Pengertian Standardized Work – Pondasi Dari Konsep Kaizen

Diposting pada

Apa itu Standardized Work – Standardized Work ialah elemen kunci menuju kesuksesan dalam mengidentifikasi waste (pemborosan). Dengan mengulangi metode kerja (work) yang ditetapkan atau standardized, prosesnya lebih teratur dan peluang peningkatan menjadi lebih kasatmata dikarenakan telah terstandarisasi. Prosesnya harus berpusat pada gerak insan dengan berulang juga ergonomis.

Menentukan maupun menciptakan standar kerja / Standardized Work bergantung pada pengumpulan dan pencatatan data pada beberapa bentuk. Umumnya untuk memutuskan standarisasi harus melihat dari 3 unsur:

  • Takt Time – Takt time ialah waktu atau tingkat di mana produk harus dibentuk dalam suatu proses untuk memenuhi undangan pelanggan.
  • Urutan Kerja – Kerja operator di observasi dikala melaksanakan kiprah dan dijadikan takt time
  • Standar Peralatan – Peralatan diharapkan pekerja dalam pengertian standar semoga proses tersebut lancar.

Baca juga: Arti TalkTime, CycleTime dan Waktu dalam Istilah Lean

Standarisasi kerja merupakan proses penerapan dan pengembangan standar teknis menurut konsensus. Standardisasi sanggup membantu memaksimalkan kompatibilitas, interoperabilitas, keamanan, pengulangan, atau kualitas. Hal ini juga sanggup memfasilitasi komodifikasi proses moral sebelumnya. Dalam konsep Kaizen, gagasan standardisasi mendekati solusi untuk melihat dilema koordinasi, situasi di mana permasalahan terjadi.




Manfaat

Manfaat yang sanggup didapat ketika pekerjaan terstandardisasi (Standardized Work) meliputi :

  • Dokumentasi proses memungkinkan untuk melaksanakan continuous improvement untuk semua perubahan, penurunan variabilitas, pembinaan yang lebih gampang bagi operator baru.
  • Keamanan Kerja, melalui pengurangan cedera dan ketegangan, yang sanggup terjadi alasannya ialah adanya variasi dalam menuntaskan proses pada satu fokus.
  • Inti dasar ataupun pondasi untuk kegiatan perbaikan, melalui acara dari konsep Kaizen.

Menstandarkan pekerjaan sanggup menambah disiplin terhadap budaya lean, elemen yang sering terbengkalai. Pekerjaan standar juga merupakan alat pembelajaran untuk mendukung audit, mempromosikan pemecahan dilema (problem solving), dan melibatkan anggota tim dalam membuatkan poka-yoke.

Artikel terkait Pokayoke: Lean – Pengertian Poka Yoke

Seperti diketahui bahwa salah satu teori konsep kaizen ialah memberdayakan dengan mengikutsertakan seluruh pekerja dalam melaksanakan perbaikan. Kaizen atau keishan ialah peningkatan menjadi lebih baik. Dengan memakai teori maupun konsep Kaizen ini akan memudahkan pekerja mengidentifikasi permasalahan melalui Standardized Work, dengan begitu budaya kaizen sanggup tercipta diperusahaan. Dalam pengertian keishan adalah bukan hanya sebatas konsep dan teori belaka.

Standardized Work merupakan cara meningkatkan profit perusahaan bisnis dengan menghilangkan acara tidak bernilai tambah (Non Value Addded). Dengan memahami dasar-dasar standardisasi dan kepentingannya dalam fondasi sistem lean maka memungkinkan bisnis dapat Meningkatkan produktivitas melalui standarisasi kerja dalam penerapan lean juga merupakan salah satu cara bagamana memotivasi karyawan di perusahaan.

Pekerjaan Standar secara harfiah merupakan langkah-langkah yang perlu ditempuh untuk menuntaskan sebuah proses. Ada variasi lain juga yaitu Leader Standard Work. Mengenai Standard work spesialis dan pencetus Taiichi Ohno menyatakan bahwa: Tidak Ada Standar artinya Tidak Ada Kaizen.

Apa itu Leader Standard Work

Leader Standard Work ialah salah satu elemen dari sistem administrasi lean yang sanggup memindahkan organisasi ke posisi puncak dari taktik manajemen. Menciptakan pekerjaan standar (Standard work) bagi pimpinan tim dimulai dengan struktur mingguan siklus produksi dan pertemuan. Waktu pertemuan meliputi pengertian yang ditetapkan menjadi standar dasar bagi kiprah yang harus lakukan oleh pemimpin tim (Leaders).

 Standardized Work ialah elemen kunci menuju kesuksesan dalam mengidentifikasi waste  Pengertian Standardized Work - Pondasi dari Konsep Kaizen

Lalu darimana Leader Standard Work? Leader Standard Work ialah istilah yang relatif baru. Toyota mulai Lean pada tahun 1940-an, akan tetapi istilah Leader Standard Work telah beredar di bawah 10 tahun. Toyota tidak menyebut praktik administrasi mereka Leader Standard Work.

Diluar itu, Leader Standard Work membutuhkan pola pikir gres dalam rutinitas seorang pemimpin. Dibutuhkan pemimpin dari bangku bos menjadi seorang pelatih, dimana, ketika para pemimpin menggandakan sikap yang ingin mereka lihat, memberi pola kepada orang lain sebagai praktik terbaik.

Keindahan Leader Standard Work (LSW) sangat sesuai dengan konsep Lean dan terutama Kaizen, menanamkan rasa memiliki, akuntabilitas, pemberdayaan dan tanggung jawab di seluruh organisasi. Mentalitas ini ialah perekat di banyak organisasi yang memegang budaya bersama dan mempromosikan sikap yang percaya bahwa perbaikan terus-menerus dimungkinkan setiap saat.

Artikel terkait