Permainan Sebagai Metode Pendidikan Kepramukaan

Diposting pada

Pengantar 

Permainan sudah semenjak usang dipakai sebagai media untuk melath kecerdasan baik kecerdasan intelektual, emosional, spiritual maupun sosial. Secara khusus Gerakan Pramuka didalam melakukan proses pendidikan dan pembinaan kepada para penerima didik juga menggunakan media permainan dalam bermacam-macam bentuk.  

Keunggulan Permainan sebagai Media Belajar 
Permainan mempunyai banyak sekali keunggulan sebagai media melatih kecerdasan, diantaranya :

  1. Permainan bersifat fleksibel. Permainan bisa dilaksanakan di luar maupun di ruang kelas,  sanggup dimainkan dengan durasi panjang atau pendek,  sanggup dipakai untuk mengungkapkan banyak sekali pesan dan juga sanggup didesain untuk banyak sekali tujuan pelatihan. Permainan juga sanggup membangun sentuhan-sentuhan kreativitas  baik untuk individu maupun kelompok. 
  2. Permainan  menanamkan nilai-nilai tertentu. Permainan untuk keperluan pendidikan dan pembinaan bukanlah bermain untuk sekedar bermain, namun permainan yang didesain untuk mencapai tujuan  tertentu.  Permainan juga sanggup dipakai untuk  menanamkan nilai-nilai tertentu, apalagi kalau diikuti penyampaian feedback yang tepat. Beberapa nilai yang bisa ditanamkan lewat game ialah kerja sama, kepercayaan diri, tolong-menolong, kepercayaan kepada orang lain, dan sebagainya.
  3. Permainan  bisa memperlihatkan sifat asli. Situasi mencar ilmu yang formal dan klasikan seringkali tidak bisa mengungkap sifat orisinil penerima didik sehingga guru/pengajar  tidak bisa mengenal  penerima didikna secara mendalam.  Permainan sebagai representasi kehidupan nyata  bisa mengungkap sikap seseorang sanggup tampil tanpa bias ditutup-tutupi sehingga tampak  sifat orisinil seseorang. Adakalanya sifat tersembunyi dalam diri seseorang sanggup keluar melalui permainan , contohnya sifat penakut, suka menang sendiri, terlalu banyak pertimbangan, egois, tidak mau percaya kepada orang lain dan sebagainya.
  4. Permainan bisa memperlihatkan surprise-surprise. Permainan yang baik mampu  menghadirkan dan mengungkap  surprise-surprise.  Kita sanggup melihat sejauh mana seseorang sanggup bermain tugas dengan baik dalam permainan,  kita juga sanggup melihat sifat orisinil seseorang yang tak sengaja diperlihatkan ketika ikut permainan. Dalam permainan  juga sanggup dilihat  sejauh mana seseorang bisa memecahkan persoalan. Disamping itu permainan juga seringkali sanggup memperlihatkan  potensi  pada diri seseorang lewat.
  5. Permainan  bisa mendorong individu menjadi makhluk sosial. Permainan-permainan baik yang bersifat individual maupun kelompok  selalu melibatkan adanya  interaksi dengan individu lain diluar dirinya.  Dengan demikian individu-individu sanggup saling berinteraksi dengan sesama, menghilangkan batas-batas ke-aku-an dalam diri seseorang. Seseorang sanggup mencar ilmu bagaimana menghadapi lingkungan sosial. Dimana mereka akan menemukan banyak orang dengan bermacam-macam pendapat, aliran dan bermacam-macam karakter.
  6. Permainan mampu  mendorong munculnya potensi tertentu yang masih terpendam. Adakalanya dalam metode mencar ilmu biasa, hanya beberapa jenis kecerdasan yang terasah. Tidak demikian halnya dengan permainan.  Terkadang seseorang tidak menyadari talenta dan potensi yang ada di dalam dirinya. Dengan metode  permainan  sanggup menciptakan seseorang tampil apa adanya, tak perlu terlalu menjaga diri, dan menjadi orang lain. Situasi yang lebih rileks dan apa adanya, sanggup mendorong munculnya kreativitas dan potensi kecerdasan tertentu dalam diri seseorang.
Permainan dalam Pendidikan Kepramukaan   

Permainan merupakan satu cara yang tidak kelihatan, cara yang amat halus dalam pembentukan tabiat anak. Maka itu setiap pembina harus memahami dan menyadari macam-macam arti dari permainan.

  1. Permainan Kelompok : Anak mencar ilmu bermain tidak untuk dirinya sendiri tetapi ia bermain untuk nama kelompoknya. Anak perlu diberi pengerian bahwa ia bermain bukan untuk dirinya, tetapi untuk kelompoknya, meskipun sahamnya untuk mencapai kemenangan sangat besar, tetapi kemenangan untuk kelompoknya. Dalam hal ini Pembina harus memperlihatkan pengertian kepada anak biar tidak egoistis.
  2. Permainan Ramai : Kebiasaan anak, baik di rumah maupun di sekolah biasanya tidak boleh untuk ribut atau berbuat gaduh. Dalam permainan ini, para Siaga diberi kesempatan untuk berbuat gaduh, tetapi mereka juga sanggup DIAM bila diperlukan. Dengan berbuat gaduh anak akan melepaskan energi yang berlebihan dalam dirinya, hal itu baik untuk keseimbangan badan anak biar tetap sehat.
  3. Permainan Tenang  : Permainan ini dimakudkan untuk meningkatkan penguasaan diri. Bagi seorang anak ialah sukar untuk diminta membisu sejenak, tetapi adi baiknya anak untuk mencoba. Dengan menguasai diri berarti pula menguasai fikiran dan hati nuraninya.
  4. Permainan Indra : Ini juga permainan tenang, tetapi dipermainan ini anak harus betul-betul diam, mendengarkan dengan seksama, menggunakan ujung jarinya dari pada matanya dan sebagainya. Kita mempunyai Lima Indra, mengapa tidak dikembangkan sebanyak-banya knya?
  5. Pernainan untuk mencapai syarat SKU : Permainan ini sangat penting bagi anak Siaga, sebab apa yang diajarkan kepadanya akan dilaKanakan dalam praktek. Mereka mulai menyadari artinya pengetahuan teknik kepramukaan. Disini tumbuh percaya diri sebab tahu arti yang diajarkan kepadanya.

Sumber :

  • Buku, “284 permainan Siaga”, Kedai Kwarnas Gerakan Pramuka, Jakarta, 1990
  • Buku, “Koleks Game Asyik” Malahayati, S.Psi, Moco Media, Jakarta 2019