Memahami Prinsip Lean Manufacturing

Diposting pada

Lean manufacturing atau lean production ialah metode yang dikembangkan oleh perusahaan Toyota, dan dipakai untuk menghilangkan pemborosan (waste/ muda) dalam sistem manufaktur.

Intinya, praktek ini bertujuan untuk menambah nilai (Value Added) lebih pada struktur dengan mengurangi hal lain untuk meningkatkan nilai produk dan interaksi pelanggan.

Ada beberapa prinsip lean yang mengatur metode sistematis ini, dan penting untuk memahami prinsip-prinsip ini sebelum menerapkan teknik ini.

 atau lean production ialah metode yang dikembangkan oleh perusahaan Toyota Memahami Prinsip Lean Manufacturing

Hilangkan Pemborosan

Prinsip utama lean ialah menghilangkan pemborosan. Di lingkungan manufaktur, ada banyak pemborosan (waste) yang dihasilkan alasannya ialah kelebihan produksi, gerak, persediaan, cacat, menunggu, pemrosesan, dan transportasi yang tidak perlu. Jenis limbah ini juga sanggup diterapkan pada banyak sekali jenis bisnis ibarat rumah sakit, bank, maupun layanan lainnya. Dalam proses menghilangkan pemborosan, penting untuk melihat ke dalam wilayah yang bermacam-macam dalam organisasi dan memilih pekerjaan yang tidak bernilai tambah (Non Value Added) sehingga sanggup dikurangi atau dihilangkan.

Continuous Improvement

Budaya kerja Kaizen di Jepang, continuous improvement (perbaikan terus menerus) ialah yang terpenting dari semua tujuan serta prinsip lean. Tanpa itu, organisasi tidak akan sanggup mengalami kemajuan sama sekali. Masalahnya ialah bahwa perbaikan terus-menerus selalu mendorong perubahan yang dibutuhkan untuk mencapai situasi atau keadaan yang diinginkan. Tidak duduk kasus kalau Anda mencari perbaikan kecil atau besar, yang penting ialah selalu mencarinya dan itu akan menjadi tujuan lean manufacturing juga membawa kesuksesan.

Built-In Quality

Pengertian Built-In Quality adalah Kualitas dibangun atau dibentuk didalam proses, bukan melalui perbaikan atau di proses selanjutnya. Untuk mengurangi limbah, lean mengindikasikan bahwa kualitasnya harus diintegrasikan ke dalam proses pembuatannya. Ini berarti dari tahap desain hingga ke kemasan, kualitas harus ada di semua tempat. Otomasi, meski masih memakai sentuhan manusia, ialah pola manis dari prinsip lean ini.

Produksi Just In Time

Prinsip Just In Time (JIT) ialah mengatakan bahwa perusahaan hanya harus melaksanakan apa yang dibutuhkan, bila diperlukan, sambil mempertimbangkan kualitas produk. Dengan prinsip ini, komponen yang dipakai dalam pembuatan produk dipakai sempurna waktu dan sempurna sehingga pemborosan (waste) yang dihasilkan sangat minim.

Tingkatan Produksi

Tingkatan produksi melalui line balancing merupakan fondasi penting dalam konsep lean manufacturing. Konsep ini menekankan bahwa beban kerja harus sama setiap hari. Masalahnya ialah banyak perusahaan yang mempunyai toleransi dari pelanggan, dan produksinya bergantung pada perintah pelanggan mereka. Jadi, begitu sebuah organisaisi menerima pesanan dalam jumlah besar, sering kali menghasilkan perjuangan produksi berlebih dan bahkan produk yang mungkin tidak dibutuhkan oleh pelanggan sama sekali. Kadar produksi ialah materi utama dalam mengurangi jumlah pemborosan akhir overproduksi.

Menghargai dan Menghormati Pekerja (Respect People)

Bisnis ialah untuk semua, sehingga prinsip lean manufacturing berikutnya ada kaitannya dengan kesejahteraan pekerja. Sebenarnya, sumber daya terpenting dari setiap perusahaan ialah ketenagakerjaannya. Tanpa orang yang bekerja untuk perusahaan, tidak akan berhasil. Penting bagi bisnis untuk menciptakan karyawan mereka merasa dihormati. Semakin termotivasi perasaan mereka, semakin keras karyawan akan bekerja untuk menerapkan sistem lean. Untuk menciptakan orang merasa dihormati, perusahaan harus terus berkomunikasi dengan mereka dan mendengarkan gagasan mereka.

Pada kesimpulannya, tentu saja setiap sistem ataupun konsep mempunyai kelebihan dan kekurangan tersendiri tanpa terkecuali Lean Manufacturing. Olehkarena itu prinsip tersebut yang menutupi kekurangan tersebut. Kelebihan produksi ramping ialah ibarat diatas, akan tetapi hal ini sanggup menjadi satu kekurangan apabila perusahaan menerapkannya setengah hati.

Demikian goresan pena kami perihal Memahami Prinsip dalam Lean Manufacturing. Semoga dengan goresan pena ini sanggup bermanfaat bagi anda yang sedang mencari rujukan perihal lean terutama bagi pengunjung setia blogcoretangw.blogspot.com.

Artikel terkait