banner 728x250

Kala Disrupsi Teknologi Tiba, Saatnya Perusahaan Telekomunikasi Untuk Menyesuaikan Diri

  • Share
banner 468x60
Teman-sahabat, sadar enggak sih jikalau kini kita sedang memasuki abad disrupsi teknologi? 
Menurut KBBI, disrupsi yaitu hal tercabut dari akarnya. Jika diartikan dengan konteks teknologi, maka kala disrupsi yakni masa dimana lahirnya berbagai inovasi yang menggantikan seluruh metode lama dengan cara-cara gres. Intinya, di kala ini terjadinya banyak sekali pergeseran dalam teknologi secara cepat, mulai dari bisnis, kompetisi, adopsi, inovasi teknologi dan bahkan sampai pergantian organisasi.
Seminar disrupsi telekomunikasi: beradaptasi atau karam (dokpri)
Era disrupsi mampu terjadi di sektor apapun. Dengan makin tingginya para pengguna telekomunikasi, sektor telekomunikasi adalah salah satu yang terkena dampaknya.

Misalnya nih, dulu kita pakai SMS kan untuk menghubungi orang lain dari jarak jauh. Mulai dari kasih kabar ke orang tua, nanyain tugas sekolah sama temen atau bahkan buat PDKT sama musuh jenis (saya banget nih dahulu waktu SMP), semuanya dijalankan via SMS. 
Telepon juga mampu aja sih. Tapi alasannya adalah lebih mahal, maka SMS jadi tren yang populer ketika itu. Dengan kisaran harga Rp150-Rp350 per sms, mampu dibayangin kan betapa banyaknya laba perusahaan telekomunikasi yang ditemukan dari para pengantarSMS dikala itu?
Itu sih dahulu. Tapi semenjak hadirnya aplikasi pemasokchatting seperti whatsapp atau LINE, SMS jadi kurang laku sebab orang-orang sudah beralih ke WA. Akibatnya, perusahaan telekomunikasi enggak bisa lagi ngandelin SMS karena profitnya telah menurun drastis.
Contoh lainnya, dahulu kan kalau mau internetan kita pakai jaringan 3G. Tapi semenjak masuknya teknologi 4G yang lebih canggih dan lebih cepat, maka orang-orang pun mulai meninggalkan 3G dan beralih ke 4G. Itu pun mungkin enggak berlangsung lama lagi alasannya adalah kurun 5G sudah siap-siap mengambil alih periode 4G.

banner 336x280

Dengan kata lain, disrupsi yakni sebuah hal yang niscaya dan tak mampu disingkirkan.

Baca juga:  Nivea Men Extra White, Andalan Pria Indonesia Atasi Paras Kusam Dan MembuatParas Cerah

Transformasi dan Kolaborasi, Kunci Utama dalam Hadapi Disrupsi Telekomunikasi

Seperti yang dialami oleh negara-negara lain, abad disrupsi dalam bidang telekomunikasi juga menjadi masalah serius di Indonesia. 
Oleh alasannya adalah itu, Indonesia ICT Institute, lembaga independen yang bergerak dalam kemajuan teknologi dan berita termasuk bidang telekomunikasi pun menyelenggarakan pelatihan bertemakan “Disrupsi Telekomunikasi: Beradaptasi atau Tenggelam?” pada Rabu, 5 Februari 2020 di Balai Kartini, Jakarta. Sebagai orang awam, menurut saya acara ini mempesona banget alasannya membuka pengetahuan saya perihal dunia telekomunikasi.
Seminar tersebut turut didatangi oleh dua orang narasumber yang berkompeten di dalamnya. Selain Heru Sutadi sebagaiDirektur Eksekutif ICT Institute, program juga dihadiri oleh pembicara Nonot Harsono sebagai pakar telekomunikasi.
Heru Sutadi, Direktur Indonesia ICT Institute memaparkan penjelasan dalam pelatihan (dokpri)
“Disrupsi teknologi mengancam keberlangsungan operator telekomunikasi. Bisnis legacy mirip voice dan SMS tidak lagi mampu diandalkan dan mulai tergantikan oleh layanan teknologi digital baru over-the-top.” terperinci Direktur Eksekutif ICT Institute Heru Sutadi.
Untuk mampu menghadapi disrupsi, perusahaan telekomunikasi tidak bisa tinggal membisu begitu saja. Perusahaan telekomunikasi harus beradaptasi. Sebab bila tidak, mereka mampu tenggelam seperti yang telah terjadi pada blackberry dan Nokia yang memilih untuk acuh pada perkembangan teknologi.
Seperti yang disampaikan oleh pakar telekomunikasi Nonot Harsono, setidaknya ada 2 langkah utama yang mampu diambil oleh perusahaan telekomunikasi supaya terus bertahan dari terpaan disruspi teknologi.

1. Transformasi

Pertama yakni transformasi. Untuk menghadapi segala perubahan yang serba cepat terjadi, perusahaan telekomunikasi mesti melaksanakan transformasi yang bertumpu pada tiga aspek, ialah merumuskan kembali visi dan kepemimpinan, penemuan dan adopsi.
“Transformasi operator telekomunikasi mesti dimulai dengan pergeseran mindset, transformasi dari layanan konvensional menjadi solusi digital serta efisiensi organisasi yang berfokus menjawab keperluan pelanggan secara spesifik dan bertindak secara lebih cepat.” jelas Nonot Harsono.
Salah satu cara transformasi adalah dengan melakukan modernisasi perlengkapan atau infrastruktur teknologi yang dimiliki. Dalam hal ini, suatu perusahaan telekomunikasi harus bersungguh-sungguh mengupgrade perlengkapan teknologi yang dimilikinya menjadi perlengkapan yang lebih mutakhir sesuai dengan yang diperlukan oleh masyarakat. 
Intinya, perusahaan tuh mesti ngikutin pertumbuhan jaman. Jangan kudet. 

2. Kolaborasi

Transformasi adalah hal penting untuk dilaksanakan. Namun itu saja tidak cukup. Agar mampu terus panjang umur, perusahaan telekomunikasi juga mesti melakukan sinergi dan kolaborasi dengan pihak-pihak lain. Melakukan jejaring yakni kuncinya.
Baca juga:  Cek Klik, 4 Langkah Jitu Jadi Pembeli Pintar Ala Bpom

Misalnya, kini nonton film via streaming sedang jadi tren. Nah, di sinilah kejelian operator telekomunikasi diuji karena ada peluang dalam kesempatan apapun.

Operator telekomunikasi yang pintar pasti akan mempergunakan momen tersebut dalam meraup laba tersebut dengan menciptakan paket internet khusus yang mencakup ongkos langganan nonton film secara streaming. Hal itu mirip yang dilaksanakan oleh Telkomsel saat bekerja sama dengan HOOQ.

Melakukan jejaring ialah kuncinya. Tak semata dengan aplikasi nonton film streaming, tetapi juga sinergi dengan pihak yang lain mirip Google, whatsapp atau bahkan Tiktok.

Itulah pembahasan tentang disrupsi teknologi dan ihwal bagaimana perusahaan telekomunikasi mesti menghadapinya. Dari seminar yang aku ikuti tempo kemudian aku jadi berguru bahwa disrupsi yaitu sebuah keadaan yang tak mampu dikesampingkan.

Poinnya ialah kemajuan teknologi bergerak cepat. Kaprikornus, mau enggak mau dan suka enggak suka, perusahaan telekomunikasi mesti melaksanakan langkah-langkah. Sayangnya, hanya ada dua pilihan yang bisa dipilih: beradaptasi atau justru tenggelam?
banner 336x280
banner 120x600
  • Share