banner 728x250

Pengujian Perangkat Lunak (Tujuan, Prinsip Dan Taktik Pengujian)

  • Share
banner 468x60
Dalam proses rekayasa perangkat lunak, pelaku rekayasa perangkat lunak awalnya berupaya untuk membangun dan berbagi perangkat lunak dari mulai abstraksi hingga ke tahapan penerapan, barulah lalu dilakukan pengujian perangkat lunak. Ketika melaksanakan pengujian perangkat lunak, pelaku menciptakan sekumpulan kasus atau skenario pengujian yang hendak diujikan kepada perangkat lunak yang telah simpulan dibangun. Proses pengujian perangkat lunak lebih berkonsentrasi pada sisi desktruktif daripada sisi konstruktifnya, hal ini alasannya maksudnya yakni untuk memperoleh kesalahan pada perangkat lunak.
 pelaku rekayasa perangkat lunak awalnya berusaha untuk membangun dan mengembangkan perang Pengujian Perangkat Lunak (Tujuan, Prinsip dan Strategi Pengujian)
source : skelia.com

Sasaran atau Tujuan Pengujian Perangkat Lunak

Pengujian perangkat lunak dikerjakan dengan sasaran sebagai berikut ini :
  1. Pengujian yakni proses mengeksekusi program dengan tujuam untuk memperoleh kerusakan maupun kesalahan pada acara.
  2. Kasus atau skenario uji yang baik yakni yang memiliki tingkat kemungkinan tinggi untuk memperoleh kerusakan yang belum didapatkan.
  3. Pengujian dapat dikatakan sukses kalau berhasil mendapatkan kerusakan yang belum ditemukan sebelumnya.
Dari target diatas mengimplikasikan adanya perubahan cara pandang dimana pengujian yang sukses ialah pengujian yang tidak memperoleh kesalahan maupun kerusakan. Apabila pengujian telah simpulan dikerjakan, maka diperlukan ditemukan adanya kesalahan dalam perangkat lunak. Sekaligus selaku benefit tambahan, pengujian dalam hal ini memberikan bahwa fungsi perangkat lunak bekerja dan berlangsung sesuai dengan spesifikasi bahwa standar kinerja sudah tercukupi.
Ketika melaksanakan pengujian, data perlu dikumpulkan agar menunjukkan indikasi yang bagus terhadap realibilitas perangkat lunak dan beberapa indikasi dari kualitas keseluruhan perangkat lunak. Namun, pengujian tidak mampu memberikan ataupun memastikan bahwa perangkat lunak yang diuji tersebut tidak mempunyai cacat sama sekali.

Prinsip Pengujian Perangkat Lunak

Berikut merupakan serangkaian prinsip ketika melakukan pengujian perangkat lunak :
  • Semua pengujian musti dapat ditelusuri sampai ke keperluan klien. Hal ini menyanggupi kriteria bahwa kesalahan yang paling vital dilihat dari sudut pandang klien yakni cacat yang mengakibatkan program gagal menyanggupi persyaratannya.
  • Supaya pengujian perangkat lunak bisa lebih efektif, pengujian mesti dijalankan oleh pihak ketiga yang independen atau terpisah. Hal ini dimaksudkan supaya pengujian memiliki tingkat kemungkinan yang tinggi dalam menemukan kesalahan. Oleh karena itu pelaku yang menyebarkan perangkat lunak tersebut bukanlah orang yang paing sempurna untuk melaksanakan semua pengujian perangkat lunak.
  • Pengujian harus dimulai dari hal yang terkecil dan meningkat ke pengujian yang lebih besar. Pengujian pertama kali berkonsentrasi pada modul individual perangkat lunak yang kemudian mengubah fokus pengujian pada kluster modul yang berkaitan dan hasilnya pada metode secara keseluruhan.
  • Tidak memungkinkan melaksanakan pengujian yang mendalam. Jumlah masalah maupun jalur permutasi pada program yang berukuran menengah sampai sangat besar sulit dilaksanakan pengujian secara mendalam. Namun, dimungkinkan untuk menguji logika program dan menentukan bahwa segala kondisi pada rancangan telah diuji.
  • Pengujian musti dijadwalkan jauh-jauh hari sebelum pengujian dimulai. Perencanaan pengujian bisa dimulai segera saat model keperluan dilengkapi dan model perancangan final dibuat. Dengan ini diperlukan, semua pengujian dapat direncanakan dan dirancang sebelum semua isyarat diimplimentasikan.
Baca juga:  Soal Online Evaluasi Harian 1 Btik Dan Informatika Kelas 7 Semester 1

Strategi Pengujian Perangkat Lunak

Proses pengujian perangkat lunak mampu diilustrasikan pada gambar di bawah ini.
 pelaku rekayasa perangkat lunak awalnya berusaha untuk membangun dan mengembangkan perang Pengujian Perangkat Lunak (Tujuan, Prinsip dan Strategi Pengujian)
Gambar spiral diatas mengilustrasikan bagaimana rekayasa tata cara membangun suatu perangkat lunak diulai dari penentuan kebutuhan perangkat lunak, kemudian dilanjut dengan membentuk rancangan hingga kesudahannya ke pengkodean. Strategi atau skema pengujian dimulai dengan unit testing dimana masing-masing unit perangkat lunak yang diimplimentasikan menjadi target pengujian, kemudian dilaksanakan integration testing dengan konsentrasi pengujian yaitu rancangan dan konstruksi arsitektur perangkat lunak, hingga dikerjakan validation testing dengan sasaran pengujian yaitu kesesuaian dengan kebutuhan perangkat lunak yang telah ditentukan di permulaan pengembangan, dan berakhir pada system testing, dimana perangkat lunak dan keseluruhan unsur sistem diuji.

Unit Testing

Unit testing lebih berkonsentrasi pada unit terkecil dari perangkat lunak. Jalur kendali yang penting diuji untuk menguak kesalahan pada modul tersebut. Pengujian ini umumnya berorientasi white-box testing dan bisa dikerjakan secara paralel untuk modul yang bertingkat.
 pelaku rekayasa perangkat lunak awalnya berusaha untuk membangun dan mengembangkan perang Pengujian Perangkat Lunak (Tujuan, Prinsip dan Strategi Pengujian)
Pengujian perihal jalur eksekusi ialah peran penting selama unit testing. Kasus uji musti dirancang untuk menguak kesalahan yang berhubungan dengan kesalahan komputasi, komparasi dan fatwa kendali yang tidak tepat. 

Integration Testing

Integration testing dikerjakan dengan teknik sistematis dalam mengontruksi struktur acara sambil melakukan pengujian dalam menguak kesalahan yang berhubungan dengan interfacing. Sasarannya ialah modul yang telah diuji pada unit testing dan kontruksi program dari modul tersebut sesuai dengan rancangan perangkat lunak.

Validation Testing

Validation testing dilaksanakan sesudah perangkat lunak final dirangkai selaku satu kesatuan yang menyeluruh dan kesalahan interfacing telah didapatkan dan dikoreksi. Validasi sukses kalau segala fungsi pada perangkat lunak sesuai dengan kebutuhan klien. 
Validasi testing diperoleh melalui serangkaian pengujian black-box testing yang memperlihatkan kesesuaian keperluan perangkat lunak. Semua skenario uji dirancang untuk menentukan semua patokan fungsional telah tercukupi, semua patokan kinerja telah tercapai d, semua dokumentasi teag benar, dan standar lainnya mirip kompatibilitas, maintenance dan kesanggupan pulih dari keselahan sudah dipenuhi.

System Testing

System testing pengujian yang sasarannnya ialah keseluruhan metode. Terdapat beberapa tipe dari system testing diantaranya yakni selaku berikut :
  1. Recovery testing, menguji perangkat lunak untuk gagal dengan banyak sekali cara dan menilik apakah perbaikan atau pemulihan dilaksanakan secara tepat.
  2. Security testing, menguji apakah prosedur keamanan yang dibangun pada metode akan betul-betul dapat mengamankan dari dampak yang salah dan beberapa percobaan peretasan.
  3. Stress testing, dirancang untuk menguji program apakah bisa melawan kondisi yang abnormal. 
  4. Perfomance testing, dirancang untuk menguji kinerja perangkat lunak yang sudah terintegrasi pada metode dikala run-time.
Baca juga:  Teknik Pengujian Black-Box Testing Dan White-Box Testing
Referensi
Poltek Telkom
banner 336x280
banner 120x600
  • Share