Perindukan Siaga (Filosofi & Pengorganisasiannya)

Diposting pada

Pengertian

  1. Sebutan “Perindukan” yang berarti daerah anak cucu berkumpul, mengkiaskan kelompok Siaga yang terdiri dari 3 hingga 4 barung
  2. Sebutan “Barung” yang berarti daerah penjaga ramuan bangunan mengkiaskan kelompok kecil Siaga beranggotakan 6 hingga dengan 8 anak.

Perindukan sebagai Wadah Pembinaan Pramuka Siaga

  1. Manusia yaitu makhluk sosial yang suka bergaul, berkelompok. Naluri ini juga ada pada bawah umur seusia Siaga.Dikala bermain biasanya mereka berkelompok/berkumpul bersama rekan-rekan sejenisnya untuk bersama berkumpul, bermain. Kebiasaan ibarat ini oleh Gerakan Pramuka dijadikan suatu sistem dalam pelaksanaan pelatihan terhadap anak didik dalam Gerakan Pramuka, yang untuk golongan Siaga dinamakan “Perindukan Siaga”.
  2. Perindukan Siaga merupakan kumpulan bawah umur yang berusia antara 7 hingga dengan 10 tahun. Jumlah maksimal 40 orang anak yang tersusun dalam barung-barung atau kelompok yang lebih kecil dan jumlahnya antara 5 hingga dengan 10 anak. Secara keseluruhan di bawah asuhan/dibina oleh orang cukup umur yang disebut Pembina Perindukan (Yanda/ Bunda).
  3. Kelompok yang lebih kecil disebut Barung, pengelompokan dalam barung dimaksudkan semoga bawah umur sanggup lebih gampang melakukan latihan kepemimpinan, talenta dan sebagainya (dimbimbing dan ditemukan bakat).
  4. Dengan cara demikian sanggup memudahkan terbentuknya rasa dan semangat persatuan dan kesatuan.  Jumlah anggota setiap barung maksimal 10 anak, namun apabila tidak mencapai jumlah itupun tidak mengapa, asal sanggup mempermudah dan memperlancar pelaksanaan acara latihan.
  5. Tiap Barung dipimpin oleh pemimpin Barung yang dipilih oleh anggota barungnya. Pengangkatan Pemimpin Barung dan wakil pemimpin Barung tidak menghipnotis jumlah anak pada jumlah anak pada barungnya. Dari pemimpin-pemimpin Barung sanggup diangkat Seorang Pemimpin Barung utama yang dipanggil Sulung yang dipercayakan oleh semua anggota Perindukan untuk memimpin.
  6. Proses pendidikan dalam Perindukan dilakukan dibawah binaan Seorang Pembina Perindukannya yang dibantu oleh beberapa orang pembantu Pembina Perindukan. Pembina Perindukan bersamaPembantu-pembantu Pembina Perindukan melakukan kiprah dan kewaiibannya membina bawah umur melalui proses latihan secara terencana dan teratur dan mengadakan pendekatan eksklusif kepada  tiap penerima didiknya dan orang renta mereka. Pembina perindukan bersama pembantu pembina Perindukan merencanakan suatu jadwal acara latihan tahunan yang kemudian dirinci dalam jadwal acara bulanan dan mingguan secara teratur dan mengarah. Dalam menyusun suatu perencanaan Iatihan sanggup memperoleh masukan dari para pemimpin Barung sebagai materi pertimbangan. Pembina Perindukan dan pembantu pembina Perindukan perlu mengikuti pertemuan  pertemuan pembina yang diadakan oleh Kwartirnya untuk peningkatan diri.
  7. Pembina Perindukan berkewajiban memimpin dan memberi kesempatan meraih kecakapan-kecakapan/peningkatan diri kepada para Pembantu Pembina Perindukan. Setiap Perindukan paling sedikit mempunyai seorang Pembantu Pembina Perindukan, dan akan lebih baik kalau dibantu dengan tiga orang Pembantu Pembina Perindukan, sehingga bimbingan mereka akan lebih mantap.

Organisasi Perindukan Siaga

  1. Perindukan Siaga merupakan satuan penerima didik yang berusia antara 7-10 tahun, idealnya terdiri  antara 18-24 Pramuka Siaga.
  2. Perindukan Siaga dibagi  dalam satuan kecil yang disebut Barung, masing-masing terdiri dari 6 -8 orang. Dalam kelompok kecil ini Pramuka Siaga sanggup berguru memimpin, dipimpin, bertanggungjawab, berorganisasi, dan berhubungan dengan proteksi pembinanya.
  3. Pembentukan barung dilakukan oleh para Pramuka Siaga dengan proteksi pembina dan Pembantu Pembina Siaga.
  4. Setiap barung menggunakan nama barung yang dipilih sendiri oleh anggota barung. Barung  putera maupun barung putri menggunakan nama “warna” (hijau,  putih, biru, coklat, dan lain sebagainya.)

Pemimpin Pramuka Siaga

  1. Pemimpin Barung dipilih oleh dan dari para anggota barung dengan  proteksi pembina dan Pembantu Pembina Siaga.
  2. Pemimpin Barung menunjuk Wakil Pemimpin Barung dari anggota barung
  3. Barung dipimpin oleh seorang Pemimpin Barung secara bergilir.
  4. Para pemimpin barung menentukan salah seorang di antara pemimpin barung sebagai Pemimpin Barung Utama di tingkat perindukan  yang dipanggil Sulung.

Pemimpin Perindukan

  1. Perindukan dipimpin    oleh Pembina Putri yang disebut Bunda atau Pembina Putra yang disebut Yanda,  dibantu oleh Bucik atau Pakcik.
  2. Dalam pembinaan, Siaga puteri dibina oleh Pembina Puteri, Siaga Putera, dibina oleh Pembina putera atau Pembina puteri, Pembina putera tidak diperkenankan membina Siaga puteri.

Lihat entri/topik terkait :
Gugusdepan Gerakan Pramuka, Bagan Organisasi Gugusdepan Gerakan Pramuka, Siaga (Filosofi & Sifat Kegiatannya), Area Pengembangan Pramuka Siaga, Pembina Siaga (Peran & kiprah pokok), Dewan Siaga.

Sumber :

Buku,  Panduan Penyelesaian SKU Siaga, Kwarnas Gerakan Pramuka, tahun 2019.
Buku,  Pedoman Pembina Siaga, Kwarnas Gerakan Pramuka, 1983