Perbedaan Satria Dan Pejuang | Klarifikasi Arti Kata Dan Makna

Diposting pada
Pustamun.blogspot.com – Tanggal 10 November selalu diperingati sebagai Hari Pahlawan.  Merujuk pada usaha rakyat Indonesia di Surabaya (bukan hanya arek-arek Suroboyo) yang menolak menyerahkan senjata kepada sekutu. 10 November 1945, terjadi pertempuran sengit. Indonesia kalah dalam pertempuran Surabaya, tetapi berhasil memenangi peperangan.
Perbedaan Antara Pejuang dan Pahlawan

Dengan beberapa lembar sejarah bangsa yang masih gelap di sekitar insiden 10 November, Indonesia patut berbangga, mempunyai momentum untuk sanggup menjadi lebih baik. Menjadikan setiap orang Indonesia mempunyai semangat perjuangan.

Dalam dua paragraf di atas, kata hero selalu beriringan dengan kata pejuang. Pahlawan niscaya pejuang, meskipun pejuang belum tentu diakui sebagai pahlawan. Apalagi kalau merujuk kepada definisi pejuang menurut undang-undang.
Definisi pejuang menurut UU No 20 Tahun 2019
 “Pahlawan Nasional yakni gelar yang diberikan kepada WNI atau seseorang yang berjuang melawan penjajahan di wilayah yang kini menjadi wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang telh gugur atau meninggal dunia demi membela bangsa dan negara, atau yang semasa hidupnya melaksanakan tindakan kepahlawanan atau menghasilkan suatu  prestasi dan karya yang luar biasa bagi pembangunan dan kemajuan bangsa dan negara Republik Indonesia”
Sementara, arti kata hero dalam Wikipedia bahasa Indonesia berasal dari Bahasa Sanskerta: phala – wan. Makna asalnya yakni orang penghasil buah pala. Penghasil pala berarti orang yang berjasa. Bagi lingkungannya. Selanjutnya, diserap dan diadaptasikan ke dalam bahasa Indonesia menjadi kata pahlawan.
Dalam bahasa Indonesia, definisi hero yakni orang yang menonjol lantaran keberanian dan pengorbanannya dalam membela kebenaran; pejuang yang gagah berani.
Lagi-lagi ada kata ‘pejuang’ dan ‘berjuang’ dalam masing-masing definisi di atas. Oleh lantaran itu, memahami arti kata hero seharusnya juga memahami arti kata pejuang. Berikut yakni arti kata pejuang yang ada dalam bahasa Indonesia.
Pejuang yakni nomina yang artinya orang yang telah berjuang.
Kata berjuang,memiliki empat dimensi makna yaitu 1) berlaga (hal ini perihal hewan yang besar-besar); 2) memperebutkan sesuatu dengan beradu, berperang, dan berkelahi; 2) berlanggaran (hal ini perihal perahu, ombak, dan sebagainya); 4) berusaha sekuat tenaga perihal sesuatu; berusaha dengan penuh kesulitan dan mara bahaya.
Keempat dimensi makna kata berjuang di atas ada dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia. Dapat ditarik kesimpulan bahwa berjuang merupakan kegiatan mengusahakan, mendapatkan, dan memperoleh sesuatu dengan penuh kesulitan.
Dilihat dari banyak sekali versi makna hero dan pejuang, sesungguhnya yang ada dan terlibat dalam pertempuran 10 November di Surabaya bukan pahlawan. Mereka yakni para pejuang. Orang yang berjuang mengusahakan dan memperoleh kemerdekaan bagi bangsa. Meskipun mendapat kesulitan yang sangat dahsyat. Bahkan mereka rela mengorbankan segala sesuatu yang paling berharga dalam dirinya yaitu: nyawa.
Para pejuang mungkin akan lebih besar hati bila disebut sebagai pejuang saja. Tentu mereka juga tidak berharap menjadi pahlawan. Jika pun ada yang menggelari mereka sebagai pahlawan, itu merupakan wujud penghormatan generasi kini kepada mereka yang sekuat tenaga membebaskan Indonesia dari penjajah.
Satu lagi, yang dimaksud pejuang bukan berarti yang telah berperang. Tetapi yang telah berusaha menegakkan kebenaran.  Jika ada orang yang meneriaki copet lantaran tidak berani menahannya seorang diri, berarti beliau juga pejuang. Mungkin, sanggup jadi orang penakut yang beraninya ‘Cuma’ teriak tersebut yakni pahlawan.  Pahlawan bagi orang yang hendak kecopetan.
Lain lagi bagi band Wali. Pahlawan bagi mereka yakni seorang nenek. Sesuai dengan lagu yang mereka populerkan, ‘Nenekku Pahlawanku’. Seorang nenek yang selalu mengingatkan cucunya biar sanggup baik-baik saja meskipun sedang dirundung sedih asmara. Sehingga, dikala diputus cinta mereka tidak menangis lantaran nenek bilang: kuat-kuat.
Kita sanggup menjadi pejuang, dan biasanya pejuang sejati tidak pernah mengharap sanggup menjadi pahlawan. Mari berjuang, untuk kebenaran dan kebaikan. Meskipun dengan hal yang paling sederhana sekalipun.
Maka dari itu mungkin, ada baiknya pula menyebut 10 November sebagai hari pejuang. Bukan sekadar hari pahlawan. Entahlah.

Salam Pustamun! Selamat Hari Pahlawan eh Hari Pejuang!