banner 728x250

Kiat Meningkatkan Secara Optimal Sosial Media: Jangan Remehkan Follower

  • Share
banner 468x60

Di dunia maya, jumlah follower pada akun sosial media bisnis atau bahkan di akun personal yang digunakan untuk berdagang, kita lihat saat ini bermacam-macam jumlahnya. Ada yang jumlah followernya sedikit dan ada pula yang jumlah followernya banyak.

Ada pemilik akun sebagai pedagang produk atau jasa yang menganggap jumlah follower banyak itu tidak penting. Baginya, jumlah follower sedikit saja tidak persoalan namun tertarget. Mmmm saya sih setuju juga dengan hal itu.

banner 336x280
 jumlah follower pada akun sosial media bisnis atau bahkan di akun personal yang digunakan Tips Optimasi Sosial Media: Jangan Remehkan Follower
Optimasi Sosial Media

Tapi apakah akun sosial media yang mempunyai jumlah follower banyak misal mempunyai jumlah follower 5.000, pelanggan/pembeli potensialnya ialah 2.000, kemudian bagaimana dengan 3.000 followernya? Apakah 3.000 follower itu dianggap tidak memiliki peluang, tidak akan berbelanja produk/jasa yang ditawarkan?

Jangan meremehkan follower sosial media anda

Suatu ketika anda mungkin ingin tau dan lalu menyaksikan salah satu atau beberapa profil sosial media para follower anda. sehabis anda lihat profilnya mungkin anda akan berkata dalam hati:
“Ah ia/mereka siapa, cuma follow akun aku aja dan gak akan beli apa yang saya jual alasannya beliau/mereka bukan target market saya”.

Word of Mouth

Pernahkah anda pada sebuah ketika:

  • Mengetahui sebuah tempat (misal cafe, hotel, atau daerah rekreasi dsb) tetapi belum pernah berkunjung ke kawasan tersebut
  • Mengetahui sebuah produk masakan/minuman tetapi belum pernah berbelanja dan merasakan produk tersebut
  • Mengetahui ada layanan jasa (misal jasa menjahit, jasa sewa tenda dsb)¬†tetapi anda belum pernah menggunakan jasa tersebut

dan ketika ada orang akrab anda apakah itu sahabat, kerabat atau yang lainnya menanyakan tempat, produk kuliner/minuman atau layanan jasa pada anda, alasannya anda tahu daerah/produk/jasa tadi maka anda sarankan pada orang tersebut untuk menjajal datang atau membelinya di sana?

Baca juga:  Bosen Sama Pandemi? Yuk Lakuin 5 Tips Ini Demi Lawan Covid-19 Semoga Ambyar!

Di dalam dunia periklanan hal tersebut di sebut “Word Of Mouth” adalah iklan atau penawaran khusus dari lisan ke verbal. Orang yang pernah membeli produk atau jasa anda akan merekomendasikan produk atau jasa pada orang lain. Begitu pula dengan follower anda yang dianggap tidak memiliki peluang dan belum pernah membeli produk atau jasa anda, mereka pun juga mampu mengusulkan produk atau jasa yang anda jual pada orang lain.

Contoh dikala follower merekomendasikan produk anda pada orang lain (ke teman saudaranya dll):
“Oh ya lo lagi cari produk itu ya? Gue tau tuh ada akun di sosmed yang jual itu, gue udah follow akun itu, coba deh liat dan beli di sana”

Word of Mouth tidak cuma terbatas pada ucapan fisik pada bibir, namun saat kala teknologi kini ini Word of Mouth dapat dikerjakan dengan mengantarpesan singkat atau chat pada orang lain.

Kesimpulan

Walaupun follower itu tidak membeli produk anda tetapi ia atau mereka bisa jadi penyalur isu / mengusulkan produk atau jasa anda pada orang lain dan suatu dikala mampu saja follower tersebut sendiri yang berbelanja produk atau jasa anda.

Makin banyak jumlah follower anda makin besar produk atau jasa anda diusulkan oleh follower pasif anda ke orang lain di sekitar atau lingkungan follower tersebut yang nantinya akan dapat memaksimalkan jumlah penjualan anda.

Foto oleh Prateek Katyal Pexels.com

banner 336x280
banner 120x600
  • Share