Salam Pramuka Siaga

Diposting pada
Apabila seorang bertemu dengan orang lain, dia tentu mengucapkan salam. Demikian juga bila dia mau meninggalkan orang lain tersebut. Caranya tentu saja berdasarkan watak istiadat mereka masing-masing. Hal ini pun berlaku bagi seorang siaga. la waiib menawarkan salam bila bertemu dengan mitra siaga lainnya, atau pramuka lainnya, baik dia pramuka biasa atau abang Pembina. Caranya, mengangkat asisten hingga uiung jarinya kena pelipis kanan, agak miring menghadap kemu ka.
Mengapa harus lima jari? Karena dasar Pramuka yaitu Pancasila, yang juga meniadi dasar dan falsafah Negara Republik lndonesia. Sebenarnya dalam watak tata cara Siaga, dukungan salam, atau dukungan hormat itu lebih mendalam lagi, alasannya yaitu salam itu bukan sekedar saling memberi hormat, tetapi juga merupakan cara saling mengingatkan akan Dwi Satya. Meskipun Dwi Satya itu hanya terdiri dari dua kalimat, namun isinya mengandung lima kewajiban. Kalimat pertama mengandung kewajiban terhadap Tuhan, kewaiiban terhadap tanah air dan kewajiban mengikuti hukum keluarga (di rumah atau di perindukan) yang merupakan Dwi Dharma Siaga. Jelasnya kewajiban mengikuti ayah dan ibunda dan harus berani dan tidak putus asa. Kewajiban kelima ialah setiap hari berbuat kebaikan, dan ini merupakan isi dari kalimat Dwi Satya kedua.
Makara secara lengkapnya, kewajiban yang selalu harus saling kita ingat-mengingatkan ialah :
1. Kewajiban terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
2. Kewajiban terhadap Tanah Air lndonesia.
3. Kewajiban ta’at kepada kedua orang tua
4. Waiib untuk berani dan tidak putus asa;
5. Wajib untuk setiap hari berbuar kebaikan.
Cara saling mengingatkan untuk melakukan Dwi Satya dengan mengangkat tangan dengan kelima jari tertutup hingga ke pelipis kanan inilah yang dinamakan “Salam Siaga”.
Selain kepada mitra Siaga/Pramuka, Salam Siaga ini juga wajib diberikan kepada abang pembina (Yanda, Bunda, pak Cik dan Bu Cik) dan abang Pembina lainnya, Kepala Negara, Pusaka Perindukan “Sang Merah Putih” dan jenazah.
Hal ini perlu diindahkan dan ditanamkan semenjak dari usia siaga untuk memupuk rasa nasionalisme dan patriotisme dan menegakkan disiplin. Seorang calon siaga sebelum dilantik harus sudah sanggup dan mengetahui kepada siapa Salam Siaga harus diberikan.

Lihat entri/topik terkait :
Perindukan Siaga  (Filosofi dan Pengorganisasiannya), 
Aziz Saleh  (Ka Kwarnari, periode 1963 – 1967)

Sumber :
Buku, Pedoman Pembina Siaga, Kwarnas Gerakan Pramuka, tahun 1983.