Permainan Pramuka Siaga : Kucing & Tikus

Diposting pada

Pengantar :

Inti permainan ini ialah menggambarkan upaya kucing mengejar tikus. Tikus dibantu oleh sekelompok mahluk lain yang berusaha untuk menyelamatkannya dari kejaran kucing.  Kucing & Tikus merupakan permainan tingkat perindukan artinya seluruh siaga terlibat dalam permainan ini dan tidak mengatasnamakan barung.

Korelasi dengan Area Pengembangan Pramuka Siaga

  • Permainan ini secara umum dikuasai membuatkan area  fisik  (berlari, saling dorong tubuh, saling berpegangan tangan kuat-kuat,  bersorak, berteriak, jatuh, bangun, dsb) dan secara umum dikuasai mengembangkan  area kecerdasan sosial (bekerjasama, membantu yang lemah, pentingnya berjuang untuk “survive”, dsb).
  • Pembina Siaga juga sanggup memakai permainan ini untuk membuatkan area kecerdasan intelektual, dengan cara   melatih kecerdasan menganalisa situasi untuk memenangkan permainan, kecerdikan  keluar dari tekanan dengan melihat kelemahan lawan, dsb.
  • Pembina siaga juga sanggup memanfaatkan permainan ini untuk membuatkan area kecerdasan emosional  dan area kecerdasan spiritual denga cara menawarkan penyadaran bahwa menolong yang lemah ialah kewajiban mulia, mahluk yang berpengaruh dihentikan memakai kekuatannya secara sewenang-wenang, Tuhan membuat mahluk yang berbeda kecerdasan, ketrampilan, kekuatan, ciri fisik, dan banyak sekali perbedaan lain  ialah untuk tolong menolong, sebenarnya dan saling mengisi, dst.

Awal permainan

  • Yanda atau Pak Cik – sesudah upacara pembukaan latihan mengajak siaga menunu tanah lapang dan membentuk bundar besar. Kemudian  menjelaskan program permainan hari ini ialah “kucing dan tikus”.
  • Yanda atau Pak Cik menjelaskan bahwa dalam bermain dihentikan curang, dihentikan menyakiti fisik, dihentikan mengejek dan dihentikan bertengkar.
  • Yanda memberikan  klarifikasi tata cara bermain, kemudian 3 orang siaga untuk berperan sebagai “tikus” dan 1 orang siaga berpera sebagai “kucing” (disarankan semoga permainan menarik kucing diplih siaga yang paling berpengaruh dan kencang berlari)
  • Sebelum  permainan dimulai Yanda atau Pak Cik bisa mengajak terlebih dahulu para siaga untuk bernyanyi, menari  dan bermain tepuk tangan.

Cara Bermain :

  • Seluruh anggota perindukan membentuk bundar dan saling bergandengan/berpegangan  tangan secara kuat.
  • Yanda memerintahkan tiga  tikus untuk berada di dalam  bundar dan kucing berada di uar lingkaran. Kemudian Yanda meniup  peluit sebagai tanda permainan dimulai.
  • Kucing harus berusaha menangkap/menepuk tikus dengan cara mengejar dan menerobos bundar gandengan tangan para siaga yang berusaha menyelematkan tikus.  Kucing berusaha menerbos bundar sekuat tenaga dan para siaga yang membentuk bundar juga bertahan sekuat tenaga melindungi para tikus.
  • Jika kucing merasa tidak bisa menerobos bundar di satu titik alasannya ialah terlalu kuat, kucing bisa memlilih kawasan lain yang dianggapnya lebih lemah semoga sanggup diterobos.  Didalam upaya menerobos bundar yang berpengaruh kucing bisa beradu kreatif contohnya dengan akal-akalan menerbos di satu titik tetapi kemudian secepat kilat berlari ketitik lain yang lengah.
  • Jika kucing berhasil menerobos masuk lingkaran, maka para tikus diberi kesempatan untuk meyelematkan diri dengan cara diberi jalan keluar. Kini kucing ada di dalam lingkaran, tikus ada di luar lingkaran. Para penyelamat terus berusaha bertahan semoga kucing tidak bisa keluar lingkaran.
  • Selanjutnya bila kucing berhasil keluar lingkaran, maka tikus diberi kesempata masuk lingkaran, demikian seterusnya. 
  • Para tikus baik di dalam maupun di luar bundar terus berusaha menjauh dari kucing dan mengacaukan konsentrasi si kucing dengan cara menyebar, kadang berkelompok, kadang ada yang keluar bundar dikala dikejar kucing masuk lagi ke lingkaran, dst.
  • Tikus yang berhasil ditepuk tubuhnya oleh si kucing maka dinyatakan mati dan dihentikan ikut bermain lag
  • Permainan sanggup diakhiri dengan waktu contohnya 10 menit atau diakhiri dengan dikala semua tikus sudah berhasil ditangkap kucing.
  • Selama bermain, para siaga yang membentuk bundar sanggup bersorak,  memberi semangat (tetapi tidak bole mengejek) baik kepada kucing maupun tikus.
Akhir Permainan
  • Kanda atau Pak Cik mengulas  jalannya permainan dengan menawarkan kebanggaan atas upaya si  kucing, si tikus dan juga para mahluk penyelamat/pelindung tikus.
  • Yanda atau Pakcik menawarkan penghargaan/hadiah baik kepada si kucing, si tikus dan mahluk penyelamat.
  • Yanda atau Pak Cik menawarkan ulasan singkat ihwal makna dan pelajaran yang didapat dari permainan Kucing dan Tikus ini.
  • Yanda menutup program permainan dan melanjutkan ke kegiatan latihan berikutnya.

Lihat entri/topik terkait :

Area Pengembangan Pramuka Siaga, Peran Pembina Pramuka Siaga.

Sumber :

Diolah dari banyak sekali sumber : buku, jurnal & media online