas 5 krida yaitu : Krida Pengamanan Lingkungan, Krida Pengamanan Lalu Lintas, Krida TPTK (Tindakan Pertama di Tempat Kejadian), Krida SAR (Search And Rescue), Krida Pemadam Kebakaran.
  4. Setiap krida beranggoatakan 5 s/d 10 orang, sehingga dalam satu Saka Bhayangkara dimungkinkan adanya beberapa krida yang sama.
  5. Jika satu jenis krida peminatnya lebih 10 orang, maka nama krida itu diberi komplemen angka belakangnya. Misalnya krida sar 1, krida sar 2, krida sar 3 dst.
  6. Saka Bhayangkara sanggup diberi nama jagoan bangsa atau tokoh lainnya (misalnya Saka Bhayangkara KS. Tubun dll).
  7. Saka Bhayangkara putra dibina oleh pamong saka putra, dan Saka Bhayangkara putri dibina oleh pamong saka putri, serta masing-masing dibantu oleh beberapa instruktur.
  8. Jumlah pamong saka ditiap-tiap saka diubahsuaikan dengan keadaan, sedangkan jumlah pelatih diubahsuaikan dengan kebutuhan/lingkup kegiatannya.
  9. Pengurus Saka Bhayangkara disebut dewan saka terdiri atas, ketua, wakil ketua, sekretaris, bendahara dan beberapa orang anggota, yang dipilih diantara para pemimpin krida dan wakit pemimpin krida.
  10. Tiap krida dipimpin oleh seorang Pemimpin Krida, dibantu seorang Wakil Pemimpin Krida.
  11. Saka Bhayangkara dibina dan dikendalikan oleh kwartir ranting/cabang dibantu oleh Dewan Kerja Penegak dan Pandega tingkat ranting/cabang.
  12. Masa bakti pengurus Saka Bhayangkara ialah dua tahun

Anggota

  1. Peserta didik :   Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega,   Pramuka Penggalang yang berminat dibidang kebhayangkaraan dan memenuhi syarat khusus tertentu
  2. Anggota remaja :    Pamong Saka Bhayangkara,    Instruktur Saka Bhayangkara,     Pimpinan Saka Bhayangkara
  3. Pemuda yang berusia 14-25 tahun bukan anggota Gerakan Pramuka sanggup menjadi calon Saka Bhayangkara, dengan ketentuan satu bulan sesudah terdaftar sebagai calon anggota Saka Bhayangkara, telah menjadi anggota salah satu Gugusdepan Pramuka terdekat

Peminat
Peminat Saka Bhayangkara terdiri atas para Pramuka Siaga dan Pramuka Penggalang yang menyenangi kegiatan bidang kebhayangkaraan

Syarat Anggota

  1. Menyatakan impian untuk menjadi anggota Saka Bhayangkara, secara sukarela dan tertulis
  2. Bagi perjaka calon anggota Gerakan Pramuka, telah menerima ijin dari orang tuanya/walinya dan bersedia menjadi anggota gugusdepan pramuka setempat/terdekat
  3. Bagi Pramuka Penegak, Pandega dan Penggalang diperlukan menyerahkan ijin tertulis dari pembina satuan dan pembina gugusdepannya, dan tetap menjadi anggota gugudepan asalnya
  4. Bagi Pramuka Penggalang telah memenuhi syarat kecakapan umum tingkat penggalang terap
  5. Bagi Pamong Saka Bhayangkara sedikitnya telah mengikuti Kursus Pembina Mahir Tingkat Dasar
  6. Bagi Instruktur Saka Bhayangkara bersedia secara sukarela memperlihatkan pengetahuan, ketrampilan dan kecakapan dibidang kebhayangkaraan kepada anggota Saka Bhayangkara
  7. Sehat jasmani dan rohani serta dengan sukarela sanggup mentaati segala ketentuan yang berlaku

 Hak Anggota

  1. Semua anggota mempunyai hak bicara, hak bunyi dan hak pilih, sesuai dengan ketentuan yang berlaku didalam Gerakan Pramuka
  2. Semua anggota mempunyai hak mengikuti semua kegiatan Saka Bhayangkara sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

 Kewajiban Anggota

  1. Menjaga nama baik Gerakan Pramuka dan sakanya
  2. Rajin mengikuti kegiatan sakanya
  3. Menerapkan pengetahuan dan ketrampilannya dalam kehidupannya sehari-hari, sehingga menjadi pola bagi keluarga dan masyarakat dilingkungannya
  4. Menyebarluaskan pengetahuan dan ketrampilan dibidang kebhayangkaraan kepada anggota Gerakan Pramuka di gugusdepannya dalam rangka membantu memenuhi syarat kecakapan umum (sku) dan syarat kecakapan khusus (skk)
  5. Membayar iuran dan mentaati segala ketentuan dalam sakanya

Kewajiban Pemimpin Krida

  1. Memimpin kridanya dalam semua kegiatan dengan penuh rasa tanggungjawab
  2. Mewakili kridanya dalam pertemuan dewan saka
  3. Bekerjasama dan membagi kiprah dengan wakil pemimpin kridanya untuk mewujudkan kekompakan dan meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan anggotanya dalam bidang kebhayangkaraan
  4. Bekerjasama dengan para pemimpin krida lainnya dalam upaya memelihara keutuhan dan kesatuan anggota sakanya
  5. Membayar iuran dan mentaati segala peraturan sakanya

Kewajiban Dewan Saka Bhayangkara

  1. Melaksanakan latihan Saka Bhayangkara sesuai dengan kegiatan saka
  2. Melaksanakan budi Kwartir Ranting/Cabang dalam bidang Saka Bhayangkara
  3. Melaksanakan pertemuan Dewan Saka sesuai dengan rencana dan mengadakan penilaian seperlunya
  4. Menciptakan pembaharuan dalam bentuk kegiatan menarik dibidang kebhayangkaraan dengan memakai prinsip-prinsip dasar metodik kepramukaan
  5. Selalu berkonsultasi dengan para Pamong, Instruktur dan anggota Saka Bhayangkaranya
  6. Melaksanakan manajemen mengenai keanggotaan dan kegiatannya
  7. Membayar iuran dan mentaati segala ketentuan dalam sakanya

Pelantikan

  1. Peserta didik dilantik sebagai anggota Saka Bhayangkara oleh Pamong Saka yang bersangkutan sesudah mengikuti latihan dasar. 
  2. Pemimpin Krida dan Wakil Pemimpin Krida dilantik oleh Pamong Saka yang bersangkutan menurut janji anggota krida yang bersangkutan.  
  3. Dewan Saka Bhayangkara dilantik oleh Pamong Saka yang bersangkutan menurut hasil keputusan musyawarah saka.  
  4. Pamong Saka Bhayangkara dan pelatih Saka Bhayangkara dilantik oleh Ketua Kwartir Ranting/Cabang. 
  5. Pemimpin Saka Bhayangkara Tingkat Ranting dilantik oleh Ketua Kwartir Ranting .
  6. Pemimpin Saka Bhayangkara Tingkat Cabang dilantik oleh Ketua Kwartir Cabang.
  7. Pemimpin Saka Bhayangkara Tingkat Daerah dilantik oleh Ketua Kwartir Daerah.
  8. Pemimpin Saka Bhayangkara Tingkat Nasional dilantik oleh Ketua Kwartir Nasional

Pengukuhan

  1. Berdirinya Saka Bhayangkara dikukuhkan dengan surat keputusan kwartir ranting/cabang yang dibacakan pada upacara peresmian pamong saka yang pertama kali.
  2. Sahnya pimpinan Saka Bhayangkara tingkat ranting, cabang, daerah, nasional dikukuhkan dengan keputusan kwartir yang bersangkutan dan dibacakan pada program upacara peresmian pimpinan Saka Bhayangkara pada tingkat kwartir yang bersangkutan pula

Sifat dan Lingkup Kegiatan
Untuk memperoleh banyak sekali pengetahuan dan ketrampilan di bidang kebhayangkaraan sehingga mempunyai sikap dan sikap sesuai dengan aba-aba kehormatan Gerakan Pramuka Saka Bhayangkara melaksanakan kegiatan yang mencakup :

  1. Kebhayangkaraan secara umum
  2. Kamtibmas yang dituangkan dalam kegiatan krida dengan syarat kecakapan khususnya
  3. Bakti masyarakat, bangsa dan negara dalam rangka menumbuhkan rasa dedikasi secara positif dan produktif, atas dasar kesadaran serta kemauan sendiri secara swakarsa, swadaya dan swasembada

Bentuk dan Macam Kegiatan

  1. Latihan saka secara terpola yang dilaksanakan diluar latihan gugusdepan
  2. Kegiatan terpola yang dilaksanakan dalam menghadapi kejadian-kejadian penting tertentu, contohnya hari besar nasional, Hari Pramuka, Hari Abri, Hari Bhayangkara dan lain sebagainya
  3. Perkemahan Bakti Saka Bhayangkara, disingkat Pertikara, yaitu perkemahan yang diiukuti anggota Saka Bhayangkara dan diisi dengan kegiatan bakti Saka Bhayangkara dalam rangka ikut serta bertanggungjawab memelihara, membina, membuat dan membuatkan susana kondusif dan tertib di kalangan masyarakat sesuai dengan bekal pengetahuan dan kemampuan yang ada pada dirinya. Misalnya kegiatan penanganan persoalan pencurian, kecelakaan kemudian lintas, peristiwa alam, siskamling dan lain-lain
  4. Lomba Saka Bhayangkara, disingkat lokabhara yaitu kegiatan lomba yang diikuti oleh para anggota Saka Bhayangkara dalam rangka meragakan kemampuan, pengetahuaan, hasil kegiatan, ketrampilan dan kecakapan Saka Bhayangkara 
  5. Perkemahan antar saka pramuka, disingkat kiprah saka, yaitu kegiatan yang pesertanya lebih dari satu saka, contohnya Saka Bhayangkara bersama saka wanabakti dan saka dirgantara. Dianjurkan semua saka yang ada di suatu wilayah tertentu diikutsertakan

Tingkat Kegiatan

  1. Latihan terpola diadakan di tingkat ranting/cabang dilaksanakan oleh Dewan Saka Bhayangkara didampingi oleh Pamong dan Instruktur Saka.
  2. Kegiatan terpola diadakan di tingkat ranting, cabang, tempat dan nasional sesuai dengan kepentingannya
  3. Pertikara diadakan di tingkat ranting dan cabang, sekurang-kurangnya sekali selama satu masa bakti
  4. Lokabhara diadakan di tingkat ranting, cabang, daerah, dan nasional dengan ketentuan waktu : Tingkat ranting sekali dalam dua tahun, Tingkat cabang sekali dalam tiga tahun, Tingkat tempat sekali dalam empat tahun, Tingkat nasional sekali dalam lima tahun
  5. Peran Saka diadakan di tingkat ranting, cabang, tempat dan nasional dengan ketentuan waktu : Tingkat ranting sekali dalam dua tahun, Tingkat cabang sekali dalam tiga tahun., Tingkat tempat sekali dalam empat tahun, Tingkat nasional diselenggarakan sesuai dengan kepentingannya

Sarana

  1.  Pada dasarnya untuk melaksanakan kegiatan saka dipakai alat perlengkapan dan sarana lain yang ada setempat.
  2. Untuk meningkatkan mutu kegiatan Saka Bhayangkara perlu diadakan sarana positif sesuai dengan keadaan setempat.
  3. Dengan sumbangan majelis pembimbing, kwartir dan pimpinan Saka Bhayangkara yang bersangkutan, pamong bersama instrukturnya mengusahakan adanya sarana yang memadai, baik jumlah maupun mutunya.
  4. Untuk tempat pertemuan, kegiatan, latihan, sentra penggerakan bakti, dan tempat penyimpanan inventaris dan dokumentasi, perlu adanya sarana berupa sanggar Saka Bhayangkara

 Pembiayaan

  1. Iuran anggota Saka Bhayangkara yang besarnya ditentukan dengan musyawarah oleh anggota Saka Bhayangkara yang bersangkutan.
  2. Bantuan pimpinan Saka Bhayangkara yang bersangkutan
  3. Sumbangan dan sumbangan masyarakat yang tidak mengikat
  4. Sumber lain yang tidak bertentangan dengan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga Gerakan Pramuka serta peraturan perundangan yang berlaku

Lihat entri/topik terkait :

Satuan Karya Gerakan Pramuka (Bentuk & Fungsi Pendidikannya), Satuan Karya Gerakan Pramuka (Organisasi & Keanggotaannya), Satuan Karya Gerakan Pramuka (Pimpinan, Pamong & Instruktur), Wadah Pembinaan Pramuka Penegak Pandega, Perjalanan Bakti Pramuka Penegak, Perjalanan Bakti Pramuka Pandega, Lambang Satuan Karya Bhayangkara.

Sumber :

Keputusan Kwarnas Gerakan Pramuka No. 020 tahun 1991
Tentang Petunjuk Penyelenggaraan Saka Bhayangkara