Padang Bulan: Dari Pengajian Hingga Lokalisasi

Diposting pada

Padang Bulan: dari Pengajian hingga Lokalisasi

Judul goresan pena ini mungkin tendensius, mungkin sensasional, atau mungkin juga menyulut dan menyebabkan emosional. Sebenarnya goresan pena ini dibentuk menurut fakta sekaligus pengetahuan saya (yang sangat terbatas tentunya) mengenai Padang Bulan. Oleh alasannya yaitu besarnya kemungkinan salah paham, mohon untuk dibaca dengan seksama hingga selesai. Agar tidak terjadi dusta di antara saya dan anda.


Padang Bulan adalah campuran leksem / kata. Pertama yaitu kata /padang/ dan kata /bulan/. Jika kita buka Kamus Besar Bahasa Indonesia kita akan menemukan kata padang yang bermakna tanah datar yang luas serta tidak ditumbuhi pohon. Kata tersebut juga bersinonim dengan lapangan (KBBI, 2019: 996). Kemudian jikalau kita bergeser ke depan dan membuka kata /bulan/ tepat halaman 219 KBBI Pusat Bahasa akan berjumpa dengan dua kata bulan

. Kata bulan pertama mempunyai dua makna yaitu benda langit yang mengitari bumi, bersinar pada malam hari alasannya yaitu pantulan sinar matari dan makna yang kedua yaitu masa atau jangka waktu lamanya bulan mengitari bumi yang panjangnya sekitar 28-31 hari. Sedangkan makna bulan kedua yaitu ikan tawar, payau aau maritim yang hidup di perairan tropis.

Selain makna kamus di atas, kata padang juga digunakan sebagai nama kota di Indonesia yaitu kota Padang yang terkenal dengan kuliner dan rumah makannya. Masakan Padang.

Lain pula dengan kata padang dalam bahasa Jawa (biasanya juga ditulis padhang). Kata padang dalam Jawa bermakna keadaan yang ada cahaya, tidak gelap alias bersinoim dengan terang. Kaprikornus padang bulan dalam bahasa Jawa juga bersinonim dengan kata terang bulan. Alias keadaan bulan yang bercahaya, bukan terang bulan unyil atau jelas bulan yang pakai telor. Itu makanan.

Padang Bulan dan Pengajian
Kata padang bulan ada dalam lirik lagu lir ilir. Lir ilir adalah lagu yang dipercaya sebagai hasil gubahan Kanjeng Sunan Kalijaga (baca: Kalijogo). Lir Ilir bermakna Seperti Kipas. Berikut ini kutipan lirik lagunya:
mumpung padang rembulane
mumpung jembar kalangane
yo surak o surak hiyo….

jika dimaknai secara bebas menjadi
mumpung rembulan lagi terang
mumpung kawasan lagi lapang
ayo bersorak ya bersoraklah

Selain lagu Lir Ilir juga lagi ngetop Padang Bulan yang dipopulerkan oleh Habib Syekh. Bukan hanya sebagai bab dari lirik lagu, kata padang bulan justru menjadi judul lagunya: Berikut ini kutipan liriknya:
Padang bulan, padange koyo rino
rembulae sing awe-awe
ngilingake ojo turu sore
kene tak critani kaggo sebo mengko sore

jika diterjemahkan secara bebas maka menjadi:
Bulan terang, terangnya ibarat siang
Rembulan sedang memanggil-manggil
Mengingatkan (untuk) tidak tidur dulu
Ke sinilah (akan) kuceritakan (wejangan) untuk menghadap nanti sore (mati)

Kedua lagu di atas, baik Lir Ilir maupun Padang Bulan sering dinyanyikan dalam rangka pengajian.

Padang Bulan dan Sastra
Kata padang bulan selanjutnya juga digunakan dalam bidang sastra. Tepatnya novel karya Andrea Hirata penulis yang namanya melesat alasannya yaitu karyanya yang berjudul Laskar Pelangi. Novel Padang Bulan karya Andrea Hirata ini merupakan novel pertama dari dwilogi yang dirangkai dengan novel kedua yang berjudul Cinta dalam Gelas.
Nama Padang Bulan novel tersebut diambil dari puisi dari tokoh Ikal kepada A Ling. Puisi tersebut ada di halaman 250. Berikut ini kutipan lengkap puisi yang berjudul Ada Komidi Putar di Padang Bulan.
Kutunggu Ayahku
Akan kurayu biar mengajakku nanti petang
Nanti petang, Kawan, ada komidi putar di Padang Bulan
Ada kereta kuda
Ada selendang berenda-renda
Ada boneka dari India
Komidi berputar pelan
Lampu-lampunya dinyalakan
Komidi belingkar tenang
Hatiku terang
Terang benderang menandingi bulan
Ayah, pulanglah saja sendirian
tinggalkan aku
Tinggalkan saya di Padang Bulan
Biarkan saya kasamaran
Melihat dari struktur dan kaidah penulisan Padang Bulan dalam puisi di atas, Padang Bulan yang dimaksud oleh Andrea Hirata yaitu nama tempat. Selain diawali dengan karakter kapital keduanya juga ada preposisi di.
Padang Bulan dan Lokalisasi
Jika Anda pernah berkunjung ke Banyuwangi, atau punya kenalan dengan orang Banyuwangi atau bahkan Anda yaitu penduduk orisinil kabupaten di ujung timur pulau Jawa ini tentu tidak aneh dengan nama ini. Ini yaitu nama lokalisasi di Kabupaten Tersebut. Tapi tolong jangan tanyakan saya di mana tepatnya kawasan tersebut, alasannya yaitu hingga goresan pena ini ditulis dan diterbitkan saya masih belum tahu (tolong garis bawahi: masih belum).
Jadi kata padang bulan digunakan di banyak sendi kehidupan. Jika Anda menyampaikan padang bulan kepada orang yang menyukai dan selalu mengikuti Cak Nun pasti orang tersebut eksklusif ingat lagu Lir Ilir, Jika orang itu Syekher Mania maka beliau akan eksklusif menyanyikan lagu Padang Bulan. Jika orang itu yaitu penggemar Andrea Hirata niscaya ingat Enong dan Jose Rizal-nya Detektif M. Nur, Jika orang itu yaitu orang Banyuwangi mungkin beliau akan bertanya: Mau cari yang bagaimana?

Tapi, jikalau anda ngomong ‘Padang Bulan’ kepada Jamaah Salawatnya Habib Syekh yang juga penggemarnya Andrea Hirata sekaligus orang Banyuwangi, mungkin beliau akan bertanya: Padang bulan pengajian, novel, atau sejenisnya Sarkem alias Sari Kembang? Lho nambah lagi. Sarkem!