Pembahasan Soal Kesalahan Tanda Baca Dalam Un 2019

Diposting pada
Pembahasan Soal Kesalahan Tanda Baca dalam UN 2019
Soal-soal  yang dibahas dalam goresan pena ini ialah kumpulan soal ihwal tanda baca pada kalimat yang terdapat pada naskah Soal UN Bahasa Indonesia SMP/MTs tahun 2019. Yang termasuk pada soal ihwal tanda baca ialah penulisan aksara kapital dan penggunaan tanda baca dan cara penulisan dalam kalimat. Hak cipta naskah soal ini ada pada Pusat Penilaian Pendidikan-BALITBANG-KEMDIKBUD.
Soal Pertama
Bacalah kalimat berikut!
Hindari makanan menyerupai Burger dan kentang goreng untuk membatasi kalori yang masuk ke dalam tubuh.

Alasan ketidaktepatan penulisan aksara kapital tersebut ialah ….
a. nama geografi yang tidak diikuti oleh nama diri geografinya.
b. bukan istilah absurd yang harus dimulai dengan aksara kapital.
c. burger kata adopsi yang tidak perlu dimulai dengan aksara kapital.
d. burger ialah kata benda yang tidak perlu memakai aksara kapital.
Jawaban: C
Pembahasan:
Yang menjadi inti pembahasan soal di atas ialah kata burger. Dalam soal, burger diawali dengan aksara besar: Burger. Jadi, kesalahan tanda bacanya ialah alasannya ialah memakai aksara kapital di awal kata.
Jawaban C paling sempurna alasannya ialah burger dalam soal dimulai dengan aksara kapital. Dalam tanggapan D menggunakan huruf kapital. Jadi, kalau menjawab D maka dianggap goresan pena burger pada soal ditulis dengan aksara kapital semua menyerupai ini: BURGER.
Jawaban A salah alasannya ialah burger bukan nama geografi. Memang nama diri geografi dan nama geografi harus ditulis dengan aksara besar.
Jawaban B salah alasannya ialah istilah absurd yang ditulis dalam bahasa Indonesia harus dituis miring, bukan justru diawali aksara besar.
Soal Kedua
Bacalah teks berikut!
1) Alkisah di desa bunga tanjung ada seorang wanita bau tanah yang mempunyai huma. 2) Humanya tidak begitu luas, hanya seluas jaring penangkap ikan, tetapi akhirnya melimpah ruah. 3) Putri Tunggal nama wanita itu. 4) Ia mempunyai tujuh orang anak.
Penggunaan ejaan yang tidak sempurna pada kutipan teks tersebut terdapat pada kalimat nomor ….
a. 4
b. 3
c. 2
d. 1
Jawaban: D
Pembahasan:
Kalimat yang penulisan aksara kapital (ejaan) salah ialah kalimat pertama, yaitu ada pada kata desa bunga tanjung. Kata tersebut seharusnya ditulis dengan awalan aksara kapital yaitu Desa Bunga Tanjung. Alasan penggunaan aksara kapital di awal alasannya ialah nama geografi (desa) dirangkai atau diikuti dengan nama diri (Tanjung Bunga).
Soal Ketiga
Perhatikan kalimat-kalimat berikut!
1) Anak itu sudah di keluarkan dari sanggar tarinya.
2) Sebelum melaksanakan yang bahwasanya kami mengadakan simulasi.
3) Kita harus selalu bersyukur kepada Tuhan Yang Mahakuasa.
4) Satgas dibuat untuk mengungkap kasus vaksin palsu.
Kalimat yang tidak sempurna ejaannya terdapat pada kalimat nomor ….
a. 1
b. 2
c. 3
d. 4
Jawaban: A
Pembahasan:
Kalimat pertama dalam soal di atas mempunyai kesalahan. Yaitu kesalahan tanda baca berupa penulisan /di/ yang dipisah. Seharusnya kata di- pada kata dikeluarkan merupakan imbuhan (afiks) yang menjadi satu kesatuan dengan imbuhan akhir, yaitu di- -kan. Jika ditulis pisah, seperti itu ialah kat depan, bukan imbuhan.
Penggunaan tanda baca pada kalimat yang lain sudah benar. Tulisan “Tuhan Yang Mahakuasa” sudah benar alasannya ialah Tuhan dalam kaidah bahasa Indonesia selalu ditulis dengan aksara besar. Adapun sifat Tuhan yang dirangkaikan menjadi kesatuan juga harus diawali aksara besar. Penulisan maha- harus dirangkai dengan kata selanjutnya alasannya ialah maha- adalah fonem terikat.
Soal Keempat
Bacalah kalimat berikut!
“Apakah ada perbedaan kalau kita memakai pupuk jenis lain!” tanya Budi.
Alasan ketidaktepatan penggunaan tanda baca pada kalimat tersebut adalah….
a. tanda seru (!) tersebut dipakai untuk mengakhiri kalimat tanya.
b. tanda titik (.) untuk mengakhiri kalimat berita.
c. tanda petik dua (“….”) untuk kalimat langsung.
d. tanda petik dua (“….”) bukan untuk kalimat langsung.
Jawaban: A
Pembahasan:
Yang ditanyakan dalam soal ialah ketidaktepatan, maka terang yang tidak sempurna ialah penggunaan tanda seru pada kalimat tanya. Sudah terang dalam soal bahw Budi sedang bertanya. Maka kalimat pertanyaan yang sedang diucapkan harus diakhiri dengan tanda tanya.
Sementara itu, penggunaan titik pada selesai kalimat (setelah kata ‘Budi’) sudah sempurna alasannya ialah dipakai untuk mengakhiri kalimat. Tanda titik dua dipakai untuk kalimat langsung. Dalam soal di atas sudah tepat.
Soal Kelima
Cermati kalimat beirkut ini!
Bawalah: beras, kacang tanah, ikan asin dan, sayur-mayur, besok pagi.
Perbaikan tanda baca yang sempurna pada kalimat tersebut adalah….
a. Bawalah; beras, kacang, tanah ikan asin, dan, sayur-mayur besok pagi.
b. Bawalah beras, kacang tanah, ikan asin, dan sayur-mayur besok pagi.
c. bawalah beras: kacang tanah, ikan asin dan, sayur mayur besok pagi.
d. Bawalah: beras, kacang tanah, ikan asin, dan, sayur-mayur besok pagi.
Jawaban: B
Pembahasan:
Intinya, tumpuan penggunaan tanda baca yang sesuai ada pada kalimat tanggapan B. Tanda koma dipakai untuk memisahkan barang yang sedang dirinci. Penggunaan tanda koma dipakai pada setiap selesai kata yang berupa rincian, kecuali yang paling akhir.
Demikian tumpuan soal kesalahan penggunaan tanda baca dan pembahasannya yang diambil dari nasakah soal UN 2019. Semoga sanggup menawarkan manfaat. Jika ada sesuatu yang perlu didiskusikan, atau perlu dikoreksi dan dikritisi, silahkan berikan komentar.
Salam Pustamun!

Jangan lupa baca dan unduh tumpuan soal yang lain.