Puisi Ws Rendra Menjelang Kematiannya: ‘Tuhan, Saya Cinta Pada-Mu’

Diposting pada
WS Rendra ibarat sudah jamak diketahui, yaitu tokoh penyair yang populer dengan puisi-puisi yang disebut dengan puisi pamflet. Bahkan WS Rendra sendiri menyebutkan bahwa sajak-sajaknya yaitu pamflet:

“Inilah sajakku, pamflet masa darurat”

Baris di atas merupakan kutipan dari Puisi WS Rendra yang berjudul Sajak Sebatang Lisong. Puisi yang pembacaanya direkam (sebagai bab dari film) dan diunggah ke Youtube dan ditonton oleh berbagai orang.

WS Rendra, meninggal pada hari Kamis malam Jumat pada tanggal 6 Agustus 2019. Sebelum meninggalnya tersebut, sekitar seminggu sebelumnya, tepatnya tanggal 31 Juli 2019. WS Rendra menulis ‘Puisi Penutupnya’. Puisi terakhirn WS Rendra tersebut berjudul Tuhan, Aku Cinta Padamu.


Tuhan, Aku Cinta pada-Mu

Aku lemas
tapi berdaya
Aku tak sambat rasa sakit
atau gatal

Aku pengin makan tajin
Aku tidak pernah sesak napas
tapi tubuhku tidak memuaskan
untuk punya posisi yang ideal dan wajar.

Aku ingin kembali ke jalan alam
Aku ingin meningkatkan dedikasi kepada Allah

Tuhan, saya cinta pada-Mu

Puisi tersebut ditulis oleh WS Rendra di RS Mitra Keluarga, Kelapa Gading, Jakarta.

Puisi terakhir karya WS Rendra di atas menggambarkan kepasrahan kepada Tuhan dalam kondisinya yang sakit. Tetapi tidak mengeluh meskipun mencicipi posisi yang pas dan nyaman. Disebutkan bahwa tidak pada posisi yang masuk akal dan ideal.

Bahkan di bab final puisi, WS Rendra ingin semakin mendekatkan diri kepada Tuhan.

Aku ingin meningkatkan dedikasi kepada Allah
Tuhan, saya cinta pada-Mu.

Catatan:
Lebih asyik baca puisi di Buku Kumpulan Puisi. Yuk beli buku Puisi, tidak cuma baca puisi yang   ada di blog ibarat ini.