banner 728x250

Kematian Usia Produktif Tinggi, Perlu Penanganan Dini Covid-19 – Nasional – lagikepo.com – LAGIKEPO

  • Share
Kematian Usia Produktif Tinggi, Perlu Penanganan Dini Covid-19 - Nasional Katadata.co.id
banner 468x60



LAGIKEPO |

Jumlah kasus kematian akibat Covid-19 pada kelompok usia produktif meningkat secara signifikan dalam beberapa waktu terakhir. Hal ini tentunya perlu diwaspadai dan diantisipasi.

banner 336x280

Satuan Tugas Penanganan Covid-19 mencatat kasus kematian pada kelompok usia 46-59 tahun melonjak dari 2.547 kasus pada Juni 2021 menjadi 13.694 kasus pada Juli 2021. Pada periode yang sama, kematian pada kelompok usia 31-45 tahun meningkat dari 964 kasus menjadi 5.159 kasus.

Sementara itu, kasus kematian kelompok usia 60 tahun ke atas menurun pada bulan Juli, meskipun jumlah kasusnya masih tinggi.

Menurut Ketua Bidang Data dan Teknologi Satgas Covid-19 Dewi Nur Aisyah, kemungkinan peningkatan kasus dipicu oleh mobilitas kelompok usia tersebut masih tinggi karena harus bekerja. “Tetap harus hati-hati sekali siapa pun. Pada kelompok umur ini di Juli kemarin terjadi peningkatan kematian yang sangat signifikan,” kata Dewi Nur Aisyah.

Adapun menurut Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PML) Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi, mengutip CNN Indonesia, tingginya angka kematian juga disebabkan oleh pengaruh varian Delta.  

Merujuk Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), varian delta sudah ditemukan di hampir 132 negara di dunia. WHO juga menganjurkan bagi individu yang terpapar harus segera mendapatkan perawatan intensif agar tidak berujung pada kematian. 

Oleh karena itu, diperlukan penanganan dini bagi pasien yang terkonfirmasi positif. Hal ini diungkapkan Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito. “Kematian pasien dapat meningkat peluangnya jika terlambat ditangani atau dirujuk. Serta memiliki riwayat komorbid,” katanya.  

Terdapat beberapa langkah yang bisa dilakukan apabila terpapar virus corona, di antaranya:

1. Menghubungi Layanan Kesehatan

Langkah pertama yang bisa dilakukan ialah berkonsultasi dengan dokter dan menghubungi Puskesmas. Selain itu, bisa melapor kepada ketua RT di lingkungan setempat yang biasanya akan meneruskan informasi kepada Satgas Covid-19 di wilayah tersebut. 

Baca juga:  Bergizi, Ini 11 Manfaat Susu Kambing untuk Kesehatan Tubuh - Lifestyle - lagikepo.com - LAGIKEPO

Saat ini, pemerintah telah bekerja sama dengan sejumlah layanan telemedis untuk menyediakan konsultasi secara gratis. Sementara dengan melapor ke Puskesmas, pasien bisa mendapatkan arahan penanganan. Misalkan, pihak Puskesmas akan melacak dan menjadwalkan anggota keluarga yang tinggal satu rumah untuk melakukan tes Covid-19.

Selain itu, pihak Puskesmas juga akan memantau kondisi kita. Termasuk memberikan vitamin apabila memang dibutuhkan. Apabila gejala yang dialami sedang hingga berat, jangan ragu berkonsultasi supaya mendapatkan penanganan lebih lanjut.

2. Isolasi Mandiri

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), isolasi diperuntukkan bagi seseorang yang bergejala atau telah dinyatakan positif Covid-19. Dalam kondisi tersebut, pasien sebaiknya dipisahkan dengan orang lain. Bisa di fasilitas kesehatan yang sudah ditentukan ataupun di rumah dengan kondisi tertentu. 

Isolasi ini dilakukan selama 13 hari apabila bergejala, sedangkan apabila tidak bergejala isolasi dilakukan selama 10 hari. 

Apabila gejala Covid-19 masih tergolong ringan biasanya disarankan untuk isolasi mandiri di rumah. Apabila demikian, sebaiknya menyediakan ruang isolasi dengan ventilasi udara yang baik. Selain itu, menggunakan kamar mandi dan alat makan yang terpisah dengan penghuni lain.

3. Memantau Kondisi Tubuh 

Pastikan untuk memantau kondisi tubuh apabila melakukan isolasi mandiri di rumah. Beberapa kondisi yang harus dipantau seperti saturasi oksigen hingga tekanan darah. Hindari mengonsumsi obat tanpa pengawasan dokter.

Menurut Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, apabila saturasi oksigen sudah di bawah 94 persen, segera membawa penderita ke rumah sakit atau isolasi terpusat.  Apabila kondisi pasien memburuk dengan gejala seperti sesak nafas, linglung, tidak berbicara dan bergerak, atau nyeri dada segera hubungi fasilitas kesehatan.

2021-08-17 02:05:00

Source link

banner 336x280
banner 120x600
  • Share