banner 728x250

Nadiem Makarim: Katanya Bila Saya Jadi Menteri Semua Diganti Aplkasi, Benarkah?

  • Share
banner 468x60

Hasil Rapat Kerja Perdana DPR dengan Kemendikbud, Ruang Rapat Komisi X DPR RI pada hari Rabu, 6 November 2019 beredar di WhatsApp Group, berikut isian yang disampaikan Nadiem Makarim selaku Mendikbud yang gres:

Manusia periode depan mesti mampu menerima perubahan, karakternya yakni selaku berikut : 
• Adaptabilitas
• Flexibilitas
• Kreativitas
• Kemampuan Berkomunikasi
• Karakter
• Integritas
• Compassion

banner 336x280

Kemampuan dan kemauan untuk mencar ilmu seumur hidup yaitu kompetensi yang terpenting. Karakter, moralitas, akhlak. Kita harus mempertimbangkan bagaimana kita mampu membuka potensi pemuda di Indonesia.

Sehari-hari saya melaksanakan inovasi, mungkin itu sebabnya Presiden memilih saya selaku Mendikbud. Perlu adanya lompatan dalam bidang pendidikan kita, tidak mampu dengan kecepatan mirip kini.

Saya sejak dahulu suka mencari hal-hal rumit dan sukar. Menjadi guru ialah peran tersulit di negara kita. Dari semua isu, SDM adalah yang kompleksitasnya paling tinggi. Oleh karena itu aku kepincut untuk bergabung, dan itu memang ialah passion aku.

Tidak ada visi-misi menteri, yang ada visi misi Presiden. Saya menjajal menterjemahkan isyarat pendidikan Indonesia sebagai berikut : 

1. Pendidikan Karakter 

  • Kita harus mengetahui akar masalahnya. Saat ini kita memasuki era Information overload. Kalau perjaka kita tak punya aksara kuat, dan kesanggupan memeriksa, beliau akan tergerus hoax dan penjajahan ajaran. Pemuda mesti independen, kritis, dan mempertanyakan informasi yang Ia dapat 
  • Hampir semua perusahaan komplain ketidakprofesionalan pemuda. Kita harus mendidik huruf-abjad yang berguna di dunia profesional mirip sempurna waktu, menghargai atasan, koordinasi, dan lain-lain 
  • Intoleransi terjadi dimana-mana. Di negeri yang begitu bermacam-macam mirip Indonesia, perasaan kesamaan identitas harus dibangun 
  • Saya sebagai millenial, merasa konsep pembangunan aksara mesti diterjemahkan ke dalam konten yang mampu dikenali millennial. Tidak bisa cuma baca buku atau mendengarkan seseorang bicara. Itu harus tercermin dalam aktivitas.  
  • Orangtua dan masyarakat dilarang diabaikan. Pendidikan Karakter harus terjadi juga diluar sekolah alasannya murid hanya menghabiskan beberapa jam di sekolah, sisanya di luar 
Baca juga:  Download Perangkat Pembelajaran K13 Penjas Orkes Smp Kelas 8

2. Deregulasi dan Debirokratisasi 

  • Beban administratif pengajar sungguh besar. 30-40% waktu dosen dan guru habis untuk itu. Dampaknya tidak efektif ke pembelajaran murid, harus disederhanakan 
  • Saya mengetahui bahwa kita ingin mengembangkan kualitas maka mengeluarkan peraturan. Namun yang harus dievaluasi adalah apakah di lapangan peraturan tersebut efektif mencapai tujuan awal? 
  • Yang penting dalam kurikulum bukan konten, namun bagaimana konten tersebut diajarkan di dalam kelas. Apakah siswa dapat ikut serta dalam proses belajar mengajar? 
  • Kita mesti mempersempit organisasi dimana kita berkoordinasi dengan unit-unit pendidikan. Selama ini guru dan dosen mengeluh banyak instansi yang harus mereka hubungi untuk pengesahan, sertfikasi, dan lain-lain 

3. Meningkatkan Investasi dan Inovasi 

  • Kondisi link and match di Indonesia mohon maaf berdasarkan aku sudah cukup parah. Banyak kompetensi yang bahu-membahu tidak berhubungan diajarkan, yang penting justru diabaikan. Kita harus menciptakan lingkungan dimana soft skill dilatih, bukan cuma konten namun cara itu diajarkan 
  • Rapot dari industri masih jelek, mereka adalah user yang menilai. Revitalisasi pendidikan kejuruan harus segera dilakukan 
  • Peran kami sebagai kementerian adalah untuk mengempower industri untuk ikut serta dalam pendidikan yang pada jadinya dampaknya untuk mereka juga, khususnya SMK dan Politeknik 
  • Kita ingin menggenjot investasi di sektor pendidikan, tapi kini regulasi kurang mencukupi untuk membuat itu diminati investor. Kita mesti menciptakan regulasi yang menciptakan investor terpesona berinvestasi di pendidikan 

4. Penciptaan Lapangan Kerja 

  • Bagaimana kita membuat SDM yang bukan cuma terserap lapangan kerja, namun juga menjadi pencipta lapangan kerja. Pendidikan entrepreneurship yakni jawabannya. 
  • Kreativitas, seni, ekspresi, yakni jiwanya entrepreneurship. Selama ini skill-skill inovatif seperti musik dan seni kadang kala diabaikan 
Baca juga:  Sumbangan Kuota Data Internet 2021, Kuota Lazim Lebih Besar

5. Pemberdayaan Teknologi 

  • Katanya jikalau saya jadi menteri semua diganti aplkasi, itu persepsi yang salah. Pendidikan adalah apa yang terjadi di ruang kelas dan di rumah. Teknologi tidak mungkin mengambil alih koneksi itu. Harus ada koneksi batin biar trust tercipta dan proses mencar ilmu mengajar akan efektif 
  • Teknologi untuk apa?
    – Efisiensi anggaran dan waktu
    – Transparansi, berbasis data. Kalau data tidak sempurna, real time, terstruktur, keputusan tidak akan baik
    – Teknologi menunjukkan kelonggaran. Personalisasi, segmentasi. Tiap sekolah mempunyai keperluan yang berbeda. 
    – Transparansi keuangan dan penggunaan budget. 20% anggaran tidak cuma sent namun juga delivered.  

Semoga pendidikan Indonesia akan semakin baik di tangan Mendikbud yang gres, Mas Menteri Nadiem Makarim.

Sumber:
Dr. Ir. Hetifah Sjaifudian, MPP
Anggota dewan perwakilan rakyat RI Dapil Kalimantan Timur
Wakil Ketua Komisi X DPR RI
FB: Hetifah Sjaifudian
IG: Hetifah

banner 336x280
banner 120x600
  • Share