banner 728x250

Kriyanusa 2019 Bawa Kerajinan Indonesia Ke Tingkat Dunia

  • Share
banner 468x60
Ngomongin kerajinan Indonesia itu enggak ada abisnya. Tiap daerah punya ciri khas dan keunikannya masing-masing. Mulai dari tikar bercucuk dari Aceh, songket dari Palembang, batik dari Jawa, tenun Sambas dari Kalimantan bahkan sampai tenun boirim dari Papua, semuanya yaitu milik Indonesia.
Dengan kekayaan tersebut, pasti kita enggak boleh menyia-nyiakannya gitu aja. Kita mesti melestarikan dan memaksimalkannya dengan baik. Selain untuk mengeksplor kesempatankearifan lokal yang kita miliki, juga untuk turut mempekerjakan ekonomi masyarakat. Bagaimana pun, produk-produk kerajinan enggak mampu dilepaskan dari UMKM dan perindustrian yang menjadi aspek utama dari penggerak ekonomi bangsa.
Kerajinan menjadi salah satu penggerak ekonomi bangsa (dok. Ya Yat)
Menurut data dari Kementerian Koperasi dan UKM pada 2018, Indonesia sekarang telah memiliki 60 juta unit UKM. Jumlah tersebut berkontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) negara sebesar 60,34%. Sementara itu Kemenperin menyebut bahwa kerajinan lokal menyumbang 35,7% bantuan ekonomi nasional dalam sektor industri kreatif. Wow!
Secara prestasi, bahwasanya telah anggun. Namun itu saja enggak cukup loh gaes. Kita harus terus melaksanakan banyak sekali cara untuk mendorong produk kerajinan setempat semoga mampu bersaing di kancah global.

Nah, selaku bentuk sumbangan pemerintah kepada kerajinan Indonesia, untuk itulah Kriyanusa 2019 diadakan. Kriyanusa sendiri yaitu suatu ikon ekspo kerajinan paling besar di tanah air yang terselenggara oleh Dewan Kerajinan Nasional alias Dekranas dan mendapatkan pertolongan dari Kementrian Komunikasi dan Informatika. Saya sendiri baru mengetahui isu ihwal program ini saat menghadiri Temu Netizen tentang Kriya Nusa yang diadakan di Jakarta pada 9 September 2019.

banner 336x280
Kegiatan Temu Netizen Kriyanusa 2019 (dokpri)
“Kriyanusa menjadi ajang bagi para pengrajin tanah air dalam mempromosikan produk-produk unggulannya. Melalui acara ini, kami mendorong mereka untuk membuat kerajinan bermutu tinggi yang mendunia.” Jelas Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik Kemenkominfo Widodo Mukti.
Baca juga:  Berkat Sosial Media, Kurasakan Imbas Positifnya Dalam 3M

Kriyanusa berlangsung dari 11 hingga 15 September 2019 di Balai Kartini Jakarta. Tahun ini Kriyanusa mengangkat tema “Peningkatan Daya Saing Produk Kerajinan Melalui Pengembangan Kreativitas dan Kewirausahaan”.

Sementara itu ikon kawasan yang diusung yakni ikon tempat dari Sumatera Barat adalah motif Pucuk Rabuang. Pucuk rabuang sendiri berarti pepatah ‘mulia di usia muda, lebih lagi di usia tua.’.

Dekranasda Provinsi Banten, salah satu dekranasda  yang berpartisipasi di Kriyanusa 2019 (dok. Anazkia)
Mengetahui bahwa Kriyanusa diadakan, saat itu juga jiwa kecintaan aku terhadap budaya setempat meronta-ronta. Emangnya cuman jiwa sahabat missqueen aja yang mampu meronta-ronta, kecintaan terhadap budaya juga mampu lho.

Kebetulan saya sendiri suka mengoleksi kerajinan etnik. Sejauh ini saya sudah mengoleksi berbagai produk etnik, mulai dari undeng Bali, tenun ikat khas NTT, lacak Jambi dan bahkan hoodie bernuansakan tenun. Belum banyak sih, namun ke depannya aku bermaksud untuk terus menambah koleksi produk lokal untuk turut melestarikan budaya sekaligus mendukung kemajuan kerajinan di tanah air.

Bagi aku kriyanusa yakni saat-saat yang tepat bagi kita untuk menjadi tuan rumah atas aneka macam produk kerajinan yang kita miliki. Sudah saatnya kita berbangga untuk selalu memakai karya anak bangsa.

Terlebih, dalam perhelatan Kriyanusa nanti bakal ada ratusan produk kriya berkualitas terbaik dan bernilai seni tinggi yang berisikan aneka macam jenis produk, mulai dari keramik, tenun, kain, batik bahkan hingga kerajinan kulit. Produk-produk ini akan dipamerkan di 246 stan yang terdiri dari 170 karya para Dekranasda (Dekranas kawasan) seluruh Indonesia, 37 stan mitra binaan dari masing-masing BUMN dan Kementerian, 25 stan individu, 8 stan mitra dan bahkan 6 stan perkumpulan. Wow!
Baca juga:  Nivea Men Extra White, Andalan Pria Indonesia Atasi Paras Kusam Dan MembuatParas Cerah
Salah satu produk kerajinan yang ditampilkan di Kriyanusa 2019 (dok. Ya Yat)
Asiknya, kita enggak cuman bisa lihat-lihat  festival aja loh. Kriyanusa juga mendatangkan rangkaian program menarik mirip fashion show, lokakarya ragam hias tengkuluk yang diadakan oleh Dekranasda Jambi, lokakarya pengerjaan TasLidi dari materi baku Lidi Cambia, pertunjukan seni budaya Minang, penampilan dari Golden Mum’s bahkan hingga live music performance dari Lapazze Band. Dengan suguhan-santapan tersebut, saya percaya bahwa pelaksanaan Kriyanusa nanti akan berjalan dengan semarak.

“Produk yang disediakan pun original dan asli, bukan produk pasaran yang dibuat secara massal mirip barang grosiran. Semua produk yang dipamerkan didatangkan eksklusif dari tangan perajin daerah. Harga yang ditawarkan pun akan jauh lebih hemat biaya alasannya perajin daerah tidak perlu mengeluarkan uang sewa stan. Biaya tersebut sudah ditanggung oleh Dekranasda masing-masing kawasan,” imbuh Ketua Bidang Humas, Promosi, dan Publikasi KriyaNusa 2019, Triana Rudiantara. 

Hadirnya Kriyanusa menenteng angin segar bagi para pengrajin setempat. Saya berharap program ini rutin diadakan di tahun-tahun selanjutnya supaya mampu terus menenteng kerajinan Indonesia ke tingkat dunia.

banner 336x280
banner 120x600
  • Share