Pantun Lucu Wacana Puasa Dan Ramadan 2019

Diposting pada
Pantun akan selalu hidup di tengah masyarakat alasannya menjadi media penyampai informasi dan pesan yang menarik. Selain itu, juga merupakan karya sastra yang indah sehingga pesan yang ingin disamapikan sanggup diterima dengan baik oleh pedengar. Lebih-lebih kalau pantunnya yaitu pantun lucu. Pasti lebih menarik.
Dengan upaya ikut menjaga perdamaian dunia dan melakukan ketertiban dunia pantu dan sastra lama, di sini Cak Mun akan membagikan pantun ihwal Puasa dan Ramadan. Maaf kalau tidak lucu.

Kan biasanya kita menyambut bulan puasa dengan hal yang kita yakini dan kita tekuni. Misalnya, penjual kecap, niscaya iklan kecapnya juga versi ramadan, para andal rukyah, akan menyambut bulan pahala dengan memantau hilal memilih awal puasa.
Karena Cak Mun yaitu penikmat sastra, maka ikut menyambut bulan pahala dengan berpantun.
Pantun yang ditampilkan di sini ada tiga jenis dengan masing-masing jenis ada beberapa bait. Yang pertama yaitu pantun lucu ihwal puasa dan Ramadan. Harapannya, pantun lucu ini menjadi penghibur ketika puasa. Tapi Cak Mun mohon maaf kalau yang dilabeli pantun lucu justru tidak lucu.
Oh ya, pelengkap dikit, Ramadan itu yang benar tanpa h ya. Bukan Ramadhan tapi Ramadan.
Pantun Lucu ihwal Puasa dan Ramadan
Ada ayam mencari kardus
Kardus dibawa untuk ditimbun
Dari pada mikirin haus
Mari kita bermain pantun
Kardus di tumpuk di pinggir jalan
Jalannya berlubang di mana-mana
Aku tahu puasa dijalankan
Tapi kenapa kamu tidur saja
Menanak nasi menjadi bubur
Bubur dicampur buah ketela
Sehabis sahur eksklusif tidur
Bangun lagi sudah berbuka
Bubur dicampur ikan teri
Belum dimakan sungguh menggoda
Saat puasa siang hari
Tisu lembap disangka kelapa muda
Teri berenang bersama gabus
Udara sesak ketika dihirup
Saat tenggorokan terasa haus
Bensin eceran disangka sirup
Pantun Menyambut Ramadan
Ada buah jatuh beruntun
Jatuhnya saling berdekatan
Mari kita membaca pantun
Untuk menyambut bulan Ramadan
Buah jatuh pastilah masak
Enak dimakan bersama-sama
Mari semua kita bergerak
Menjadi orang bijaksana
Buah dimakan dikupas dulu
Bersihkan juga semua getahnya
Memanfaatkan tiap waktu
Dari subuh hingga berbuka
Kalau tak dibuang itu getah
Bisa lengket hingga kepala
Diisi selalu dengan ibadah
Agar menerima banyak pahala
Habis makan berdiam diri
Jadi ngantuk melihat bantal
Maka mari persiapkan diri
Sucikan hati siapkan mental
Bantal dan guling sudah ditata
Tinggal merebah menata diri
Ramadan sudah di depan mata
Semoga senang sepenuh hati
Pantun di atas yaitu pola kumpulan pantun untuk menyambut Ramadan. Namanya saja menyambut, berarti Ramadannya belum datang.
Pantun yang kedua yaitu pantun ketika Ramadan. Berikut ini contohnya:
Pantun Saat Puasa Ramadan
Mencuci motor menggunakan busa
Busa lembap perlu diperas
Boleh jiwa sedang puasa
Tapi tetap harus kerja keras
Motor keren bukan pinjaman
Sudah higienis di depan kaca
Karena puasa bukan alasan
Untuk malas dan tidur saja
Motor keren kupu melirik
Mengajak motor untuk berdansa
Jangan pula merasa terbaik
Alamat puasa tidak berpahala
Sayang motor berdiam diri
Kupu-kupu pergi tinggalkan
Dalam bulan suci ini
Tetap jaga kerukunan
Motor masih berdiam diri
Tersenyum manja di depan kaca
Agar bulan pahala kita ini
Menjadi ajang berguru kita
Kaca terbelah alasannya terbalik
Pecahnya hingga ke mana-mana
Menjadi insan yang lebih baik
Saling menghormati sesama
Cukup tiga kumpulan puisi lucu ihwal puasa dan Ramadan, Pantun Menyambut Ramadan, dan Pantun Saat Puasa Ramadan. Jika ada kata yang kurang berkenan tolong maafkan. Kok jadi menyerupai epilog pidato sih. Hehehe.
Penyanyi dangdut Elvi Sukaesih

Cukup sekian terima kasih