Konsep Masyarakat Madani (Civil Society)

Diposting pada
 Demokrasi dijalankan dengan tujuan membentuk negara demokratis Konsep Masyarakat Madani (Civil Society)
Ilustrasi : darmansyah.weblog.esaunggul.ac.id
Konsep Masyarakat Madani (Civil Society) | Demokrasi dijalankan dengan tujuan membentuk negara demokratis. Negara demokratis bukan hanya lembaga-lembaga negaranya dibuat dan berjalan sesuai dengan prinsip-prinsip demokrasi, melainkan masyarakat di negara tersebut ialah masyarakat demokratis. Masyarakat demokratis disebut juga dengan istilah civil society atau masyarakat madani.
Menurut Patrick, civil society merupakan konsep yang pengertiannya sanggup diperdebatkan walaupun telah dipakai banyak kalangan semenjak ± 300 tahun lalu. Namun, kebanyakan pakar sependapat bahwa istilah civil society berkaitan dengan interaksi-interaksi sosial yang tidak dikuasai negara. Akan tetapi, beberapa mahir beropini bahwa jaringan kerja yang kompleks dari organisasi yang dibuat secara sukarela, yang berbeda dari lembaga-lembaga negara yang resmi, dan yang bertindak secara berdikari atau dalam kolaborasi dengan lembagalembaga negara disebut civil society.
Mohammad A.S. Hikam mengartikan civil society sebagai wilayah kehidupan sosial yang terorganisasi dan bercirikan, antara lain, keswasembadaan dan keswadayaan, kesukarelaan, keterikatan dengan norma-norma atau nilai-nilai aturan yang diikuti warganya, dan kemandirian tinggi berhadapan dengan negara.
Larry Diamond menyatakan bahwa civil society melingkupi kehidupan sosial terorganisasi yang terbuka, sukarela, otonom dari negara, lahir secara mandiri, setidaknya berswadaya secara parsial, dan terikat pada tatanan legal atau seperangkat nilai bersama. Yang sanggup disebut sebagai civil society berdasarkan Larry Diamond ialah sebagai berikut.
  1. Organisasi-organisasi yang bergerak di bidang produksi dan penyebaran ideide, berita, informasi publik, dan pengetahuan umum. Contohnya, asosiasi penerbitan, dan yayasan penyelenggara sekolah swasta.
  2. Perkumpulan dan jaringan perdagangan yang produktif.
  3. Gerakan-gerakan proteksi konsumen, proteksi hak-hak perempuan, proteksi kaum cacat, proteksi korban diskriminasi, dan perlin-dungan etnis minoritas.
  4. Perkumpulan keagamaan, kesukuan, nilai-nilai, iman dan kebudayaan yang membela hak-hak kolektif.
Civil society sanggup diterjemahkan sebagai berikut.
  1. Civil society diterjemahkan sebagai masyarakat madani. Hal ini merujuk pada kota Madinah yang berasal dari kata madaniah yang berarti peradaban. Jadi, masyarakat madani artinya masyarakat yang berperadaban.
  2. Civil society diterjemahkan dengan istilah masyarakat sipil. Civil berarti sipil dan society berarti masyarakat.
  3. Civil society diterjemahkan sebagai masyarakat warga atau kewarganegaraan.
  4. Civil society diterjemahkan dengan istilah masyarakat yang beradab, yaitu dari civilized (beradab) dan society (masyarakat).
Adapun pengertian masyarakat madani yang sering diartikan sebagai masyarakat beradab. Ciri-ciri masyarakat madani ialah sebagai berikut.
  1. Pemerintahan berdasarkan kehendak dan kepentingan rakyat banyak.
  2. Adanya pemisahan atau pembagian kekuasaan. Misalnya, pembagian atau pemisahan kekuasaan antara eksekutif, legislatif, dan yudikatif.
  3. Adanya tanggung jawab dari pelaksana aktivitas atau pemerintahan.
Dalam negara demokrasi ada banyak sekali macam organisasi civil society yang melaksanakan aktivitas secara berdikari dan bebas dari kontrol pemerintahan dengan tujuan mewujudkan kebaikan bersama (public good). Contohnya ialah perjuangan memberdayakan masyarakat miskin dan memberdayakan sekolah.
Perlu juga kau ketahui bahwa
  1. Organisasi civil society juga sanggup bertindak sebagai kekuatan sosial berdikari yang mengontrol dan membatasi penggunaan kekuasaan negara.
  2. Organisasi civil society secara kedalam memberdayakan masyarakat, dan secara keluar mengontrol sikap pegawanegeri pemerintahan dan wakil rakyat.
Menurut Beetham dan Boyle, gagasan civil society menawarkan bahwa demokrasi perlu ditopang oleh segala macam kelompok sosial yang diorganisasikan scara independen. Oleh lantaran itu, kekuasaan negara sanggup dibatasi, opini publik sanggup disuarakan dari bawah dan bukan dikelola dari atas, sehingga masyarakat mempunyai iman diri untuk melawan pemerintahan yang semena-mena.
Kebebasan dan tanggung jawab masyarakat harus dilandasi oleh nilai-nilai demokrasi. Jika masyarakat tidak menentukan nilai-nilai demokrasi, sanggup terjadi penyalahgunaan kebebasan tersebut. Masyarakat yang mempunyai dan mau mengamalkan nilai-nilai tersebut, tidak akan memunculkan masyarakat yang mau menang sendiri, suka kekerasan, dan anarki.
Demokratisasi yang berjalan secara baik akan memunculkan masyarakat mandiri, bertanggung jawab, mempunyai kebebasan dan mempunyai peradaban. Masyarakat itulah yang disebut masyarakat madani atau civil society. Civil society tersusun atas banyak sekali organisasi kemasyarakatan yang mempunyai ciri-ciri sebagai berikut.
  1. Mencukupi kebutuhannya sendiri (swadaya), paling tidak untuk sebagian, sehingga tidak bergantung pada dukungan pemerintah.
  2. Keanggotaannya yang bersifat sukarela, atau atas kesadaran anggota itu masingmasing.
  3. Lahir secara mandiri, yang dibuat oleh warga masyarakat sendiri bukan penguasa negara.
  4. Bebas atau berdikari dari kekuasaan negara sehingga berani mengontrol penggunaan kekuasaan negara.
  5. Tunduk pada aturan aturan yang berlaku atau seperangkat nilai/norma yang diyakini bersama.

Sumber tumpuan : Rini Setyani, Dyah Hartati. 2019. Pendidikan Kewarganegaraan. Jakarta : Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Kementerian Pendidikan Nasional.