Menemukan Dan Membedakan Kalimat Fakta Dan Opini

Diposting pada
Dalam pelajaran Fakta dan Opini sering kali siswa kesulitan untuk sanggup membedakan maa fakta dan mana opini. Kesulitan tersebut terjadi sebab seperti tidak ada perbedaan yang terang antara fakta dan opini. Berikut ini klarifikasi mengenai fakta dan opini. Mulai dari pengertian dan perbedaan antara fakta dan opini.
Sebelum membedaan antara fakta dan opini, maka perlu diketahui dulu pengertian keduanya. Hal ini sangat diharapkan biar tidak terjadi kerancuan makna dan pemahaman yang terang mengenai fakta dan opini.
Pengertian Fakta
Berdasarkan pengertian yang ada di dalam kamus, Pengertian Fakta adalah

hal atau keadaan, atau insiden yang merupakan kenyataaan. Hal atau peristiwa, atau keadaan tersebut ada dan benar-benar terjadi (KBBI, 2019:386). Dalam Tesarus Alfabetis Bahasa Indonesia, Fakta bersinonim dengan aktualitas, alasan, bahan, bainah, bukti, burhan, cena, dalil, data, fenomena, gejala, hakikat, hujah, informasi, kebenaran, kenyataan, kesahihan, keterangan, masukan, peristiwa, petunjuk, realitas, saksi, dan tanda.(TABI, 2019:177).

Jadi, menurut pengertian di atas fakta sanggup diartikan sebagai segala sesuatu yang sudah terjadi atau insiden nyata. Yang sudah benar-benar sahih atau memang sesuai dengan keadaan nyata.
Pengertian Opini
Pengertian opini yang ada di dalam Kamus yaitu kata benda (nomina) yang berarti pendirian, pendapat, dan pikiran. (KBBI, 2019:985). Dalam Tesaurus Alfabetis Bahasa Indonesia, Opini bersinonim dengan impresi, kesan, keyakinan, paham, pandangan, pemikiran, pendapat, pendirian, penilaian, perasaan, sikap, tilikan (TABI, 2019:407)
Dari pengertian di atas, sanggup disimpulkan bahwa opini masih berupa pikiran dan pendapat. Bukan sesuatu yang sudah terjadi. 
Dengan membaca pengertian antara fakta dan opini, maka sanggup diketahui ciri-ciri kalimat fakta dan kalimat opini.
Berikut ini ciri-ciri kalimat fakta:
a.       Benar-benar terjadi.
b.      Berupa data dan angka.
c.       Sudah Terjadi atau sedang terjadi.
d.      Tidak ada kata sifat  yang relatif.
Berikut ini ciri-ciri kalimat opini:
a.       Sesuatu yang sanggup benar dan sanggup saja tidak.
b.      Berupa hasil pikiran, pendapat, dan perasaan.
c.       Masih belum terjadi (menggunakan kata: ‘akan’).
d.      Menggunakan kata sifat yang relatif.
Penjelasan perbedaan fakta dan opini dalam dalam teladan kalimat.
Contoh kalimat fakta dan opini:
(1) Hari ini aku sedang membaca materi wacana fakta dan opini.
Dalam kalimat (1) di atas, peristiwanya sudah terjadi, ditandai dengan ‘sedang’. Maka acara membaca merupakan fakta. Kalimat tersebut bila diubah:
(2) Hari ini aku akan membaca materi wacana fakta dan opini.
Dalam kalimat (2) di atas, acara atau insiden membaca masih belum terjadi. Berarti masih berupa pendapat atau pikiran. Masih berupa opini. Dalam hal ini, acara membaca yang masih akan berarti mungkin saja benar mungkin saja tidak.
(3) Suhu udara siang ini panas sekali.
Kalimat di atas merupakan opini, meskipun keadaan matahari cerah pengunaan frasa panas sekali merupakan pendapat. Kalimat di atas, sanggup diubah menjadi fakta bila ukuran panas yang digunakan yaitu satuan pengukur suhu, contohnya 40 derajat celcius.
(4) Suhu udara pada siang hari ini yaitu 40 derajat celcius.
Kalimat (4) di atas merupakan kalimat fakta.
(5) Pohon kelapa itu sangat tinggi.
(6) Pohon kelapa itu lebih tinggi daripada pohon pisan ini.
Pada kalimat (5), digunakan adonan kata sangat tinggi, frasa tersebut merupakan kata sifat relatif yang tidak teruku. Makara kalimat tersebut merupakan opini. Pada kalimat (6) kata sifat ‘tinggi’ yang digunaka dibandingkan dengan benda lain sehingga ada tolak ukur yang jelas. Maka kalimat tersebut merupakan fakta.
Mampu Membedakan Fakta dan Opini dalam Iklan
Materi wacana pengetahuan kalimat fakta dan opini diberikan di sekolah, khususnya di sekolah menengah. Tujuan materi kalimat fakta dan opini dalam teks iklan secara garis besar ada dua macam yaitu: (1) tidak gampang tertipu dikala menjadi konsumen, dan (2) lihai mengolah kata dan kalimat bila menjadi produsen atau pengiklan.
Dengan mengetahu fakta sebagai produsen orang tidak gampang tergoda bujuk rayu sehingga menjadi masyarakat yang konsumtif. Melainkan sanggup menjadi masyarakat yang produktif. Sementara itu, bila menjadi produsen sanggup mengetahui dan mengemas susunan kata untuk kalimat opini yang sangat menarik.
Sebagi embel-embel dalam goresan pena ini, dituliskan pula secara lengkap pengertian masing-masing kata yang menjadi sinonim fakta dan opini. Pengertian yang dituliskan di sini yaitu pengertian menurut klarifikasi dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia yang diterbitkan oleh Pusat Bahasa.
Penjelasan sinonim fakta:
aktualitas dasarnya yaitu kata aktual. Kata aktualitas dalam KBBI (terbit tahun 2019) tidak ada. Tetapi aktualitas dalam diartiakan sebagai bersifat aktual. Kata faktual dalam KBBI (2019:31) mempunyai klarifikasi betul-betul ada; benar-benar terjadi; sesungguhnya;
 alasan, dalam KBBI (2019;36) yaitu dasar bukti (keterangan) yang digunakan untuk menguatkan pendapat (sangkalan, perkiraan, dan sebagainya).
bainah, dalam KBBI diberi instruksi Ark yang berarti arkais atau kata yang sudah tidak lagi digunakan. Bainah dalam KBBI (2019:119) diartikan sebagai bukti yang nyata.
 burhan, dalam KBBI (2019:226) diartikan sebagai bukti yang nyata; barang bukti..
cena, dalam KBBI (2019:257) diartikan sebagai ciri; tanda; bukti atau bekas luka yang sudah sembuh.
fenomena, dalam KBBI (2019:390) diartikan sebagai hal-hal yang sanggup disaksikan dengan panca indra dan sanggup diterangkan serta dinilai secara ilmiah.
 gejala, dalam KBBI (2019:426) diartikan sebagai perihal (keadaan, peristiwa, dan sebagainya) yang tidak biasa dan patut diperhatikan.
hakikat, dalam KBBI (2019:475) diartikan sebagai intisari atau dasar.
hujah, dalam KBBI (2019:509) merupakan kata serapan dari bahasa Arab yang berarti tanda, bukti, alasan.
Penjelasan Sinonim Opini:
impresi, dalam KBBI (2019:529) mempunyai dua arti, yang pertama: imbas pada indra. yang kedua: imbas atau imbas yang dalam terhadap pikiran atau perasaan.
tilikan, dalam KBBI (2019: 1463) diartikan sebagai hasil menilik. Sedangkan mengusut yaitu melihat dengan sungguh-sungguh atau mengamati.
Demikian penejelasan mengenai kalimat fakta dan opini beserta sinonim-sinonimnya. Semoga bermanfaat dalam pembelajaran bahasa Indonesia dan dalam kehidupan masing-masing kita.
Salam pustamun!