Jika Namamu Lala Atau Lili Ini Artinya Dalam Bahasa Indonesia

Diposting pada
Bunga Lili yang Juga dipakai Nama Orang

Arti nama Lala, Lalah, lila, dan Lili dalam Bahasa Indonesia

Kredo ‘Apalah arti sebuah nama’ sudah mendunia. Sering didengar oleh kebanyakan orang. Menjadi jurus jitu untuk menghindari pertanyaan: Boleh tahu siapan namanya? dari orang yag tidak dikenal. Juga menjadi balasan bagi yang tidak ingin memberi tahu namanya kepada seseorang dengan banyak sekali alasan.
Arti nama memang tidak otomatis berafiliasi dengan orangnya. Mawar tetaplah merah meskipun namanya bukan mawar. Mungkin menyerupai itu. Tetapi bakir balig cukup akal ini, bahkan semenjak dulu kala, orang tidak sembarangan menawarkan nama anak-anaknya. Pemberian nama seorang anak niscaya berkaitan dengan tiga hal yaitu keturunan (nasab), tanda, dan harapan.

Jika namamu yakni lala atau dipanggil lala maka ada dua arti yang ada dalam bahasa Indonesia. Bisa dilihat dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia Pusat Bahasa edisi Keempat. Pada kamus terbitan tahun 2019, kata lala ada pada halaman 775. Lala yang pertama merupakan nomina (kata benda) yang berarti siput. Sementara kata lala yang kedua merupakan verba (kata kerja) yang diteruskan pada kata melala yang berarti berenang menelentang. Pemilik nama lala seharusnya tidak mau juga dipanggil lalah atau namanya ditulis lalah alasannya yakni makna kata lalah dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia masih pada kata yang sama, artinya yakni suka makan sebaranng makanan alias rakus.
Jika lala adalah binatang atau binatang lebih tepatnya siput, maka lili berari tumbuhan lebih tepatnya bunga. Mungkin lebih baik seorang anak diberi nama lili daripada nama lala. Kata lili dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia halaman 827 dijelaskan sebagai nomina atau kata benda yang berarti tanaman hias yang berasal dari cina atau jepang, bunganya berbentuk corong putih atau bergaris-garis merah tua, dikembangbiakkan melalui umbinya. Nama lili diambil dari nama latinnya yaitu lilium longiflorum.
Jika ada orang berjulukan lila maka ada tiga kemungkinan makna. Yang pertama maknya yakni meriam kecil terbuat dari tembaga atau gangsa (perunggu). Makna yang kedua dari lila adalah rela. Kedua makna tersebut dalam KBBI dilabeli ark singkatan dari arkais menandakan bahwa kedua kata yang berarti tersebut suda jarang sekali dipakai bahkan cenderung punah. Sementara makna yang ketiga, lila merupakan nomina (kata benda) yang berarti ungu muda.
Nama lala enak didengar di telinga. Nama lili selain lezat didengar juga bermakna indah, yaitu bunga. Sementara nama lila selain juga dipakai sebagai nama grup band, juga terasa lezat diucapkan dan didengar. Tetapi jangan lantas memberi nama anak dengan nama lali. Kata lali dalam bahasa Indonesia bermakna lupa. Mungkin lezat didengar nama lali untuk seorang anak, tetapi dapat jadi itu menjadi doa. Tentu orang renta tidak ingin anaknya menjadi pelupa atau pikun. Cukup ikan Dory saja yang pelupa (dalam film Finding Nemo dan film Finding Dory). Selain kredo apalah arti sebuah nama dalam masyarkaat juga menjadi doa.
Pemberian nama berkaitan dengan keturunan atau nasab selalu dipakai oleh Suku Bangsa Batak. Istilah lainny yakni marga. Ada marga Nasution, Silalahi, Pamuncak, dan seterusnya. Sebagian masyarakat Jawa juga mempunyai ‘marga’. Biasanya keturunan orang-orang priyayi dan bangsawan. Dewasa ini, hampir seluruh orang renta menawarkan namanya di bab selesai nama anaknya. Baik darah biru atau tidak, bahkan orang-orang kecil kebanyakan juga melaksanakan hal itu. Hal itu dilakukan untuk memperlihatkan bahwa anak tersebut merupakan keturunan orang yang bersangkutan.
Ada lagi derma nama yang unik yang diberikan oleh seorang tokoh. Yaitu KH. Mustofa Bisri. Seorang ulama dari Rembang Jawa Tengah yang bersahabat disapa Gus Mus. Kiai yang menolak diangkat sebagai Rois Syuriah PBNU untuk yang kedua kalinya ini merupakan anak dari Kiai Bisri Mustofa, pengarang kitab Al-Ibriz. Gus Mus punya anak namanya Bisri Mustofa, sama dengan bapak Gus Mus. Gus Mus juga punya cucu yang namanya sama dengan nama dirinya. Bahkan ada kisah menarik yang diungkapkan Gus Mus dalam sebuah program bincang-bincang di televisi. Dia mengisahkan dikala dirinya dan keluarga berkunjung ke Amerika Serikat, sempat tertahan usang di imigrasi bandar udara alasannya yakni disangka main-main dengan paspor. Namanya Mustofa Bisri, tiggal di Jalan Kiai Bisri Mustofa. Paspor anaknya Bisri Mustofa, sedangkan cucunya berjulukan Mustofa Bisri. Semuanya tinggal di Jalan Bisri Mustofa.
Pemberian nama juga ada kalanya berkaitan dengan tanda. Misalnya memperlihatkan anak tersebut lahir di hari tertentu. Ada kisah dari seorang dosen di Universitas Jember yang menceritakan bahwa nama anaknya yakni Rika. Nama rika  menunjukkan anaknya tersebut lahir pada Hari Kamis. Ada pula orang yang namanya yakni Vivin Mige, nama Mige merupakan abreviasi dari Minggu Wage berarti lahir pada hari ahad pasaran wage (penanggalan jawa). Bahkan ada orang yang namanya terdiri dari tiga kata yang semuanya merupakan akronim. Namanya yakni Senki Desta Galuh. Akronim dari Senin Kliwon Desember Tiga Puluh. Berarti anak tersebut lahir pada tanggal 30 Desember pada hari Senin Kliwon.
Ada pula derma nama merupakan tanda dari sesuatu yang pernah dilakukan oleh orang tuanya, salah satunya yakni nama anak mantan presiden Republik Indonesia kedua. Hutomo Mandala Putra alias Tomy Soeharto. Nama Mandala disematkan alasannya yakni dikala hamil sang jabang bayi, Soeharto sedang melaksanakan operasi Mandala di bumi Papua.
Ada pula yang meberikan nama kepada anaknya dengan keinginan anaknya sesuai dengan nama yang disematkan pada dirinya. Pemberian nama ini dapat memakai bahasa daerah, bahasa asing, ataupun bahasa Indonesia. Untuk masyarakat muslim, kebanyakan nama yang dipakai berbahasa arab (sesuai bahasa Alquran) dan kalau pria diberi aksesori di depan Muhammad atau Ahmad. Sementara kalau wanita diawali dengan nama Siti.
Bagi masyarakat Jawa biasanya juga begitu. Ada nama Untung, Bejo, dan sebagainya. Tentu orang tuanya berharap sang anak dapat selalu mendapat untung. Untuk nama bejo sama artinya dengan mujur alias selalu beruntung. Di seluruh dunia semuanya menyerupai itu. Maka dari itu di dunia ada nama Bill Gates yang dapat diterjemahkan Jembatan Uang juga ada Steve Jobs yang berarti banyak pekerjaan yang jadinya banyak penghasilan.
Ada pula Condoliza Rice, wanita mantan menteri luar negeri Amerika yang juga berarti beras. Jadi sama saja nama menteri luar negeri berkulit hitam Amerika tersebut dengan orang Indonesia, khusunya jawa: Supantun. Sama-sama berarti beras. Kebetulan di Amerika bahasa yang dipakai yakni bahasa Inggris, maka untuk menyebut beras dipakai kata rice. Sementara orang jawa memakai nama supantun yang berasal dari akar kata su dan pantun. Su berarti baik, dan pantun dalam bahasa Jawa merupakan bahasa kromo dari kata pari yang berarti padi. Makara supantun berarti padi yang baik, maka sama dengan rice.