banner 728x250

Review Hormones The Series Season 1, Realita Pergaulan Sampaumur Thailand Yang PenuhPesan Dan Makna

  • Share
banner 468x60
Belakangan gue lagi demen banget nonton “Hormones The Series”. Sebenarnya sih gue udah tahu dari lama ihwal drama ini. Namun karena gue enggak tahu jalan masuk buat nontonnya dan gres engeh jika ternyata gue langganan HOOQ dari paket internet Telkomsel yang gue aktifin, gue pun baru sempet nonton Hormones tahun ini deh.
Kebetulan HOOQ menyediakan berbagai film dan drama seri Thailand “Hormones The Series” yakni salah satunya. Sejak itu gue jadi bersungguh-sungguh unduh filmnya dari aplikasi HOOQ untuk lalu gue tonton secara maraton dari satu episode ke episode lainnya sampai akhirnya tamat.
Poster “Hormones The Series” Season I (dok. GTH)
Saking sukanya, gue pun berhasil namatin drama seri yang berisikan 13 episode tersebut dalam waktu dua hari adalah dari tanggal 31 Januari sampai 2 Februari 2020. Wow! Sebuah prestasi hebat yang gue capai di permulaan 2020. Wkwkw
Emang ihwal apa sih “Hormones The Series”?

“Hormones The Series” adalah drama seri akil balig cukup akal keluaran GTH yang disutradarai oleh Songyos Sugmakanan dan Kriangkrai Vachiratamporn. Lakorn (istilah sinetron dalam bahasa Thailand) ini ialah kelanjutan dari film bioskop “Hormones” yang rilis pada 2008 namun alur ceritanya tidak berhubungan sama sekali. Kata “Hormones” sendiri diambil dari kata hormon yang mewakili hormon-hormon yang dialami oleh akil balig cukup akal.

banner 336x280

“Hormones The Series” terdiri dari 3 season dimana masing-masing season memiliki 13 episode dan 1 episode pengenalan abjad. Season 1-nya tayang secara perdana pada 18 Mei 2013 dan final pada 24 Agustus 2013.

Sesuai dengan genrenya, Hormones bercerita ihwal kehidupan anak Sekolah Menengan Atas di Nadao Bangkok College. Eits, tapi jangan kira bila Nadao Bangkok College itu sekolah biasa loh ya. Nadao Bangkok college itu bukan asal pilih sekolah sebab sekolahnya orang-orang berduit. Sekolahnya gede dan banyak fasilitasnya sehingga cuma horang-horang kaya aja yang mampu sekolah di sini.
Poster Hormones The Series Season 1 (dok. GTH)
Kaprikornus jangan bayangin jikalau pelajarnya bakal naik angkot atau ngeteng naik kopaja buat sampe ke sekolahan ye. Karena horang kaya, maka mayoritas dari mereka lazimnya pergi ke sekolah dikirim /jemput sama orang tuanya pakai mobil atau bila pergi ke mana-mana biasanya naik taksi. Selain itu rumah mereka ini mevvah-mevvah semua. 
Ngomongin soal latar, lakorn (bahasa Thailandnya sinetron) ini berlatar tahun gres anutan 2012 ketika tahun pedoman baru datang. Di sini kita bakal  diajak kenalan sama 9 dedek-dedek gemesh yang bakal jadi tokoh utama. Mereka ini punya aksara, latar belakang dan kehidupan yang berbeda-beda yang pastinya menawan untuk diikuti.
Para tokoh utama di Hormones Season 1 (dok. GTH)
Karena tak kenal maka tak sayang, berikut adalah 9 tokoh utama di “Hormones The Series: Season 1”.

1. Win (Pachara Chirativat/Peach) — Si Populer

Win Chaichana (dok. GTH)

Nama lengkap: Chaichana Charadchaipracha
Tanggal lahir: 22 Februari 1995 
Kelas: 5/1 (XI-1) 
Teman sekelas: Kwan dan Mhog
Sahabat akrab: Mhog 
Keluarga: ayah

Pertama adalah Win Chaichana. Jika ada pelajar yang populer di Nadao Bangkok School, maka dialah orangnya. Diperankan oleh Peach Pachara yang terkenal dengan perannya di “The Billionaire”, Win digambarkan selaku remaja ganteng yang suka tebar daya tarik ke ciwi-ciwi.
Sayangnya, keunggulan yang beliau miliki tidak diimbangi dengan perilakunya. Win hobi banget dalam menciptakan problem di sekolahnya dengan melanggar banyak sekali peraturan yang sudah ditetapkan. Ia bahkan enggak takut untuk berdebat dengan guru dan kepala sekolahnya kalau ia merasa bahwa dirinya benar.
Pachara Chirativat, pemain drama Win (dok. UNICEF)
Yang bikin mengagetkan yakni dengan statusnya yang masih pelajar, Win ternyata juga kegemaran  melaksanakan kekerabatan seksual. Ia bahkan tak segan-segan untuk melakukannya di dalam toilet perjaka di sekolahnya. Sprite yang ialah salah satu dari 9 tokoh utama di season ini adalah salah satu di antaranya.

Kebiasaan buruk yang lain yaitu Win juga suka minum minuman alkohol dan clubbing. Selain itu beliau juga suka bersikap seenaknya sendiri tanpa memikirkan perasaan orang di sekitarnya yang menyebabkan banyak orang kesel sama beliau.

Jika melihat latar belakang keluarganya, kita mungkin mampu memaklumi kenapa Win bersikap jelek kayak gitu. Hal itu karena ayahnya Win ini kurang memberikan perhatian dan justru malah lebih mementikan menjalin relasi dengan perempuan lain selepas ibunya tidak ada.
Dengan segala perilaku negatif yang Win kerjakan, Win ini penduduknya nyebelin. Tapi di sisi lain, gue menyaksikan bahwa justru itulah yang menimbulkan dongeng di film ini lebih hidup. Gue bahkan merasa filmnya bakal hampa kalau enggak ada Win. Terlepas dari kelemahan yang Win miliki, gue salut alasannya Win bekerjsama kritis, pintar dan peduli dengan temannya.

2. Khwan (Ungsumalynn Sirapatsakmetha) — Si Murid Teladan

Khongkhwan (dok. GTH)
Baca juga:  Mengulas Makna Puisi Efata Dalam Film Sebelum Berangkat


Nama lengkap: Khongkhwan Diloktamsakul
Tanggal lahir: 18 Oktober 1995 
Kelas: 5/1 (XI-1) 
Teman sekelas: Win & Mhog
Sahabat dekat: Sprite 
Keluarga: ayah & ibu

Cantik, aktif dan berprestasi. Itulah deskripsi yang sempurna untuk menggambarkan abjad Khwan yang diperankan oleh Pattie yang sempat main di film “Hormones” tahun 2008. Karena pesona yang Khwan miliki, semua guru menyukai Khwan. Mereka bahkan sering mempercayainya untuk menjadi perwakilan murid di acara-acara tertentu. Saat pembacaan doa ketika upacara misalnya.
Sebagai murid pola, Khwan menjadi panutan bagi teman-teman di sekolahnya untuk menjadi dewasa yang memberi ide. Ia pun tergolong anak yang bercita-cita tinggi karena sebuah hari nanti beliau kepengen jadi dokter gigi dengan masuk kuliah jurusan kedokteran gigi.
Pattie Ung Sira, bintang film Khwan
Khwan ialah gambaran cewek dengan paket lengkap. Udah elok, pinter, berbakat dan diminati banyak orang, apalagi yang kurang dari dirinya? Hidupnya pun bahagia bareng ibu dan ayahnya. Kalau gue bersekolah di Nadao Bangkok School, gue rasa gue juga bakal tertarik sama dia.
Dengan banyak sekali kelebihan yang dimiliki, rasanya enggak ada kelemahan sama sekali yang Khwan miliki.  Ia bahkan hingga dijuluki selaku “Nona Sempurna” oleh teman-sahabat sekolahnya alasannya senantiasa memiliki catatan akademis yang manis.
Namun ternyata hidupnya enggak sesempurna yang ia citrakan. Ketidaksiapan dalam menghadapi kejutan dalam hidup hasilnya mencederai citra kasatmata yang selama ini melekat pada dirinya.
Khwan ialah abjad favorit gue di Hormones. Selain sering berbeda pendapat dengan Win, ia diceritakan pernah berteman erat dengan Sprite namun sebab satu dan lain hal, mereka tak lagi saling bicara.

3. Tar (Gunn Junhavat) — Si Asik

Tar, diperankan oleh Gunn Junhavat (dok. GTH)
Nama lengkap: Olan Tantiwongphaiboon

Tanggal lahir: 21 Oktober 1995

Kelas: 5/5 (XI-5)
Teman sekelas: Toei & Phai  
Keluarga: Ayah, ibu & 1 kakak laki-laki

Inilah huruf ketiga yang timbul di Hormones The Series 1. Dialah Tar yang diperankan oleh Gunn Junhavat yang juga beradu akting dengan Peach Pachara di “Suckseed”.

Tar ini suka banget yang namanya musik. Selain andal bermain gitar, beliau juga pinter banget ngarang lagu. Makanya begitu “See Scape”, grup band di sekolah ngadain audisi untuk gitaris, dia bergairah banget buat ikutan.

Tar beruntung sebab hidup bareng keluarga yang harmonis. Ia tinggal bahagia bersama kedua orang tua dan seorang saudara laki-lakinya.

Gun Junhavat, pemeran Tar

Lucunya, alasannya postur badan Tar jauh lebih pendek, sang ibu sering menggodanya. Ia bahkan sering menyuruhnya untuk minum susu semoga tinggi badannya bertambah dan membicarakan Tar dikala teman-temannya makan malam di rumahnya.

Untuk persoalan percintaan, Tar kepincut dengan Toei yang duduk di sebelahnya di kelas. Bagaimana ia menjalin relasi dengan Toei menjadi fokus yang diceritakan di “Hormones”.

Selain Khwan, Tar yakni karakter favorit gue yang lain. Gue suka dengan karakternya yang asik, gampang bergaul dengan siapa saja, enggak neko-neko dan juga ikhlas dengan sobat-sahabat terdekatnya.

4.Toei (Sutatta Udomsilp/Punpun) — Si Pemendam Perasaan

Toei (dok. GTH)

Nama lengkap: Thaneeda Kamolpaisarn

Tanggal lahir: 17 September 1995

Kelas: 5/5 (XI-5)
Teman sekelas: Toei & Phai
Keluarga: ibu
Toei yakni anak semata wayang. Ia hanya tinggal berdua bareng ibunya yang ialah seorang orang bau tanah tunggal (single parent). Demi memenuhi kehidupannya, Ibu Toei mengerjakan bisnis kue mangkuk (cupcake).

Toei anak yang baik dan sayang dengan ibunya. Tak hanya rajin membantu ibunya membuat cupcake, ia juga suka memperlihatkan teman-temannya kudapan manis mangkuk buatan ibunya.

Di series ini enggak tahu kenapa gue kasihan sama Toei. Soalnya Toei enggak punya temen cewek yang deket terutama di kelasnya sendiri. Dibandingkan dengan sobat cewek, Toei justru lebih mudah akrab dan erat dengan pemuda sehingga secara umum dikuasai sahabat ngobrolnya yaitu cowok.

Suttata Udomsilp, pemain film Toei

Sebenarnya ada sih geng ciwi-ciwi di kelasnya 4 orang yang suka rumpi yang suka ngajak Toei. Tapi geng tersebut cuma berpura-pura untuk berteman dengannya. Toei pun seolah tersisihkan sebab mereka sering tidak menganggap Toei ada dan bahkan berperilaku yang jelek. Meski begitu, Toei enggak begitu peduli dan enggak pernah membalas tindakan mereka. Ia lebih memilih memendam perasaannya.

Adanya jarak antara Toei dengan teman-sobat ciwinya secara tak eksklusif menjadikannya jadi lebih erat dengan Tar yang duduk di sebelahnya. Sejak itu Toei pun berupaya memahami dunia yang “Tar” miliki.

Toei diperankan oleh Suttata Udomsilp yang ternyata juga beradu akting dengan pemain film Win, Tar dan Phai di film “Suckseed”. Toei yakni karakter favorit gue. Selain sebab ia disisihkan dari temen-temen ciwi di kelasnya, gue menggemari Toei karena beliau punya inner beauty yang terpancar.

Baca juga:  Bimbingan Xiaomi Mi A1 - Menghapus Akun Google Atau Gmail Di Android

5.  Mhog (Sirachuch Chientaworn/Michael) — Si Kalem

Mhog

Nama lengkap: Thavit Chaowakornkul
Tanggal lahir: 20 Agustus 1995

Kelas: 5/1 (XI-1)
Teman sekelas: Win & Khwan
Keluarga: ayah & 1 adik perempuan
Di sekolah kalian niscaya ada dong anak yang santai? Nah, begitu pun di Nadao Bangkok College. Namanya Mhog. Sebenarnya enggak santai-santai banget juga sih. Tapi di antara 9 tokoh utama di Hormones, Mhog ini yang pembawaannya paling tenang dan tertutup dibandingkan lainnya.

Karakter Mhog diperankan oleh Michael alias Sirachuch Chientawon. Sebelum main di “Hormones The Series”, Michael juga pernah bermain di Hormones model film bioskop dan beradu akting dengan Pattie.

Sama kayak Tar, Mhog juga punya kesenangannya sendiri. Kalau Tar suka sama musik, Mhog ini justru suka sama dunia fotografi. Maka dari itu ia senantiasa menjinjing kamera kemanapun, tergolong ketika masuk sekolah. 

Shirachuch Chientaworn, pemeran Mhog
Namun meski jaman udah terbaru, dia justru lebih senang kamera analog yang fotonya enggak bisa dihapus dan harus dicuci apalagi dulu kalau mau lihat akhirnya. Berbagai objek difotoin, mulai dari pemandangan, pedagang bahkan juga teman-temannya sendiri.
Selepas ibunya meninggal, Mhog hanya tinggal bertiga bersama ayah dan adik perempuannya. Mhog bercita-cita untuk masuk jurusan seni komunikasi tetapi sayangnya sang ayah menentangnya dan ingin biar dia mengambil jurusan akuntansi.

6. Sprite (Supassara Tanachat/Kao) — Si Penyuka Kebebasan

Sprite (dok. GTH)

Nama Lengkap: Sutthanut Suchintara 

Tanggal lahir: 21 Desember 1995
Kelas: 5/2 (XI-2)
Teman sekelas: Phu 
Sahabat bersahabat: Khwan
Sprite adalah huruf yang menggemari kebebasan. Dia bahwasanya enggak jauh berbeda dengan Win dalam model cewek alasannya sama-sama suka tebar daya tarik ke lawan jenis dengan tampangrupawan yang mereka punya.
Bisa dibilang, Sprite ini adalah seorang fakgirl. Padahal ia udah punya pacar yang tak lain ialah alumnus dari sekolahnya sendiri, tetapi Sprite malah jadi cewek kegatelan. Dia “mauan” aja bila diajak kenalan sama pemuda. 
Parahnya lagi, di usianya yang masih berstatus selaku pelajar, dia sudah berani berafiliasi intim dengan lawan jenis dan bahkan berani melakukannya di lingkungan sekolah. Enggak sekali dua kali, namun berkali-kali. Salah satunya yakni bareng Win.
Waktu pertama kali mengenal Sprite di Hormones, jujur gue kurang suka dengan sifatnya. Kaprikornus cewek kok gampangan banget. Tapi alasannya adalah gue sadar bahwa ini film Thailand, gue enggak mampu menghakiminya sebab budaya pergaulan Thailand dan Indonesia pasti berbeda, terutama yang menyangkut dengan relasi seks di luar nikah.
Supassara Thanachat, pemain drama Sprite
Selain itu bila melihat latar belakang keluarganya, masuk akal kenapa Sprite kayak gitu. Soalnya Sprite hanya tinggal berdua bersama ibunya di apartemen dan itu pun mereka jarang ketemu alasannya ibunya sibuk melakukan pekerjaan . Selain itu gue rasa emaknya juga mendidik anaknya dengan keleluasaan hidup sehingga menjadikan Sprite mirip itu. Tapi balik lagi, Hormones itu film Thailand. Kaprikornus kadar benar atau salahnya terperinci enggak mampu disamakan dengan nilai-nilai yang dimiliki oleh Indonesia.
Terlepas dari sikap negatifnya Sprite, ada hal yang patut kita teladani dari dirinya. Sprite termasuk anak yang setia mitra dan mudah melewatkan kejelekan yang dikerjakan oleh orang lain. 
Sprite diperankan oleh Supassara Thanachat alias Koi yang ternyata pernah beradu akting dengan pemain film Phai dan bintang film Phu dalam film “The Swimmer”.

7. Phai (Thanapob Leeratanakajorn/Tor) — Si Temperamental

Phai (dok. GTH)

Nama lengkap: Phonlawat Lhaokunnapat

Tanggal lahir: 4 Agustus 1995
Kelas: 5/5 (XI-5)
Teman sekelas: Tar & Toei 
Keluarga: ayah, ibu & abang perempuan

Berikutnya ada Phai yang diperankan oleh Tor, seorang aktor yang pernah beradu akting dengan aktor Sprite dan Phu di film “The Swimmer”.

Phai yakni gambaran anak bangor yang ada di sekolah. Enggak cuman hobi bolos dikala upacara dan suka merokok secara diam-membisu di lingkungan sekolah aja, dia juga temperamental sehingga beliau gampang bertengkar dengan orang sebayanya, utamanya ketika pacar temannya yang tak lain adalah Sprite digoda oleh anak dari SMA lain.

Namun ini mampu dimaklumi alasannya adalah Phai masuk dalam lingkungan pertemanan yang lebih mendahulukan bertindak sebelum berpikir. Atas nama solidaritas, Phai pun tak segan-segan untuk melaksanakan apa yang menurutnya benar walaupun melalui kekerasan kepada orang yang mengganggu sobat-sahabatnya.

Selain dari segi emosi, kekurangan Phai juga tampakdari segi akademik. Ia tergolong orang yang lamban dalam mencerna pelajaran sehingga harus diajarin oleh Sprite apalagi dahulu agar beliau mampu mengetahui.

Baca juga:  Ulasan Say Hello To Yellow, Saat Gadis Kuning Dari Kota Pindah Ke Desa

Phai bukanlah aksara favorit gue. Tapi datangnya Phai turut memberi warna di drama seri “Hormones The Series”. Meskipun dia bandel, gue salut sebab beliau tak pernah melawan orang tuanya dikala diomelin dan bahwasanya tipe yang penyayang.

8. Phu (Chutavuth Pattarakampol/March) — Si Pencari Jati Diri

Phu (dok. GTH)

Nama lengkap:  Phoobed Pattarakamporn

Tanggal lahir: 24 Februari 1995
Kelas: 5/2 (XI-2)
Teman sekelas: Sprite
Sahabat akrab: Thee
Keluarga: ayah, ibu & 1 adik pria   
LGBT ialah informasi yang tabu di dunia. Namun ternyata Hormones justru berani memperlihatkan isu tersebut. Melalui aksara Phu, Hormones seakan memberitahu kepada penonton bahwa kita pun enggak boleh menutup mata bahwa pergaulan akil balig cukup akal tak terlepas dari berita orientasi seksual.
Phu diperankan oleh Chutavuth Pattarakampol. Ia merupakan pemain saxophone di grup marching grup band di sekolahnya. Di sana ia berteman baik dengan Thee yang juga ialah seorang pemain saxophone.
Seiring bersamanya mereka di setiap potensi karenanya membuat pertemanan mereka menjadi semakin rumit. Phu mencintai Thee yang seorang pria dan begitu pun sebaliknya.
Chutavuth Pattarakampol, pemain drama Phu
Awalnya sih Phu enggak pernah mempermasalahkannya. Namun sebab beliau merasa bahwa itu enggak masuk akal, beliau pun mulai menertibkan diri biar tidak memiliki perasaan lebih lagi kepada Thee. Konflik pun makin kompleks sebab datang-tiba dia mulai menyukai Toei namun di segi lain dia tidak ingin menyakiti perasaan Thee.
Dari segi keluarga, Phu termasuk beruntung sebab hidup di keluarga yang lengkap bersama ayah, ibu dan adik laki-lakinya. Yang gue salut, ibunya ini perhatian dan senantiasa mendukung apapun yang terbaik untuk anaknya.

9. Dao (Sananthachat Thanapatpisal/Fon) — Si Kenak-kanakan

Dao (dok. GTH)

Nama lengkap: Duddao Chamradpaisarn

Tanggal lahir: 18 Maret 1997
Kelas: 4/1 (X-1) 
Teman sekelas: –
Sahabat akrab: Koi & Elle 
Keluarga: ayah & ibu 

Tokoh utama terakhir yang enggak kalah menarik untuk dibahas adalah Dao. Pertama kali gue menyaksikan Dao di Hormones, kok kayak gak asing ya. Gue merasa familiar gitu sama mukanya. Setelah diinget-inget, gue pun engeh kalau ternyata Dao diperankan oleh Fon yang pernah main jadi cewek alay berjulukan Gob di ATM The Series. Pantesan mirip!
 

Dao ialah anak semata wayang. Sesuai dengan abjad wajahnya yang imut dan kelihatan childish, beliau ini anak yang polos yang suka banget sama Hello Kitty. Ia mendambakan cerita cinta sejati dari seorang laki-laki, hingga-hingga sering berkhayalapa akhirnya kalau beliau hidup senang bersama pria yang dicintainya.

Di balik sifatnya yang kekanak-kanakan ternyata Dao adalah anak yang berbakat. Ia memiliki passion dalam menulis dan menggambar. Ia sering mencurahkan isi pikirannya ke dalam blog dan ternyata dibaca oleh banyak orang. Selain itu dia juga sering menggambar orang di kertas. Beruntung beliau punya dua orang sobat, Koi dan Elle yang senantiasa mendukung apa yang beliau kerjakan.

Sananthachat Thanapatpisal, pemeran Dao

Berbeda dengan murid lain, Dao memiliki keutamaan. Ibunya ialah orang yang besar lengan berkuasa di sekolah sebab berstatus selaku ketua komite perwakilan murid Nadao Bangkok School. Sayangnya, tak jarang dia harus berkonflik dengan sang ibu karena ibu Dao ialah orang bau tanah yang protektif sehingga Dao merasa tak bebas dalam memilih pilihannya.

Sebagai adek kelas yang ada di tingkatan paling rendah Sekolah Menengan Atas, Dao jarang sekali berafiliasi dengan 8 tokoh utama yang lain yang merupakan seniornya. Jika 8 tokoh utama yang lain saling berhubungan, Dao justru seolah punya kisahnya sendiri di “Hormones The Series: Season 1”.

Nah, itulah ia 9 tokoh utama yang main di “Hormones The Series: Season 1”. Menariknya, nyaris semua judul episode pada drama seri ini menggunakan nama-nama hormon yang mewakili gejolak perasaan yang dialami oleh masing-masing tokoh, mulai dari testosteron, dopamin, bahkan sampai endorfin secara bergantian.

(dok. wikipedia)

Terdapat banyak tokoh di Hormones The Series. Meski begitu enggak perlu khawatir sebab penulis cerita ini cukup adil dalam membagi masing-masing tugas sehingga kita tidak akan galau dalam mengikuti alur ceritanya.

Berbeda dengan sinetron cukup umur yang lazimnya cuma berfokus pada cinta-cintaan aja, berdasarkan gue Hormones lebih dari itu. Di samping menampilkan kenyataan pergaulan dewasa (Thailand), Hormones juga penuhakan pesan dan makna yang sangat berhubungan dengan kehidupan kita, mulai dari percintaan, persahabatan, cinta orang bau tanah dan bahkan wacana cita-cita.

Menurut gue, Hormones yakni sebuah drama seri sampaumur Thailand terbaik yang pernah gue tonton selama ini. Gue berharap sineas Indonesia mampu menciptakan drama seri cukup umur semenarik ini.

banner 336x280
banner 120x600
  • Share