banner 728x250

Mengenal Al Khawarizmi Tokoh Matematikawan Islam

  • Share
banner 468x60

Sejarah mencatat bahwa Al Khawarizmi yakni ilmuwan sekaligus matematikawan terbesar sepanjang sejarah peradaban manusia. Beliaulah yang menawarkan ide dan menyusun teori-teori dasar dari Aljabar dan Algoritma, pencetus angka nol dan mengenalkan sistem notasi desimal dan tanda pengkalian dua sebagaimana dipakai sekarang.

Biografi Singkat Al Khawarizmi

Sejarah mencatat bahwa Al Khawarizmi adalah ilmuwan sekaligus matematikawan terbesar sepan Mengenal Al Khawarizmi Tokoh Matematikawan Islam

Al Khawarizmi memiliki nama lengkap Abu Abdullah Muhammad ibn Musa Al Khawarizmi, ia dilahirkan di kota Khawarizm kini diketahui dengan kota Khiva Uzbekistan pada tahun 770 M dan wafat sekitar tahun 840 M. Al Khawarizmi juga diketahui di benua Eropa atau barat dengan sebutan Algorizm, Algorism, Algorismi dan lain sebagainya. Keluarga Al Khawarizmi merupakan keluarga yang telah usang menetap di Khawarizm, akan namun dikala beliau kecil bersama keluarganya berpindah ke selatan kota Baghdad.

banner 336x280

Di kota Baghdad inilah Al Khawarizmi berkembang besar dan banyak menghabiskan waktunya. Di kota Baghdad pula Al Khawarizmi memperdalam wawasan dan melakukan berbagai observasi, sehingga beliau terus berkembang dan semakin populer sebagai ilmuwan Muslim yang banyak menunjukkan pengaruh kepada kemajuan ilmu wawasan.

Al Khawarizmi hidup di tengah abad khalifah Al Mahdi dan Musa Al Hadi, ketika beliau kecil. Masa khalifah Harun Al Rasyid ia alami dikala beranjak sampaumur, dimana beliau sudah mulai diangkat sebagai pegawai khalifah untuk kebutuhan pengembangan ilmu wawasan. Al Khawarizmi saat berada di masa emasnya hidup di era khalifah Al-Makmun. Menjelang wafatnya dia hidup di era khalifah Al Mu’tashim dan Al Watsiq.

Al Khawarizmi mulai terkenal dan berada di puncak emasnya selaku ilmuwan terkemuka ketika berada di masa pimpinan khalifah Al Makmun. Pada periode khalifah Al Makmun perkembangan ilmu pengetahuan di tanah Arab sedang berada di periode jayanya dengan mendukung penerjemahan buku ilmu wawasan yang dimulai dari era khalifah Al Mansur. Berbagai buku-buku ilmu pengetahuan di datangkan dari aneka macam kawasan dan peradaban ke kota Baghdad untuk diterjemahkan ke dalam bahasa Arab. Pada kala khalifah Al Makmun kemudaian membangun Baitul al Hikmah sebagai pusat pendidikan dan untuk menunjang pengembangan ilmu wawasan dan translasi buku ke dalam bahasa Arab.

Baca juga:  Pendidikan Selaku Kunci Penguatan Tugas Perempuan

Khalifah Al Makmun sendiri sangat mengagumi kecerdasan Al Khawarizmi, sehingga Al Khawarizmi banyak ditugaskan untuk belajar dan melakukan peneliian termasuk berguru bahasa Sansekerta. Banyak karya observasi dari Al Khawarizmi yang dipublikasikan termasuk ia juga sukses menyempurnakan karya tulis Ptolemeus di bidang Geografi yang berasal dari ilmuwan Yunani. Beliau juga sukses menyusun tabel dan ringkasan astronomi India dan Yunani beserta penambahan teori menurut hasil penelitiannya. Tabel yang disusun oleh Al Khawarizmi menjadi terkenal di dunia Barat sehabis ditranslasikan kembali oleh Adelard.

Al Khawarizmi banyak mendapatkan pengesahan selaku seorang ilmuwan yang tidak cuma jago dalam bidang matematika, tetapi juga di bidang geografi, astronomi, astrologi bahkan di bidang seni.

Pengaruh Al Khawarizmi Terhadap Ilmu Pengetahuan

Sejarah mencatat bahwa Al Khawarizmi adalah ilmuwan sekaligus matematikawan terbesar sepan Mengenal Al Khawarizmi Tokoh Matematikawan Islam

Banyak ide dan hasil ajaran beliau menawarkan dampak yang cukup besar bagi pertumbuhan ilmu pengetahuan. Al khawarizmi ialah penemua utama konsep aljabar yang ditulis dalam buku al-jabr. Selain itu ia juga menunjukkan dampak pada beberapa bahasa dengan menggunakan aljabar sebagai desain matematika yang ditemukannya. Selain itu kata Algoritma yang kita kenal kini, berasal dari nama beliau alasannya dia di serpihan barat diketahui dengan istilah Algoritmi.

Bidang Matematika

Selain Algoritma, teori Aljabar, penjumtahar, pemulihan juga merupakan hasil anutan dan penelitian Al Khawarizmi. Nama Aljabar sendiri diambil dari bukunya yang terkenal, yaitu Al-Jabr wa al Muqabilah. Beliau menyebarkan tabel rincian trigonometri  yang menampung fungsi sinus,
cosinus, tangen, dan kotangen serta rancangan diferensiasi. Tak cuma itu di cabang ilmu ukur, Al-Khawarizmi juga diketahui selaku peletak rumus ilmu ukur dan penyusun daftar logaritma serta hitungan desimal. Al Khawarizmi jugalah yang mengadopsi penggunaan angka nol, dalam ilmu aritmatika dan tata cara desimal.

Baca juga:  Tahun Depan Gaji Naik, Inilah Daftar Instansi Yang Perlindungan Gajinya Tinggi

Banyak ilmuwan Barat yang menyatakan kekaguman dan pujiannya terhadap Al-Khawadzmi. Seperti yang diungkapkan oleh Phillip K Hitti, menyebut Khawarizmi sebagai tokoh utama daan terpenting dalam sejalah awal matematika.

Bidang Astronomi dan Geografi

Tim astonom pimpinan Al-Khawarizni juga sukses menentukan ukuran dan bentuk bundaran bumi. Penelitian pengukuran ini dilakukan di Sanjar dan Palmyra, jadinya, 56,75 Mil Arab sebagai panjang derajat meridian. Menurut CA Nollino, ukuran ini hanya selisih 2,877 kaki dari ukuran garis
tengah bumi yang sebenamya. Sebuah perhitungan hebat yang mampu dijalankan pada zaman dikala itu. Al Khawarizmi juga  menyusun sebuah buku ihwal perhitungan waktu berdasarkan bayang bayang matahari. Beliau juga menerjemahkan suatu tabel perhitungan dari India, Siddhanta, yang berbahasa Sansekerta yang diterjematrkan ke dalam bahasa Arab dan diulasnya dengan baik.

Bukunya yang berjudul Siratul Ard atau peta dunia menjadi dasar dari ilmu bumi Arab yang dijadikan versi oleh jago geografi barat untuk menggambar peta dunia. Pada bidang geografi, Al-Khawarizmi membuat koreksi-koreksi fundamental pada hasil aliran filsuf Yunani perihal geografi.

Kesimpulan

Al Khawarizmi dikenal selaku seorang tokoh matematika besar  dan Muslim banyak mensugesti  peradaban dunia. Meski namanya diketahui sebagai spesialis dalam bidang matematika, sebenarnya dia juga hebat dalam bidang lainnya. Al Khawarizmi juga seorang astronomi, dia juga seorang yang ahli dalam ilmu geografi dan segala seluk-beluk ihwal tanah dan bumi. Selain terkenal dengan teori Algoritmanya. Beliau juga tercatat sebaga seorang yang membangun teori-teori matematika lain, diantaranya Aljabar.

Salah satu keunggulan dari ia adalah, beiau tidak cuma mengenali satu hal sebagai subjek saja, akan tetapi beliau bisa menuntaskan duduk perkara yang ada dalam subjek tersebut serta pendekatannya yang bersifat sistematis dan logis. Oleh alasannya adalah itu, pengaruhnya terhadap perkembangan matematika, astronomi dan geografi tidak disangsikan lagi dalam catatan sejarah.

banner 336x280
banner 120x600
  • Share