Pengertian Puasa Dalam Bahasa Indonesia | Puasa Bukan Milik Islam (Saja)

Diposting pada

Berikut ini merupakan klarifikasi mengenai Pengertian Puasa dalam Bahasa Indonesia dan beberapa kata yang menjadi sinonim kata Puasa.

Tulisan ini akan membahas puasa dari segi bahasa. Bukan bermaksud mendiskreditkan fatwa agama tertentu tetapi sekadar ingin mengembangkan isu mengenai pembahasan kebahasaan.
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia Pusat Bahasa yang terbit pada tahun 2019,  kata puasa ada pada halaman 1110. Pada halaman tersebut terdapat dua pengertian puasa yaitu 1. meniadakan makan, minum, dan sebagainya dengan sengaja (terutama bertalian dengan keagamaan). 2. Isl. salah satu rukun Islam berupa ibadah menahan diri atau berpantang makan, minum, dan segala yang membatalkannya mulai terbit fajar hingga terbenam  matahari.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia tersebut, pengertian pertama diberi isyarat v abreviasi dari verba atau kata kerja. Sedangkan pengertian puasa yang kedua diberi isyarat n abreviasi dari nomina atau kata benda. Berarti puasa merupakan pekerjaan yang dilakukan oleh seseorang sesuai dengan ketentuan agamanya. Jika orang tersebut beragama Islam, maka upaya meniadakan makan tersebut berwujud puasa sebagai rukun Islam (kata benda abstrak).

Baca juga: PENGERTIAN TADARUS
Sementara itu frasa yang dibuat dengan kata puasa antara lain ialah puasa apit, puasa fardu, puasa pati geni, puasa sunah, dan puasa wajib. Berikut ini klarifikasi mengenai masing-masing frasa yang terbentuk dari kata puasa.
Puasa Apit yaitu puasa pada hari kelahiran ditambah sehari sebelum dan sehari sesudah.
Puasa Fardu yaitu puasa wajib.
Puasa Pati Geni yaitu puasa dengan jalan menghindari  melihat sinar (cahaya), tidak makan, minum, dan tidak tidur.
Puasa Sunah yaitu puasa yang tidak diwajibkan , tetapi dianjurkan.
Puasa Wajib yaitu puasa yang diwajibkan.
Dilihat dari segi bahasa, puasa tidak hanya dilakukan oleh orang Islam. Misalnya puasa pati geni, ialah bentuk puasa yang tidak ada ajarannya dalam fatwa Islam. Selain itu puasa juga bukan merupakan serapan dari bahasa Arab. Hal ini memperlihatkan bahwa dalam kebudayaan bangsa Indonesia sudah ada istilah puasa sebelum masuknya Islam yang identik dengan bahasa Arab. Meskipun dalam kamus besar bahasa Indonesia salah satu pengertian puasa ialah saum yang merupakan serapan dari bahasa  Arab (صوم).
Selain bersinonim dengan kata saum, dalam bahasa Indonesia kata puasa juga bersinonim dengan kata ifah dan pertarakan (Tesaurus Alfabetis Bahasa Indonesia Pusat Bahasa halaman 456). Ifah merupakan serapan dari bahasa Arab yang ada pada Kamus Besar Bahasa Indonesia halama 518 yang berarti pengekagan hawa nafsu.
Pertarakan berasal dari kata tarak yang semakna serarti dengankata ifah. Dalam KBBI halaman 1404 tarak juga bersinonim dengan tapa, yaitu proses mengasingkan diri dari kehidupan keduniawian.
Dari berapa klarifikasi di atas, terang bahwa puasa tidak hanya dimiliki oleh umat Islam saja. Pada dasarnya setiap fatwa agama mempunyai fatwa keagamaan yang erat dengan puasa, yaitu menahan untuk tidak memuaskan diri dengan kesenangan-kesenangan duniawi.  Mengeani tata cara dan ketentuan-ketentuannya masing-masing agama mempunyai batasan yang berbeda-beda.

Demikian klarifikasi mengenai pengertian puasa dari segi bahasa. Semoga memperlihatkan pencerahan bagi pembaca.