Kwarda Kalimantan Timur

Diposting pada
 telah dimulai sebelum orde usang dengan keberadaan Kepandoen Bangsa Indonesia  KWARDA KALIMANTAN TIMUR 

KWARDA GERAKAN PRAMUKA KALIMANTAN TIMUR
Jln. Mochamad Yamin No. 6
Kelurahan sidodadi/Sagiri, Samarinda Ulu
Samarinda 75123
Tlp. (0541) 742369, 342369 Fax 202747, 3465248

Sejarah
Gerakan kepanduan di Kalimantan Timur (Kaltim) telah dimulai sebelum orde usang dengan keberadaan Kepandoen Bangsa Indonesia (KBI), Kepanduan Poetera Indonesia (KPI) dan Persatoean Kepandoean Indonesia (Perkindo). Kalimantan Timur sendiri secara resmi dibuat sebagai wilayah administratif menurut Undang-undang Nomor 25 tahun 1956. Sebagai Provinsi ke-17 di Indonesia, Kalimantan Timur semakin berkembang dengan berdirinya banyak sekali macam forum dan organisasi turunan dari pusat.

Sejak berdirinya Gerakan Pramuka di Indonesia pada tahun 1961, gerakan kepanduan atau kepramukaan di Kalimantan Timur belum dilembagakan secara resmi sehingga belum ada kepengurusan tempat secara definitif sampai tahun 1968.

Berdasarkan Rapat Kerja Pramuka Nasional tahun 1967, Kwartir Nasional menunjuk Drs. Soejitno (Kantor Perindustrian Dati I Kaltim) dan drh. Soehadji (Kantor Kehewanan Dati I Kaltim) sebagai Pengurus Pramuka Kaltim. Keduanya mempunyai kiprah yang berat untuk merintis Gerakan Pramuka dan pembentukan Kwartir Daerah di Kalimantan Timur. Melalui rapat-rapat yang dilakukan secara maraton maka pada tahun 1968 Pengurus Pramuka Kalimantan Timur menunjuk Drs. Soejitno sebagai Ketua Kwartir Daerah Kalimantan Timur yang pertama.

Sejak ketika itulah Gerakan Pramuka di Kalimantan Timur berkembang, mulai dari wilayah Samarinda sebagai ibukota Provinsi, dan segera menyebar ke seluruh kota dan kabupaten lainnya, dengan memanfaatkan sumber daya forum pemerintahan tempat (melalui departemen di tingkat kabupaten dan kota) serta forum kemiliteran tempat (TNI dan POLRI).

Gugusdepan tertua di Kalimantan Timur di antaranya adalah: (1) Gudep Awang Long yang berpangkalan di Jalan Awang Long; (2) Gudep Wijaya Kusuma yang berpangkalan di Yonif 611 Awang Long; (3) Gudep Kudungga yang berpangkalan di Sekolah Menengah Pertama 1 Samarinda; (4) Gudep Ahmad Yani yang berpangkalan di Kantor Perwakilan Pendidikan dan Kebudayaan Kaltim; (5); dan Gudep Thomas Cup yang berpangkalan di SMOA Negeri Samarinda.

Rintisan pembentukan Satuan Karya (Saka) di Kalimantan Timur dilakukan oleh Departemen Transmigrasi dan Koperasi dengan menggiatkan Pramuka Resetlemen pada tahun 1974 dengan jadwal pembinaan kependudukan di perbatasan, sebagai cikal bakal Saka Taruna Bumi.

Kepengurusan Kwartir Daerah Kalimantan Timur yang kedua dibuat pada tahun 1972 dengan menunjuk Drs. Soesanto Martodihardjo  sebagai ketua menurut Instruksi Kwartir Nasional. Pada tahun 1976 Drs. Serta Tarigan terpilih sebagai Ketua Kwarda Kaltim melalui Musyawarah Daerah I Gerakan Pramuka Kalimantan Timur. Adapun kepemimpinan Kwartir Daerah Kalimantan Timur semenjak berdirinya sampai kini ialah sebagai berikut:

  1. Drs. Soejitno                                              masa bakti   1968 s.d. 1972
  2. Drs. Soesanto Martodihardjo                     masa bakti   1972 s.d. 1976
  3. Drs. Serta Tarigan                                      masa bakti   1976 s.d. 1980
  4. Drs. Anwar Chanani                                  masa bakti   1980 s.d. 1984
  5. Drs. Soewardi                                            masa bakti   1984 s.d. 1988
  6. H. Adji Bambang Abd. Rachim, S.H.       masa bakti   1988 s.d. 1992
  7. H. Adji Bambang Abd. Rachim, S.H.       masa bakti   1992 s.d. 1996
  8. Drs. H. Chaidir Hafiedz                             masa bakti  1996 s.d. 2001
  9. Ir. H. Robian                                              masa bakti   2001 s.d. 2019
  10. Drs. H. M. Hatta Zainal, M.Si                   masa bakti   2001 s.d  2019

Seiring perkembangan dan kebijakan Pemerintah Provinsi Kaltim, sekretariat Kwarda Kaltim telah mengalami dua kali perpindahan. Sejak tahun 1966 sekretariat Kwarda Kaltim berlokasi di Kantor Perindustrian Dati I di Jalan Basuki Rahmat – Samarinda. Pada tahun 1968 sekretariat Kwarda Kaltim berpindah ke Kantor Perwakilan Pendidikan dan Kebudayaan yang juga berlokasi di Jalan Basuki Rahmat – Samarinda. Pada tahun 1973, Pemerintah Provinsi menyediakan lahan dan membangun sekretariat khusus bagi Kwarda Kaltim yang berlokasi di Jalan M. Yamin No. 06 Samarinda, sampai pada tahun 1974 sekretariat Kwarda Kaltim berpindah ke alamat tersebut sampai ketika ini.

Sarana

Lahan Sekretariat Kwartir Daerah Kalimantan Timur yang beralamat di Jalan M. Yamin No. 6 – Samarinda, merupakan tunjangan Pemda Tingkat II Samarinda dengan ukuran tanah 50 x 200 m. Pada awalnya di atas lahan tersebut berdiri sebuah kantor sekretariat, sebuah aula, dan sebuah asrama (membentuk sebuah kompleks) dengan konstruksi semi permanen.

Perbaikan sekretariat pertama dilakukan pada tahun 1985 tanpa merubah konstruksi semi permanen. Pada periode kepengurusan 1988-1992 sekretariat Kwarda Kaltim mengalami perbaikan total dengan konstruksi permanen (beton) dengan penambahan sarana, menjadi:

  •     sebuah kantor sekretariat berlantai dua, dengan luas bangunan 896 m2;
  •     sebuah aula, dengan luas bangunan 352 m2;
  •     sebuah asrama berlantai dua, dengan luas bangunan 548 m2;
  •     sebuah masjid; dengan luas bangunan 72 m2;
  •     kompleks Sekolah Menengan Atas dan Sekolah Menengan Atas Tunas Kelapa Samarinda;
  •     lahan parkir dan lapangan olahraga.

Kompleks Kwadra Kaltim dengan wajah gres ini diresmikan oleh Presiden Soeharto pada tanggal 19 Januari 1993. Pada tahun 2019-2019 kantor sekretariat, aula, dan asrama kembali mengalami perbaikan dengan peningkatan mutu materi konstruksi.

Selain terjadi peningkatan kualitas pada bangunan fisik, dalam perjalanannya Kompleks Kwarda Kaltim juga selalu melaksanakan penigkatan kualitas pada kemudahan di dalam ruangan, menyerupai perangkat kantor, perangkat teknologi informasi, dan sarana penunjang lainnya.

 Kegiatan

Secara umum kegiatan yang dilakukan oleh Kwarda Kaltim ialah pada tingkat perencanaan, koordinasi, penyelenggaraan dan pengawasan terhadap kwartir cabang. Sedangkan bidang kegiatan umumnya bidang Teknik Kepramukaan, Kegiatan Operasional, maupun Kegiatan Administrasi.

Telah banyak dilakukan kegiatan terpola bagi anggota muda maupun anggota cukup umur dengan menyelenggarakan kursus orientasi, kursus instruktur, kursus mahir, kursus pelatih pembina, serta kursus-kursus ataupun training lainnya, termasuk dengan mengikutsertakan unsur Kwarda Kaltim dalam kursus dan training yang diselenggarakan secara nasional. Selain itu Kwarda Kaltim selalu melaksanakan kegiatan masal bagi akseptor didik, menyerupai pesta siaga, jambore, perkemahan, pada tingkat daerah.

Pada tahun 1983 Kwarda Kaltim menerima kepercayaan dari Kwarnas untuk menyelenggarakan Musyawarah Nasional Gerakan Pramuka yang bertempat di Samarinda. Sebagai rangkaian Munas tersebut diselenggarakan pula kemah bakti dan expo yang bertempat di area Gunung Kelua Samarinda. Gema pelaksanaan Munas tersebut melahirkan gairah dan kesadaran yang lebih tinggi, khususnya bagi masyarakat Kalimantan Timur akan pentingnya Gerakan Pramuka dalam membangun huruf akseptor didiknya. Gugusdepan yang sebelumnya berbasisi teritorial dengan segera beralih menjadi pangkalan sekolah, terlebih dengan dikeluarkannya ketentuan pemakaian seragam pramuka di sekolah pada hari Sabtu secara nasional.

Kepercayaan Kwarnas berlanjut dengan penyelenggaraan Perkemahan Wirakarya Nasional tahun 1987 yang berlokasi di Tahura Bukit Suharto yang berlangsung sukses. Pada karenanya Kwarda Kaltim menerima penghargaan dari Kwarnas sebagai Kwartir Daerah Tergiat Wilayah C pada tahun 1998. Penghargaan ini semakin menggelorakan semangat kepramukaan di Kalimantan Timur sampai ketika ini. Kegiatan lain yang berskala nasional ialah diselenggarakannya Kemah Budaya Regional Kalimantan di Pulau Kumala tahun 2003.

Kwarda Kaltim ialah salah satu kwarda yang selalu aktif dan tidak pernah bolos mengikuti kegiatan kepramukaan di tingkat nasional maupun internasional. Prestasi membanggakan pernah diukir oleh Gugusdepan 107 Ki Hajar Dewantara yang menjadi Juara Lomba Tingkat V Tahun 2003, sehingga berhak mewakili Indonesia pada World Jamboree di Thailand. Kegiatan internasional lainnya yang pernah diikuti Kwarda Kaltim antara lain The 1st World Community Development Camp, Invitation Programme Boy Scout of Nippon, 32th World Scout  Conference, ASEAN Jamboree, Asia Jamboree, World Jamboree, serta pertemuan-pertemuan internasional lainnya.

Kegiatan terakhir yang dilakukan oleh Kwarda Kaltim ialah Pembentukan Pramuka Peduli, yang berorientasi sebagai pasukan tanggap darurat enghadapi banyak sekali kemungkinan perubahan situasi, kondisi, iklim, maupun tragedi yang sewaktu-waktu sanggup terjadi di Kalimantan Timur.

Perkembangan
Pada awal pembentukannya dalam Kwarda Kaltim hanya terdapat 6 (enam) Kwartir Cabang, sesuai jumlah kabupaten dan kota yang terbentuk. Namun pada perkembangan terakhir, dengan kebijakan pemekaran wilayah maka Kwartir Cabang di Kaltim menjadi :

  1. Kwatcab  Paser
  2. Kwarcab Kota Bontang
  3. Kwarcab Kutai Kartanegara
  4. Kwarcab Nunukan
  5. Kwarcab Berau
  6. Kwarcab Kutai Barat
  7. Kwarcab Bulungan
  8. Kwarcab Kutai Timur
  9. Kwarcab Kota Tarakan
  10. Kwarcab Malinau
  11. Kwarcab Kota Balikpapan
  12. Kwarcab Penajam Paser Utara
  13. Kwarcab Kota Samarinda
  14. Kwarcab Tana Tidung

Berdasarkan hasil Musyawarah Daerah Gerakan Pramuka Kalimantan Timur  yang berlangsung pada tanggal 26 s.d. 27 Januari 2019 di Graha Satya Darma Kompleks Kwarda Kaltim, selain menentukan Ketua Kwarda Kaltim, dihasilkan pula beberapa planning kerja dan rekomendasi, di antaranya:

  • Pembangunan gambaran yang lebih baik lagi perihal kepramukaan, dengan melaksanakan aksi-aksi yang berkelanjutan dengan memanfaatkan media massa lokal;
  • Pengupayaan penyelarasan kegiatan pendidikan sekolah dasar dan menengah, sekolah negeri dan swasta se-Kalimantan Timur, semoga pemanfaatan waktu libur untuk kegiatan kepramukaan sanggup menjadi sinergi pada tingkat tempat sampai ranting.
  • Pengupayaan penyediaan lahan dan bangunan khusus untuk sekretariat yang lebih representatif bagi Kwartir Cabang se-Kalimantan Timur, dilengkapi dengan perangkat teknologi informasi;
  • Pengupayaan penyediaan lahan dan kemudahan bumi perkemahan untuk Kwartir Cabang se-Kalimantan Timur yang belum memilikinya.

Dr. H. Awang Faroek Ishak, MM., M.Si. (Gubernur Kalimantan Timur ketika ini) sebagai KaMabida telah menindaklanjuti dengan cepat hasil Musda tersebut dengan mengeluarkan rekomendasi dan menyelenggarakan koordinasi dengan Mabicab dan Kwarcab se-Kalimantan Timur. Dengan semakin suburnya Gerakan Pramuka di Kalimantan Timur, KaMabida mengharapkan di masa depan Gerakan Pramuka Kaltim menjadi kekuatan non formal yang utama dalam pembangunan daerah, dengan tetap memegang teguh Trisatya dan mengabdi dengan Dasadarma.

Kerjasama dan Pelibatan Unsur Pemerintah dalam Kwartir Daerah Kalimantan Timur

Dalam sejarah perkembangan Gerakan Pramuka Kalimantan Timur, selalu disertai dengan keterlibatan pribadi institusi pemerintahan baik secara perorangan maupun kelembagaan. Hal ini dikarenakan adanya hubungan timbal balik antara Gerakan Pramuka dan institusi pemerintahan yang saling mendukung dan menguntungkan.

Menyadari semakin pentingnya pembangunan kepribadian, pembangunan huruf kebangsaan, penanaman budi pekerti dan etika mulia, demi tercapainya kesejahteraan masyarakat Kalimantan Timur, yang harus didukung oleh instansi/dinas yang berkaitan dalam rangka kegiatan Pendidikan dan Pelatihan Kepramukaan, khususnya pada Satuan Karya Pramuka, maka Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, dalam hal ini Gubernur Kalimantan Timur telah mengeluarkan Keputusan Gubernur Kalimantan Timur No. 428/K/542/2019, perihal Penunjukan Instansi/SKPD di Lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur Selaku Penanggungjawab Pembinaan dan Pengembangan Satuan Karya Pramuka (Saka) dalam Gerakan Pramuka Kwartir Daerah Kalimantan Timur. Hal ini menawarkan bahwa Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur memandang Gerakan Pramuka sebagai wadah nonformal yang paling sempurna untuk pembinaan masyarakat Kalimantan Timur.

Lambang

 telah dimulai sebelum orde usang dengan keberadaan Kepandoen Bangsa Indonesia  KWARDA KALIMANTAN TIMUR

LAMBANG KWARTIR DAERAH KALIMANTAN TIMUR

Bentuk usang yaitu SEGI LIMA rancangan Kak Ali Daliman pada tahun 1977 telah beralih dengan bentuk PERISAI serta beberapa perubahan gambar, yang dirancang oleh Kak Suprihatno, S.Pd. Lambang Kwartir Daerah yang gres ini diberlakukan menurut Surat Keputusan Kwartir Daerah Nomor : 27 Tahun 1992; tertanggal 25 Nopember 1992.

BENTUK DAN UKURAN LAMBANG

  • Lambang Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Kalimantan Timur berbentuk PERISAI, dengan panjang sisi lurus mendatar 6 cm, panjang garis tinggi 8 cm.
  • Bagian yang melengkung berjari-jari kelengkungan 4,2 cm dengan sentra kelengkungan berjarak 4 cm dari sisi mendatar dan 1,8 cm dari sisi kiri dan kanan.
ISI LAMBANG
  • Bentuk Perisai berwarna hijau; berbingkai hitam. Bintang berwarna kuning. Pita berwarna putih, goresan pena “KALIMANTAN TIMUR” berwarna merah. Silhouete Tunas Kelapa berwarna merah. Silhouete Ikan Pesut Mahakam berwarna putih. Garis bergelombang tiga ruas berwarna putih. 

KIASAN DASAR

  • Hijau berarti kesuburan dan kekayaan alam. Hitam berarti kekuatan, kekokohan dan ketangguhan. Kuning berarti kemuliaan, keagungan dan kejayaan bangsa. Merah berarti semangat usaha yang menyala. Putih berarti kesucian hati, keindahan perasaan, budi pekerti yang luhur dan moral yang tinggi.

KIASAN LAMBANG

  • Bentuk PERISAI berwarna hijau berbingkai hitam yang berarti satu kesatuan kekuatan yang kokoh terdapat di bumi Kalimantan Timur.
  • BINTANG berwarna kuning pada bab atas Ikan Pesut Mahakam berarti tingginya nilai – nilai ketuhanan dan kehidupan agamis yang ada di Kalimantan Timur.
  • PITA bermakna ruang lingkup suatu rumpun, yang merupakan wadah berhimpun menggalang persatuan dan persaudaraan bagi pramuka, sedangkan goresan pena KALIMANTAN TIMUR merupakan wadah atau wilayah berhimpun, yakni Kalimantan Timur.
  • Silhouete TUNAS KELAPA berwarna merah berarti keberadaan Gerakan Pramuka tumbuh dan berkembang di tempat Kalimantan Timur.
  • Silhouete IKAN PESUT MAHAKAM yang merupakan satu diantara kekayaan alam yang hanya terdapat di Kalimantan Timur , berarti adanya suatu keunikan dan ciri khas tersendiri, yakni adab istiadat dan kebudayaan tempat Kalimantan Timur.
  • GARIS BERGELOMBANG TIGA RUAS, melambangkan sungai – sungai yang juga merupakan kekayaan alam sekaligus pujian masyarakat Kalimantan Timur , selalu bergerak dinamis yang dilandasi dengan Ketentuan Moral (TRI SATYA) Gerakan Pramuka.

Sumber
Humas Kwarda Kalimantar Timur

 telah dimulai sebelum orde usang dengan keberadaan Kepandoen Bangsa Indonesia  KWARDA KALIMANTAN TIMUR Print this page