Pandega (Sejarah & Perkembangannya)

Diposting pada

Golongan Pandega merupakan golongan penerima asuh dalam Gerakan Pramuka yang lahir paling selesai dibandingkan dengan golongan siaga, penggalang dan penegak. Lahirnya golongan ini merupakan hasil eksperiman dari alm. Prof. DR. Fuad Hasan (Mantan Mendikubud RI). Beliau pada tahun 1964 selaku Andalan Nasional Bidang Penelitian melaksanakan eksperimen dengan membentuk satuan pramuka khusus untuk para mahasiswa. Eksperimen tersebut didasari oleh kenyataan tidak tertariknya para mahasiswa untuk membina dan memimpin adik-adiknya dalam gerakan pendidikan kepramukaan. Satuan khusus tersebut oleh ia kemudian ingin ditarik keluar kampus dan menjadi bab dari gugusdepan yang ketika itu lebih banyak berpangkalan di teritorial – tidak ibarat ketika ini yang lebih banyak di sekolah, kampus dan pesantren.
Pada perkembangan berikutnya ternyata satuan khusus hasil eksperimen di atas, oleh Gerakan Pramuka justru disahkan menjadi satuan pendidikan yang berjulukan Pandega dengan usia penerima asuh 21 – 25 tahun. Pengesahan tersebut terjadi pada MUSPPANITERA  III tahun 1974 di Ujungpandang dan gres tiga bulan berikutnya Kwarnas Gerakan Pramuka resmi tetapkan golongan pandega dengan memasukannya kedalam Petunjuk Penyelenggaraan Gugusdepan dengan Keputusan Kwarnas Gerakan Pramuka bernomor III/KN/1974 Bab X. 
Meski telah diresmikan bergotong-royong hasil eksperimen tersebut diakui  belum tuntas sehingga masih memerlukan pengkajian-pengkajian lanjutan untuk mematangkan konsep pendidikan pandega sebagai bab dari sistem pendidikan Gerakan Pramuka (Idik Sulaeman, 1980). Kebutuhan akan pematangan konsep pengembangan sistem pendidikan untuk Pramuka Pandega sepertinya masih nyata sampai ketika ini, oleh alasannya :
  • Masa usia pandega ialah masa usia yang harus dipandang sebagai orang cukup umur muda yang mengarah kepada kematangan dan kemandirian berfikir serta kemampuan untuk bertindak secara kritis, realistis dan analitis.
  • Masa usia yang secara umum dikuasai jiwa petualangan (advontoris) disertai keinginan untuk merombak hal-hal yang dinilai sudah mapan dan tertinggal oleh zaman.
  • Masa usia yang membutuhkan pemberian yang membesarkan semangat, menghendaki kejelasan dan keterbukaan dalam segala hal.
  • Masa usia yang mengarah kepada kebutuhan aktualisasi diri dalam masyarakat dan kebutuhan akan impian masa depannya yang niscaya dan berdaya saing.
  • Masa usia yang memerlukan daerah terpecaya untuk mencurahkan pikiran, perasaan dan idealisme-idealismenya baik menyangkut diri sendidi, Gerakan Pramuka, masyarakat sekelilingnya sampai masa depan negara dan bangsanya.
Atas dasar sifat-sifat usia yang semacam di atas maka kegiatan latihan dan aktivitas Pramuka Pandega hendaknya diarahkan kepada :
  • Mengembangkan perilaku berprakarsa, pramuka pandega diberi kesempatan seluas-luasnya untuk merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi kegiatan dan program-program latihannya secara mandiri, Kakak Pembina hanya berperan mengarahkan, menasehati dan memsatikan bahwa semua yang dilakukan masih sejalan dengan Kode Kehormatan Pramuka.
  • Dalam melaksanakan kegiatan para pramuka pandega hendaknya diarahkan melalui kegiatan-kegiatan perorangan atau kelompok-kelompok kecil namun mempunyai imbas yang signifikan bagi diri dan lingkungannya.
  • Pramuka Pandega lebih diarahkan untuk menjadi penggerak, penggagas dan inisiator dalam penciptaan aneka macam aktivitas bina diri, bina satuan dan bina lingkungan.
Arah pendidikan Pramuka Pandega sepertinya akan terus dinamis sejalan dengan perkembangan sosial budaya masyarakat Indonesia. Hingga ketika ini aneka macam penemuan pendidikan Pramuka Pandega masih terus berkembang sejalan dengan lahirnya tantangan gres genersi muda Indonesia baik di bidang lingkungan, sosial budaya, kemandirian bangsa, persaingan global, kepedulian sosial, dsb.  Kerjasama antara Kwartir (dalam hal ini Dewan Kerja – Pusdik dan Puslitbang) dengan Para Pandega di aneka macam Racana perlu terus digalang untuk merampungkan sejarah eksperiman lahirnya golongan Pandega yang dulu belum tuntas oleh penggagasnya.
Sumber :  
  • Kak Idik Sulaeman (1980), 
  • Prasaran Kak Mashudi (Ka Kwarnas) di Racana IKIP Jakarta (1988), 
  • Rujukan KPDK DKD DIY tahun 1988 dan Beberapa sumber lain yang terkait – admin

 Golongan Pandega merupakan golongan penerima asuh dalam Gerakan Pramuka yang lahir paling Pandega  (sejarah & perkembangannya) Print this page