Lambang Pramuka Penegak Dan Pandega

Diposting pada

Bentuk :

Dua buah siluet tunas kelapa yang  ukurannya sama dan sebangun dengan posisi saling bertolak belakang.

Kiasan

Makna kiasan dari lambang di atas ialah mencerminkan bab dari isi Tri Satya Pramuka Penegak Pandega  yang berbunyi  “IKUT SERTA MEMBANGUN MASYARAKAT”.

Penjelasan  

Dari makna bentuk lambang dan kiasan lambang dimaksud, ialah : 

  • Menggambarkan bahwa  Pramuka Penegak dan Pandega  sudah memiliki  kewajiban  ikut serta  membangun masyarakat.  Oleh alasannya ialah itu   kegiatan  dan latihan kepramukaan  para Penegak Pandega  tidak lagi hanya untuk kepentingan pengembangan  diri dan pribadi sendiri  melainkan juga  untuk memenuhi  kewajiban  mengabdi pada kepentingan masyarakat.
  • Kedua sisi siluet tunas kelapa dimaksud, satu sisi  menggambarkan  kegiatan untuk “diri sendiri”,  dan sisi lainnya menggambarkan kegiatan untuk mengabdi kepada masyarakat.     Ukuran kedua sisi yang sama sebangun membuktikan bahwa antara sisi pengembangan diri dan  dedikasi masyarakat dilaksanakan secara seimbang, saling melengkapi, saling mengisi dan    saling menguatkan satu sama lain.
  • Letak / posisi siluet tunas kelapa yang bertolak belakang  mengkiaskan bahwa antara kegiatan  pengembangan diri dan dedikasi masyarakat dilaksanakan dalam waktu yang bersamaan       atau saling mengisi. Maksudnya  kegiatan untuk menyebarkan diri sendiri akan juga      meningkatkan dan berpangruh pada kegiatan dedikasi masyarakat demikian pula sebaliknya       dengan melakukan kegiatan dedikasi masyarakat maka para Penegak Pandega akan dapat  menyebarkan dirinya melalui pengalaman pribadi (learning by doing) di tengah-tengah kehidupan   kasatmata masyarakat.
  • Dalam kegiatan Pramuka Penegak Pandega pengembangan diri sendiri disebut dengan       pengembangan sisi internal/indidisu sedangkan dedikasi pada masyarakat disebut dengan     pengembangan sisi eksternal/lingkungan sosial. Sisi internal dan sisi eksternal dikembangkan   secara bahu-membahu dengan kegiatan yang menarik, partisipatif, sehat dan menyenangkan        dengan dilandasi pengamalan Kode Kehormatan Pramuka dan dilaksanakan dengan menerapkan  Sistem dan Metode Pendidikan Kperamukaan.

Sebagai pola :

  • Agenda kegiatan dalam  lingkup Sangga yang dimaksudkan untuk pengembangan individu        sanggup disebut dengan kegiatan internal namun pada ketika yang bersamaan  aktivitas kegiatan       Sangga  yang  sifatnya berkelompok dan dipakai untuk pengembangkan  perilaku (kecerdasan)  sosial sanggup disebut dengan kegiatan eksternal.
  • Agenda kegiatan ditingkat Ambalan / Racana  maka kegiatan internal nya ialah Sangga dan    para pribadi anggota Sangga sedangkan kegiatan eksternal nya ialah Ambalan / Racana          sebagai lembaga.
  •  Racana sedangkan kegiatan eksternalnya  Gugusdepan itu sendiri sebagai sebuah lembaga,        demikian sterusnya.
  • Keseimbangan sisi internal dan eksternal mencerminkan bahwa para Penegak Pandega tetaplah  sebagai penerima didik  oleh alasannya ialah itu semua kegiatan dan aktivitas training yang dirancang dan  dilaksanakan, apapun bentuknya  harus tetap menjadi sebuah media pendidikan untuk mencapai  tujuan-tujuan yang ditetapkan.  
Contoh  konkrit dari kiasan Lambang Pramuka Penegak  & Pandega  ialah : 
  • Proses pencapaian SKU, SKK, 
  • Latihan Kepemimpinan,
  • Kegiatan kesakaan, 
  • Ubaloka, 
  • Perkemahan Wirakarya, Raimuna, dll.

Lihat Entri/Topik Terkait :


Sumber : 
Kak Amang Tarunaningprang (Mantan Ketua DKD Kwarda Jawa Tengah yang Pertama)

 ukurannya sama dan sebangun dengan posisi saling bertolak belakang Lambang Pramuka Penegak dan Pandega Print this page