Lean Manufacturing – Apa Itu Lean Six Sigma

Diposting pada

Lean Manufacturing dan 6 Sigma – Lean yaitu kosep dan metodologi yang dipelopori oleh Toyota Production System, lewat prinsip dasar lean ini kemudian diterapkan oleh perusahaan supaya mencapai tujuan yaitu mengeliminasi pemborosan (muda) serta meningkatkan produktivitas sehingga diharapkan mencapai keuntungan / margin bisnis.

Bagi para simpel maupun jago industri tentu sangat mengerti wacana pengertian metode lean six sigma. Akan tetapi, mereka yang gres pertama kali mendengar istilah kata lean production maupun 6 sigma akan bertanya apa arti dari Six Sigma.

Oleh alasannya itu, supaya sanggup membantu; kami mengulas kembali wacana Lean Manufacturing dan Six Sigma yang kemudian disebut dengan Lean Six Sigma.

 Lean yaitu kosep dan metodologi yang dipelopori oleh Toyota Production System Lean Manufacturing - Apa itu Lean Six Sigma

Lean Manufacturing

Lean enterprise atau lean production adalah mengacu pada konsep bisnis dimana tujuannya untuk meminimalkan jumlah waktu dan sumber daya yang dipakai dalam proses manufaktur serta penerapan kegiatan perusahaan lainnya, dengan pementingan mengurangi atau bahkan menghilangkan semua bentuk pemborosan.

7 pemborosan dalam Lean umumnya memakai kata atau kependekan TIMWOOD supaya mempermudah mengingat 7 pemborosan. Dari ke 7 (tujuh) pemborosan (dalam bahasa Inggris: Waste) yaitu produksi berlebih sanggup dikategorikan sebagai pemborosan terburuk alasannya pada prinsip dasar sistem Toyota JIT, itu meliputi semuanya.


Prinsip dasar Just In Time (JIT) yaitu salah satu cara untuk mengingkatkan keuntungan juga kemampuan perusahaan secara terus menerus dalam merespon perubahan melalui pengurangan kegiatan tidak bernilai (Non Value Added). Dalam pengertian lebih luasnya, JIT yaitu suatu filosofi sempurna waktu yang memusatkan pada kegiatan diharapkan tanpa menghilangkan mutu produk.

Ini juga bagian dari bagaimana cara meningkatkan produktivitas kerja karyawan, dimana ketika produktivitas meningkat tentu akan meningkatkan keuntungan / margin bisnis. Meningkatkan produktivitas merupakan hal yang harus dilakukan melalui continuous improvement (Kaizen) dengan melibatan seluruh pegawai sehingga produktivitas terjaga tentu cara tersebut sangat penting.

Penerapan lean manufacturing di perusahaan jasa maupun layanan tentu harus mengacu pada konsep dasar lean tersebut. Akan tetapi tidak harus mencontoh persis menyerupai perusahaan atau manufaktur yang menerapkan lean manufacturing, alasannya jikalau hanya mengikuti contoh-contoh perusahaan tersebut belum tentu akan sesuai dengan kondisi dari organisasi sendiri.

Pendekatan konsep dasar lean manufacturing terutama pada perbaikan proses produksi dengan memakai metode ataupun konsep-konsep dasar administrasi mutu serta JIT sanggup dikatakan sebagai pilar pendukung dari konsep dasar lean tersebut.

Tentu saja prinsip Lean Manufacturing seiring perkembangannya mengalami adaptasi supaya sanggup menutupi kekurangan sebelumnya. Kekurangan-kekurangan tersebut bahwasanya bukan alasannya sistem akan tetapi cara penerapannya hanya mengambil pola perusahaan yang menerapkan lean manufacturing tanpa melibatkan lean dalam Hoshin kanri maupun taktik organisasi dimana ini seharusnya menjadi kelebihan perusahaan dalam meningkatkan profitabilitasnya.

Kelebihan dan kekurangan lean manufacturing dalam membuat kegiatan bernilai tambah (Value Added) memang tidak sanggup dipungkiri akan berdampak kepada profitabiltas perusahaan oleh alasannya itu untuk lebih menaikan pendapatan dalam menghilangkan pemborosan (waste) perusahaan yaitu membuat sinergi dua metode perbaikan untuk operasional yaitu lean administrasi dan six sigma.

Apa itu Six Sigma

Metodologi Six Sigma didefinisikan oleh 5 langkah DMAIC. DMAIC yaitu kependekan untuk Define – Measure – Analyze – Improve – Control. Six Sigma itu sendiri merupakan seperangkat teknik dan alat untuk perbaikan proses. Ini diperkenalkan oleh insinyur Bill Smith ketika bekerja di Motorola pada tahun 1986.

6 Sigma bertujuan untuk meningkatkan kualitas output suatu proses dengan mengidentifikasi dan menghilangkan penyebab cacat dan meminimalkan variabilitas dalam proses manufaktur dan bisnis. Ini memakai seperangkat metode administrasi mutu (TQM), terutama metode statistik empiris, serta membuat infrastruktur khusus karyawan di dalam organisasi yang jago dalam metode ini.

Six Sigma sanggup dikatakan sebagai salah satu strategi meningkatkan pendapatan perusahaan alasannya terfokus pada peningkatan kepuasan pelanggan, yang mendefinisikan karakteristik dari sebuah produk atau jasa dalam memenuhi kebutuhan pelanggan (internal ataupun eksternal).

Lalu apa itu Lean Six Sigma

Lean Six Sigma

Manajemen Lean dan Six Sigma yaitu dua konsep yang mempunyai metodologi dan alat serupa. Kedua acara tersebut dipengaruhi oleh Jepang, namun keduanya merupakan dua acara yang berbeda. Manajemen lean difokuskan untuk menghilangkan pemborosan dan memastikan efisiensi sementara fokus Six Sigma yaitu pada menghilangkan cacat dan mengurangi variabilitas operasional.

Akan tetapi jikalau kedua metode ini disinergikan maka lean Six Sigma akan menjadi metodologi yang sempurna alasannya mengandalkan upaya tim kolaboratif untuk meningkatkan kinerja dengan menghilangkan pemborosan secara sistematis dan mengurangi variasi. Tentu sinergi lean manufacturing / lean enterprise dan Six Sigma bertujuan untuk menghilangkan 8 jenis pemborosan (muda). Pemborosan (waste) yang dimaksud:

  1. Defects.
  2. Over-Production.
  3. Waiting.
  4. Non-Utilized Talent.
  5. Transportation.
  6. Inventory.
  7. Motion.
  8. Extra-Processing.

Sejarah Singkat Lean Six Sigma

Sekitar tahun 1980an-2000an perkembangan startegi dan metodologi dengan mensinergi prinsip dasar Lean Six Sigma yang dimulai dari Motorola di Amerika Serikat pada tahun 1986 untuk bersaing dengan model bisnis Kaizen di Jepang. Sejak Perang Dunia 2 Jepang mengalami boom ekonomi dan produk Jepang pada ketika itu mempunyai kualitas lebih tinggi daripada Amerika. Pada tahun 1990, Allied Signal mempekerjakan Larry Bossidy dan memperkenalkan Six Sigma dalam bidang manufaktur. General Electric Jack Welch berkonsultasi dengan Bossidy dan memulai Six Sigma di General Electric tersebut.

Baru sekitar tahun 2000an Lean Six Sigma bercabang dari Six Sigma.

Konsep pertama Lean Six Sigma diciptakan pada tahun 2001 melalui sebuah buku berjudul Leaning into Six Sigma: Jalan menuju integrasi Enterprise Lean dan Six Sigma oleh Barbara Wheat, Chuck Mills, Mike Carnell.

Kemudian pada awal tahun 2000an, prinsip Six Sigma diperluas ke sektor ekonomi lainnya, menyerupai Healthcare, Finance, Supply Chain, dll.

Pengertian Lean Six Sigma yaitu konsep manajerial bersinergi Lean dan Six Sigma. Lean secara tradisional berfokus pada menghilangkan 8 jenis pemborosan (waste). Six Sigma berusaha untuk meningkatkan kualitas keluaran proses dengan mengidentifikasi dan menghilangkan penyebab cacat (kesalahan) dan meminimalkan variabilitas dalam proses (manufaktur dan bisnis). Secara sinergis, Lean bertujuan untuk mencapai arus terus menerus dengan menguatkan keterkaitan antara langkah-langkah proses sementara Six Sigma berfokus pada pengurangan variasi proses (dalam semua bentuknya) untuk langkah-langkah proses sehingga memungkinkan penguatan relasi tersebut. Singkatnya, Lean memperlihatkan sumber variasi proses dan Six Sigma bertujuan untuk mengurangi variasi yang memungkinkan siklus pembebanan iteratif yang baik menuju tujuan arus terus menerus.

Lean Six Sigma memakai fase DMAIC yang serupa dengan Six Sigma. Proyek Lean Six Sigma terdiri dari aspek menghilangkan pemborosan (Waste) Lean dan fokus Six Sigma untuk mengurangi defect atau cacat produk, menurut karakteristik kritis terhadap kualitas. Toolkit DMAIC dari Lean Six Sigma terdiri dari semua alat Lean dan Six Sigma.

5S

5S yaitu prinsip lean yang dipakai untuk menjaga ruang kerja produksi secara teratur dan menjaga supaya pekerja tetap berkomitmen untuk menjaga ketertiban. 5S juga akan meningkatkan kemampuan dalam mengidentifikasi permasalahan di daerah kerja untuk melaksanakan kaizen.

Kaizen 5S inilah yang menjadi pecahan dari perbaikan secara terus menerus. 5S dalam metodologi organisasi dan  5S housekeeping mengacu yang mengacu pada 5 langkah secara berurutan memungkinkan terjadinya penguatan praktek lean six sigma di perusahaan layanan atau jasa.

Kesimpulan Lean Six Sigma

Lean Manufacturing dan Six sigma jikalau disinergikan dalam lean six sigma akan menjadi metode juga taktik yang sangat sempurna sebagai prinsip utama untuk menggerakan roda bisnis perusahaan, terutama ketika menghadapi persaingan menyerupai kini ini.

Tujuan dan manfaat lean six sigma jikalau diterapkan dengan kesepakatan stakeholders tanpa meninggalkan prinsip dasar dari lean six sigma melalui taktik kaizen dan penerapan 5S di perusahaan maka akan memperlihatkan manfaat besar dalam meningkatkan keuntungan / margin bisnis. Akan tetapi hal tersebut tidak akan menjadi manfaat ketika tujuannya hanya untuk mengikuti dan mencontoh tanpa mengetahui kondisi organisasi.

Perusahaan maupun pabrik yang menerapkan lean six sigma pada proses operasional manufaktur tentu akan menghadapi banyak kendala, akan tetapi hambatan merupakan opportunity untuk melaksanakan perbaikan secara terus menerus melalui kegiatan kaizen. Dimana kaizen yaitu pecahan penting penyelesaian persoalan (problem solving) dengan metode ilmian menyerupai DMAIC, PDCA Cycle, dll. Kendala terbesar dalam penerapan lean six sigma yaitu kurang ikutsertanya administrasi yang menimbulkan konsep lean sebatas undangan pelanggan.

Artikel terkait